Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Ezra Science Bulletin

VISUALISASI CEMAS DALAM FOTOGRAFI EKSPRESI Ramadan, Dendi; Dira Herawati
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 2 (2025): July-December 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i2.388

Abstract

Kecemasan, yang dalam bahasa Inggris disebut "anxiety", berasal dari istilah Latin anxius dan Jerman angst, yang mengacu pada pengalaman negatif berupa ketegangan dan kekhawatiran. Freud menggunakan istilah ini untuk mendeskripsikan kondisi psikologis yang ditandai oleh rasa takut atau khawatir yang mendalam dan berlangsung lama. Secara psikologis, kecemasan dapat dirasakan sebagai kegelisahan intens terhadap berbagai hal yang memicu kekhawatiran atau ketakutan. penciptaan ini berangkat dari pengalaman pribadi pengkarya, seorang pemuda berusia 22 tahun yang telah mengalami kecemasan dalam berbagai aspek kehidupannya sejak kecil hingga saat ini. Melalui karya fotografi ekspresi, pengkarya memvisualisasikan dampak kecemasan yang dialami dengan menggunakan simbol-simbol seperti warna, objek, tekstur, dan ekspresi wajah. Konsep warna invert diterapkan untuk memperkuat representasi visual kecemasan dalam setiap karya. Tujuan penciptaan karya berjudul "Visualisasi Cemas dalam Fotografi Ekspresi" ini adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor penyebab dan dampak psikologis kecemasan, serta berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan mental.
BULLYING DALAM FOTOGRAFI KONSEPTUAL Syamsul Amar; Dira Herawati
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 2 (2025): July-December 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i2.393

Abstract

Karya tugas akhir yang berjudul “ Bullying Dalam Fotografi Konseptual ” bertujuan untuk untuk mengedukasi, menyentuh empati, serta membangkitkan kesadaran sosial masyarakat tentang dampak psikologis bullying. Permasalahan bullying masih sangat serius, karena dapat meninggalkan luka batin yang mendalam. Dengan menggunakan seni visual, khususnya fotografi konseptual, diharapkan bisa meningkatkan kesadaran dan membuka dialog publik. Proses penciptaan karya ini melibatkan eksplorasi visual dan pengalaman pribadi penulis sebagai korban bullying, sehingga setiap foto memiliki makna emosional yang kuat. Fotografi konseptual dipilih karena mampu menyampaikan pesan secara simbolis dan menyentuh emosional audiens. Karya ini menggabungkan teori semiotika, fotografi seni, dan empirisme, serta menggunakan tata cahaya dan teknik digital imaging untuk memperkuat pesan. Terdapat karya foto yang diharapkan dapat menjadi media reflektif dan edukatif yang memicu empati dan perubahan sosial.
MOJAO.ART KREASI SONGKET SILUNGKANG DALAM FOTOGRAFI FASHION Aziz, Muhammad; Dira Herawati
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 2 (2025): July-December 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i2.420

Abstract

Skripsi karya ini berangkat dari urgensi pelestarian budaya lokal melalui medium visual kontemporer. Songket Silungkang sebagai warisan budaya Minangkabau direkontekstualisasi oleh brand Mojao.Art ke dalam wujud busana modern. Melalui pendekatan fotografi fashion , pengkarya memvisualisasikan estetika songket dalam format visual yang sederhana, minimalis, dan elegan. Proses penciptaan dilakukan dalam tiga tahap utama: persiapan, produksi, dan pascaproduksi, dengan metode yang sistematis yang melibatkan storyboard , skema pencahayaan, serta teknik pencitraan digital. Teknik pencahayaan yang digunakan seperti oval light, rim light, dan backlight dipilih untuk menonjolkan tekstur kain dan siluet busana. Pengeditan dilakukan menggunakan perangkat lunak Adobe Photoshop dan Lightroom . Hasil akhir berupa karya foto yang dikurasi dan dicetak untuk pameran. Secara kontekstual, karya ini tidak hanya menjadi sarana dokumentasi visual, namun juga sebagai strategi branding dan promosi budaya melalui fashion . Diperkirakan, visualisasi fotografi ini mampu membangun narasi baru tentang songket yang tidak hanya tradisional tetapi juga relevan dengan perkembangan industri kreatif saat ini. 
ANALISIS ELEMEN VISUAL DARI FOTOGRAFI OBJEK WISATA ISTANO BASA PAGARUYUNG TERHADAP JASA FOTOGRAFER AMATIR Anggraini, Siska; Dira Herawati
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 2 (2025): July-December 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i2.422

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis elemen visual dalam karya fotografi yang dihasilkan oleh fotografer amatir di objek wisata budaya Istano Basa Pagaruyung, Sumatera Barat. Fokus utama penelitian adalah pada elemen-elemen visual seperti komposisi, sudut pengambilan gambar, pencahayaan, serta estetika visual yang tercermin dalam karya foto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar fotografer tidak memiliki latar belakang pendidikan formal di bidang fotografi, mereka mampu menerapkan prinsip-prinsip dasar estetika fotografi secara intuitif berdasarkan pengalaman lapangan. Elemen visual seperti rule of thirds, framing , serta pencahayaan alami dimanfaatkan secara efektif, walau terdapat kendala teknis seperti pencahayaan yang kurang merata atau sudut pengambilan yang belum maksimal. Penelitian ini menegaskan pentingnya elemen visual dalam memperkuat daya tarik estetika dan nilai budaya dalam fotografi wisata, serta merekomendasikan perlunya pelatihan teknis bagi fotografer amatir sebagai bentuk pemberdayaan sumber daya lokal di sektor pariwisata budaya.
FANATISME DALAM FOTOGRAFI KONSEPTUAL Sendiko, Trio; Dira Herawati
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 1 (2026): January-June 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i1.542

Abstract

Karya tugas akhir berjudul Fanatisme dalam Fotografi Konseptual dilatarbelakangi oleh fenomena keterikatan emosional berlebihan terhadap figur publik dalam budaya digital, khususnya di kalangan generasi muda. Fanatisme yang berawal dari kekaguman kerap berkembang menjadi obsesi yang berdampak pada kondisi psikologis, pembentukan identitas, dan relasi sosial individu. Penciptaan karya ini bertujuan memvisualisasikan perkembangan fanatisme melalui empat fase, yaitu ketertarikan awal, penguatan keterikatan emosional, puncak fanatisme, serta fase dampak dan kesadaran, sekaligus mengajak penonton merefleksikan batas antara kekaguman yang sehat dan keterikatan yang merugikan. Metode penciptaan meliputi observasi, wawancara, eksperimen visual, dan eksplorasi konsep dengan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce sebagai landasan pembacaan tanda visual. Proses perwujudan dilakukan melalui fotografi konseptual dan pengolahan digital (digital imaging). Hasil penciptaan berupa 20 karya foto berukuran 40 × 60 cm yang dicetak menggunakan photo paper laminating doff dan disajikan dalam ruang pameran. Kesimpulannya, fotografi konseptual efektif sebagai medium ekspresi dan kritik sosial dalam merepresentasikan fanatisme budaya digital. Keywords: Fotografi konseptual, Fanatisme, Psikologis, Semiotika, Simbolisme.