Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Strategi Peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Politeknik PTKL Berbasis Pola Keuangan BLU Neneng Sri Rahayu; Muhammad Rizki; Budi Priyono; Klaudia Marpaung
Journal of Business Administration Economics & Entrepreneurship Vol. 7, No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Politeknik STIA LAN Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32834/jbest.v7i2.1007

Abstract

Penerapan pola keuangan Badan Layanan Umum (BLU) pada Perguruan Tinggi Kementerian/Lembaga (PTKL) memberikan peluang strategis dalam meningkatkan fleksibilitas pengelolaan keuangan dan optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Namun, pada praktiknya, sebagian besar PTKL masih menghadapi tantangan berupa ketergantungan pada sumber pendapatan utama seperti SPP/UKT atau pola pembibitan, keterbatasan diversifikasi PNBP, serta variasi kapasitas tata kelola BLU. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi peningkatan PNBP pada Politeknik PTKL berbasis pola keuangan BLU melalui pendekatan analisis SWOT. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Lokus penelitian meliputi Politeknik APP Jakarta, Politeknik STMI Jakarta, Politeknik Transportasi Darat Indonesia–STTD, Politeknik Transportasi Darat Bali, dan Politeknik Kesehatan Denpasar. Data diperoleh melalui studi dokumentasi, observasi, dan analisis kebijakan, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap PTKL memiliki kekuatan dan peluang yang bersifat sektoral, namun kelemahan utama terletak pada ketergantungan sumber pendapatan dan belum optimalnya kapasitas manajerial BLU. Strategi yang direkomendasikan meliputi pengembangan unit usaha BLU, diversifikasi PNBP non-pendidikan, optimalisasi aset, serta penguatan tata kelola dan efisiensi operasional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan peningkatan PNBP PTKL berbasis BLU memerlukan strategi diferensiatif sesuai tingkat kematangan institusi serta dukungan kebijakan lintas kementerian agar BLU berfungsi sebagai instrumen reformasi layanan publik yang berkelanjutan. Kata Kunci: Badan Layanan Umum; PNBP; Politeknik PTKL; Analisis SWOT; Strategi Keuangan
Akselerasi Ekonomi Indonesia: Peran Teknologi Finansial dan Inklusi Keuangan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Fithia Azhara; Muhammad Rizki
Jurnal Kajian Akuntansi, Auditing dan Perpajakan Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jkaap.2026.v3i1.185

Abstract

Pertumbuhan ekonomi inklusif merupakan tantangan utama Indonesia di era digital, di mana perkembangan teknologi finansial (FinTech) dan inklusi keuangan menjadi faktor strategis yang perlu dikaji dampaknya secara empiris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh FinTech Peer-to-Peer (P2P) Lending dan inklusi keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia secara parsial maupun simultan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik purposive sampling, melibatkan 34 provinsi selama periode 2020–2023 melalui pendekatan pooled data cross-sectional dengan total 136 observasi. Data sekunder bersumber dari OJK, Bank Indonesia, dan BPS, dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FinTech P2P Lending berpengaruh signifikan negatif terhadap pertumbuhan ekonomi akibat dominasi penyaluran ke sektor konsumtif dan tingginya wanprestasi, sedangkan inklusi keuangan berpengaruh signifikan positif melalui dimensi aksesibilitas, ketersediaan layanan, dan penggunaan layanan keuangan. Temuan ini penting sebagai dasar kebijakan bagi pemerintah dan OJK dalam mengarahkan ekosistem keuangan digital agar lebih berorientasi pada sektor produktif, guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.
Keseimbangan Eksplorasi dan Eksploitasi dalam Transformasi Digital: Strategi, Tantangan, dan Dampaknya pada Adaptasi Bisnis Global Muhammad Rizki
Journal of Business Administration Economics & Entrepreneurship Vol. 8, No. 1 (2026): April
Publisher : Politeknik STIA LAN Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32834/jbest.v8i1.1029

Abstract

Di era disrupsi digital yang semakin intensif, perusahaan dituntut untuk tidak hanya mengadopsi teknologi baru, tetapi juga mampu menyeimbangkan antara eksplorasi inovasi digital dan eksploitasi strategi yang telah terbukti berhasil. Ketidakmampuan dalam mengelola keseimbangan ini menjadi salah satu penyebab utama kegagalan inisiatif transformasi digital di tingkat global. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi bagaimana perusahaan menyeimbangkan eksplorasi strategi digital baru dan eksploitasi strategi yang sudah ada, serta dampaknya terhadap kemampuan adaptasi di pasar global yang dinamis. Penelitian menggunakan pendekatan systematic literature review terhadap 20 artikel ilmiah terindeks Scopus yang diterbitkan pada periode 2020–2024. Seleksi literatur dilakukan melalui aplikasi Publish or Perish dengan menggunakan kata kunci "Strategic Business", "Artificial Intelligence", dan "Internet of Things". Sintesis dilakukan secara naratif dan tematis berdasarkan tiga dimensi utama: strategi, tantangan, dan dampak transformasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseimbangan antara eksplorasi dan eksploitasi yang diwujudkan melalui ambidekstrilitas organisasi, berkontribusi positif terhadap kemampuan adaptasi, inovasi, dan daya saing perusahaan. Teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan blockchain terbukti berperan strategis dalam mendukung transformasi tersebut. Namun demikian, tantangan berupa defisit keterampilan digital, resistensi terhadap perubahan, serta keterbatasan sumber daya, khususnya di negara berkembang, masih menjadi hambatan signifikan. Studi kasus pada BRI, Telkom Indonesia, dan Gojek memperkuat argumen bahwa kepemimpinan adaptif dan budaya organisasi yang inovatif menjadi prasyarat keberhasilan. Temuan ini menggarisbawahi perlunya perusahaan membangun strategi transformasi digital yang holistik, berinvestasi pada pengembangan kapasitas SDM digital, dan memperkuat kolaborasi dalam ekosistem bisnis. Penelitian lanjutan direkomendasikan untuk mengkaji dinamika eksplorasi–eksploitasi di berbagai sektor industri dan konteks geografis yang lebih beragam. Kata Kunci: transformasi digital, inovasi teknologi, strategi bisnis, eksplorasi, eksploitasi, adaptasi bisnis global
The Effectiveness of Contract Control for the Procurement of Goods and Services at the Secretariat General of the Constitutional Court Muhammad Rizki; R. Luki Karunia
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 6 No. 8 (2026): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v6i8.53413

Abstract

Contract control in government procurement is a critical determinant of the quality of public expenditure. However, recurring audit findings related to volume shortages, overpayments, and non-compliance indicate persistent weaknesses in contract control across Indonesian public institutions. This study aims to analyze the effectiveness of contract control in the procurement of goods and services at the Secretariat General of the Constitutional Court. Contract control is essential for ensuring that procurement activities are conducted in accordance with applicable regulations while meeting requirements related to time, quality, cost, and organizational objectives. In practice, effective contract control extends beyond administrative compliance to include monitoring contract implementation, verifying compliance with technical specifications, mitigating risks, and addressing issues that arise during contract execution. This study employed a qualitative descriptive approach, with data collected through observation, interviews, and document analysis. The analysis examined the effectiveness of contract control throughout the procurement process, including the planning, implementation, monitoring, evaluation, and contract completion stages. The findings indicate that effective contract control is strongly influenced by comprehensive planning, competent human resources, effective inter-unit coordination, regulatory compliance, and the use of a structured monitoring system. Well-implemented contract control minimizes project delays, non-compliance with technical specifications, contractual disputes, and the risk of financial losses to the state. Therefore, contract control within the procurement of goods and services at the Secretariat General of the Constitutional Court should be implemented consistently, transparently, and accountably to support the principles of good governance.