Suud Suud
Jurusan Pendidikan IPS FKIP Universitas Mataram

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Kompetensi Pedagogik Dan Profesional Guru Sosiologi Tersertifikasi Dalam Proses Pembelajaran Daring Dan Luring Pada Masa Pandemi Covid-19 Di SMAN 6 Mataram Baiq Siti Lauhil Bariah; Hairil Wadi; Suud Suud
Journal of Social Education Sasambo Vol 1 No 1 (2023): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/socedsasambo.v1i1.5024

Abstract

Penelitian ini bertujuan guna mengetahui: (1) kompetensi pedagogik dan profesional guru sosiologi tersertifikasi selama wabah covid-19 mengenai proses pembelajaran daring dan luring di SMAN 6 Mataram; (2) persamaan dan perbedaan kompetensi pedagogik dan profesional guru sosiologi tersertifikasi sepanjang proses pembelajaran daring dan luring selama wabah covid-19 di SMAN 6 Mataram. Pendekatan metode kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini untuk mengumpulkan data dengan menggunakan metode wawancara terorganisir, observasi, dan dokumentasi. Dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan merupakan langkah awal dalam analisis data dengan menggunakan paradigma Miles dan Huberman. Hasil penelitian menujukkan bahwa : (1) Guru sosiologi tersertifikasi SMAN 6 Mataram memiliki kompetensi pedagogik dan profesional yang baik dalam mekanisme pembelajaran daring dan luring selama wabah covid-19; (2) Terdapat persamaan kompetensi pedagogik guru sosiologi tersertifikasi dalam hal perencanaan, dan evaluasi pembelajaran, sedangkan perbedaan ditemukan dalam hal pelaksanaan pembelajaran daring dan luring. Adapun persamaan pada ranah kompetensi profesional ditunjukkan dalam hal penguasaan materi, KI dan KD, serta keahlian IPTEK dalam hal perencaanaan, dan evaluasi, sedangkan perbedaan ditemukan pada tahap penyelenggaraan pembelajaran daring dan luring selama wabah covid-19 di SMAN 6 Mataram.
Fungsi dan Makna Tradisi Pacuan Kuda (Maen Jaran) Bagi Masyarakat Desa Moyo Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa Hendy Maulana; Hamidsyukrie ZM; Suud Suud
Journal of Social Education Sasambo Vol 1 No 1 (2023): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/socedsasambo.v1i1.5077

Abstract

Penelitian ini bertujuan guna: (1) mengetahui fungsi tradisi pacuan kuda (maen jaran) bagi masyarakat Sumbawa; serta (2) makna tradisi pacuan kuda (maen jaran) bagi masyarakat Sumbawa. Studi ini memakai pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data memakai observasui, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian ini menerangkan bahwa terdapat tiga fungsi dan dua makna tradisi pacuan kuda (maen jaran), yaitu fungsi primer, fungsi sekunder, serta fungsi tersier: (1) fungsi primer dari tradisi pacuan kuda yaitu sebagai ajang olahraga balap kuda. (2) fungsi sekunder dari tradisi pacuan kuda (maen jaran) jika dilihat dari esensinya yaitu perubahan fungsi maen jaran yang beralih dari perayaan hasil panen menjadi perayaan hari besar disebabkan perubahan sosial dalam masyarakat. (3) fungsi tersier dari tradisi pacuan kuda (maen jaran) dimasa kini kuda merupakan hewan yang bernilai tinggi khususnya kuda pacuan yang hanya dimiliki oleh masyarakat menegah ke atas. Hal tersebut memberikan dampak bahwa maen jaran dimasa kini menjadi olahraga kaum burjois. Adapun makna dari tradisi pacuan kuda (maen jaran) terdapat makna identitas sosial dan status sosial: (1) identitas sosial dari adalah perasaan atau rasa kebanggan diri yang timbul dari pemilik kuda, joki, atau perawat kuda atas pencapain kudanya sebagai juara dalam maen jaran. (2) status sosial dari maen jaran adalah pelabelan yang didapatkan bagi pemenang maen jaran oleh masyarakat sekitar. Pelabelan yang dimaksud adalah achieved status, karena dengan berhasilnya kuda memenangkan maen jaran maka pemilik kuda akan menjadi lebih terkenal dan populer di kalangan masyarakat.
Ketersediaan dan Keterjangkauan Sekolah Menengah Bagi Masyarakat Lokal di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika Masyhuri Masyhuri; Suud Suud; Muhammad Ilyas; Jepri Utomo; Mila Noviana; Zilly Arsyika Masyhuri
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4.2457

Abstract

Penelitian ini mengkaji aksesibilitas fisik sekolah menengah (SMP, SMA/MA, SMK) bagi masyarakat lokal di kawasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika fokus studi: Desa Kute, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Tujuan penelitian adalah (1) memetakan ketersediaan fasilitas pendidikan menengah di wilayah studi, (2) mengukur aksesibilitas fisik (jarak tempuh, waktu tempuh, sarana transportasi, kondisi jalan, dan hambatan infrastruktur), dan (3) mengidentifikasi kelompok penduduk yang mengalami kesulitan akses. Metode yang dipakai adalah survei lapangan, wawancara semi terstruktur dengan pemangku kepentingan, observasi fasilitas, dan analisis spasial sederhana (buffer radius 5–10 km). Hasil menunjukkan bahwa meskipun jumlah gedung sekolah menengah relatif memadai secara kuantitatif, terdapat kesenjangan aksesibilitas untuk masyarakat lokal yang tinggal di wilayah pesisir dan juga perbukitan yang disebabkan keterbatasan transportasi, kondisi jalan, dan kapasitas ruang kelas. Rekomendasi meliputi pengembangan layanan transportasi sekolah berbasis komunitas, penambahan unit ruang kelas di titik bottleneck, serta penguatan program SMK vokasi yang responsif kebutuhan KEK.
Kearifan Lokal Suku Sasak dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sosiologi SMA Masyhuri Masyhuri; Suud Suud; Muhammad Ilyas
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i1.3184

Abstract

Sosiologi pada hakikatnya merupakan ilmu yang mempelajaritentang masyarakat dengan segala kompleksitasnya. Salah satu tujuannya adalah agar peserta didik memiliki kesadaran akan identitas diri dalam hubungan dengan kelompok sosial dalam konteks lingkungan masyarakat sekitar. Berkenaan dengan hakikat dan tujuan tersebut maka pemamnfaatan lingkungan sosial budaya, khususnya kearifan lokal sebagai sumber belajar sosiologi menjadi keniscayaan. Oleh karena itu, telah dilakukan penelitian dengan tujuan mengidentifikasi kearifan lokal suku sasak yang potensal menjadi sumber belajar sosiologi di SMA. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Analisa data dilakukan dengan prosedur yaitu mulai dari penyajian data, intrepretasi data, pembahasan dan terakhir pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai jenis kearifan lokal suku sasak yang potensal menjadi sumber belajar sosiologi di SMA, meliputi: (1) awiq-awiq pengelolaan hutan dan mata air di Desa Bayan, awiq-awiq pengelolaam pariwisata di Gili Trawangan, awiq-awiq bidang perkawinan, arsitektur rumah adat sasak, pakaian adat sasak, dan makanan tradisional sasak. Kearifan lokal tersebut potensial menjadi sumber belajar sosiologi SMA kelas X materi nilai dan norma, (2) tradisi sorong serah aji krame, tradisi perang topat, dan tradisi ngejot, potensial menjadi sumber belajar sosiologi SMA kelas XI materi harmoni sosial, (3) banjar, potensial menjadi sumber belajar Sosiologi SMA Kelas XII materi lembaga sosial.
Dampak Pola Asuh Pendidikan Keluarga Terhadap Perilaku Kekerasan Verbal Anak di Desa Sakra Imelda Artila Putri; Suud Suud; Hairil Wadi; Hamidsyukrie ZM
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4.4087

Abstract

Pola asuh merupakan cara orang tua mendidik, membimbing dan merawat anak yang memiliki dampak pada perkembangan anak. Oleh karena itu pola asuh memiliki peran yang sangat penting dalam keluarga. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pola asuh pendidikan keluarga terhadap perilaku kekerasan verbal anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data skunder. Subjek dalam penelitian ini adalah anak-anak yang berusia 7-21 tahun dari berbagai jenjang pendidikan. Informan dalam penelitian ini adalah orang tua, kepala dusun, tetangga, teman yang mengenal baik anak, dan guru sosiologi.  Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara dengan teknik analisis data menurut Miles dan Huberman, antara lain pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh keluarga memiliki dampak pada psikologis dan sosial anak. Adapun pola asuh yang terdapat dalam penelitian ini yaitu pola asuh otoriter permisif, pola asuh otoriter dan pola asuh permisif.  Dampak dari ketiga pola asuh tersebut seperti rasa kesal, marah, kebingungan, rendah diri dan rasa bebas sebagai dampak psikologis dan perilaku tidak konsisten, munculnya perilaku kekerasan verbal dan kesulitan menyesuaikan diri dengan aturan sebagai dampak sosial.
Analisis SWOT Implementasi Program Full Day School Five Day di SMA Katolik Kesuma Mataram Hairil Wadi; Suud Suud
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4310

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya program kebijakan pendidikan Full day school yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk dilaksnakan oleh pihak sekolah.. Tujuan penelitian adalah untuk menjelaskan dan mendeskripsikan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman Implementasi Program Full Day School (FDS) Five Day  di SMA Katolik Kesuma Mataram. Lokasl Penelitian  di SMA Katolik Kesuma Mataram Kota Mataram Nusa Tenggaran Barat. Adapun yang menjadi narasumber dalam penelitian ini adalah guru sosiologi, kepala sekolah, kepala sekolah bagian kurikulum, guru, siswa. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, angket, dokumentasi. Analisis data secara tematik, dengan mengidentifikasi tema-tema utama yang  diinterpretasikan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan Analisis SWOT Implementasi Full Day School Five Day di SMA Katolik Kesuma Mataram terdiri dari  1) kekuatan  berupa peningkatan interaksi siswa dan guru, dukungan fasilitas dan respon positif; 2) kelemahan berupa peningkatan beban kerja dan tantangan adaptasi estimasi kerja guru dan aktivitas siswa; 3)  peluang berupa dukungan dari  kebijakan yayasan, pemerintah, dan orang tua siswa; 4) ancaman berupa kebijakan zonasi dan persepsi dari masyarakat perlu untuk diantisipasi supaya progam dapat berjalan optimal.
STRATEGI PEMBERDAYAAN KOMUNITAS LOMBOK INFLUENCER DALAM MENINGKATKAN DIGITAL MARKETING DI KOTA MATARAM Rohin Novia Maydi Putri; Syafruddin Syafruddin; Imam Malik; Suud Suud
SOSIO EDUKASI Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2025): SOSIO EDUKASI Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sosedu.v8i2.29290

Abstract

This research aims to: (1) identify and analyze the community empowerment programs of Lombok Influencer, (2) understand and analyze the community empowerment strategies of Lombok Influencer in enhancing digital marketing in the city of Mataram. This research uses a qualitative approach with a case study method. The data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. The data analysis techniques in this research use data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques. The results of this study found that the Lombok Influencer community empowerment program includes: Skill training programs such as public speaking, voice over, start-up design, and digital creative skills training, as well as recognition and appreciation programs in the form of an influencer awarding night event. Then the community empowerment strategy of Lombok Influencer is building strong and authentic relationships through active interactions between management and community members in WhatsApp groups, organizing meetings with influencers; (2) providing resources and support in the form of skill training, community website provision, collaboration with business actors, community reward programs, (3) facilitating creative content in the form of freedom to create content concepts, and providing group digital marketing projects, (4) providing incentives in the form of community rate cards for commission distribution; (5) providing public recognition by promoting community members digital marketing content on social media, organizing influencer appreciation events. (6) performance monitoring in the form of controlling the progress of members performance.