Claim Missing Document
Check
Articles

UPAYA PENINGKATAN PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DALAM MASA PANDEMI DI SMA KATOLIK KARITAS Vijay Liwe; Meyny Kaunang; Glenie Latuni
KOMPETENSI Vol. 2 No. 8 (2022): KOMPETENSI: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana SMA Katolik Caritas Tomohon meningkatkan pembelajaran seni budaya selama masa pandemi. Teknik yang digunakan bersifat kualitatif dan deskriptif. Observasi dan wawancara digunakan untuk pengumpulan data. Temuan penelitian ini menyiratkan bahwa proses pembelajaran harus terus berlanjut sepanjang epidemi. Dalam konteks Covid-19, penerapan pembelajaran daring dengan kurikulum mandiri menjadi jalan tengah untuk mengamankan hak-hak masyarakat Indonesia. Selama wabah di SMA Katolik Caritas Tomohon, kualitas pembelajaran memburuk ketika kurikulum dipelajari sendiri dan bukan di kelas. Hal ini disebabkan mahasiswa dan instruktur seni budaya belum terbiasa dengan pembelajaran daring sehingga memerlukan pelatihan tambahan dan adaptasi. Dimana kurikulum mandiri dirancang dengan memperhatikan kondisi peserta didik dan lembaga pendidikan di daerahnya masing-masing karena keterbatasan waktu dan fasilitas yang tersedia, guru seni budaya harus melakukan upaya penyederhanaan KI/KD, memodifikasi RPP, dan mendorong fleksibilitas belajar. . Pembelajaran online, seperti buku teks PDF, modul, pembelajaran video dan audio, harus disiapkan dan dikirimkan kepada siswa sebelum sesi video conference agar proses pembelajaran dapat berjalan lebih efisien. Pendidik seni budaya juga menggunakan metodologi Blended learning. dan mendorong fleksibilitas belajar. Pembelajaran online, seperti buku teks PDF, modul, pembelajaran video dan audio, harus disiapkan dan dikirimkan kepada siswa sebelum sesi video conference agar proses pembelajaran dapat berjalan lebih efisien. Pendidik seni budaya juga menggunakan metodologi Blended learning. dan mendorong fleksibilitas belajar. Pembelajaran online, seperti buku teks PDF, modul, pembelajaran video dan audio, harus disiapkan dan dikirimkan kepada siswa sebelum sesi video conference agar proses pembelajaran dapat berjalan lebih efisien. Pendidik seni budaya juga menggunakan metodologi Blended learning.
PEMBELAJARAN MUSIK KOLINTANG DI SMP NEGERI 1 ERIS Satri Dio Lumingkewas; Meyny Kaunang; Sri Sunarmi
KOMPETENSI Vol. 2 No. 12 (2022): KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode dalam pembelejaran Seni Musik Kolintang di SMP Negeri 1 Eris. Seni Musik Kolintang di SMP Negeri 1 Eris termasuk dalam mata pelajaran Seni Budaya pada kelas VII sampai dengan IX. Kolintang adalah salah satu musik tradisi Minahasa yang masuk dalam mata pelajaran seni budaya (seni musik) pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) daerah Sulawesi Utara. “Kolintang adalah satu jenis (genre) musik, yang terdiri dari seperangkat instrumen yang terbuat dari bilah-bilah kayu. Jenis musik ini berbentuk ansambel, yang saat ini umumnya terdiri dari 7 sampai 10 instrumen yaitu instrumen Melodi terdiri dari 1 atau 2 buah, dan pengiringnya yang terdiri dari Banyo, Ukulele, Gitar, Celo, dan Bass. Instrumen-instrumen musik ini terbuat dari bilah-bilah kayu yang menghasilkan suara (Xylophone), dan sumber bunyinya berasal dari kayu itu sendiri (Idiophone). Untuk menghasilkan bunyi, Kolintang dibunyikan dengan cara dipukul sehingga Kolintang tergolong dalam musik perkusi. Permasalahan yang menjadi perhatian utama adalah bagaimana metode yang dipakai dalam pembelajaran musik Kolintang di SMP Negeri1 Eris. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Musikologi dalam penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Saat ini peneliti mengambil beberapa contoh tentang pembelajaran yang akan dibahas yaitu pembelajaran Pattern Dangdut, Pattern Slow Rock, metode PAIKEM, dan strategi pemebelajaran musik kolintang pada group Bapontar. Berdasarkan hal-hal diatas maka dengan ini peneliti menyimpulan bahwa dengan metode PAKEM yang digunakan dalam pembelajaran musik Kolintang di SMP Negeri 1 Eris menjadikan Group Musik Kolintang yang anggotanya merupakan para remaja yang berumur 11 tahun sampai 15 tahun ini paling sering diminta untuk menampilkan permainan Musik Kolintangnya dalam acara-acara bahkan ditempat peribadatan umat kristiani. Di setiap penampilan dari group kolintang SMP Negeri 1 Tandengan ini selalu mengibur dan memukau para penimat yang menikmati penampilan mereka. Karena dalam permainan kolintangnya, grup ini juga menyertakan sedikit koreografi pada setiap aksen-aksen yang terdapat dalam lagu, sehingga grup ini bukan hanya enak didengar akan tetapi dengan dipandang juga dapat menikmati musiknya”.
IMPLEMENTASI MERDEKA BELAJAR KAMPUS MENGAJAR DALAM PEMBELAJARAN SENI MUSIK DI SD GMIM RINONDOR, KAKAS Audiano Hizkia Mamoto; Meyny S. C. Kaunang; Sri Sunarmi
KOMPETENSI Vol. 3 No. 1 (2023): KOMPETENSI: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana mengimplementasikan Merdeka Belajar Kampus Mengajar dalam Pembelajaran Seni Musik di SD GMIM Rinondor Kecamatan Kakas. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatif, untuk mengetahui peran dan manfaat Pembelajaran Seni Musik di SD GMIM Rinondor. Data diperoleh dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi, data dianalisis dengan teknik analisis data dengan model interaktif. Keabsahan data diperoleh melalui uji kredibilitas dan kecukupan referensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peran serta manfaat Merdeka Belajar Kampus Mengajar dalam Pembelajaran Seni Musik di SD GMIM Rinondor, dimana terbantunya SDM di Sekolah, bahkan bertambahnya pengetahuan tentang Seni Musik bagi siswa, tapi juga wawasan baru bagi para guru, serta dalam pembelajaran mahasiswa Kampus Mengajar susasana kelas menjadi lebih menyenangkan dan menumbuhkan semangat baru bagi siswa khusunya pada pelajaran Seni Musik.
FUNGSI MUSIK DALAM PERIBADATAN DI GPdI BETHESDA KAKAS SULAWESI UTARA MENURUT PERSPEKTIF PIMPINAN JEMAAT Yosua Mitchel Lakoy; R. A Dinar Sri Hartati; Meyny S. C. Kaunang
KOMPETENSI Vol. 3 No. 1 (2023): KOMPETENSI: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian yang ada dalam skripsi ini adalah untuk mengetahui bagaimana Fungsi Musik dalam Peribadatan di GPdI Bethesda Kakas Sulawesi Utara Menurut Perspektif dari Pimpinan Jemaat yang ada di gereja tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan teknik yang digunakan yaitu observasi, wawancara, studi pustaka, dan studi perekaman. Selanjutnya disusun menjadi uraian (deskripsi) untuk dikaji lebih lanjut atau untuk dianalisis data. Penelitian ini diangkat dari sejarah GPdI Bethesda Kakas, yang dulunya tidak memiliki alat musik dalam kegiatan peribadatan mereka. Akan tetapi, setelah jemaat tersebut memiliki alat musik yang dapat digunakan untuk kepentingan ibadah, pimpinan jemaat mereka malah menambah alat musik dalam peribadatan mereka sehingga semakin lama alat musik yang ada di tempat itu semakin bertambah.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA PEMBELAJARAN SENI MUSIK VOKAL DI KELAS VIII SMP NEGERI 4 TONDANO Meyke Anastasi Rasubala; Meyny S. C. Kaunang; Sri Sunarmi
KOMPETENSI Vol. 3 No. 03 (2023): KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Problem-based Learning (PBL) pada pembelajaran seni musik di kelas VIII SMP Negeri 4 Tondano. Penelitian disusun dengan menggunakan metode penelitian kualitatif di mana peneliti menjadi instrument utama dalam proses penelitian. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan terbagi ke dalam dua jenis, primer dan sekunder. Data primer adalah data yang dikumpulkan dari hasil pertanyaan-pertanyaan kepada responden atau yang bertindak sebagai informan. Data sekunder adalah data pendukung data primer yang berbentuk buku, artikel ilmiah, dan dokumentasi peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran seni musik yang menerapkan model Problem based Learning (PBL) memiliki tahapan-tahapan yang membentuk keterampilan siswa dalam memecahkan permasalahan secara aktif dan efektif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran seni musik dengan materi vokal yang dilaksanakan dalam model pembelajaran berbasis masalah (Problem-based Learning) memberikan banyak manfaat bagi siswa: mendorong siswa untuk berpikir secara aktif, kritis dan kreatif, meningkatkan kemampuan siswa berkomunikasi dengan baik, dan menyampaikan pendapat berdasarkan pengalaman terkait dengan materi vokal.
PEMBELAJARAN MUSIK KOLINTANG DI SMP NEGERI 1 RATAHAN Krismar A. Sumangando; Meyny Kaunang; R. A. D. Sri Hartati
KOMPETENSI Vol. 3 No. 5 (2023): KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini disusun untuk mendeskripsikan pembelajaran musik kolintang di SMP Negeri 1 Ratahan. Penelitian ini juga memberikan gambaran tentang permainan kelompok musik kolintang di SMP Negeri 1 Ratahan. Penelitian ini disusun dengan metode penelitian deskriptif dalam kerangka pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Ratahan dengan menggunakan sumber data primer dan sekunder yang diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis data yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman (1994) dengan teknik pengujian keabsahan data yang dikemukakan oleh Lincoln dan Guba (1985). Hasil penelitian menunjukkan bahwa di SMP Negeri 1 Ratahan, strategi pembelajaran yang digunakan dalam mengajarkan musik kolintang adalah strategi pembelajaran terbuka. Dalam hal ini, Pelatih membuat strategi dan materi selama pembelajaran berlangsung. Dalam pembelajaran musik kolintang untuk pemula, ada faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung meliputi ketersediaan alat kolintang, tempat untuk menyimpan alat, pelatih atau pengajar, minat peserta, pemilihan strategi dan materi, dan promosi. Sementara faktor penghambat meliputi peserta yang belum memiliki rasa musikal yang baik, anggota yang tidak tetap, dan konflik internal antara peserta.
PEMBELAJARAN SENI MUSIK DI SMP KRISTEN KEMBES Ira Chenia Regar; Franklin Dumais; Meyny Kaunang
KOMPETENSI Vol. 3 No. 6 (2023): KOMPETENSI: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan proses pembelajaran seni musik di SMP Kristen Kembes pada materi modul skala mayor. Penelitian ini juga disusun untuk menjelaskan strategi dan teknik yang digunakan guru dalam memotivasi siswa dan mengajarkan materi modul skala mayor kepada siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data dan materi penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Setelah itu, informasi dievaluasi menggunakan prosedur seperti mengkonfirmasi kebenaran informasi, mengurangi informasi, menampilkan informasi, dan memvalidasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran seni musik dengan materi modul skala mayor berjalan dengan efektif. Hal ini terlihat dari strategi yang digunakan guru untuk selalu melibatkan siswa dalam kegiatan pembelajaran sehingga siswa merasa termotivasi untuk belajar. Terlihat bahwa guru menjelaskan tujuan pembelajaran dengan baik dan menciptakan atmostif pembelejaran yang kondusif bagi siswa. Selain itu, untuk memastikan bahwa siswa terus termotivasi dalam proses pembelajaran, siswa diberikan penghargaan oleh guru ketika mampu melalukan sebuah tugas yang diberikan oleh guru. Untuk membuat pembelajaran menjadi semakin menarik guru juga menciptakan iklim kompetisi yang sehat di antara siswa sehingga menumbuhkan daya saing siswa. Hasil temuan juga menunjukkan bahwa guru menggunakan berbagai strategi dan teknik pembelajaran yang mengintegrasikan dan mengelaborasikan penggunaan media dan teknologi untuk membuat proses pembelajaran menjadi semakin kondusif. Penggunaan berbagai strategi dan teknik pembelajaran tersebut bertujuan untuk mengatasi berbagai hambatan yang ditemui dalam proses pembelajaran.
PENGARUH MUSIK TERHADAP KESENANGAN “TULUNG KERJA” PADA ACARA PESTA PERNIAKAN DI DESA SION KECAMATAN TOMPASO BARU KABUPATEN MINAHASA SELATAN Sefanya Sinaulan; Meyny Kaunang; Sri Sunarmi
KOMPETENSI Vol. 3 No. 6 (2023): KOMPETENSI: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh musik terhadapkesenangan “Tulung Kerja” pada acara pesta Pernikahan didesa Sion Kecamatan Tompaso Baru Kabupaten Minahasa Selatan. Desa Sion merupakan desa yang terletak di kecamatan Tompaso Baru, Kabupaten Minahasa Selatan Provinsi Sulawesi Utara. Desa Sion memiliki kebudayaan yang sampai saat ini masih jumpai, diantaranya budaya saling tolong-menolong atau gotong-royong yang dalam bahasa Minahasa disebut (Mapalus), serta beberapa tradisi lainya. Setiap desa pada umumnya memiliki budaya yang beragam saat menggelar pesta pernikahan. Masyarakat desa Sion menerapkan budaya “Tulung Kerja” yaitu dengan mengumpulkan sebagian warga yang telah diundang khusus oleh keluarga yang menggelar acara untuk membantu khususnya bagian konsumsi (dapur) dan atau mensukseskan acara pesta pernikahan yang digelar. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Musikologi dalam penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hal-hal diatas maka dengan ini peneliti menyimpulkan bahwa wawancara yang telah dilakukan kepada beberapa informan tersebut tentang pengaruh musik terhadap kesenangan “Tulung Kerja”, maka dapat disimpulkan bahwa hukum tua, sekretaris dan beberapa masyarakat “Tulung Kerja” desa Sion semua sangat senang mendengarkan musik saat melakukan kegiatan “Tulung Kerja” di pesta pernikahan. Sebagian besar informan senang mendengarkan jenis musik Pop, Jazz, Rock, Klasik Rohani. Informan lainnya senang mendengarkan jenis musik Dangdut, Pop, Rock musik Indonesia (sekuler). Informan lainnya senang mendengarkan musik daerah dengan berbagai jenis musik.
PEMBELAJARAN KEYBOARD PADA SISWA KELAS X DI SMK NEGERI 1 LANGOWAN Marfel Lenggie; Meyny Kaunang; Sri Sunarmi
KOMPETENSI Vol. 3 No. 6 (2023): KOMPETENSI: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keyboard merupakan sebuah alat musik yang sangat familiar bagi banyak orang dan menjadi salah satu alat musik yang cara permainnya diajarkan pada muatan pelajaran Seni Budaya di tingkat Sekolah Menengah Atas atau Kejuruan (SMA/K). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menejelaskan dan menggambarkan pelaksanaan pembelajaran alat musik keyboard pada siswa kelas X di SMK Negeri 1 Langowan. Penelitian ini disusun dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan tiga tahapan penelitian: pra-penelitian, pelaksanaan penelitian dan pelapiran hasil penelitian. Observasi, wawancara dan dokumentasi menjadi teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti yang adalah instrumen utama dalam penelitian ini. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data dan verifikasi serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran alat musik keyboard berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi peserta didik. Pembelajaran tersebut mendorong mereka untuk mengembangkan minat mereka dalam memainkan keyboard meskipun terdapat beberapa kendala dalam proses pembelajaran. Kendala paling besar yang dihadapi oleh siswa adalah mereka tidak memiliki dasar-dasar dalam memainkan alat musik keyboard sehingga harus diajarkan dari dasar-dasarnya. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pembelajaran yang dilaksanakan menggunakan berbagai metode seperti ceramah, tanya jawab, demonstrasi dan latihan. Metode-metode tersebut digunakan pada saat pembelajaran hingga pada saat evaluasi pembelajaran.
MUSIK KARAMBANGAN POSO DI TENTENA, KABUPATEN POSO, SULAWESI TENGAH Herlina Marande; Glenie Latuni; Meyny Kaunang
KOMPETENSI Vol. 3 No. 7 (2023): KOMPETENSI: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/kompetensi.v3i7.6392

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan teknik permainan musik Karambangan Poso di Tentena, Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini adalah sebuah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan musikologi dan historis. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi lapangan, wawancara dengan berbagai narasumber, studi pustaka, dan dokumentasi dalam bentuk perekaman, pengambilan gambar dan video. Data yang diperoleh dianalisis dan dinterpretasikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa musik Karambangan Poso mempunyai teknik permainan yang unik dan berbeda dengan permainan gitar pada umumnya, yang meliputi sistem penalaan, penjarian dan akord. Sistem penalaan gitar dalam musik Karambangan Poso berbeda dengan penalaan internasional (E, B, G, D, A, E). Sistem penalaan gitar dalam musik Karambangan Poso adalah F#, D, A, D, A, G. Setiap tali senar gitar dalam musik Karambangan Poso memiliki nama nada masing-masing, Sistem penjarian pada Musik Karambangan Poso juga berbeda dengan sistem penjarian gitar pada umumnya, di mana jari yang digunakan untuk memetik senar gitar hanya jari P dan jari I. Sistem akord pada gitar dalam musik Karambangan Poso hanya terdiri akord dasar, akord 1, 2 dan 3.