Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Belajar dari KKN Kebencanaan: Pola Distribusian Bantuan Paska Gempa Lombok antara MDMC dan BPBD Adiansyah, Joni Safaat; Matrani, Bedy Aga Fara
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i3.4247

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki berbagai macam potensi bencana seperti gempa bumi. Salah satu kejadian gempa bumi dengan kekuatan yang mencapai 6,8 Skala Richter (SR) terjadi di pulau Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Komponen penting yang sangat berperan dalam manajemen bencana adalah distribusi bantuan paska bencana. Program Pengabdian Masyarakat (PKM) dengan tema kebencanaan diinisiasi oleh Universitas Muhammadiyah Mataram. Sejumlah 30 mahasiswa dikirim untuk membantu program distribusi bantuan paska gempa di dua simpul pengelolaan bantuan yaitu Muhammadiyah Managament Disaster Center (MDMC) yang bertempat di Gedung Dakwah Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) NTB dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang bertempat di kantor BPBD NTB. Dari kegiatan ini disimpulkan bahwa tata kelola dan strategi dalam pengelolaan distribusi bantuan bencana yang dilakukan oleh MDMC dan BPBD memiliki karakteristik yang berbeda, hal ini terkait dengan ‘payung’ operasional yang diacu oleh kedua lembaga tersebut. Beberapa karateristik perbendaan tersebut adalah sumber dana, sistim koordinasi, dan sumberdaya yang pada akhirnya menghasilkan perbedaan dalam alur distribusi.Kata Kunci: Bencana; BPBD; Distribusi Bantuan; MDMC; Paska Gempa Learning from Disaster Community Service: Distribution Pattern of Post-Lombok Earthquake Aid between MDMC and BPBDABSTRACTIndonesia is one the countries that has various potential disasters such as the Earth Quake. One of the Earth Quakes that reached magnitude of 6.8 Richter Scale (SR) was occurred at Lombok Island Province of West Nusa Tenggara (NTB). A critical component that plays in the disaster management is humanitarian logistic supply. The community services program (PKM) with disaster theme was initiated by Universitas Muhammadiyah Mataram. Total of 30 students were sent for assisting the humanitarian logistic supply post-earth quake at two main distribution focal point, namely Muhammadiyah Disaster Management Centre that located at Gedung Dakwah Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) NTB, and The Provincial Disaster Management Office (BPBD) that located at BPBD NTB office. The PKM concluded that the distribution of humanitarian logistic by MDMC and BPBD has different characteristic associated with management and strategy, these differences occurred due to operational guideline that referred by those two institution. Some of the characteristic differences include funding resource, coordination system, and human resources that generated the different distribution flow.         Keywords: Disaster; BPBD; Distribution Aid; MDMC; Post Earth Quake
Pengenalan Teknologi Arang Aktif Dalam Upaya Pencegahan Pencemaran Laut Pada Masyarakat Pesisir Desa Sangiang Kecamatan Wera Kabupaten Bima Erni Yustissiani; Matrani, Bedy Fara Aga; Fitriawa, Erwin Rangga; Alpiana, Alpiana; Wijaya, Arif; Ariyanto, Ariyanto; Rasikhun, Hady; Hidayati, Nurul; Efendy, Anwar; Saputri, Lulu Kartika; Azhari, M. Ari; Silmi, Hayatus
Rengganis Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/rengganis.v5i2.887

Abstract

Desa Sangiang di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, merupakan wilayah pesisir dengan potensi pariwisata besar. Daerah pesisir berpotensi menghadapi permasalahan pencemaran laut akibat limbah cair rumah tangga yang mengandung logam berat. Kondisi ini tidak hanya mengancam ekosistem laut, tetapi juga berdampak negatif terhadap kesehatan dan ekonomi masyarakat pesisir. Tenaga pengajar dan mahasiswa Program Studi S1 Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Mataram bersama mahasiswa ilmu pemerintahan Universitas Muhammadiyah Mataram melakukan pengabdian kepada masyarakat Desa Sangiang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dan menerapkan teknologi arang aktif sebagai solusi ramah lingkungan dalam upaya pencegahan pencemaran laut. Metode pelaksanaan dilakukan melalui sosialisasi dan demonstrasi di Aula Desa Sangiang yang melibatkan masyarakat, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), serta perangkat desa. Materi sosialisasi mencakup bahaya pencemaran laut, kandungan logam berat dalam limbah rumah tangga, dan pembuatan arang aktif sederhana dari bahan lokal seperti tempurung kelapa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah cair rumah tangga, kemampuan teknis dalam pembuatan dan penggunaan arang aktif, serta komitmen Pokdarwis dalam menjaga kebersihan lingkungan pesisir. Penerapan teknologi arang aktif terbukti efektif menyaring logam berat dan berpotensi diterapkan secara berkelanjutan. Kegiatan ini juga memperkuat kapasitas masyarakat dalam menjaga lingkungan, sekaligus mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis masyarakat di Desa Sangiang.
Pendampingan pembuatan peta administrasi dan tematik desa teros kecamatan labuhan haji kabupaten lombok timur Hady Rasikhun; Alpiana, Alpiana; Wijaya, Arif; Matrani, Bedy Fara Aga; Ariyanto, Ariyanto; Fitriawan, Erwin Rangga; Yustissiani, Erni; Hidayati, Nurul; Efendy, Anwar; Yudiarta, Eka; Oktaviana, Putri Amalia; Rahatabuana, Lalu Wikhu
Rengganis Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/rengganis.v5i2.888

Abstract

Desa Teros di Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur terdapat masalah yang dihadapi adalah ketiadaan peta administrasi dan tematik yang memadai untuk mendukung perencanaan dan pengelolaan wilayah desa secara efektif. Tujuan pengabdian ini adalah mendampingi pembuatan peta administrasi dan tematik sebagai basis data spasial yang akurat bagi pembangunan desa. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan melibatkan perangkat desa dan masyarakat dalam pembuatan peta menggunakan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) dan citra satelit. Hasil pengabdian menunjukkan terciptanya peta desa yang valid dan informatif, serta peningkatan kapasitas perangkat desa dalam pegunaan data spasial untuk perencanaan dan pengambilan keputusan. Kesimpulan menyatakan bahwa pendampingan pembuatan peta memberikan kontribusi penting bagi pengelolaan sumber daya desa yang lebih terstruktur, partisipatif, dan transparan.
The Analisis Pemanfaatan Air Di Pit Lake Sebagai Cadangan Air Bersih Di Desa Sejahtera Mulia Provinsi Kalimantan Selatan: Utilization Analysis of Pit Lake Water as a Clean Water Reserve in Sejahtera Mulia Village, South Kalimantan Province Fitriawan, Erwin Rangga; Apiana, Apiana; Matrani, Bedy Fara aga; Wijaya, Arif; Ariyanto, Ariyanto
Jurnal Ilmiah Giga Vol 28 No 2 (2025): Volume 28 Edisi 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jig.v28i2.4274

Abstract

Pertambangan meninggalkan lubang bekas tambang tidak dilakukanya backfilling dengan luasan 78,5 Ha, kedalaman 20 m, elevasi -110 mdpl. Pit lake yang terbuka menjadi reservoir dari hujan dan air limpasan. Pit lake dapat dimanfaatkan sebagai cadangan air bersih bagi masyarakat. Penelitian ini menganalisis kuantitas air, kualitas air di pit lake. Penelitian ini menggunakan metode simulasi Mock untuk mengetahui neraca air dan kualitas air menggunakan metode storet dan metode (pollution load index). Water balance menjadi acuan air masuk dan keluar. penelitian ini air pit lake digunakan sebagai cadangan air bersih. Hasil perhitungan debit run off tertinggi terjadi dibulan Juni sebesar 0,20 m3/s presipitasi dibulan Juni sebesar 383.26 mm/bulan, sedangkan untuk debit run off terendah dibulan Januari sebesar 0,07 m3/s nilai presipitasi 204,61 mm/bulan. Volume air yang menetap pada lubang bekas tambang sebesar 1,629,295.25 m3. Hasil analisis water balance volume air masuk lebih besar dari volume air keluar. Agustus sampai Oktober volume air keluar lebih besar dari air masuk, tidak berpotensi defisit air pit lake. Status mutu air dengan metode storet menunjukkan air di lubang bekas tambang tidak tercemar sesuai PP No 22 Tahun 2021. Kebutuhan air bersih Desa Sejahtera Mulia sebesar 6.048 liter/detik untuk domestic dan non domestic 1.042 liter/hari
Peningkatan literasi kimia lingkungan melalui edukasi paparan debu mineral pada pekerja tambang batuan Erni Yustissiani; Alpiana Alpiana; Hady Rasikhun; Bedy Fara Aga Matrani; Arif Wijaya; Ariyanto Ariyanto; Erwin Rangga Fitriawa; M Fathin Firaz; Nurul Hidayati; Anwar Efendy; Ringgi Puteri Samengasbumi; Rugaya Rugaya
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.40225

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kimia lingkungan pada pekerja tambang batuan terkait bahaya paparan debu mineral. Kegiatan dilaksanakan di Desa Perampuan dengan melibatkan 17 peserta yang dipilih secara purposive berdasarkan tingkat keterlibatan dalam aktivitas penambangan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis edukasi kontekstual melalui tahapan persiapan, implementasi, dan evaluasi. Kegiatan edukasi dilakukan melalui penyuluhan interaktif dan diskusi partisipatif yang disertai dengan arahan penggunaan masker sebagai upaya sederhana dalam mengurangi paparan debu. Evaluasi dilakukan menggunakan desain one-group pre-test post-test dan dianalisis menggunakan indeks N-Gain. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata peserta dari pre-test ke post-test dengan nilai N-Gain sebesar 0,65 yang termasuk kategori sedang. Secara kualitatif, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesadaran terhadap bahaya debu mineral serta pentingnya penggunaan masker saat bekerja. Dengan demikian, kegiatan edukasi yang dilakukan terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kimia lingkungan dan mendorong perubahan perilaku menuju praktik kerja yang lebih aman. Kata kunci: literasi kimia lingkungan; debu mineral; N-Gain; edukasi kontekstual. Abstract This community service activity aimed to improve environmental chemistry literacy among stone mining workers regarding the hazards of mineral dust exposure. The activity was conducted in Perampuan Village involving 17 participants selected purposively based on their involvement in mining activities. The method used was a participatory approach based on contextual education through preparation, implementation, and evaluation stages. Educational activities were carried out through interactive lectures and participatory discussions accompanied by guidance on mask usage as a simple measure to reduce dust exposure. Evaluation was conducted using a one-group pre-test post-test design and analyzed using the N-Gain index. The results showed an increase in participants’ average scores from pre-test to post-test with an N-Gain value of 0.65, categorized as moderate. Qualitatively, participants demonstrated improved understanding and awareness of mineral dust hazards and the importance of wearing masks during work. Therefore, the educational activity was effective in improving environmental chemistry literacy and encouraging safer work practices. Keywords: environmental chemistry literacy; mineral dust; N-Gain; contextual education. 
IDENTIFIKASI SEBARAN PENAMBANG RAKYAT DAN POTENSI RESIKO K3 DAN LINGKUNGAN DALAM PENYIAPAN PENGELOLAAN WILAYAH PERTAMBANGAN RAKYAT Diah Rahmawati; Bedy Fara Aga Matrani; Alpiana Alpiana; Joni Safaat Adiansyah
Jurnal Planoearth Vol 9, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpe.v9i2.10142

Abstract

Abstrak: Kegiatan Pertambangan rakyat yang dilakukan di Kecamatan Sekotong telah menimbulkan dampak positif maupun negative. Sehingga Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat berupaya untuk menertibkannya dengan menjadikan Kecamatan Sekotong sebagai salah satu Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). Dalam hal untuk mendukung hal tersebut penelitian ini dilakukan dengan tujuan: 1) Untuk mengidentifikasi sebaran pertambangan rakyat di Desa Pelangan, Kecamatan Sekotong, 2) Untuk mengidentifikasi Tata kelola pertambangan rakyat dari aspek K3-KO dan lingkungan sesuai konsep kaidah pertambangan yang baik, 3) Untuk melakukan analisa kesesuaian kegiatan pertambangan rakyat dengan konsep kaidah pertambangan yang baik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan purposive sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif (tabulasi) dan disajikan dalam bentuk grafik. Tata Kelola pertambangan yang dilakukan masyarakat Desa Pelangan dari aspek K3-KO dan lingkungan sebagai berikut: 41% tidak selalu menggunakan APD dalam melakukan penambangan, 50% disebakan karena masyarakat belum mengetahui fungsi dan manfaat penggunaan APD. Hal ini mengakibatkan masih terjadinya kecelakaan kerja (41%)dengan tingkatan cedera ringan 93%, cedera berat 7%. Penyebab kecelakaan kerja Sebagian besar disebabkan karena perilaku tidak hati-hati (55,55%) dan tidak menggunakan APD(27,8%). Sering terjadi ambrukan/longsor di lokasi tambang akibat tidak ada penyanggaan di lubang tambang, lubang tambang cenderung ditinggalkan begitu saja setelah tidak digunakan, dan limbah hasil pengolahan (tailing) belum dimanfaatkan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan/rekomendasi saat Wilayah Pertambangan Rakyat dan Izin Pertambangan Rakyat telah diperoleh.Abstract: People's mining activities in Sekotong District have had both positive and negative impacts. So that the West Nusa Tenggara Provincial Government is trying to put it in order by making Sekotong District one of the People's Mining Areas (WPR). In order to support this, this research was conducted with the following objectives: 1) To identify the distribution of community mining in Pelangan Village,Sekotong District, 2) To identify community mining governance from the K3-KO and environmental aspects according to the concept of good mining practice, 3) To conduct analysis conformity of community mining activities with the concept of good mining practice, the research method used is a survey method with purposive sampling. Data analysis was done descriptively (tabulation) and presented in graphical form. Mining governance carried out by the people of Pelangan Village from the K3-KO and environmental aspects is as follows: 41% do not always use Personal Protective Equipment (PPE) in mining, 50% is caused because the community does not know the functions and benefits of using PPE. This resulted in the occurrence of work accidents (41%) with a light injury rate of 93%, and a serious injury 7%. The causes of work accidents are mostly caused by careless behavior (55.55%) and not using PPE (27.8%). There are frequent collapses/landslides at the mine site due to the absence of support in the mine pit, mining pits tend to be abandoned after not being used, and tailings has not been utilized. The results of this study are expected to provide input/recommendations when the People's Mining Area and People's Mining Permit have been obtained. 
Analisis Eksplorasi Potensi Estimasi sumber Daya dan Cadangan Batuan Andesit di Lombok Timur Menggunakan Metode Cross Section Erwin Rangga Fitriawan; Ariyanto Ariyanto; Bedy Fara Aga Matrani; Alpiana Alpiana; Fadli Fadli; Rugaya Rugaya; Muhammad Fathin Firaz
Jurnal Pertambangan dan Lingkungan Vol 7, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpl.v7i1.40826

Abstract

. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik geologi, mengidentifikasi sebaran endapan mineral, serta mengevaluasi potensi sumber daya sebagai dasar dalam perencanaan kegiatan penambangan. Tahapan penelitian meliputi pemetaan geologi, interpretasi data pemboran, korelasi lapisan mineral, pemodelan geologi tiga dimensi, dan estimasi sumber daya menggunakan metode cross section. Metode ini dipilih karena mampu merepresentasikan variasi geometri tubuh mineral berdasarkan penampang melintang sehingga menghasilkan estimasi volume dan tonase yang lebih representatif. Pemodelan geologi dilakukan untuk menggambarkan bentuk, ketebalan, kontinuitas, dan penyebaran endapan mineral, sedangkan perhitungan sumber daya dilakukan berdasarkan luas penampang, jarak antarpenampang, berat jenis material, serta parameter geologi yang diperoleh dari hasil eksplorasi. Hasil penelitian memberikan informasi mengenai karakteristik endapan, model geologi, estimasi volume dan tonase sumber daya, serta tingkat kelayakan awal untuk pengembangan kegiatan penambangan. Informasi tersebut menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan investasi, penyusunan desain tambang, perencanaan produksi, evaluasi keekonomian, serta pengembangan strategi operasional yang efektif dan berkelanjutan. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan tingkat kepercayaan terhadap estimasi sumber daya dan mendukung perencanaan penambangan yang lebih optimal, efisien, dan sesuai dengan kondisi geologi daerah penelitian.
Design and Scheduling of Sand Quarry Mining at CV Damian Group, Wanasaba District, East Lombok Bedy Fara Aga Matrani; Alpiana; Erwin Rangga Fitriawan
Jurnal TAMBORA Vol 9 No 3 (2025): EDISI 26
Publisher : Wakil Rektor 3, Direktorat Riset, Publikasi dan Inovasi, Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/tambora.v9i3.6825

Abstract

Pasir di Provinsi Nusa Tenggara Barat memiliki potensi yang besar, salah satunya di Desa Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur. CV Damian Group merencanakan kegiatan pertambangan batuan komoditas pasir dengan luas WIUP 1,57 Ha pada daerah tersebut. Pada kegiatan eksplorasi di wilayah izin usaha pertambangan komoditas pasir CV Damian Group mendapatkan hasil perhitungan cadangan terbukti yaitu 379.505,088 ton. Kegiatan produksi dijadwalkan rata-rata 312 hari/tahun dengan total 6 hari kerja/minggu. Rencana target produksi penambangan pada CV Damian Group adalah 49.920 m³/tahun atau 160 m³/hari dengan asumsi bahwa kapasitas muat per ritase dump truck sebesar 4 m³. Luas bukaan lahan tambang adalah 1,17 Ha dengan jumlah jenjang yang terbentuk berjumlah 4 jenjang dengan cadangan tertambang sebesar 210.836,16 m³. Berdasarkan hasil perhitungan produktivitas alat mekanis mendapatkan hasil yaitu 355 LCM/Hari dimana target produksi yang akan dilakukan untuk perharinya yaitu 160 m³/hari maka hasil produktivitas yang dihasilkan adalah 0,45 maka, alat yang dibutuhkan untuk dapat menambang dengan target tersebut yaitu 1.