Suud Suud
Jurusan Pendidikan IPS FKIP Universitas Mataram

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Kompetensi Pedagogik Dan Profesional Guru Sosiologi Tersertifikasi Dalam Proses Pembelajaran Daring Dan Luring Pada Masa Pandemi Covid-19 Di SMAN 6 Mataram Baiq Siti Lauhil Bariah; Hairil Wadi; Suud Suud
Journal of Social Education Sasambo Vol 1 No 1 (2023): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/socedsasambo.v1i1.5024

Abstract

Penelitian ini bertujuan guna mengetahui: (1) kompetensi pedagogik dan profesional guru sosiologi tersertifikasi selama wabah covid-19 mengenai proses pembelajaran daring dan luring di SMAN 6 Mataram; (2) persamaan dan perbedaan kompetensi pedagogik dan profesional guru sosiologi tersertifikasi sepanjang proses pembelajaran daring dan luring selama wabah covid-19 di SMAN 6 Mataram. Pendekatan metode kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini untuk mengumpulkan data dengan menggunakan metode wawancara terorganisir, observasi, dan dokumentasi. Dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan merupakan langkah awal dalam analisis data dengan menggunakan paradigma Miles dan Huberman. Hasil penelitian menujukkan bahwa : (1) Guru sosiologi tersertifikasi SMAN 6 Mataram memiliki kompetensi pedagogik dan profesional yang baik dalam mekanisme pembelajaran daring dan luring selama wabah covid-19; (2) Terdapat persamaan kompetensi pedagogik guru sosiologi tersertifikasi dalam hal perencanaan, dan evaluasi pembelajaran, sedangkan perbedaan ditemukan dalam hal pelaksanaan pembelajaran daring dan luring. Adapun persamaan pada ranah kompetensi profesional ditunjukkan dalam hal penguasaan materi, KI dan KD, serta keahlian IPTEK dalam hal perencaanaan, dan evaluasi, sedangkan perbedaan ditemukan pada tahap penyelenggaraan pembelajaran daring dan luring selama wabah covid-19 di SMAN 6 Mataram.
Fungsi dan Makna Tradisi Pacuan Kuda (Maen Jaran) Bagi Masyarakat Desa Moyo Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa Hendy Maulana; Hamidsyukrie ZM; Suud Suud
Journal of Social Education Sasambo Vol 1 No 1 (2023): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/socedsasambo.v1i1.5077

Abstract

Penelitian ini bertujuan guna: (1) mengetahui fungsi tradisi pacuan kuda (maen jaran) bagi masyarakat Sumbawa; serta (2) makna tradisi pacuan kuda (maen jaran) bagi masyarakat Sumbawa. Studi ini memakai pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data memakai observasui, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian ini menerangkan bahwa terdapat tiga fungsi dan dua makna tradisi pacuan kuda (maen jaran), yaitu fungsi primer, fungsi sekunder, serta fungsi tersier: (1) fungsi primer dari tradisi pacuan kuda yaitu sebagai ajang olahraga balap kuda. (2) fungsi sekunder dari tradisi pacuan kuda (maen jaran) jika dilihat dari esensinya yaitu perubahan fungsi maen jaran yang beralih dari perayaan hasil panen menjadi perayaan hari besar disebabkan perubahan sosial dalam masyarakat. (3) fungsi tersier dari tradisi pacuan kuda (maen jaran) dimasa kini kuda merupakan hewan yang bernilai tinggi khususnya kuda pacuan yang hanya dimiliki oleh masyarakat menegah ke atas. Hal tersebut memberikan dampak bahwa maen jaran dimasa kini menjadi olahraga kaum burjois. Adapun makna dari tradisi pacuan kuda (maen jaran) terdapat makna identitas sosial dan status sosial: (1) identitas sosial dari adalah perasaan atau rasa kebanggan diri yang timbul dari pemilik kuda, joki, atau perawat kuda atas pencapain kudanya sebagai juara dalam maen jaran. (2) status sosial dari maen jaran adalah pelabelan yang didapatkan bagi pemenang maen jaran oleh masyarakat sekitar. Pelabelan yang dimaksud adalah achieved status, karena dengan berhasilnya kuda memenangkan maen jaran maka pemilik kuda akan menjadi lebih terkenal dan populer di kalangan masyarakat.
UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF PESERTA DIDIK MELALUI PENERAPAN METODE DEBAT AKTIF PADA PELAJARAN SOSIOLOGI DI SMAN 1 GUNUNGSARI Jumratul Jumratul; Hairil Wadi; Suud Suud
Journal of Social Education Sasambo Vol 3 No 4 (2025): Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram - Sociology Education Program Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/socedsasambo.v3i1.5431

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar kognitif peserta didik kelas XI IPS 1 SMAN 1 Gunungsari dengan menerapkan metode Debat Aktif. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang berlangsung dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Dalam perencanaan 1 siklus dilaksanakan sebanyak 2 kali dalam 1 kali pertemuan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa keaktifan belajar pada siklus I sebesar 57%, kemudian pada siklus II meningkat menjadi 88,5%. Sedangkan hasil belajar kognitif peserta didik pada siklus I sebesar 68,75% kemudian mengalami peningkatan di siklus II 80,31%. Hal tersebut membuat peningkatan pada keaktifan belajar peserta didik sebanyak 31,5% dan hasil belajar kognitif peserta didik meningkat 21,65%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode debat aktif dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar kognitif peserta didik kelas XI IPS 1 SMAN 1 Gunungsari.