Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT : PARENTING SKILL UNTUK GENERASI ALPHA DI ERA DIGITAL PADA PAUD DAHLIA SEMEMI tyas, fifin dwi; Mardiyanti, Ressy; Fithri, Nur Hidayatul; Umma, Alfira Ayu Talita; Jazuli, Mochamad Ahzam
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.1910

Abstract

PPT Dahlia adalah sekolahan untuk anak-anak usia dini yang bertempat di daerah sememi RT/RW : 1 / 4, Desa Kelurahan: Sememi, Kecamatan : Benowo. PPT Dahlia peserta didiknya ada 31 laki-laki dan 23 perempuan jadi total 54 peserta didik. Dari observasi dan wawancara yang telah dilakukan menunjukkan bahwa orang tua yang bersangkutan juga tidak bisa berbuat banyak atas kondisi yang sedang berlangsung. Permasalahan Mitra sebagian besar para orang tua kurang bisa mengontrol anak mereka dalam menggunakan gadget serta kurang bisa mengawasi anak-anak ketika melihat konten-konten atau tayangan internet. Metode Pelaksanaan adalah berbasis pemberdayaan masyarakat yang berbasis kegiatan pelatihan Parenting skill di PPT Dahlia Sememi. Rencana Kegiatan bentuk kegiatan 1) Pelatihan Parenting skill tentang penggunaan gadget yang ramah anak, 2) Pelatihan penting paham akan tumbuh kembang anak dalam usia golden age, 3) Pelatihan Parenting skill tentang pola asuh yang baik untuk anak-anak dimasa generasi alpha. Tujuan Pengabdian agar orang tua dapat memberikan batasan waktu dalam penggunaan gadget, melatih anak untuk bertanggung jawab atas penggunaan gadget selain itu dapat mencarikan alat permainan edukatif yang menarik bagi anak sebagai pengganti gadget. Hasil Pengabdian orang tua lebih memahami dan akan menetapkan batasan waktu bagi anak untuk menggunakan gadget agar anak tidak lupa waktu yang diperlukan.
Pengaruh Self Control dan Penggunaan Gadget Pada Perilaku Prokrastinasi Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Fifin Dwi Purwaningtyas; Starry Kireida Kusnadi; Ressy Mardiyanti; Tutus Risda Sabila; Rosvita Gamul
Ghaidan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam dan Kemasyarakatan Vol. 8 No. 2 (2024): Ghaidan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam & Kemasyarakatan
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/7my2y912

Abstract

This research aims to try to find out how students can balance the use of gadgets with self-control so that they can minimize the occurrence of procrastination behavior. One of the causes of the problem of procrastination is self-control, students who have activities other than academics predominantly have low self-control. Low self-control can impact academic procrastination, and students consciously use time for other more enjoyable activities, namely by playing with gadgets, and using gadgets without limits, making it difficult for students to control these actions. This research method is non-experimental research because no manipulation of the independent variables was carried out. The variables studied are Problem self-control, use of gadgets, and procrastination. The participants in this research were 202 students (95 men and 107 women) aged 20-26 years, residing in Surabaya; and is currently completing his Thesis (Final Student). The research results show that the level of self-control, level of gadget use, and level of procrastination are moderate, and the F-test analysis hypothesis testing in this research is in the form of a known Sig value. Amounting to 0.021 (<0.05), it can be concluded that self-control and gadget use have a significant effect simultaneously (together) on student procrastination.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DENGAN KADERISASI GURU PAUD UNTUK PREVENTIF KEKERASAN SEKSUAL ANAK (KSA) DI DUNIA SEKOLAH Purwaningtyas, Fifin Dwi; Mardiyanti, Ressy; Dewi, Suzana
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2362

Abstract

Data dari DP3A-P2KB Surabaya menunjukkan bahwa kekerasan terhadap anak, termasuk kekerasan seksual, masih menjadi masalah serius di Surabaya. Pada tahun 2022, tercatat 110 kasus kekerasan seksual dan KDRT terhadap anak. Angka ini konsisten pada tahun 2023, dengan jumlah kasus yang meningkat menjadi 122 untuk periode Januari hingga Agustus, termasuk kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan anak berhadapan dengan hukum (ABH). Pada tahun 2024, data sementara dari Januari hingga Mei menunjukkan 35 kasus kekerasan seksual dan KDRT. Jumlah kasus yang terus meningkat ini menunjukkan perlunya intervensi yang lebih efektif. Melalui program pendidikan kesehatan reproduksi, guru PAUD di PPT Dahlia dapat dilatih untuk memberikan pendidikan yang relevan dan bermanfaat kepada anak-anak, yang pada gilirannya dapat membantu menurunkan angka kekerasan seksual. Pendidikan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada anak-anak tentang kesehatan reproduksi, tetapi juga untuk membekali mereka dengan keterampilan dan pengetahuan untuk mengenali dan melaporkan kekerasan. Tujuan Program Pengabdian ini untuk (1) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru PAUD tentang kesehatan reproduksi dan pentingnya pencegahan kekerasan seksual terhadap anak. Melalui pelatihan, guru akan dibekali dengan metode dan materi yang efektif untuk menyampaikan pendidikan kesehatan reproduksi kepada anak-anak. (2) Meningkatkan kesadaran dan keterlibatan orang tua juga menjadi salah satu tujuan penting, melalui seminar, sosialisasi, dan distribusi materi edukatif, yang bertujuan membangun komunikasi yang lebih baik antara sekolah dan orang tua mengenai pencegahan kekerasan seksual. (3) Program ini juga bertujuan untuk membangun sistem pendukung dan monitoring dengan mengembangkan sistem informasi yang memfasilitasi akses guru terhadap materi pelatihan, monitoring perkembangan, dan evaluasi efektivitas program. Selain itu, sistem ini juga akan menyediakan platform untuk pelaporan dan penanganan kasus kekerasan seksual yang dapat diakses oleh guru, orang tua, dan anak-anak.
PENINGKATAN KAPASITAS ORANGTUA PADA SOTH (SEKOLAH ORANGTUA HEBAT) DALAM MENDIDIK ANAK TANGGUH MELALUI CHARACTER BUILDING Grahani, Firsty Oktaria; Mardiyanti, Ressy; Lailiyah, Alfu Fitrotul; Rahardjo, Natasha Valentina
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2367

Abstract

Parenting is an important process in shaping and developing children's character, behavior, and social and emotional abilities. Parenting is a series of obligations that must be carried out by parents. If parenting cannot be fulfilled properly and correctly, it will lead to problems and conflicts, both within the child himself and between the child and his parents and the environment (Rakhmawati, 2015). The first environment a child encounters is a family consisting of father, mother and siblings. In their interactions, a child adapts what is seen and learned in the family. The problem that occurs is the lack of understanding of parents and families about appropriate parenting patterns for children, a limited understanding that affects the response or behavior of parents in parenting, especially when facing various problems in parenting so that sometimes it is not wise in acting, a limited understanding that also affects the attitude of parents who are less wise in behaving in parenting so that it often manifests inappropriate behavior from parents in parenting. This condition is the background for the focus of empowerment on increasing the capacity of parents in educating resilient children through character building. The solution and target outcomes to be achieved, namely providing psychoeducation through discussions to examine the accuracy of responses and attitudes possessed by parents in parenting so that parents can be wiser in responding, especially when experiencing obstacles in parenting; conducting role play and sharing sessions related to appropriate and effective parenting methods so that parents are more careful in their behavior when implementing parenting. The method used in increasing the capacity of parents is to use psychoeducation related to parenting, case studies, discussions and questions and answers, role play or simulation and sharing sessions and assistance in the form of counseling, especially if parents experience obstacles or problems in their implementation. The result is an increase in parents' understanding, especially in childcare, which can be observed through the results of the prepostest given; various psychoeducation methods provided through role play, sharing, and case studies make parents understand both through the material presented and sharing from fellow parents related to their experiences, so that they are able to improve inappropriate parenting patterns that have been applied at home.
Meningkatkan Keterampilan Guru dalam Pencegahan Kekerasan Anak Melalui Pendidikan Kesehatan Keluarga Purwaningtyas, Fifin Dwi; Mardiyanti, Ressy; Dewi, Suzana
BERDAYA: Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : LPMP Imperium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36407/berdaya.v7i1.1473

Abstract

The aim of this service is to improve children's mental and reproductive health, both physically and psychologically, while empowering the role of society through teacher education and increasing their understanding of children's sexuality education and reproductive health education. This training activity uses a training methodology, discussions, lectures, role playing and case discussions. The activity was carried out from August 15 to October 15 2024, with around 10 cadres attending. Based on monitoring and evaluation data carried out by the PKM program implementation team, it can be concluded that the PKM program is very beneficial for teachers. This is proven by the increase in participants' performance in answering Pretest and Posttest questions, which is proven by completing 10 questions. The PKM program implemented ran effectively without significant obstacles, as evidenced by the high enthusiasm of participants during the outreach activities. The results of this Community Service include increasing knowledge and understanding about Child Sexual Violence (KSA) and increasing the competence of cadres (teachers) to collaborate effectively with parents, local communities and related institutions that deal with child violence. In addition, there has been a marked increase in the ability of cadres to notify parents to remain alert to the potential for sexual violence crimes.
The Meaning of Life and Work-Life Balance of Women Dual Roles in City X Mardiyanti, Ressy; Purwaningtyas, Fifin Dwi
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 12, No 2 (2024): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v12i2.14385

Abstract

The aim of this research is to find out how meaning of life influences work-life balance among women with dual roles in Surabaya. Fulfilling the needs of the family today is not only done by men, but many women also help in this matter, and what they do is work. Working is everyone's dream, but for women working has various problems and fatigue which will affect their physical and psychological condition, because they have a dual role in their lives, namely a housewife whose main task is to care for and care for her family, and her secondary role as a worker in the workplace. a company. Both roles must be carried out well to create balance. Worklife balance will help working women to be better able to adapt to various changes. Worklife balance can be achieved if someone really enjoys their role and has a good meaning in carrying it out. A woman who can enjoy her various roles in life and is able to manage her various activities well will achieve a good life balance as well. This research is quantitative research with a purposive sampling technique or based on certain characteristics. Researchers used parametric statistical analysis techniques with simple regression tests and assisted with processing using SPSS 23 statistical software. Obtained significance results of 0.000 < 0.05, with a comparison of the calculated t value with the t table of 5.505 > 1.960, which means there is an influence between the meaning of life on work life balance among women with dual roles in Surabaya. The meaning of life variable contributes an influence of 13.8% to work life balance. It is hoped that through this research the government and industry agencies in making regulations or policies can pay attention to this factor.Tujuan dari penelitian ini yakni guna menguji dampak makna hidup terhadap work-life balance pada perempuan yang mempunyai peran ganda di Surabaya. Saat ini, baik laki-laki maupun perempuan berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan keluarga, dan perempuan secara aktif berpartisipasi dalam dunia kerja. Bekerja adalah cita-cita universal, namun perempuan menghadapi tantangan dan kelelahan unik yang dapat berdampak pada kesejahteraan fisik dan mental mereka. Hal ini disebabkan oleh peran ganda mereka selaku ibu rumah tangga, mempunyai tanggung jawab atas pemeliharaan serta kesejahteraan keluarga, serta profesional di tempat kerja. Sebuah perusahaan. Kedua peran itu harus bisa dijalankan dengan baik agar tecipta keseimbangan. Worklife balance akan membantu Wanita bekerja untuk bisa lebih baik dalam beradaptasi dengan berbagai perubahan. Worklife balance bisa tercapai apabila seseorang benar-benar menikmati perannya dan memiliki kebermaknaan yang baik dalam menjalankannya. Seorang wanita yang dapat memperoleh kesenangan dari beragam tugas hidupnya dan secara efektif menangani berbagai pekerjaannya akan mencapai keseimbangan hidup yang harmonis. Penelitian ini memakai pendekatan penelitian kuantitatif dengan memanfaatkan teknik sampel purposif untuk memilih partisipan berdasarkan karakteristik tertentu. Peneliti menggunakan teknik analisis statistic parametrik dengan uji regresi sederhana dan dibantu pengolahannya menggunakan software statistic SPSS 23. Didapatkan capaian signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, dengan perbandingan nilai t hitung dengan t table sebesar 5,505 > 1,960, yang artinya ada pengaruh antara meaning of life pada work life balance pada wanita peran ganda di Surabaya. Variable meaning of life memberikan kontribusi pengaruh sebesar 13.8% terhadap work life balance. Diharapkan melalui penelitian ini pemerintah maupun instansi industry dalam pembuatan aturan ataupun kebijakan dapat memperhatikan faktor ini.
Peranan Mindful Parenting Terhadap Stres Pengasuhan Ibu Bekerja Agustin, Ardianti; Mardiyanti, Ressy; Eky Anggraeni, Aprilya Dian; Ayu talita, Alfira
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8458

Abstract

Proses pengasuhan anak merupakan suatu tugas ibu yang penuh dengan tantangan serta tuntutan. Terutama pada ibu yang mempunyai peran ganda sebagai ibu yang bekerja. Kondisi ini memungkinkan ibu rentan mengalami stres pengasuhan dimana harus membagi tugas rumah dengan tugas sebagai wanita pekerja. Penelitian  ini  ditujukan  untuk  menguji  sejauh mana kontribusi  dari mindful parenting terhadap stres pengasuhan ibu bekerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan subjek ibu bekerja yang memiliki rentang usia antara 25-40  tahun sejumlah 115 responden. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling. Alat pengukuran mindful parenting yang digunakan adalah skala mindfulness in parenting scale (MIPQ) dan Parental stress scale (PSS). Uji hipotesis menunjukkan bahwa mindful parenting berperan terhadap stres pengasuhan yaitu dengan nilai (F= 8,058, p< 0,05). Selain itu diketahui nilai koefisien determinasi sebesar 0,067. Dapat disimpulkan bahwa Mindful Parenting berperan secara negatif terhadap variabel stres pengasuhan sebesar 6,7%, dimana 93,3% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain.
Person-Job Fit and Psychological Meaningfullness as A Predictor of Work Engagement In Call Center Employees PT. X Mardiyanti, Ressy; Chafsah, Berliana Nur; Maharani, Diandra
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 3 (2023): Volume 12, Issue 3, September 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i3.10468

Abstract

The rate of turnover for employees in a company will be of particular concern because it involves the company's expenses which are not cheap. When recruiting employees, it is hoped that individuals will be compatible with their jobs, and this compatibility will make employees psychologically meaningful at work and be able to immerse themselves in or be attached to their work, so that employees can last a long time in the company and reduce the budget for the recruitment, selection, and training processes. This study aims to determine the effect of Person Job Fit and Psychological meaningfulness in looking at work engagement in employees. The subject is a call center employee of PT. X aged 20-45 years. This research uses quantitative methods, uses a measuring instrument with a questionnaire model on the variable person job fit, psychological meaningfullness and work engagement. The results of this study indicate that Person Job Fit and psychological meaningfulness affect work engagement in call center employees at PT. X. Variable Person Job Fit and psychological meaningfulness together contribute 71% to work engagement. There needs to be matching between individuals and jobs at the beginning, to reduce the turnover of employees.Laju keluar-masuk karyawan pada suatu perusahaan akan menjadi perhatian khusus, karena menyangkut pengeluaran biaya perusahaan yang tidak sedikit. Saat penerimaan karyawan diharapkan individu memiliki kecocokan dengan pekerjaannya, dan kecocokan itu membuat karyawan memiliki makna secara psikologi dalam bekerja dan mampu tenggelam atau memiliki keterikatan dengan pekerjaannya, sehingga karyawan pun dapat bertahan lama diperusahaan dan menekan anggaran proses rekrutmen, seleksi serta training. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari Person Job Fit, Psychological meaningfulness dalam melihat work engagement pada karyawan. Subjek merupakan karyawan call center PT. X yang berusia 20-45 tahun. penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, menggunakan alat ukur dengan model kuisioner pada variabel person job fit, psychological meaningfullness dan work engagement. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Person Job Fit dan psychological meaningfulness mempengaruhi work engagement pada karyawan call center PT. X. Variable Person Job Fit dan psychological meaningfulness secara bersama-sama memberikan kontribusi pengaruh sebesar 71% terhadap work engagement. Perlu adanya pencocokan antara individu dengan pekerjaan diawal, untuk menekan keluar-masukknya karyawan.