Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

STUDI PEMANFAATAN LIMBAH KAYU SENGON SEBAGAI BAHAN BAKU PAPAN SEMEN PARTIKEL Apolonia Asteria Barreto; Gina Bachtiar; Nira Nasution
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 6 No 2 (2011): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.388 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v6i2.7939

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah papan semen partikel denganmenggunakan limbah kayu sengon memenuhi persyaratan Cement-BondedParticle Boards International Standard (ISO 8335-1987). Penelitian ini dilakukan diFakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor pada bulan November – Desember2010. Dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan populasiadalah papan semen partikel yang menggunakan limbah kayu sengon.Sedangkan sampel pada penelitian ini adalah papan semen partikel limbah kayusengon.Hasil uji liliefors untuk normalitas pada taraf signifikan α = 0,01. Nilai rata-ratatertinggi untuk keteguhan lentur papan semen partikel pada arah x yaitu 52,86kg/cm2 dan untuk keteguhan lentur arah y yaitu 50, 95 kg/cm2.Kesimpulan dari penelitian ini adalah papan semen partikel yang menggunakanbahan campuran limbah kayu sengon memiliki nilai Keteguhan Lentur, Kerapatandan Kadar Air dibawah nilai standar ISO 8335-1987. Sedangkan nilaiPengembangan Tebalnya memenuhi standar ISO 8335-1987.
ANALISIS MUTU BATU BATA MERAH PEJAL TRADISIONAL DI JAKARTA TERHADAP SNI 15-2094-2000 Tommy Syaelendra; Erna Septiandini; Nira Nasution
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2012): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.537 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v7i1.7943

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas bata merah pejal tradisional yang di distribusikan di Jakarta dengan menggunakan SNI15-2094-2000 sebagai acuannya. Pengujiannya berupa pengujian sifat tampak, ukuran dan toleransi, kuat tekan, penyerapan air, kerapatansemu dan kandungan garam yang berbahaya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan deskriptif.Sampel yang digunakan sebanyak 30 buah benda uji dari toko material. Di setiap kotamadya diambil 3 toko material untuk diambil 30buah benda uji. Di Jakarta terdapat 5 Wilayah, maka dari 5 Wilayah tersebut didapat 450 buah benda uji. Data yang diperoleh dari hasilpenelitian di laboratorium yaitu bata merah pejal yang diuji dilihat dari ukuran dan toleransi serta dilihat dari kuat tekannya tidak memenuhistandar.Kesimpulan dari penelitian ini adalah 1). Hasil analisis dari ketiga pengujian sifat tampak tersebut menunjukkan sampel batu bata merahpejal tradisional di tiap-tiap wilayah memenuhi SNI 15-2094-2000. 2). Hasil analisis ukuran dan toleransi batu bata merah pejal tradisional ditiap-tiap wilayah tidak memenuhi SNI 15-2094-2000. 3). Hasil analisa untuk kuat tekan rata-rata wilayah TX, TZ, SX, SZ, BX dan UY tidakmemenuhi tingkat mutu bata merah pejal yang ada di SNI 15-2094- 2000 karena hasil kuat tekan rata-rata < 50 kg/cm2. Sedangkan nilaikuat tekan wilayah TY, SY, BY, BZ, UX,UZ, PX, PY dan PZ memenuhi tingkat mutu bata merah pejal yang ada di SNI 15-2094-2000 karenahasil kuat tekan rata-rata > 50 kg/cm2. 4). hasil analisa penyerapan air untuk wilayah TX–TY, SX–SY-SZ, BX-BY-BZ, UX–UY-UZ dan PX-PYPZlulus uji SNI 15-2094-2000. 5). Hasil analisa untuk kerapatan semu adalah semua wilayah dari bata merah pejal memenuhi mutu SNI 15-2094-2000. 6). Hasil analisa kandungan garam yang berbahaya di tiaptiap wilayah memenuhi SII 0021 - 78, karena nilai kandungan garamkurang dari 50%.
ECENG GONDOK SEBAGAI BAHAN BAKU PAPAN PARTIKEL Wahyu Nurramadhan; Irza Ahmad; Nira Nasution
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2012): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.418 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v7i1.7944

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai dari sifat fisik kerapatan,kadar air, pengembangan tebal, dan sifat mekanik keteguhan lenturserta modulus elastisitas papan partikel dengan bahan baku ecenggondok dan perekat urea formaldehida (UF) serta hardener (NH4CL)sesuai dengan persyaratan SNI 03-2105-2006.Dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen, populasisebanyak 7 papan dengan ukuran 30x30x1 cm, sedangkan sampeldiambil sebanyak 10 buah dari setiap 1 papan, 1 sampel untukkerapatan dan kadar air, 3 sampel untuk pengembangan tebal, dan 6sampel untuk keteguhan lentur serta modulus elastisitas. Teknikanalisis data dengan menggunakan uji t, yang sebelumnya dilakukanuji analisis persyaratan yaitu normalitas. Bahan yang digunakan dalampenelitian ini adalah partikel eceng gondok dengan ukuran 10 meshdan perekat urea formaldehida (UF) sebanyak 10% sertahardener(NH4CL) sebanyak 2%.Kesimpulan dari penelitian ini yaitu papan partikel eceng gondok10mesh dan UF 10% serta NH4CL 2% tidak memenuhi standar SNI 03-2105-2006 dikarenakan sifat mekaniknya di bawah standar SNI 03-2105-2006.
SIFAT FISIK DAN MEKANIK BAMBU LAPIS DENGAN KULIT DAN TANPA KULIT TERHADAP SNI 01–5008.7–1999 (Studi Kasus: Bambu Hitam) Yunita Supriyanti; Gina Bachtiar; Nira Nasution
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2012): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.895 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v7i1.7946

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisik dan mekanikbambu lapis berbahan dasar bambu hitam dengan kulit maupun tanpakulit, untuk selanjutnya digunakan sebagai pembanding adalah SNI01–5008.7–1999 (kayu lapis struktural). Sifat fisik dan mekanik yangdiujikan meliputi kadar air, keteguhan lentur, modulus elastisitas, danketeguhan rekat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air, keteguhan lenturmaupun modulus elastisitas sejajar serat, dan keteguhan rekat bambulapis berbahan dasar bambu hitam tanpa kulit memenuhi SNI 01–5008.7–1999, namun tidak demikian untuk keteguhan lentur maupunmodulus elastisitas tegak lurus serat. Sedangkan untuk bambu lapisberbahan dasar bambu hitam dengan kulit diperoleh kesimpulan bahwaketeguhan lentur sejajar serat, modulus elastisitas sejajar dan tegaklurus serat memenuhi SNI 01–5008.7–1999, namun tidak demikianuntuk kadar air, keteguhan lentur tegak lurus serat dan keteguhanrekat. Berdasarkan hasil penelitian juga diperoleh kesimpulan bahwaketeguhan lentur bambu lapis dengan kulit lebih rendah daripadaketeguhan lentur bambu lapis tanpa kulit untuk arah sejajar serat,sedangkan untuk arah tegak lurus serat, keteguhan lentur bambu lapisdengan kulit lebih tinggi daripada keteguhan lentur bambu lapis tanpakulit.
KESADARAN MASYARAKAT DALAM PEMBUATAN SUMUR RESAPAN AIR HUJAN (Studi pada RW.02 Kelurahan Kebon Jeruk, Jakarta Barat) James Daniel; Amos Neolaka; Nira Nasution
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2012): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.603 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v7i1.7948

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesadaran masyarakatdalam pembuatan Sumur Resapan Air Hujan (SRAH) pada RW.02Kelurahan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Dalam studi ini dilakukan surveiterhadap 42 responden warga yang belum membuat SRAH denganluas tanah yang disurvei minimal 225 m2. Kuesioner tersebut meliputiidentitas responden, butir–butir pernyataan dalam bentuk daftarcentang (Check List). Data lalu dianalisis dengan rumus statistikasederhana.Dalam penelitian ini, pengukuran validitas menggunakan teknikkorelasi product moment dari Karl Pearson. Untuk menghitungreliabilitas instrumen, digunakan rumus Alpha Croncbach. Metodepenelitian yang digunakan adalah deskriptif survei. Sampel sebanyak42 rumah (42 KK) yang tersebar di RW.02. Instrumen uji cobasebanyak 20 butir pernyataan kepada 20 responden diperoleh 15 butirpernyataan dengan hasil valid dan reliabel.Hasil penelitian kuesioner didapatkan bahwa nilai indikatorpengetahuan sebesar 3,43 dengan interpretasi “baik”. Untuk indikatorsikap sebesar 2,63 dengan interpretasi “cukup”. Kemudian pada nilaiindikator perilaku sebesar 2,44 dengan interpretasi “kurang”. Nilaikeseluruhan indikator kesadaran sebesar 2,83 dengan interpretasi“cukup”.Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengetahuan masyarakatbaik namun sikap dan perilaku untuk membuat SRAH tidak sesuaidengan kenyataan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwapengetahuan masyarakat tidak didukung dengan sikap maupunperilakunya.
PENGARUH PENGGUNAAN POZOLAN ALAM BANJARNEGARA SEBAGAI BAHAN PENGGANTI SEBAGIAN SEMEN KOMPOSIT TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR Dayat Nurhidayat; Erna Septiandini; Nira Nasution
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 5 No 1 (2010): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.543 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v5i1.8064

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan pesentase pozolanalam Banjarnegara pada lima perlakuan, dengan perlakuan E tanpa pozolan, danperlakuan A, B, C dan D berturut-turut dengan variasi 0%, 5%, 10%, 15% dan20% dari berat semen komposit, untuk mencapai kuat tekan mortar normal danpada persentase berapa dicapai kuat tekan maksimum.Penelitian ini mengggunakan metode ekperimen sesuai SNI. Pengujian bahanagregat halus dan pengujian mutu dilakukan di Laboratorium Penelitian Bahandan Barang Dinas Perindustrian DKI Jakarta. Untuk campuran 1 semen komposit: 5 pasir. Jumlah sampel masing-masing perlakuan adalah 5 benda uji, jumlahsempel seluruhnya adalah 25 benda uji. Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Juli 2008.Berdasarkan perlakuan variasi persentase, hasil uji data memenuhi syaratnormalitas dan homogenitas serta analisa varians satu arah dan diuji dengan uji tsatu rata-rata satu pihak dengan taraf signifikan (α) = 0.01. Hasil uji kuat tekanrata-rata E sebesar 9.83 MPa dan kuat tekan rata-rata A, B, C dan D berturut–turut sebesar 8.15 MPa, 10.37 MPa, 10.03 MPa, dan 11.25 MPa. Nilai kuat tekanrata-rata mortar B, C dan D melebihi nilai kuat tekan rata-rata mortar tanpapozolan. Berdasarkan hasil uji t didapat persentase maksimum pada mortar Ddengan kuat tekan rata-rata sebesar 11.25 MPa dengan persentase pozolansebesar 20%. Mortar A, B, C dan D masuk kedalam mortar tipe N (SNI-6882-2002).
PEMANFAATAN SERAT BAMBU PADA PEMBUATAN PANEL SERAT SEMEN SEBAGAI ALTERNATIF DINDING PENYEKAT RUANGAN Wahyuning Handayani; Gina Bachtiar; Nira Nasution
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 5 No 1 (2010): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.862 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v5i1.8067

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui panel semen fiber aflexibelity memanfaatkan serat dari bambu. Sebagai dinding alternatif ruangan dengan campuran I kg Semen Portland komposit (PCC): 0,5 kg air: 2% CaCl2 (kalsium klorida). Lakukan apa bahannya 3%, 5% dan 7% serat bambu. Uji fleksibilitas dengan Mesin Fleksibilitas (UTM INSTRON). Penelitian tentang metode yang digunakan adalah metode percobaan untuk mengikuti SNI 15-0233-1989 (Tentang Kualitas dan Metode Uji Fleksibilitas Serat Semen). Untuk melakukan melaksanakan penelitian ini di bengkel kayu. Fakultas KehutananInstitut Pertanian Bogor (IPB) dan laboratorium penelitian non logam pusat materi dan Departemen Perindustrian DKI di Letjen SupraptoCempaka Putih Jakarta Pusat. Untuk uji tahan air dan serat semen berat panel. Di laboratorium kayu Fakultas Kehutanan (IPB) menggunakan 3 Laboratoriumadalah laboratorium Bio Composite untuk pembuatan laboratorium kayu solid untuk mengukur dan teknik laboratorium kayu untuk uji fleksibilitas, waktu untuk melakukan hal ini penelitian pada April 2009 - Juni 2009. Produk penelitian adalah apa fleksibilitas yang berbeda dalam pencampuran serat yang berbeda. Skor terbesar fleksibilitas dari carry. Digunakan campuran 5% tetapi skorminimum fleksibilitas tidak lebih dari dari nilai kelenturan kelas standar serat semen minimum.