Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM TATA KELOLA KAWASAN PARIWISATA PADA BADAN PROMOSI DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA Muhammad Ali; Amil Amil; Zulhadi Zulhadi
Jurnal Ulul Albab Vol 22, No 1 (2018): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.636 KB) | DOI: 10.31764/jua.v22i1.579

Abstract

Abstrak: Sektor pariwsata beberapa dekade terakhir mampu menyumbang pendapatan yang besar terhadap pemasukan kas negara.  Dengan berlakunya desentralisasi secara merata di setiap daerah-daerah di Indonesia sehingga daerah diberikan keleluasaan untuk mengurus  rumah tangganya sendiri termasuk dalam tata kelola sektor pariwisata. Lombok Utara merupakan salah satu daerah yang saat ini mengalami perubahan dari sektor pariwisata yang sangat menjanjikan untuk peningkatan PAD dan kesejahteraan masyarakat. Metode yang digunakan dalam  penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan tehnik pengumpulan data mengunakan, wawancara, observasi, studi literatur dan dokumentasi. Dari hasil penelitian menunjukan  bahwa: Implementasi kebijakan Kollaboratif Governance dalam tata kelola kawasan pariwisata  pada Badan promosi pariwisata daerah mampu memberikan kontribusi yang besar terhadap pengembangan dan kemajuan sektor pariwisata di daerah, kondisi ini dilihat dari jumlah kunjungan dan tamu yang datang dan menginap di hotel yang berkelas hingga hotel kelas melati di Lombok Utara dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan yang drastis, pada tahun 2008 sebesar  64.374 dan pada tahun 2014 sebesar  503.341 kunjungan. Pemberian otonomi kepada Badan Promisi Pariwisata Daerah  untuk melakukan promosi pariwisata di daerah sudah sesuai dengan harapan yaitu mampu mengembangkan dan memajukan pariwisata untuk kesejahteraan masyarakat. Salah satu  kewenangan tersebut diatur di dalam ketentuan undang-undang No. Tahun 2009  tentang  kepariwisataan. Seperti Badan Promosi  Daerah mempunyai tugas untuk meningkatkan citra kepariwisataan di Kabupaten Lombok Utara, meningkatkan jumlah  kunjungan  wisatawan  mancanegara  dan penerimaan devisa serta melakukan  pengalangan dana selain dari APBD. Kedudukan  dari  Badan Promosi Pariwisata Daerah adalah sebagai mitra  kerja pemerintah daerah dalam menyusun  dan menetapkan kebijakan strategis  promosi pariwisata antara pemerintah pusat dan daerah serta melakukan koordinasi disektor pariwisata.Kata Kunci: Kebijakan; Collaboratif Governace; Sosial ekonomi
EFEKTIFITAS PELAKSANAAN FUNGSI LEGISLASI BADAN PERMUSYARAWATAN DESA (BPD) BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2016 TENTANG DESA (Studi Kasus Di Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara) Asmayandi Asmayandi; Zulhadi Zulhadi; Tri Laksono Kurniawan
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 8: Januari 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v2i8.4619

Abstract

Badan Permusyawaratan Desa menurut Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 yang disingkat BPD atau yang disebut dengan nama lain adalah lembaga yang melaksanakan fungsi pemerintahan yang anggotanya merupakan wakil dari penduduk Desa berdasarkan pemerintahan desa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah pertama, Bagaimana efektifitas pelaksanaan fungsi Legislasi Badan Permusyarawatan Desa berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2016 Tentang Desa? Dan kedua, Apakah faktor yang mempengaruhi efektifitas pelaksanaan fungsi Legislasi Badan Permusyarawatan Desa berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2016 Tentang Desa (Studi Kasus Di Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara)? Hasil penelitian yang dilakukan penulis menunjukkan bawha pertama, Ketidak-efektivan fungsi legislasi BPD Sigar Penjalin dapat dinilai dari minimnya peraturan desa yang diproduk oleh Lembaga BPD sendiri, oleh karena, dari beberapa peraturan desa yang dibentuk berdasarkan data di atas, adalah kebanyakan peraturan desa yang sifatnya reguler yaitu peraturan yang merupakan inisiatif dari Kepala Desa. Dari 15 (lima belas) jumlah peraturan desa di atas, hanya sekitar 5 (lima) (sekitar 33%) peraturan desa yang dibentuk dari inisiatif BPD. Kedua, Terhadap kedtidakefektivan jalannya tugas funsgi BPD Desa Sigar penjalin, terdapat dua factor yang mempengaruhi, yaitu pertama factor internal, yaitu Keterbatasan Sumber Daya Manusia para anggota BPD; dan Konflik interest yang terjadi antara BPD dan Pemerintah Desa. Kedua factor eksternal, yaitu: Anggaran/Finansial, Ketergantungan perangkat desa, Rendahnya komitmen serta kesadaran yang dimiliki terutama dari pihak perangkat desa, Kurangnya antisipasi terhadap perkembangan masyarakat, dan Pihak pemerintah desa yang dirasakan kurang transparan.
Pelatihan Keterampilan Dasar Komputer dan Teknologi Informasi Bagi Perangkat Desa se-Kecamatan Gangga Sandi Justitia Putra; Zulhadi Zulhadi
Bakti Sekawan : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2021): Desember
Publisher : Puslitbang Sekawan Institute Nusa Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.653 KB) | DOI: 10.35746/bakwan.v1i2.180

Abstract

Basic Computer Skills and Information Technology Training for Village Apparatus in Gangga Subdistrict, North Lombok Regency. Community Service (PkM) is an effort by a service team to contribute science and technology to the community. Based on this, the team submitted a proposal for PkM activities in Gangga District, North Lombok Regency. The purpose of this PkM is to provide basic computer skills and information technology training to village officials throughout the Gangga District. This training is expected to provide provisions for village officials about the benefits of computers and information technology (internet), especially in terms of developing knowledge and solving problems related to administrative work of village officials. The output target of this activity is that the training participants are equipped in terms of operating computers, can use computers and the internet to solve various problems encountered, and can improve the quality of service to stakeholders, especially in terms of effectiveness and efficiency in various fields.
STRATEGI BAWASLU KABUPATEN LOMBOK UTARA DALAM MENCEGAH PELANGGARAN NETRALITAS APARATUR SIPIL NEGARA PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH TAHUN 2020 MASDIYANTO MASDIYANTO; SANDI JUSTITIA PUTRA; ISMI ARIFIANA RAHMANDARI; DENDA DEVI SARAH MANDINI; ZULHADI ZULHADI; YANI ROSITA SARLAN
GANEC SWARA Vol 18, No 4 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Mahasaraswati K. Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35327/gara.v18i4.1231

Abstract

This study aims to determine the strategy of the North Lombok Regency General Election Supervisory Body in preventing violations of the neutrality of the State Civil Apparatus. Where in its prevention, the North Lombok Regency Bawaslu makes prevention efforts that have special attention to the State Civil Apparatus in the North Lombok Regency environment. This study was conducted on the strategy or prevention efforts carried out by the North Lombok Regency General Election Supervisory Body using data analysis then narrated, sourced from interview activities, observations, document excavations. The strategies used by the North Lombok Regency General Election Supervisory Body are in the form of Appeals, coordination, socialization, supervision villages and utilization of social media. That the North Lombok Regency General Election Supervisory Body has maximized prevention of violations of the neutrality of the State Civil Apparatus in North Lombok Regency. Potentials have been mapped and prevention strategies have been prepared in supervising the 2020 Regional Head Election in North Lombok Regency. This study found a strategy in preventing violations of the neutrality of the State Civil Apparatus based on hierarchical instructions and initiatives from the North Lombok Regency General Election Supervisory Body
LOKAKARYA PENULISAN CERPEN SEBAGAI MEDIA PENGEMBANGAN EKSPRESI DIRI DAN LITERASI SASTRA PELAJAR SMA/MA DI KABUPATEN LOMBOK UTARA Sandi Justitia Putra; Denda Devi Sarah Mandini; Arya Ananta Wijaya; Lalu Ahmad Rahmat; Ismi Arifiana Rahmandari; Yani Rosita Sarlan; Titin Titawati; Anisa Purwa Ningrum; Anis Sujudi; Zulhadi Zulhadi; Rit Arisandy; Sumanjayadi Sumanjayadi
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i2.39417

Abstract

Abstrak: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi sastra serta mengembangkan ekspresi diri pelajar SMA/MA melalui lokakarya penulisan cerpen. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 6 Oktober 2025 di Aula Kantor Desa Bentek, Kabupaten Lombok Utara, oleh tim pengabdian dari Universitas 45 Mataram bekerja sama dengan Rumah Budaya Kembang Rampe Sammira. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, praktik menulis cerpen, serta pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap struktur dan teknik penulisan cerpen, serta meningkatnya kepercayaan diri dalam mengekspresikan ide melalui karya sastra. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya minat literasi di kalangan pelajar. Dengan demikian, lokakarya penulisan cerpen efektif sebagai media pengembangan literasi sastra dan ekspresi diri generasi muda.Abstract: This Community Service (PKM) activity aims to improve literary literacy skills and develop self-expression of high school/Islamic high school students through a short story writing workshop. The activity was carried out on October 6, 2025, at the Bentek Village Office Hall, North Lombok Regency, by a community service team from Universitas 45 Mataram in collaboration with Rumah Budaya Kembang Rampe Sammira. The methods used included material delivery, interactive discussions, short story writing practice, and mentoring. The results of the activity showed an increase in participants' understanding of the structure and techniques of short story writing, as well as increased self-confidence in expressing ideas through literary works. In addition, this activity also encouraged the growth of literacy interest among students. Thus, the short story writing workshop is effective as a medium for developing literary literacy and self-expression for the younger generation.