Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Community Service Material "Education Of Village Working Groups In The Environmental Sanitation Program In Cimenyan Village, Cimenyan District, Bandung District" R. Taqwaty.Firdausijah; Lia Muliawaty
Jurnal Info Sains : Informatika dan Sains Vol. 13 No. 02 (2023): Jurnal Info Sains : Informatika dan Sains , Edition September  2023
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Villages in West Java have a lot of potential that can be developed to improve the welfare of their communities, but village development often experiences obstacles, one of which is in Cimenyan Village, Cimenyan District, Bandung Regency. This research uses qualitative methods with the aim of seeing how the sanitation program is carried out by village working groups in the Cimenyan area, Bandung Regency. The results of this research explain that environmental sanitation is an effort that can be made to achieve a clean and healthy environment through controlling physical factors, especially controlling things that appear to damage the environment. Implementing development is one of the agendas that the Amin Jaya Village government continues to carry out every year. These development programs are designed to meet the needs of the community and village government institutions. Development implementation begins with planning and design through a village deliberation forum involving the village government, BPD and community institutions.
THE INFLUENCE OF COLLABORATIVE GOVERNANCE AND COORDINATION ON ORGANIZATIONAL PERFORMANCE IN THE PROCESS OF INFRASTRUCTURE DEVELOPMENT FOR ECONOMIC EMPOWERMENT IN THE CITY OF BEKASI Benyamin Haritz; Lia Muliawaty
JEES: Journal of Economic Empowerment Strategy Vol. 3 No. 2 (2020): Volume 3 Number 2, August 2020
Publisher : Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jess.v3i2.4889

Abstract

The main problem in this research is the performance of organizations in infrastructure development for economic empowerment in Bekasi City has not increased which is assumed by Collaborative Governance and coordination that has not been implemented effectively. The research method used was an explanatory survey method with a quantitative approach. Research shows that collaborative governance and coordination to simultaneously deliver a huge influence (86, 2 %) and significant impact on the performance of the organization in the development of infrastructure in the public interest in Bekasi. Organizations on the development of infrastructure in the public interest in Bekasi was not only influenced by collaborative governance and coordination alone but there are other variables that come to influence the amount of (13, 8 %). Partially Collaborative governance in the process of infrastructure development provides the smallest and most significant influence on the performance of organizations in infrastructure development for the economic empowerment to public interest in the City of Bekasi compared to coordination of 34 , 3 %. The dimensions of the Collaborative governance that provide the most impact to the smallest of the performance of the organization in order are the dimensions of the system contexts (13, 7 %), drivers (9.3%) and dimensional dynamics collaboration (4.0%).Partially the coordination in the process of infrastructure development has the most significant and significant influence on the performance of organizations in infrastructure development for the public interest in Bekasi City
STRATEGI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN TENTANG PROGRAM KAMPUNG KELUARGA BERENCANA MENUJU KELUARGA SEJAHTERA DI KABUPATEN CIREBON Muliawaty, Lia; ., Maharto
Decision Vol 1 No 2 (2019): DECISION: Jurnal Administrasi Publik
Publisher : Prodi Administrasi Publik FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (930.898 KB) | DOI: 10.23969/decision.v1i2.1878

Abstract

Sejak bergulirnya program keluarga berencana di Indonesia, sudah banyak membuahkan hasil dan pengaruh yang signifikan terhadap pengendalian dan pertumbuhan penduduk. Indikasi yang terlihat dalam implementasi kebijakan tentang program kampung keluarga berencana belum efektif diantaranya sarana lingkungan yang kumuh, pencapaian kontrasepsi jangka panjang masih rendah, kegiatan bina keluarga yang belum maksimal, kurangnya evaluasi dan pelaporan serta kurang maksimalnya koordinasi dari instansi terkait, keterbatasan jumlah pengelola/penyuluh, partisipasi masyarakat masih rendah serta keterbatasan sarana pendukung, kurangnya pembinaan terhadap institusi masyarakat, kurangnya sosialisasi keluarga sejahtera, dan respon dari pengelola program belum maksimal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, yang berarti bahwa penelitian untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks khusus yang dialami dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah. Jenis pendekatan kualitatif dalam penelitian ini adalah studi kasus. Implementasi kebijakan tentang program kampung keluarga berencana menuju keluarga sejahtera di Kabupaten Cirebon belum terwujud, disebabkan oleh faktor content of policy (isi kebijakan) dan context of implementation (konteks implementasi) yang belum maksimal. Strategi yang efektif untuk dapat mengoptimalkan implementasi kebijakan tentang program kampung keluarga berencana menuju terwujudnya keluarga sejahtera di Kabupaten Cirebon adalah cenderung ke strategi deversifikasi atau strategi ST, dimana dalam strategi ini menggunakan atau memanfaatkan kekuatan untuk mengatasi ancaman yang dihadapi, dengan inovasi menambah program lain supaya tidak jenuh.
SINERGITAS KELEMBAGAAN ANTAR UPTD DALAM PENANGANAN DAN PENGELOLAAN LIMBAH KOTORAN HEWAN : STUDI KASUS DI KELURAHAN CIPARI, KABUPATEN KUNINGAN NR.Ruyani; Ellya Susilowati; Lia Muliawaty; Cecep Nana Nasuha; Restu Wigati
Kebijakan : Jurnal Ilmu Administrasi Vol. 16 No. 02 (2025): Volume 16 No. 2 Juni 2025
Publisher : Program Magister Ilmu Administrasi dan Kebijakan Publik, Pascasarjana, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/kebijakan.v16i02.29226

Abstract

Permasalahan pengelolaan limbah Kotoran Hewan (Kohe) menjadi isu strategis dalam pembangunan peternakan berkelanjutan, khususnya di kawasan dengan konsentrasi populasi ternak yang tinggi, seperti Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sinergitas kelembagaan antar Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) dalam penanganan dan pengelolaan limbah Kotoran Hewan (Kohe) di Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan. Pendekatan studi kasus kualitatif digunakan untuk menggali interaksi, koordinasi dan kolaborasi antara UPTD Peternakan dan UPTD Lingkungan Hidup dalam menjalankan kebijakan pengelolaan limbah. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa sinergitas kelembagaan belum berjalan secara optimal akibat lemahnya koordinasi lintas sektor, keterbatasan sumber daya manusia dan minimnya mekanisme pembiayaan bersama (cost-sharing). Meskipun terdapat upaya sporadis dalam membangun komunikasi antarlembaga, namun belum terintegrasi dalam sistem tata kelola kelembagaan yang holistik. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dalam kajian tata kelola lingkungan lokal dengan menekankan pentingnya sinergi antarlembaga operasional pemerintah dalam mengatasi tantangan pengelolaan limbah secara berkelanjutan.