Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Iklim Mikro pada Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Pusat Kota Metro Nugroho, Agung Cahyo; Ifadianto, Nugroho; Agumsari, Dini; Adi, Nur; Gerry Caesar Al Hafidz
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 6 (2023): Prosiding Seminar Nasional Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industri (SINTA) 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanasan global membawa dampak adanya gelombang panas yang berdampak padakenaikan suhu permukaan bumi menjadi lebih panas dari biasanya. Efek pemanasansuhu permukaan bumi, meskipun tidak dalam kondisi gelombang panas, akanmempengaruhi kondisi kenyamanan termal pada lingkungan disekitarnya. Kondisi iniakan sangat terasa pada kawasan perkotaan yang padat yang didominasi oleh elemenkeras (bangunan dan perkerasan). Pada ruang terbuka, panas sinar matahari dapatterpantul dari permukaan ruang terbuka, dan terserap ke dalam bangunan yangakhirnya meningkatkan suhu mikro bangunan. Penelitian ini menganalisis iklimmikro pada ruang terbuka hijau di kawasan Pusat Kota Metro. Studi ini bersifatkuantitatif dengan menggunakan bantuan analisis software Envi-met 5.1, dimana akandiketahui kondisi eksisting dari iklim mikro yakni, temperatur udara, kecepatan angin,dan kelembaban relatif. Hasil menunjukkan bahwa ruang terbuka hijau di kawasanPusat Kota Metro belum optimal dalam penciptaan kenyamanan iklim mikrokawasan.
Analisis Iklim Mikro pada Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Pusat Kota Metro Nugroho, Agung Cahyo; Ifadianto, Nugroho; Agumsari, Dini; Adi, Nur; Gerry Caesar Al Hafidz
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 6 (2023): Prosiding Seminar Nasional Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industri (SINTA) 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanasan global membawa dampak adanya gelombang panas yang berdampak padakenaikan suhu permukaan bumi menjadi lebih panas dari biasanya. Efek pemanasansuhu permukaan bumi, meskipun tidak dalam kondisi gelombang panas, akanmempengaruhi kondisi kenyamanan termal pada lingkungan disekitarnya. Kondisi iniakan sangat terasa pada kawasan perkotaan yang padat yang didominasi oleh elemenkeras (bangunan dan perkerasan). Pada ruang terbuka, panas sinar matahari dapatterpantul dari permukaan ruang terbuka, dan terserap ke dalam bangunan yangakhirnya meningkatkan suhu mikro bangunan. Penelitian ini menganalisis iklimmikro pada ruang terbuka hijau di kawasan Pusat Kota Metro. Studi ini bersifatkuantitatif dengan menggunakan bantuan analisis software Envi-met 5.1, dimana akandiketahui kondisi eksisting dari iklim mikro yakni, temperatur udara, kecepatan angin,dan kelembaban relatif. Hasil menunjukkan bahwa ruang terbuka hijau di kawasanPusat Kota Metro belum optimal dalam penciptaan kenyamanan iklim mikrokawasan.
Kohesi Formal-Informal pada Ruang Terbuka Linear Jaringan Irigasi Kota Metro Nugroho, Agung Cahyo; Kurniawan, P; Agumsari, D; Nugroho, A B; Latifa, H A
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 7 (2024): Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industi (SINTA) 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perhatian terhadap masalah ekologi dan keberlanjutan suatu kawasan kerap menjadi topik hangat belakangan ini, apalagi jika dikaitkan dengan fenomena perubahan iklim yang terjadi. Dalam konteks lingkup penanganan dampak, terdapat strategi umum yang sebenarnya sudah lama dilakukan, yaitu dengan melakukan pelestarian terhadap kawasan/bagian kota yang terancam, menurun kondisinya serta memiliki peran signifikan bagi kota baik secara fungsional, visual dan lingkungan. Pelestarian memberikan jalan bagi berbagai pihak untuk introspeksi apa dan bagaimana seharusnya dalam mengelola atau membangun suatu kawasan (kota) yang meminimalisir dampak ekologis. Kejadian bencana seperti banjir yang menerjang kota-kota di Indonesia dapat menjadi titik balik untuk me-reorientasi arah pembangunan kawasan, tidak lagi hanya kepentingan bisnis dan ekonomi saja, akan tetapi juga keberlanjutan lingkungan. Kota Metro sebagai salah satu kota yang memiliki cerita sejarah yang unik, memiliki potensi saujana kota yang spesifik. Area persawahan dan sistem saluran irigasi ini membentuk ruang-ruang kota yang memiliki karakter saujana unik yang menjadi ciri khas Kota Metro yang perlu dipertahankan. Penelitian ini merupakan bagian dari rangkaian penelitian tentang eksistensi dan kondisi ruang terbuka kota dalam aspek kesejarahan suatu tempat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik ruang terbuka linear jalur irigasi di Kota Metro, serta mengidentifikasi elemen-elemen ruang terbuka apa saja yang terkandung didalamnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian rasionalisme dalam bentuk kualitatif dengan pendekatan tipologi. Metode kualitatif untuk mengidentifikasi tipologi ruang terbuka linear irigasi, urban dan rural. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi perencang dan perencana kota dengan terbentuknya arah dan kebijakan penataan ruang yang memperhatikan eksistensi ruang terbuka linear, sebagai jaringan ekologi kota yang mampu menjadi pengendali pertumbuhan dan perluasan kota.
Informalitas Ruang dan Perannya terhadap Pelestarian Lingkungan Kawasan Perkotaan Nugroho, Agung Cahyo; Agumsari, Dini
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industri (SINTA) 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan kota berlangsung melalui dua arah yang saling berinteraksi, yaitu kebijakan formal yang bersifat top-down dan praktik keseharian warga yang berkembang secara bottom-up. Dalam banyak konteks perkotaan, dominasi kebijakan berbasis kapital dan perencanaan formal sering kali menyebabkan berkurangnya ruang terbuka publik, padahal ruang tersebut memiliki fungsi penting secara sosial, kultural, dan ekologis. Di tengah keterbatasan tersebut, muncul ruang-ruang terbuka informal yang terbentuk dari kebutuhan serta inisiatif warga, seperti lahan sisa, tepian sungai, atau sela bangunan yang dimanfaatkan untuk aktivitas sosial, ekonomi, maupun ekologis. Studi ini bertujuan untuk memahami konsep informalitas dan kaitannya dengan ruang dalam kerangka teori produksi sosial ruang Henri Lefebvre, khususnya melalui triad perceived–conceived–lived space. Metode yang digunakan adalah kajian literatur terhadap publikasi mengenai produksi ruang, informalitas, informal green space (IGS), dan pelestarian kota, yang dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa IGS memiliki peran sosial-ekologis dalam membangun keterikatan tempat, menjaga identitas lokal, serta mendukung keberlanjutan dan ketahanan kota. Ruang-ruang ini merepresentasikan lived space, yaitu ruang yang diproduksi dan dimaknai melalui praktik keseharian masyarakat. Namun, integrasi konseptual antara teori produksi ruang, IGS, dan pelestarian kota masih terbatas, khususnya dalam konteks Global South. Penelitian ini menegaskan bahwa informalitas tidak sekadar bentuk ketidakteraturan, melainkan mekanisme produksi ruang yang berkontribusi terhadap pelestarian kota secara organik dan kontekstual.
Analisis Perilaku Ruang Terbuka Pada Kampung Kota Melalui Place-Centered Mapping: Studi Kasus Kaliawi, Kota Bandar Lampung Rimanda, Zafira; Nugroho, Agung Cahyo
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industri (SINTA) 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan kampung kota merupakan permukiman padat dengan struktur ruang yang berkembang secara organik melalui aktivitas sosial dan ekonomi warganya. Dalam konteks ini, ruang terbuka berperan sebagai elemen penting yang mencerminkan pola perilaku ruang dan interaksi sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku ruang terbuka di salah satu area perkamupungan Kulurahan Kaliawi, Kota Bandar Lampung, dengan menggunakan metode place-centered mapping. Pendekatan ini memungkinkan pemetaan aktivitas manusia di ruang terbuka tertentu dalam periode waktu tertentu untuk memahami hubungan antara perilaku, fungsi ruang, dan pola pemanfaatan ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang terbuka di lingkungan kampung kota bersifat adaptif dan multifungsi, menampung aktivitas sosial, rekreatif, dan kegiatan harian warga. Pola perilaku ini membentuk ruang publik informal yang khas, memperkuat identitas sosial dan ikatan komunitas di tengah keterbatasan ketersediaan lahan perkotaan.