Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : JURNAL TEKNIK MESIN

KARAKTERISASI SIFAT KEAUSAN DAN KETAHANAN KOROSI MATERIAL DISC REFINER WHITE CAST IRON DAN STAINLESS STEEL Novi Andrianto; Sri Nugroho
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1018.039 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisasi sifat keausan dan ketahanan korosi material disc refiner. Material yang digunakan dalam penelitian hanya pada material stainless steel dan white cast iron yang diperoleh dari PT. Pura Barutama PM.8. Material disc refiner dilakukan pengujian laju korosi dengan metode weight lost test dan melakukan uji keausan dengan metode reiken ogoshi. Kemudian untuk pengujian dengan metode weight lost test diberikan variasi fluida berupa HCl dengan kadar molaritasnya dari 1M, 2M, dan 3M selama 120 jam. Dan pengujian keausan yang dilakukan dengan metode ogoshi diberikan pembebanan sebesar 2,12 kg sejauh 100 m untuk kemudian dilakukan variasi pengukuran lebar keausan material. Untuk mengetahui sifat mekanis dari disc refiner dilakukan pengujian densitas, pengujian kekerasan, pengujian metalografi. Hasil dari pengujian didapat data dari kedua material yaitu stainless steel dan white cast iron sebagai berikut, nilai densitas stainless steel lebih tinggi sebsesar 1,15 % dari nilai densitas white cast iron. Nilai kekerasan sampel material stainless steel lebih rendah 28,96 % dari nilai kekerasan white cast iron. Pada pengujian laju korosi dengan metode weight lost test diketahui material stainless steel terlihat mengalami peningkatan sebesar 2,46 % dan laju korosi material white cast iron mngalami penurunan laju korosi terhadap larutan HCl dengan kadar molaritas HCl 1M, 2M, dan 3M. Selanjutnya untuk ketahanan aus spesifik untuk material stainless steel didapatkan data sebsesar 1.9946 x 10-7 mm2/kg dan untuk ketahanan aus spesifik material white cast iron sebesar 2.4754 x 10-7 mm2/kg.
ANALISIS KEGAGALAN CLAMP U PADA SEPEDA MOTOR 200 CC M. Aziz Fauzi; Sri Nugroho
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 4 (2015): VOLUME 3, NOMOR 4, OKTOBER 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.447 KB)

Abstract

Analisis kegagalan merupakan metode investigasi secara sistematis untuk mencari penyebab dan mekanisme kegagalan suatu komponen atau peralatan. Penelitian ini menjelaskan tentang analisis kegagalan Clamp U pada sepeda motor 200 CC di sebuah pabrikan sepeda motor (PT. X). Dari data tahun 2014, PT. X membeli Clamp U sebanyak 9228 buah. Dari jumlah tersebut yang reject 451 buah (4,9%) di mana 292 buah (3,2%) dapat direpair dan 159 buah (1,7%) mengalami patah. Perpatahan tersebut saat proses pemasangan Nut Hex M10 ke Clamp U. Clamp U memiliki dimensi panjang 150 mm, diameter luar (d) 9,000 mm, diameter efektif (d2) 8,188 mm, jarak bagi (p) 1,25 mm dan jumlah ulir 35. Torsi pengencangan mur ke Clamp U sebesar 55 Nm. Pengujian yang dilakukan antara lain pengamatan visual bentuk patahan, analisis tegangan, uji komposisi, uji metalografi, uji kekerasan dan uji tarik. Pengamatan menunjukkan Clamp U mengalami patah ulet. Bidang patah terjadi pada bidang dimana tegangan gesernya maksimum. Permukaan patah menunjukkan ciri deformasi plastis. Hasil perhitungan torsi pengencangan maksimum yang diperkenankan adalah 53 Nm. Hasil pengujian komposisi kimia, kekerasan, dan metalografi menunjukkan Clamp U terbuat dari baja AISI 1060 yang mana sesuai standar material Clamp U. Hasil metalografi menunjukkan adanya retakan di kaki ulir  yang kemungkinan terjadi saat pembuatan ulir menggunakan metode thread rolling. Dapat disimpulkan patahan disebabkan oleh adanya retakan saat proses pembuatan ulir pada Clamp U dan torsi pengencangan yang terlalu besar
ANALISIS KEGAGALAN BAUT PENGIKAT GEARBOX PADA LOKOMOTIF KERETA REL DIESEL ELEKTRIK (KRDE) Wahyu Setia Aji; Sri Nugroho
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (957.789 KB)

Abstract

Analisa kegagalan merupakan metode investigasi secara sistematis untuk mencari penyebab mekanisme kegagalan suatu komponen atau peralatan. Penelitian ini menjelaskan tentang analisa kegagalan baut pengikat gearbox pada lokomotif kereta rel diesel elektrik (KRDE). Baut mengalami patah pada pengoperasian selama 8 bulan. Baut berstandar SAE J429 Medium Carbon Grade 5 dengan dimensi panjang 6 inch, diameter luar (d) 25,4 mm, diameter efektif (d2) 23,34 mm, jarak bagi (p) 3,175 mm dan jumlah ulir 8/inch. Metode yang digunakan antara lain studi literatur, pengamatan visual dan pengumpulan data, analisa tegangan, uji komposisi, uji metalografi, uji kekerasan serta pengolahan data dan analisa hasil pengujian. Dari hasil pengamatan visual terlihat adanya tanda beachmark yang sering dijumpai di kasus patah lelah dan kehadirannya pertanda positif bahwa material uji mengalami patah lelah. Tegangan geser yang terjadi sebesar 96,71 MPa dan safety factor (Sf) sebesar 3,5. Dari uji komposisi terlihat bahwa baut sesuai dengan standar SAE J429. Namun uji kekerasan menunjukkan nilai kekerasan yang tidak sesuai yaitu antara 23,5 – 28,88 HRC. Diperkuat dengan uji metalografi yang memperlihatkan ukuran butir tidak merata dan fasa yang  berupa ferrite dan perlite. Disimpulkan bahwa baut mengalami kegagalan akibat patah lelah yang dipercepat dengan proses quench and temper yang tidak sempurna pada saat baut diproduksi.
PHYSICAL CHARACTERIZATION OF ALUMINA (Al2O3) BASED REFRACTORY APPLIED ON INDUCTION FURNACE LINING Ronald Sabtendra; Sri Nugroho; Yusuf Umardani
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 1, No 4 (2013): VOLUME 1, NOMOR 4, OKTOBER 2013
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (991.568 KB)

Abstract

The broad variety of pyro-processing applications across industry demands great diversity in the supply of refractory materials. In fact, many of these materials have been developed specifically to meet the service conditions of a particular process. The characteristic properties of each refractory class are a function of both their raw materials base and the methods used to manufacture the refractory products. This study aims to characterize alumina (Al2O3) based refractory materials applied on induction furnace lining based on its physical properties such as: the shape and grain size; chemical composition; and density of the specimens which sintered at various temperature. From the X-ray Diffraction Test compared with specification data from the manufacturer, the main composition of the base refractory material used in this study is alumina (Al2O3) with a low amount (less than 10%) of magnesia (MgO) and silica (SiO2). Alumina refractory material consists of coarse grains (with its size larger than 0,85mm) and fine grains (size is equal to 0,15mm or smaller). Grains shape of the  aggregates are mostly angular with its sharp edges. Values of density at temperature 1100C, 10000C, 13000C, 15000C in sequence are 2,92 g/cm3; 2,66 g/cm3;  2,80 g/cm3; 2,98 g/cm3. Density of the refractory will increase as the increase of sintering temperature.
ANALISIS KEGAGALAN COIL SPRING ATV-1A Alfian Hakim Dwi Atmaja; Sri Nugroho
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1031.79 KB)

Abstract

Analisa kegagalan adalah salah satu ilmu yang digunakan untuk menganalisa suatu komponen yang mengalami kegagalan atau failure dengan mencari akar penyebab kegagalannya (root causes of problems) dengan tujuan untuk memberikan rekomendasi penyebab kegagalan sehingga tidak terjadi kesalahan yang berulang. Pada penelitian ini telah dilakukan penelitian mengenai analisis kegagalan  pada sebuah coil spring  ATV-1A yang menggunakan material spring steel SAE 9254 M, coil spring  mengalami kegagalan pada saat dilakukan uji endurance pada 157000 siklus sebelum dilakukan assembly dengan komponen shock absorber lainya. Pada penelitian ini untuk mengetahui hasil penelitian dilakukan pengujian(a) uji visual dan uji mikroskop optic,(b) uji komposisi kimia, (c) uji kekerasan,dan (d) uji struktur mikro. Dari hasil eksperimental yang telah dilakukan,diketahui coil spring ATV-1A mengalami patah getas yang ditunjukkan dengan adanya permukaan patahan yang membentuk sudut 45° dan adanya v-mark “chevron” pada permukaan patahan. Sifat getas yang timbul pada material diakibatkan oleh kandungan karbon yang melebihi standar yang telah di tentukan. Sehingga menyebabkan material mempunyai sifat kuat namun lebih getas dari standar yang di tentukan
ANALISIS KEGAGALAN PIPA ELBOW 180° PADA FURNACE Gregorius Sasongko; Sri Nugroho
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (878.051 KB)

Abstract

Pipa dalam industri minyak dan gas berfungsi sebagai pendistribusi aliran minyak melalui proses pengolahan hingga menjadi minyak siap jual. Namun jika terjadi kegagalan pada komponen ini akan berakibat fatal pada perusahaan migas itu sendiri. Penelitian ini akan menjelaskan tentang analisis kegagalan pipa elbow 180o pada penggunaannya pada furnace yang baru beroperasi selama 2 tahun. Kegagalan ini menimbulkan adanya retakan pada bagian samping pipa elbow yang berhubungan langsung dengan api dari burner. Untuk mengetahui penyebab kegagalan tersebut dilakukan penelitian serta dilakukan investigasi dalam bentuk pengujian laboratorium yaitu pengukuran ketebalan dinding pipa, pengamatan visual, pengujian makrografi dan mikrografi. Dilakukan juga uji komposisi kimia, pengujian kekerasan dengan Rockwell dan Vickers, terakhir untuk menunjang hasil pengujian laboratorium dilakukan pengujian pada permukaan patahan dengan SEM (Scanning Electron Microscope) dan EDS (Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy). Terjadinya kegagalan karena fenomena decarburization pada permukaan pipa akibat suhu tinggi mengakibatkan nilai kekerasan yang rendah pada bagian permukaan material. Material tersebut memenuhi standar ASTM A234 WPB dari hasil uji komposisi kimia dan mikrografi. Patahan yang terjadi adalah patah lelah (fatigue fracture) berdasarkan hasil pengujian makrografi dan SEM karena terlihat ratchet marks dan microcrack yang diduga sebagai awal terjadi patahan (crack initiation). Patah lelah material disebabkan oleh thermal fatigue atau karena beban termal secara fluktuatif. Hasil pengukuran dinding pipa mengindikasikan umur pipa masih layak dan hasil uji EDS menunjukkan adanya korosi pada permukaan patahan dengan Oksigen (O) dan Besi Oksida (FeO) sebagai produk korosi.
ANALISIS KERUSAKAN PROSES PLATING PART FORK PIPE Haidar Akbarsyah; Sri Nugroho
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.584 KB)

Abstract

Nickel hard chrome plating merupakan teknik pelapisan dengan menggunakan dua jenis pelapisan yaitu nickel plating dan hard chrome plating. Teknik pelapisan ini akan menghasilkan daya tahan terhadapat karat ataupun keausan yang lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis mekanisme cacat pada permukaan fork pipe serta memberikan rekomendasi untuk mengurangi timbulnya cacat. Penelitian ini menggunakan 30 sampel fork pipe yang mengalami cacat pada saat proses nickel hard chrome plating. Metodologi penelitian yang digunakan yaitu dengan melakukan pengujian SEM  (Scanning Electron Microscope) dan EDS (Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy). SEM digunakan untuk mengetahui bentuk dari cacat dan pengotor yang ada, sedangkan EDS untuk mengetahui kandungan apa yang menjadi penyebab timbulnya cacat. Hasil penelitian menggunakan SEM dan EDS menunjukkan bahwa terdapat empat macam penyebab timbulnya cacat yaitu  pengotor nikel, pengotor ferro, pengotor krom, dan base metal itu sendiri. Dari keseluruhan hasil, kemungkinan besar untuk pengotor ferro dan krom terdapat dalam lapisan semi bright nickel. Bentuk cacat yang dihasilkan dari masing masing pengotor terdapat kecenderugan dan memiliki range ukuran tertentu
PENGARUH PENAMBAHAN UNSUR MAGNESIUM TERHADAP SIFAT MEKANIS ALUMINIUM Muhammad Fajrur Rochmat; Yusuf Umardani; Sri Nugroho
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 1 (2022): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan terhadap material yang ringan dan kuat akan diperlukan di masa yang akan datang. Komponen-komponen kendaraan akan dibuat menjadi ringan, agar penggunaan bahan bakar selain fosil dapat optimal . Aluminium adalah logam ringan yang mempunyai ketahanan korosi yang baik dan hantaran listrik yang baik. Peningkatan kekuatan mekanik, logam aluminium dipadukan dengan unsur lain. Salah satu unsur yang dipadukan dengan aluminium adalah magnesium. Magnesium memiliki nilai massa jenis yang rendah dengan kekuatan merupakan sebuah kelebihan dari penggunaan unsur ini dalam paduan yang dibentuk. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh unsur magnesium terhadap struktur mikro dan sifat mekanis aluminium. Proses peleburan material spesimen menggunakan tanur krusibel dengan temperatur peleburannya 660oC. Cetakan untuk membuat benda hasil peleburan menggunakan cetakan pasir. Ada tiga variasi penambahan unsur magnesium terhadap aluminium, yaitu 0,5%, 1%, dan 1,5%. Karakterisasi terhadap produk coran meliputi uji tarik, uji kekerasan, analisis struktur mikro dan uji komposisi kimia. Hasil uji komposisi kimia menunjukkan kandungan magnesium mengalami penurunan pada setiap spesimen. Hasil uji kekerasan menunjukkan bahwa semakin besar penambahan magnesium, maka nilai kekerasan spesimen semakin tinggi. Hasil uji tarik menunjukkan bahwa semakin banyak penambahan unsur magnesium, maka material semakin kuat. Hasil uji struktur mikro menunjukkan bahwa penambahan magnesium berpengaruh pada kerapatan butir.
ANALISIS KEGAGALAN KATUP BUANG PADA SEPEDA MOTOR 4 LANGKAH KAPASITAS 155 CC Riski Maulana; Sri Nugroho; Rifky Ismail
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 2 (2023): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Katup adalah sebuah perangkat yang terpasang pada sistem penyaluran bahan bakar, yang berfungsi untuk mengatur, mengontrol dan mengarahkan laju aliran fluida dengan cara membuka atau menutup, dimana komponen ini mengalami kegagalan berupa timbulnya endapan kerak karbon dan terjadi bent valve. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab kegagalan pada katup buang sepeda motor 4 langkah kapasitas 155 cc, yang mengalami deformasi plastis pada bagian leher katup. Metode analisis yang digunkan dengan melakukan pengamatan visual untuk mendapatkan hipotesis, pengujian spektrometri, pengujian metalografim dan pengujian kekerasan. Dari hasil pengamatan visual, didapatkan hipotesi katup mengalami kegalalan berupa adanya endapan kerak karbon pada kepala katup yang diakibatkan dari pembakaran yang tidak sempurna. Kemudian katup mengalami bengkok karena menerima beban yang berlebih sehingga terjadi deformasi plastis. Hasil uji spektrometi menunjukkan bahwa material katup buang dibuat dengan baja paduan tinggi jenis stainless steel 21-4N dengan kandungan Cr 20,8%, Mn 8,49%, dan Ni 3,36%. Sesuai dengan struktur mikronya, material ini memiliki fasa austenite yang didapatkan dari hasil pengujian metalografi. Dari hasil pengujian kekerasan dengan metode Vickers pada katup gagal menunjukkan nilai kekerasan 431 HV. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan katup gagal mengalami kegagalan akibat menerima beban berlebih. Hasil ini juga diperkuat dengan hasil hipotesis dari Riwayat pemakaian sepeda motor yang telah dimodifikasi dengan menaikkan kompresinya.
Analisis Kegagalan Pada Coil Spring Depan Sepeda Motor Kapasitas 160 CC Dosma Ruben R Nababan; Sri Nugroho; Rifky Ismail
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coil spring dalam sepeda motor merupakan komponen penting dalam sistem suspensi kendaraan, dimana coil spring digunakan di sisi depan atau belakang yang fungsinya untuk menyerap energi tumbukan yang diterima roda. Pada penelitian ini coil spring mengalami kegagalan berupa patah sehingga akan dilakukan beberapa pengujian untuk menganalisis mekanisme dan penyebab dari kegagalan tersebut. Pengujian yang dilakukan yaitu pengamatan visual, pengujian komposisi kimia, pengujian metalografi, pengujian kekerasan dan simulasi FEM. Hasil pengamatan visual menunjukkan kegagalan yang dialami coil spring berupa patah lelah yang ditandai dengan adanya crack initiation, crack propagation (beachmark) dan final rupture. Dari pengujian komposisi kimia menunjukkan bahwa material yang digunakan adalah baja SAE 9254 dimana baja ini merupakan baja paduan rendah. Struktur mikro yang terbentuk adalah fasa ferit dan perlit, dikarenakan tidak adanya proses quenching and tempering pada proses produksi coil spring. Hasil pengujian kekerasan menunjukkan jika material memiliki kekerasan rata-rata 216,6 HV hal ini membuktikan bahwa tidak adanya proses quenching and tempering pada proses produksi coil spring. Pada hasil simulasi FEM menunjukkan bahwa tegangan tidak melebihi yield strength material.