Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL PERSPEKTIF PENDIDIKAN

Desain Eksperimental dalam Penelitian Pendidikan M Syahrun Effendi
Jurnal Perspektif Pendidikan Vol 6 No 1 (2013): Jurnal Perspektif Pendidikan
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6049.046 KB)

Abstract

Penelitian eksperimen adalah penelitian yang bertujuan mendeskripsikan pengaruh suatu perlakuan atau treatment sebagai variabel bebas terhadap hasil perlakuan sebagai variabel terikat. Oleh karena itu, subjek (kelompok yang dikenai dan atau yang tidak dikenai eksperimen) harus dibuat homogen, sehingga dapat dipastikan apapun yang terjadi setelah subjek atau kelompok yang diberi perlakuan eksperiman adalah diakibatkan oleh perlakuan eksperimen yang diberikan. Penelitian eksperimen memiliki tiga ciri pokok, yaitu: (1) adanya pengendalian, (2) adanya manipulasi, dan (3) adanya pengamatan. Untuk mewujudkan subjek atau kelompok dalam eksperimen agar homogen, ada beberapa metode pengendalian (control) yang dapat digunakan, yakni dengan cara: (1) penempatan secara acak, (2) pemadanan teracak, (3) pemilihan yang homogeny, (4) analisis kovariansi, dan (5) penggunaan subjek sebagai pengendalian mereka sendiri. Namun, kenyataannya untuk mewujudkan kelompok atau subjek yang benar-benar homogen itu tidak mudah, bahkan kadang kala sulit dicapai. Oleh karena itu, dalam penelitian bidang pendidikan, desain eksperimental dapat dibedakan menjadi: (1) Pre Experimental Design atau desain eksperimen yang belum baik sering disebut dengan istilah quasi experimental (eksperimen pura-pura); dan (2) True Experimental Design atau eksperimen yang dianggap sudah baik. Pre Experimental Design meliputi desain; one shot case study, pre test and post test, dan desain static group comparison. Sedangkan True Experimental Design meliputi: control group pre test–post test, random terhadap subjek, matched group design (pasangan terhadap subjek), random pre test–post test desain, bentuk tiga kelompok eksperimen dan kontrol, bentuk empat kelompok dengan tiga kelompok kontrol, dan desain waktu. Pemilihan atau penentuan suatu jenis desain yang akan digunakan, didasarkan terhadap pertimbangan beberapa faktor, yaitu: tujuan eksperimen, jenis (tipe) variabel yang akan dimanipulasi, dan faktor atau kondisi-kondisi yang membatasi pembahasan suatu eksperimen.
Efektivitas Model Pembelajaran Connecting Organizing Reflecting Extending terhadap Kemampuan Menemukan Ide-ide Pokok Berita Siswa Kelas VIII SMP Negeri B. Srikaton Tira Suciati; M Syahrun Effendi; Noermanzah N.
Jurnal Perspektif Pendidikan Vol 7 No 2 (2013): Jurnal Perspektif Pendidikan
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4493.33 KB)

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektivan model pembelajaran Connecting Organizing Reflecting Extending terhadap kemampuan menemukan ide-ide pokok berita siswa kelas VIII SMP Negeri B. Srikaton.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas VIII berjumlah 187 siswa yang terdiri dari 6 kelas. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII.6 yang berjumlah 30 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan dua cara yaitu dengan teknik tes dan teknik nontes. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan rumus uji “t”, yaitu dengan mencari selisih antara hasil pretes dan postes. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui terdapat perbedaan hasil pretes dengan hasil postes. Hal ini dapat dilihat dari hasil rata-rata pretes dengan postes, yaitu hasil pretes lebih kecil daripada postes, yaitu X1 = 60,5< X = 75,33. Berdasarkan hasil uji hipotesis ini diketahui bahwa harga t hitung = 7,84. Hasil ini dikonsultasikan dengan t tabel (t tabel dengan N = 30 atau db/df = 29) pada taraf signifikan 1% yaitu 2,76 dan taraf signifikan 5% yaitu 2,04. Hal ini menunjukkan bahwa hasil perhitungan t hitung yang diperoleh lebih besar dari pada t tabel baik pada taraf signifikan 1% maupun pada taraf signifikan 5%, Hasil perhitungan ini dapat dituliskan seperti berikut ini 2,04 < 7,84 > 2,76. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hipotesis menyatakan model pembelajaran CORE efektif terhadap kemampuan menemukan ide-ide pokok beritasiswa kelas VIII SMP Negeri B. Srikaton telah terbukti kebenarannya.