Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

USULAN PERBAIKAN KUALITAS PELAYANAN NASABAH BANK “X” MENGGUNAKAN DIMENSI BANKING SERVICE QUALITY DENGAN METODE SERVQUAL DAN TRIZ Prasasta, Manggala Purusotama; Novirani, Dwi; Adianto, Hari
REKA INTEGRA Vol 4, No 1 (2016): Edisi Ketigabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1171.346 KB)

Abstract

Kualitas pelayanan merupakan hal yang penting bagi Bank “X” untuk dapat membuat nasabah merasa puas. Adanya keluhan dari nasabah membuat perlu dilakukannya pengukuran tingkat pelayanan di Bank “X” dengan menggunakan dimensi Banking Service Quality (BSQ) dengan metode Service Quality (Servqual). Metode Servqual Menganalisis Gap 5, Gap 1, Gap 2, Dan Gap 3 untuk mengetahui penyebab ketidakpuasaan Nasabah Bank “X”. BSQ merupakan metode khusus yang dikembangkan untuk mengukur kualitas pelayanan jasa perbankan yang terdiri dari enam dimensi, yaitu: keterwujudan, keefektifan dan jaminan, akses, harga, portofolio jasa, dan kehandalan. Servqual adalah ukuran tingkat kualitas pelayanan yang sesuai dengan harapan pelanggan. Perbaikan usulan perbaikan yang digunakan adalah metode TRIZ. Metode TRIZ merupakan metode yang digunakan untuk mendapatkan solusi terbaik bagi nasabah, melalui 4 tahap pemecahan masalah yaitu : menganalisis masalah dan solusi awal, pemodelan sistem dan analisa kontradiksi, penerapan Inventive Principles dengan Matrix Altshuller, Dan Penerapan Inventive Principles. Kata Kunci: Kepuasan , Banking Service Quality, Service Quality (ServQual), TRIZ ABSTRACT Service quality is the important thing for Bank “X” to make the customers satisfied. To know the commitment of Bank “X” in creating the management system, the quality is focusing on the customers. Complaints from the customers become the reason on doing the service level measurement in Bank “X” which use Banking Service Quality (BSQ) Dimensions by Service Quality (Servqual) Method. Servqual Method analyzes Gap 5, Gap 1, Gap 2, and Gap 3 in knowing the dissatisfaction cause of Bank “X” customers. BSQ is a special method which has been developed to measure the banking service quality. This banking service quality is divided into six dimensions, which are materialization, effectiveness and guarantee, access, price, service portfolio, and reliability. Servqual is a measure of quality service level in which suits the customers’ expectation. The upgrading proposal revision uses the TRIZ method. The TRIZ method is a method that is used to find the finest solution for the customers. This method has four problem solving steps, which are analyzing the problems and the first solution, modeling the system and analyzing the contradiction, implementing the Inventive Principles with Matrix Altshuller, and implementing the Inventive Principles. Keywords: Satisfaction , Banking Service Quality, Service Quality (ServQual), TRIZ
USULAN PERBAIKAN KUALITAS PELAYANAN SERVICE KENDARAAN BERMOBIL MENGGUNAKAN METODE SERVICE QUALITY DI PT SILOAM KIA BANDUNG Nugraha, Tubagus Angki; Harsono, Ambar; Novirani, Dwi
REKA INTEGRA Vol 3, No 2 (2015): Edisi Kesepuluh
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.837 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan PT SILOAM KIA Bandung untuk meningkatkan kualtas jasa dengan menggunakan di Service quality (SERVQUAL). Hasil perhitungan menunjukan bahwa terdapat 8 atribut pelayanan jasa bernilai negatif pada Gap 5, artinya terdapat kesenjangan antara persepsi konsumen dengan ekspektasi konsumen. Terdapat 4 atribut yang bernilai negatif pada perhitungan Gap 1 yang menunjukkan manajemen belum memahami beberapa atribut yang menjadi keinginan dari konsumen. Dari 4 atribut yang bernilai positif pada gap 1,  terdapat masing-masing 2 atribut yang bernilai negatif pada perhitungan Gap 2 dan Gap 3, yang merupakan penyebab terjadinya Gap 5 bernilai negatif. Selain itu, dari 3 atribut yang telah dijanjikan dan dikomunikasikan secara eksternal oleh perusahaan, semuanya bernilai negatif pada perhitungan Gap 4. Nilai negatif menunjukan bahwa konsumen belum merasa puas dengan yang diberikan oleh perusahaan. Kata kunci: Perusahaan Otomotif, Kualitas Pelayanan, SERVQUAL, Gap   ABSTRACT This research was conducted by PT SILOAM KIA Bandung to improve the quality of services using in Service quality ( SERVQUAL ). Calculation shows that there are 8 attributeswith negative values at Gap 5, which means that there is a gap between the perception of the consumer and the consumer expectations. There are four attributes with negative values in Gap 1 which shows that the managementdo not understand some of the expectation of the consumer. Of the four attributes that are positive in the gap 1, there are respectively two attributes with negativevalues in calculation of Gap Gap 2 and 3, which are the cause of the negative values in Gap 5 . In addition, from 3 attributes that have been promised and communicated externally by the company, all have negative values at Gap calculation 4. The negative values indicate that the costumer has not satisfied yet with the services provided by the company. Keywords: Automotive Company, Service Quality, SERVQUAL, Gap
USULAN STRATEGI PEMASARAN KERIPIK RIKI BERDASARKAN PREFERENSI DAN PERSEPSI KONSUMEN Astuti, Novi Tri; Yuniar, Yuniar; Novirani, Dwi
REKA INTEGRA Vol 4, No 1 (2016): Edisi Ketigabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.651 KB)

Abstract

bertambah sehingga membuat banyak bermunculan produk keripik pedas lainnya. Hal tersebut mendorong “Riki” untuk membuat strategi pemasaran, “Riki” harus mengetahui preferensi, persepsi dari pelanggan dan karakteristik konsumen. Data preferensi yang dibutuhkan yaitu atribut yang dipentingkan oleh konsumen dan data peringkat setiap merek yang digunakan. Kemudian data persepsi yang dibutuhkan adalah data tingkat persamaan dari merek yang dibandingkan. Atribut yang digunakan merupakan turunan dari konsep bauran pemasaran (4P), yaitu product, price, promotion dan place.  Pengolahan data preferensi dan data persepsi dibantu oleh program Multidimensional Scaling, tujuannya yaitu untuk melihat atribut yang diungguli oleh produk dan untuk mengetahui pesaing terdekat dari “Riki” dengan melihat peta perseptual. Pengolahan data karakteristik konsumen dibantu dengan menggunakan program cross tabulation, untuk melihat perbandingan presentase dengan merek yang sering dibeli. Setelah melakukan pengumpulan dan pengolahan data maka akan didapatkan usulan strategi pemasaran berdasarkan bauran pemasaran (4P). Usulan strategi pemasaran diharapkan untuk dapat meningkatkan profit perusahaan. Kata Kunci: Preferensi, Persepsi, Multidimensional Scaling ABSTRACT Consumer demand for the product spicy chips Becoming increasingly so make many emerging products other spicy chips. It encourages "Riki" to review make development Marketing strategy, "Riki" need to know preferences, perception from the customer and the characteristics consumer. Preference data needed that attribute That necessitated Posted ranking data any consumer and brand used. Then the data perception the data is needed rate equation of brand that compared. The attributes used are derived from Concept Marketing Mix (4P) product, price, promotion and place. Preferences data processing and data perception assisted posted Multidimensional Scaling Program, its purpose is to review seeing attributes surpassed posted products and for a review of its closest competitor knowing From "Riki" Seeing map with perceptually. data processing characteristics assisted with consumer using cross tabulation program, to review the percentage comparison with seeing brand frequently purchased. The taxable income of collecting and processing data would then be obtained Marketing strategy development proposals based Marketing Mix (4P). Marketing strategy is expected to increase its profit. Keywords: Preference, Perception, Multidimensional Scaling
Usulan Penentuan Rangking Supplier Bahan Baku Baja dengan Metode Promethee (studi Kasus PT. PINDAD PERSERO) Sudrajat, Denny Fadhillah; Rispianda, Rispianda; Novirani, Dwi
REKA INTEGRA Vol 1, No 1 (2013): Edisi Pertama
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.786 KB)

Abstract

Pemilihan vendor yang tepat sesuai spesifikasi yang dibutuhkan merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting dalam suatu perusahaan, karena sangat berpengaruh dalam kegiatan operasional/kelangsungan proses produksi. PT. PINDAD merupakan perusahaan yang bergerak dalam manufaktur dalam pengecoran logam. Berdasarkan banyaknya kebutuhan bahan baku baja dalam memproduksi hasil pengecoran logam baja, maka dilakukan survey kepada para supplier yang mamapu memenuhi kebutuhan bahan mentah. Perusahaan saat ini memiliki enam supplier alternatif. Sebuah metoda dibutuhkan untuk mendapatkan urutan alternatif supplier terbaik. Metoda yang digunakan dalam penelitian adalah metoda promethee (preference ranking organization method for enrichment evaluation). Tahapan penelitian dilakukan dengan dua cara yakni dengan metoda promethee (manual) dan model promethee (software). Model promethee yang dibuat untuk membantu dalam pengolahan data dan hasilnya sama dengan manual. Hasil dari urutan alternatif vendor terbaik adalah Pandan, PU, CMP, SLP, Kopkar dan Maskur. Kata Kunci: Pemilihan Supplier, Multikriteria, Metode Promethee
USULAN PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN PT. “X” MENGGUNAKAN METODE IMPORTANCE PERFORMANCE MATRIX DAN KANO MODEL Pongtinamba, Jeanet Ayu; Bakar, Abu; Novirani, Dwi
REKA INTEGRA Vol 4, No 1 (2016): Edisi Ketigabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.979 KB)

Abstract

Kebutuhan masyarakat di bidang jasa yang terus meningkat adalah salah satu alasan yang membuat perusahaan baru saling bersaing, setiap perusahaan dituntut mampu memberikan kualitas pelayanan yang terbaik. PT. “X” merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengiriman paket atau barang, saat ini perusahaan masih menerima keluhan dari konsumen dikarenakan kualitas pelayanan yang diberikan oleh perusahaan kurang maksimal. Peningkatan kualitas layanan dilakukan dengan menggunakan integrasi Metode Importance Performance Matrix dan Kano Model. Hasil pengintegrasian kedua metode secara paralel menghasilkan matrix kuadran, dimana kudran tersebut akan memberikan prioritas utama terhadap variabel yang perlu ditingkatkan. Hasil integrasi diketahui bahwa variabel yang perlu ditingkatkan yaitu jaminan berupa ganti rugi terhadap kiriman yang rusak, terlambat, ataupun salah kirim, kecepat tanggapan customer service, petugas loket melayani transaksi dengan cepat dan tepat, serta iklan untuk promosi terhadap jasa yang diberikan menarik perhatian konsumen. Kata Kunci: Kualitas pelayanan, Importance Performance Matrix, Kano Model   ABSTRACT People needs in the service sector that growing fast is one of the reasons that make new companies compete each other, each company is required to providing the best quality service. PT. "X" is a company that provide shipping services or goods, it is still receiving complaints from consumers because of the quality of services provided by the company less than the maximum. Improved quality of service is done by using the integration method Importance Performance Matrix and Kano Model. Results of the integration of the two parallel methods are produce matrix quadrant, where in the quadrant will give top priority to the variables that need to be improved. Results of integration is known that the variables that need to be improved, is the compensation for damaged items, late, wrong address, fast response of the customer service, counter clerk serving transactions quickly and accurately, as well as advertisement for the promotion of the services that attract consumers. Keywords: Quality of Service, Importance Performance Matrix, Kano Model
USULAN LANGKAH STANDAR PENGENDALIAN KUALITAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE TOTAL QUALITY ENGINEERING (TQE) UNTUK MEMINIMASI JUMLAH CACAT PRODUK SOUVENIR KERAMIK DI STUDIO KERAMIK 181 (ELINA KERAMIK HANDCRAFT) Keintjem, Denny Alexander; Harsono, Ambar; Novirani, Dwi
REKA INTEGRA Vol 3, No 2 (2015): Edisi Kesepuluh
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (993.337 KB)

Abstract

Elina keramik handcraft merupakan Suatu perusahaan home industri yang bergerak dalam Bidang industri manufaktur produk berbahan dasar keramik atau kerajinan keramik. Salah satu produk yang diproduksi oleh perusahaan dan sangat banyak diminati oleh konsumen serta diproduksi hampir setiap hari ialah produk keramik souvenir yang memiliki pangsa pasar di dalam negeri namun juga di luar negeri. Permasalahan yang sedang dihadapi oleh perusahaan ialah standar untuk memperbaiki pengendalian kualitas pada produk souvenir keramik yang kurang baik dan belum cukup secara keseluruhan sehingga jumlah produk cacat yang dihasilkan saat produksi tergolong Banyak. Metode Total Quality Engineering (TQE) dititik beratkan pada 6 langkah untuk membuat dan mengevaluasi standar pengendalian kualitas produksi produk, yaitu: Perancangan Produk (Perencanaan), Klasifikasi Jenis Cacat (Klasifikasi), Proses Produksi (Proses), Aliran Bahan Baku Hingga Produk Jadi ( Produk), Dokumentasi atau Pendataan keseluruhan Produk (Dokumentasi) Dan Pemeriksaan serta Pengendalian Kualitas Produk (Quality Control). Kata kunci: Home Industry Keramik, Produk souvenir, dan Total Quality Engineering (TQE) ABSTRACT Elina ceramic handcraft home industry is a company engaged in the field of manufacturing products based ceramics or pottery. One of the products manufactured by the company and are very much in demand by consumers and are produced almost every day is a souvenir ceramic products which have a market share in the country but also in foreign countries. Problems being faced by the company is to improve the standard of quality control on products that are less good souvenir ceramics and not enough on the whole so that the number of defective products generated during the production of classified Lots. Methods Total Quality Engineering (TQE) put emphasis on the six steps to create and evaluate the production quality control standards of products, are: Product Design (Planning), Defect Classification (Classification), Production Process (Process), Flow Up Raw Materials Finished Product ( product), Data Collection Documentation or the whole product (Documentation) and Inspection and Quality Control Products (Quality Control). Keywords: Home Industry Ceramics, Ceramic Gift Product, and Total Quality Engineering (TQE)
USULAN PERBAIKAN PENINGKATAN KUALITAS PROSES PENGISIAN TABUNG GAS ELPIJI 3 KG MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA Fakhrudin, Fadly Dzil Faza; Harsono, Ambar; Novirani, Dwi
REKA INTEGRA Vol 3, No 2 (2015): Edisi Kesepuluh
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.749 KB)

Abstract

PT X merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam aktivitas niaga produk-produk bukan bahan bakar minyak dan mengoperasikan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE). Banyaknya tabung-tabung gas elpiji 3 kg yang beredar luas di kalangan konsumen dalam kondisi yang kurang baik, seperti yang dikeluhkan oleh konsumen, misalnya kerusakan yang terdapat pada pegangan tabung (handguard), kerusakan pada bagian kaki tabung (footring), dan kebocoran yang terjadi pada tabung (valve, neckring), serta sirkum yang tidak rapih (undercut). Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan yang dapat meningkatkan kualitas tabung gas elpiji 3 kg yang beredar secara keseluruhan. Metode SIX SIGMA digunakan untuk membantu memecahkan permasalahan yang terjadi pada PT X. SIX SIGMA merupakan metode peningkatan kualitas yang sistematis melalui tahapan Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control. Berdasarkan hasil pengumpulan dan pengolahan data serta implementasi yang dilakukan didapatkan penurunan nilai DPMO sebesar 17095,238 dan nilai sigma mengalami kenaikan sebesar 0,277 . Dengan meningkatnya nilai sigma dari 3,977 menjadi 4,254 dan berkurangnya jumlah cacat per sejuta kesempatan menandakan bahwa implementasi yang dilakukan dapat dikatakan berhasil karena mampu meningkatkan performansi perusahaan. Kata kunci: Kualitas, Six Sigma, Peningkatan Performansi ABSTRACT PT X is one of the companies engaged in the commercial activity of the products instead of fuel oil and operates LPG Bulk Filling Station (SPBE). The number of gas cylinders of LPG 3 kg were circulated widely among consumers in adverse conditions, such as those complained about by consumers, such damage is found on the handle tube (handguard), damage to the tube feet (footring), and leaks that occur in tube (valve, neckring), as well as the circum untidy (undercut). Therefore, needs to be done for improving the quality of 3-kg LPG cylinder outstanding overall. SIX SIGMA method used to help solve the problems that occur in the PT X. SIX SIGMA is a systematic method of quality improvement through the stages Define, Measure, Analyze, Improve, and Control. Based on the results of data collection and processing and implementation conducted found impairment amounted 17095.238 DPMO and sigma value increased by 0.277. With increasing sigma value of 3.977 into 4.254 and a reduced number of defects per million opportunities indicates that the implementation is done can be said to be successful because it can improve the performance of the company. Keywords: Quality, Six Sigma, Improved Performance
USULAN STRATEGI PEMASARAN JASA PENGIRIMAN BARANG DI PT X BERDASARKAN PREFERENSI DAN PERSEPSI KONSUMEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE MULTIDIMENSIONAL SCALING Fauzan, Rahmat; Rukmi, Hendang Setyo; Novirani, Dwi
REKA INTEGRA Vol 4, No 1 (2016): Edisi Ketigabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.959 KB)

Abstract

Perkembangan ekonomi dan teknologi di Indonesia semakin maju, sehingga persaingan di bidang jasa pengiriman barang juga meningkat. Oleh karena itu PT X sebagai pioneer dalam bidang jasa pengiriman harus menentukan strategi pemasaran pelayanan agar dapat bersaing dengan perusahan swasta. Salah satu cara yang dapat dilakukan perusahaan dengan mengidentifikasi preferensi dan persepsi konsumen. Dengan menggunakan metode Multidimensional scaling perusahaan dapat mengetahui karakteristik konsumen, atribut yang menjadi keunggulan, pesaing terdekat dan atribut yang menjadi prioritas konsumen. Usulan dapat dihasilkan dari analisa preferensi dan persepsi konsumen. Kata Kunci: Strategi Pemasaran, Preferensi dan persepsi Konsumen, Multidimensional Scaling   ABSTRACT  Economic and technological development in Indonesia is advancing, so competition in the courier services also increased. Therefore PT X as a pioneer in the shipping services must determine the marketing strategy services to compete with private companies. One way to do PT X by identifying consumer preferences and perceptions. By using the method of multidimensional scaling PT X can know the characteristics of consumers, attributes that are the hallmark, the closest competitor and attributes into consumer priorities. The proposal can be generated from the analysis of consumer preferences and perceptions.  Keyword: Marketing Strategy, Preference and Perception of customer, Multidimensional Scaling
USULAN PERBAIKAN KUALITAS PELAYANAN JASA PENDIDIKAN MENGGUNAKAN METODE SERVICE QUALITY (SERVQUAL) DI EDULAB CABANG JALAN KALIMANTAN BANDUNG Fahrin, Ery M; Novirani, Dwi; Fitria, Lisye
REKA INTEGRA Vol 3, No 2 (2015): Edisi Kesepuluh
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.048 KB)

Abstract

Kualitas pelayanan diperlukan oleh perusahaan agar mampu bersaing dengan perusahaan pesaing pada kelasnya. Penelitian ini betujuan untuk menganalisis dan memberikan usulan perbaikan kepada perusahaan untuk mencapai tingkat pelayanan yang diharapkan oleh konsumen. Salah satu metode untuk meningkatkan kualitas jasa pelayanan adalah metode Service Quality (SERVQUAL). Metode ini mengukur kualitas layanan dari atribut berdasarkan 5 dimensi. Terdapat 30 atribut yang disebarkan kepada konsumen untuk menghitung Gap 5, hasil dari penyebaran kuesioner tersebut menghasilkan 15 atribut yang bernilai negatif. Selanjutnya dilakukan perhitungan untuk Gap 1 yang menghasilkan 4 atribut negatif, Gap 2 menghasilkan 6 atribut negatif, gap 3 menghasilkan 5 atribut negatif. Terdapat 5 atribut yang dipakai dan menghasilkan 4 atribut yang bernilai negatif. Kemudian hasil tersebut menjadi masukan untuk usulan perbaikan yang akan diserahkan kepada perusahaan. Kata kunci: Kualitas Pelayanan, SERVQUAL, GAP, Usulan Perbaikan   ABSTRACT Quality of service is worth noting by the company in order to complete with rival companies in its class. This research purpose for give analysis and the proposed improvements to company for realize standard service for the customers expectation. One method to improve services is a method service quality (SERVQUAL). This method measures the quality of services of attributes based on 5 dimensions. To calculate the Gap 5 there are 30 attributes that are distributed to customers, the result of the questions naires produced 15 negative attributes. Then, the calculations to determine the cause of the gap in the Gap 5 to see the results of the negative attributes in each Gap 1, Gap 2 and Gap 3. In the Gap 4, 5 attributes are used and produced four negative attributes. Then the result are input into the proposed improvements will be submitted to the company Keywords: Service Quality, SERVQUAL, GAP, The Proposed Improvements.
USULAN PENINGKATAN KEPUASAN LAYANAN DENGAN METODE IMPORTANCE PERFORMANCE MATRIX (IPM) (STUDI KASUS POLIKLINIK KEBIDANAN DAN KANDUNGAN RSUP DR. HASAN SADIKIN BANDUNG) Utama, Mohammad Romy Nanda; Harsono, Ambar; Novirani, Dwi
REKA INTEGRA Vol 2, No 4 (2014): Edisi Kedelapan
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.802 KB)

Abstract

Adanya keluhan-keluhan dari pasien tentang pelayanan rumah sakit yang kurang memuaskan mendorong RSUP Hasan Sadikin untuk melakukan peningkatan pelayanan. Metode yang digunakan untuk menentukan skala prioritas dari atribut yang akan ditingkatkan kualitasnya adalah Importance-Performance Matrix (IPM). Kuesioner yang dipakai dalam penelitian ini diturunkan dari dimensi kualitas pelayanan yang digunakan pada penelitian Pai dan Chary mengenai Hospital Service Quality (HSQ). Variabel pada kuadran I yang akan menjadi prioritas utama untuk dtingkatkan kualitas pelayanannya adalah kebersihan ruangan, ketersediaan dokter, reputasi dari rumah sakit, ketersediaan pelayanan kesehatan gratis bagi yang kurang mampu, kecepatan klinik dalam menyediakan informasi yang berkaitan dengan pasien, dan waktu tunggu pada saat proses administrasi. Kata Kunci: Pelayanan, Importance-Performance Matrix, Hospital Service Quality ABSTRACT The complaints from patients about unsatisfactory hospital services encourage RSUP Hasan Sadikin to make service improvements. The method used to determine the priority of the attributes that will be improved is the Importance-Performance Matrix (IPM). The questionnaire used in this study is derived from the dimensions of service quality that is used in Pai and Chary research on Hospital Service Quality (HSQ). Variables in the first quadrant that will be top priorities for the quality service improvement are room cleanliness, availability of doctors, the reputation of the hospital, the availability of free health care for the underprivileged, the speed of the clinic to provide information related to the patient, and the waiting time at the administrative process. Keywords: Service, Importance-Performance Matrix, Hospital Service Quality