Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

IMPLEMETASI PENGENDALIAN KUALITAS UNTUK MENGURANGI JUMLAH PRODUK CACAT TEKSTIL KAIN KATUN MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA PADA PT. SSP Alkatiri, Hamzah Asadullah; Adianto, Hari; Novirani, Dwi
REKA INTEGRA Vol 3, No 3 (2015): Edisi Kesebelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.758 KB)

Abstract

Makalah ini membahas usulan pengendalian kualitas produk Kain Katun dengan menggunakan metode Six Sigma pada PT. SSP. Perusahaan telah melakukan beberapa perbaikan dalam mengurangi cacat produk Kain Katun. Namun perbaikan tersebut masih belum dapat mengurangi jumlah cacat secara signifikan. Metode Six Sigma merupakan suatu cara untuk mengidentifikasi dan memperbaiki produk dengan menggunakan tahapan-tahapan Define, Measure, Analayze, Improve, dan Control. Untuk melengkapi metode Six Sigma maka digunakan alat bantu yaitu seven tools. Seven Tools disini dengan menggunakan diagram fishbone, diagram pareto, dan hitogram. Alat-alat tersebut untuk menganalisa dan mengidentifikasi penyebab-penyebab cacat suatu produk. Pembebanan tugas baru menjadi salah satu implementasi yang dirasa berpengaruh cukup besar pada perbaikan.   Kata kunci: Six Sigma, Seven Tools, Define, Measure, Analyze, Improve, Control, Histogram, Pareto, fishbone, Cacat   ABSTRACT This paper discusses the proposal of quality control products Cotton fabrics using Six Sigma methods in PT. SSP. The company has made some improvements in reducing product defects Cotton. However, these improvements are still not able to significantly reduce the number of defects. Six Sigma method is a way to identify and fix the product by using the stages Define, Measure, Analayze, Improve, and Control. To complete the Six Sigma method then used tools are seven tools. Seven Tools here using fishbone diagrams, Pareto diagrams, and hitogram. These tools to analyze and identify the causes of defective product. Imposition of new tasks to be one of implementation were deemed large enough to affect repairs. Keywords: Six Sigma, Seven Tools, Define, Measure, Analyze, Improve, Control, Histogram, Pareto, fishbone, Defect
USULAN KUALITAS JASA PELAYANAN DREADLOCKS DENGAN MENGGUNAKAN METODE IMPORTANCE PERFORMANCE MATRIX (STUDI KASUS DI PT X) Setiadi, Riyan; Harsono, Ambar; Novirani, Dwi
REKA INTEGRA Vol 3, No 1 (2015): Edisi Kesembilan
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.008 KB)

Abstract

Pelayanan yang berkualitas merupakan salah satu cara yang efektif dan mendasar dalam bisnis jasa suatu perusahaan, karena dapat membuat konsumen merasa puas. Tingkat kepentingan dan kepuasan terhadap jasa pelayanan di “PT X” diukur dengan variabel yang diturunkan dari 5 dimensi kualitas jasa Parasuraman. Hasil pemetaan posisi Importance Performance Matrix  dianalisis  untuk dilakukan penentuan solusi atau  usulan perbaikan terhadap variabel yang dirasa penting namun pelayanan yang diberikan dirasakan masih kurang memuaskan konsumen. Perhitungan NIK kepentingan dan kepuasan dipetakan dalam Importance Performance Matrix dan dari 20 variabel, 8 variabel berada pada kuadran 1 yang harus diperbaiki pelayanannya, yakni: ketersediaan tempat parkir yang memadai, kenyamanan ruang tunggu, kenyamanan ruang aktivitas perajutan dan repair. Kata Kunci: Pelayanan Jasa, Kepuasan Pelanggan, Importance Performance Matrix, Nilai Indeks Kinerja, Usulan Perbaikan Pelayanan. ABSTRACT Service quality is one of the effective and principled way in the service business of a company , because it can make consumers feel satisfied . The level of interest and satisfaction with services in " PT X " is measured by the variable derived from five dimensions of service quality Parasuraman . Results mapping Importance Performance Matrix positions were analyzed for determination of solutions or proposals made ​​improvements to the variables considered important but perceived service rendered still unsatisfactory consumer . NIK calculation of interest and satisfaction is mapped in Importance Performance Matrix and from 20 variables , 8 variables are in quadrant 1 to be improved services , namely : the availability of adequate parking , waiting room comfort , space comfort knitting and repair activities. Keywords: Services, Customer Satisfaction, Importance Performance Matrix, Value Performance Index , Proposed Service Improvement.
RUMUSAN DASAR STRATEGI BISNIS PADA USAHA SEPATU DENGAN MENGGUNAKAN KERANGKA KERJA DAN ALAT ANALISIS METODE BLUE OCEAN STRATEGY Samsu, Irvan; Yuniar, Yuniar; Novirani, Dwi
REKA INTEGRA Vol 4, No 1 (2016): Edisi Ketigabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.749 KB)

Abstract

Rumusan perancangan strategi bisnis dengan menggunakan metode samudera biru yang mengggunakan kerangka kerja empat langkah dan alat analisis yang mempunyai usulan proses penggambaran kanvas strategi, kerangka kerja empat langkah, skema hapuskan-kurangi-tingkatkan-ciptakan, dan penggambaran kanvas strategi baru. Kanvas strategi bertujuan untuk mengetahui posisi perusahaan dengan para pesaingnya. Kerangka kerja empat langkah bertujuan menjawab pertanyaan faktor apa saja yang harus dihapuskan-dikurangi-ditingkatkan-diciptakan. Skema hapuskan-kurangi-tingkatkan-ciptakan memberikan gambaran dari jawaban kerangka kerja empat langkah. Kanvas strategi baru memberikan gambaran posisi perusahaan di masa yang akan datang terhadap para pesaingnya.   Kata Kunci: Manajemen Strategi, Strategi Bisnis, Strategi Samudera Biru   ABSTRACT Formulation design of business strategy using a method that uses a blue ocean strategy framework and analytical tools that have proposed a strategy canvas deception process, four action frame work, scheme eliminate-reduce-raise-create, and new strategy canvas. The strategy canvas aims to determine the company position against competitors. Four action framework aims to answer the question what factors should eliminate-reduce-raise-create. Eliminate-reduce-raise-create chart gives an overview of the answer to the four actions framework. The new strategy canvas gives an overview the company position in the future to it competitors. Keywords: Strategic Management, Business Strategy, Blue Ocean Strategy
USULAN PERBAIKAN KUALITAS PELAYANAN MENGGUNAKAN DIMENSI BANKING SERVICE QUALITY DENGAN METODE SERVICE QUALITY (Studi Kasus di Bank “X”) Harish, M Azka; Novirani, Dwi; Adianto, Hari
REKA INTEGRA Vol 2, No 4 (2014): Edisi Kedelapan
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.687 KB)

Abstract

Kondisi persaingan yang semakin ketat membuat perusahaan harus dapat memikirkan cara agar tidak kalah bersaing. Bank “X” merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa perbankan. Adanya keluhan dari nasabah membuat perlu dilakukannya pengukuran tingkat pelayanan di Bank “X” dengan menggunakan dimensi Banking Service Quality (BSQ) dengan metode Service Quality (Servqual). BSQ merupakan metode khusus yang dikembangkan untuk mengukur kualitas pelayanan jasa perbankan yang terdiri dari enam dimensi, yaitu: keterwujudan, keefektifan dan jaminan, akses, harga, portofolio jasa, dan kehandalan. Servqual adalah ukuran tingkat kualitas pelayanan yang sesuai dengan harapan pelanggan.   Kata kunci: Kualitas pelayanan, Banking Service Quality (BSQ), Service Quality (Servqual).   ABSTRACT The condition of tight competition makes companies must be able to think of a way to compete. Bank "X" is a company engaged in the field of banking and financial services. Complaints of the customers make the Bank needs to do a service level measurements using the dimensions Banking Service Quality (BSQ) by the method of Service Quality (Servqual). BSQ is a special method that was developed to measure the quality of banking services, consisting of six dimensions, namely: tangibles, effectiveness and assurance, access, price, service portfolio, and reliability. Servqual is a measure of the level of service quality can compatible with customer expectations. Keywords: Quality of service, Banking Service Quality (BSQ), Service Quality (Servqual).
USULAN PERBAIKAN KUALITAS LAYANAN MENGGUNAKAN IMPORTANCE PERFORMANCE MATRIX DAN KISARAN TARIF BERDASARKAN ANALISIS ABILITY TO PAY DAN WILLINGNESS TO PAY Ariesta, Angga; Rukmi, Hendang Setyo; Novirani, Dwi
REKA INTEGRA Vol 2, No 4 (2014): Edisi Kedelapan
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.609 KB)

Abstract

ABSTRAK Makalah ini membahas usulan perbaikan kualitas pelayanan di PT. X menggunakan importance performance matrix. Atribut kualitas pelayanan mengacu kepada 5 dimensi kualitas pelayanan Parasuraman. Atribut kualitas pelayanan tersebut dipetakan ke dalam diagram kartesius. Atribut yang diprioritaskan untuk diperbaiki kinerjanya adalah atribut yang memiliki tingkat kepentingan tinggi tetapi kepuasannya rendah. Perbaikan kualitas pelayanan yang akan dilakukan, menyebabkan bertambahnya biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan, sehingga terjadi penyesuaian terhadap tarif yang berlaku. Perusahaan harus dapat mengetahui besar kisaran tarif yang masih dapat dijangkau pelanggan dengan analisa Ability To Pay dan Willingness To Pay. Kata kunci: kualitas pelayanan, Importance Performance Matrix, ability to pay, willingness to pay.   ABSTRACT This paper discusses the proposed improvement of service quality in the PT. X using importance performance matrix. Attributes of service quality refers to the five dimensions of service quality Parasuraman. Service quality attributes are mapped to the Cartesian diagram. Attributes are prioritized for improved performance is an attribute that has a high interest rate but low satisfaction. Improvement in the quality of service that will be done, will increase the costs incurred by the company, so that the adjustments to the applicable rate. Companies must be able to know a great range of rates that can still reach customers with analysis Ability and Willingness To Pay. Keywords: service quality, Importance Performance Matrix, ability to pay, willingness to pay.
USULAN PERBAIKAN KUALITAS PELAYANAN DI RUMAH MAKAN “X” DENGAN MENGGUNAKAN METODE SERVICE QUALITY Marzuq, Pratama Falih; Novirani, Dwi; Liansari, Gita Permata
REKA INTEGRA Vol 4, No 1 (2016): Edisi Ketigabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.444 KB)

Abstract

Pada zaman modern seperti sekarang ini khususnya di daerah perkotaan, Rumah Makan sangatlah mudah untuk ditemukan. Salah satu rumah makan yang baru didirikan di Kota Bandung adalah Rumah Makan “X”. Rumah Makan “X” baru didirikan sejak tanggal 22 Mei 2015. Rumah Makan “X” adalah rumah makan yang menyajikan berbagai macam variasi hidangan khas sunda. Sebagai salah satu rumah makan khas sunda yang baru berdiri, tentu saja Rumah Makan “X” memiliki banyak pesaing. Oleh sebab itu, Rumah Makan “X” perlu memiliki cara tersendiri agar lebih unggul dari para pesaingnya, yaitu dengan cara meningkatkan kualitas pelayanan. Maka dari itu, akan dilakukan penelitian dengan metode Service Quality (SERVQUAL). Metode ini digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan berdasarkan hasil analisis dari 5 kesenjangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan usulan mengenai perbaikan kualitas pelayanan yang berguna untuk meningkatkan kepuasan pelanggan.   Kata kunci: Usulan Perbaikan, Kualitas Pelayanan, SERVQUAL   ABSTRACT In modern times such today, especially in urban areas, restaurants are easy to find. One of the newly established restaurant in Bandung is Restaurant "X". Restaurant "X" is newly established since May 22, 2015. Restaurant "X" serves a wide variety of sundanese dishes. As one of the newly established sundanese restaurant, of course Restaurant "X" has many competitors. Therefore, Restaurant "X" needs to have its own way to be more superior than its competitors, which is by improving the quality of service. Therefore, it will be examined by a research which is using a Service Quality Method (SERVQUAL). This method is used to improve the quality of service based on the analysis of the 5 gaps. The aim of this research is to provide the improvement suggestions for the quality of service that is useful for improving customer satisfaction. Keywords: Proposed Improvement, Service Quality, SERVQUAL
PENGARUH PEMBEBANAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS TERHADAP EFISIENSI BIAYA PEMBANGKITAN LISTRK (Studi Kasus di PT. Indonesia Power UBP Bali Unit Pesanggaran) Adikumoro, Bogi; Novirani, Dwi; Fitria, Lisye
REKA INTEGRA Vol 2, No 2 (2014): Edisi Keenam
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.626 KB)

Abstract

Salah satu variabel yang menjadi penentu biaya produksi adalah biaya bahan bakar. Biaya bahan bakar akan mempengaruhi jenis konversi energi yang akan di kendalikan menjadi daya listrik dari masing-masing unit PLTG. Jumlah bahan bakar yang digunakan dipengaruhi oleh SFC (Specific Fuel Consumption). Bahan bakar yang semula menggunakan MFO (Marine Fuel Oil) diganti menggunakan solar. Untuk melakukan efisiensi terhadap masing-masing unit PLTG dibutuhkan pengendalian pengoperasian dan pembebanan unit PLTG yang optimal, jumlah unit yang dioperasikan, besar pembebanan masing-masing unit serta nilai SFC untuk masing-masing pembangkit, sehingga diperlukan persentase pembebanan kapasitas pembangkit yang optimum agar mendapatkan total biaya pembangkitan yang minimum dan penghematan biaya bahan bakar. Kata Kunci : PLTG, Specific Fuel Consumption   ABSTRACT One variable that determines the cost of production is the fuel of cost. The fuel of cost will affect the type of energy conversion that will be in control of electrical power from each power plant unit. The amount of fuel used is affected by the SFC (Specific Fuel Consumption). Original fuel use MFO (Marine Fuel Oil) is replaced with solar. To improve efficiency of each power plant unit takes control of the operation and optimum load power plant units, the number of units operated, large loading of each unit as well as the value of SFC for each plant, so that the required percentage of the optimum load generation capacity in order to obtain the minimum total generation cost and fuel of cost savings.   Keywords : PLTG, Specific Fuel Consumption
Analisis Hubungan Beban Mental & Perubahan Performansi Masinis Selama Menjalankan Dinasan Di Daerah Operasional II Bandung LUDINI, NOFRI; Wahyuning, Caecilia Sri; Novirani, Dwi
REKA INTEGRA Vol 1, No 4 (2013): Edisi Keempat
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.48 KB)

Abstract

Beban kerja masinis yang menuntut perhatian terus-menerus mengakibatkan kelelahan mental, sehingga berpengaruh terhadap turunnya performansi masinis dalam menanggapi sistem persinyalan. Penelitian ini menganalisis hubungan beban mental dilihat dari Heart Rate (HR) dan Heart Rate Variability (HRV) dan perubahan performansi masinis dilihat dari perubahan Reaction Time selama dinasan. Pengukuran HR dan HRV yang dilakukan menggunakan POLAR RS800, diambil pada 5 menit sebelum dan sesudah dinasan, sedangkan reaction time diukur dengan software DirectRT, dilakukan sebelum dan sesudah dinasan. Berdasarkan hasil pengolahan data menunjukan bahwa, semakin meningkat nilai HR atau menurunnya nilai HRV mengindikasikan besarnya tingkat beban mental dan fisik masinis. Kata kunci: Heart Rate, Heart Rate Variability, Reaction Time Abstract The workload of train drivers who demand sustained attention willcausethe mental fatigue so that it effect on decreasing the performance of drivers in response to the signaling system.This study will analyze the relationship between mental workload as seen from the Heart Rate (HR) and Heart Rate Variability (HRV) and changes in driver performance as seen from the changes of Reaction Time during the running of duties. HR and HRV measurements are performed using POLAR Rs800, it takes at 5 minutes before and after duties, the reaction time is measure using the software DirectRT at the time before and after duties. Based on the data processing, that increasing or decreasing the value of HR HRV values indicate the amount of mental workoad and physical level of train driver. Key words:Heart Rate, Heart Rate Variability, Reaction Time
USULAN STRATEGI PEMASARAN BERDASARKAN PERSEPSI DAN PREFERENSI KONSUMEN Arjuna, David; Rukmi, Hendang Setyo; Novirani, Dwi
REKA INTEGRA Vol 3, No 3 (2015): Edisi Kesebelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.272 KB)

Abstract

Peningkatan konsumsi roti oleh masyarakat di Kota Bandung mendorong bermunculannya toko-toko roti yang memproduksi merek roti sendiri. Salah satu toko roti yang memproduksi roti sendiri di Kota Bandung adalah Olives Bakery yang berlokasi di komplek Ruko Surapati Core Blok J3-5, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung. Untuk dapat memenangkan persaingan maka toko roti Olives Bakery merancang dan menerapkan strategi pemasaran yang tepat agar dapat menarik konsumen baru sehingga dapat meningkatkan penjualan. Penelitian ini menggunakan metode Multidimensinal Scaling Proxscal untuk mengetahui pesaing terdekat toko roti Olives Bakery yaitu Kartikasari, dan dengan metode Multidimensinal Scaling Alscal untuk mengetahui pesaing yang memiliki kesamaan atribut paling dekat dengan toko roti Olives Bakery berdasarkan preferensi konsumen yaitu BreadTalk. Kata Kunci: Olives Bakery, Marketing Mix, Multidimensional Scalling, Peta Posisi SPSS, Usulan Strategi Pemasaran.   ABSTRACT Increased consumption of bread by people in the city to encourage the emergence of bakeries that produce their own brand of bread. One bakery that produces its own bread in the city was Olives Bakery, located in Surapatti Core Block J3-5, Cibeunying Kidul sub district, Bandung. To win the competition, bakery Olives Bakery design and implement appropriate marketing strategies in order to attract new customers, thereby increasing sales. This study uses Proxscal Multidimensinal Scaling to determine the closest competitor Olives Bakery bakery that Kartikasari, and the Scaling Alscal Multidimensinal method to determine the competitors that have similar attributes closest to the bakery Olives Bakery is based on consumer preferences that BreadTalk . Keywords: Olives Bakery, Marketing Mix 7P, Multidimensional Scalling, SPSS Position Map, Proposal Marketing Srategy.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PRODUKSI PAVING BLOCK DARI BAHAN LIMBAH FLY ASH BATUBARA Asra, Dwi Ayu Sartika; Bakar, Abu; Novirani, Dwi
REKA INTEGRA Vol 3, No 2 (2015): Edisi Kesepuluh
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.411 KB)

Abstract

Peningkatan usaha pembangunan perumahan berdampak pada kebutuhan paving block terutama dengan menggunakan bahan limbah fly ash batubara. Peluangnya saat ini cukup terbuka dikarenakan paving block yang terbuat dari limbah fly ash jika dilihat dari bahan bakunya, lebih ekonomis dan dapat mengurangi polusi udara. Analisis kelayakan usaha terdapat 5 aspek berupa aspek pasar, aspek teknis, aspek manajemen sumber daya manusia, aspek legal dan lingkungan, serta aspek finansial kemudian analisis sensitivitas. Hasil kelayakan yang telah dianalisis dinyatakan layak untuk didirikan, dimana hasilnya senilai Payback Period 3 tahun 12 bulan, Net Present Value Rp. 14.511.926, dan Internal Rate of Return 11,17%.   Kata Kunci: Analisis Kelayakan Usaha, Analisis Sensitivitas, Paving Block ABSTRACT The increase in business development of housing an impact on needs of paving blocks especially with using waste coal of fly ash. The opportunity is currently quite open because of the paving blocks made from waste fly ash if seen from the feedstocks, more economical and can reduce air pollution. An analysis of the feasibility of business there are five aspects such as market aspect, the technical aspect, management of human resources aspect, legal and the environment aspect, and financial aspect. The results of the feasibility analysis that has been analyzed declared unfit for established, where the results of payback period 3 years 12 months, net present value of Rp. 14.511.926, and an internal rate of return 11.17%. Keywords: Feasibility Analysis, Sensitivity Analysis, Paving Block