Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Kearifan Lokal Pusat Pertanian Terintegrasi “Satnite” Sebagai Usaha Pemberdayaan Masyarakat Saribaye Lombok Barat Dian Eka Mayasari; Ilmiawan Ilmiawan; Ahmad Afandi; Rosada Rosada
Jurnal Artefak Vol 9, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.934 KB) | DOI: 10.25157/ja.v9i2.8797

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi implementasi pendidikan yang dilakukan oleh sekelompok komunitas petani milineal melalui Satnite “Pusat Pertanian Terintegrasi” di masyarakat yang diwujudkan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. Secara umum tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi dan pengembangan inovasi pemberdayaan masyarakat melalui Satnite “Pusat Pertanian Terintegrasi”. Metode penelitian menggunakan studi kasus. Teknik pengumpulan data diperoleh secara langsung dengan observasi, wawancara dan dokumentasi.  Adapun hasil penelitian ini adalah; 1) Strategi pemberdayaan masyarakat melalui Satnite “Pusat Pertanian Terintegrasi” memiliki sasaran pemberdayaan yaitu masyarakat Saribaye Lombok Barat yang bertujuan mengajak masyarakat dalam pengembangan dan pemanfaatan potensi SDA Saribaye, menghasilkan produk kreatif yang bertujuan mengangkat produk-produk lokal unggulan Saribaye yang dikemas disektor bisnis, pengembangan dibidang pertanian, peternakan, perikanan, agrowisata dan wisata budaya. Strategi pemberdayaan dilakukan dengan meningkatkan kapasitas individu dan kelompok dalam partisipasi menciptakan produk dan nilai -nilai keanekaragaman serta lingkungan yang kondusif. 2) Pengembangan inovasi dalam pemberdayaan masyarakat menumbuhkan jiwa kreatif dan inovatif oleh para penggiat UKM, mitra dan komunitas masyarakat dalam mengembangkan wirausaha kreatif berbasis kearifan lokal di Saribaye.
Sosialisasi manajemen berbasis sekolah dan supervisi pendidikan pondok pesantren Assohwah Al-Islamiyah Gerung Lombok Barat Rosada Rosada; Muaini Muaini; Ahmad Afandi; Putri Maya Masyitah; Dian Eka Mayasari; Ilmiawan Ilmiawan; Sukuriady Sukuriady
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26029

Abstract

Abstrak Sosialisasi Manajemen Berbasis Sekolah dan Supervisi Pendidikan dilaksanakan bertujuan untuk membantu pimpinan yayasan, kepala sekolah, guru, dan mahasiswa  pendidikan sejarah dalam mengembangkan pengelolaan sekolah dan Pondok Pesantren. Mempersiapkan dan pelaksanaan kegiatan untuk mewujudkan solusi yang ditawarkan dilaksanakan secara bersama anggota tim pengusul dengan mitra. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan di Sekolah MTs- IT Pondok Pesantren Assohwah Al-Islamiyah Gerung Lombok Barat. Pelaksanaan kegiatan diadakan  pada tanggal 09 Juli 2024,  selama 1 hari yang dihadiri oleh 25 orang yang dihadiri oleh pimpinan yayasan, kepala sekolah, guru dan mahasiswa pendidikan sejarah. Pembahasan materi yang disampaikan bermanfaat untuk mengingkatkan kembali menajemen berbasis sekolah dan pengelolaan sekolah yang lebih baik.  Kegiatan dapat peningkatan mutu pelayanan pendidikan di sekolah dan pimpinan yayasan dan kepala sekolah perlu memperhatikan unsur pengelola pendidikan untuk menentukan kemajuan sekolah. Kata Kunci:  sosialisasi manajemen; supervisi pendidikan; Assohwah Al-Islamiyah AbstractThe Socialization of School-Based Management and Educational Supervision was a resounding success. It helped foundation leaders, principals, teachers, and history education students develop school management and Islamic boarding schools.The proposing team and partners collaboratively prepared and implemented activities to realize the offered solutions. These activities were implemented at the MTs-IT School of Assohwah Al-Islamiyah Islamic Boarding School in Gerung, West Lombok. The event took place on July 9, 2024, spanning a single day, and was attended by 25 individuals, including foundation leaders, principals, teachers, and history education students.The discussion of the material presented proved to be invaluable in enhancing school-based management and improving the quality of education services in schools. It is imperative for foundation leaders and school principals to prioritize the elements of education management to effectively assess school progress. Keywords: management socialization; education supervision; Assohwah Al-Islamiyah
Penyuluhan pendidikan lingkungan hidup kawasan ekonomi khusus mandalika Lombok Tengah Muaini Muaini; Rosada Rosada; Ahmad Afandi; Putri Maya Masyitah; Dian Eka Mayasari; Ilmiawan Mubin; Syukuriadi Syukuriadi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26147

Abstract

AbstractEnvironmental education consulting to the community aims to help the community in the tourist area by educating the importance of protecting the surrounding environment. Each individual must have a sense of responsibility for the environment and a caring attitude to protect the environment. The purpose of this activity is to increase the community's knowledge and insight in clean and healthy environmental awareness education. The level of awareness and community participation in the field of environmental protection is quite high, but the level of awareness still needs to be increased so that it can continuously influence knowledge and behavior and encourage widespread activity or real action in an effort to keep the environment clean. The method used to achieve the goals and objectives that have been set is by conducting training and counseling activities that are expected to be useful for the community and tourism managers. The results of the consultation activities can provide insights into science, understanding how to maintain the surrounding environment in the tourist area and preserve the surrounding natural environment from the impact of tourism development. The community enthusiastically participated in the extension activities in Sade Rembitan Village, Pujut District, Central Lombok Regency.  Keywords: environmental education; special economic zones.   AbstrakPenyuluhan pendidikan lingkungan hidup kepada masyarakat bertujuan untuk membantu masyarakat dikawasan wisata dengan mengidukasi pentingnya menjaga lingkungan sekitar. Setiap individu harus memiliki rasa tanggung jawab  terhadap lingkungan dan sikap peduli untuk menjaga  lingkungan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk  meningkatkan  pengetahuan dan wawasan masyarakat mengenai pendidikan penyadaran lingkungan bersih da sehat. Tingkat kependulian dan peran serta masyarakat dalam bidang pelestarian lingkungan sudah cukup tinggi, tetapi tingkat kependulian  tersebut masih perlu ditingkatkan sehingga dapat mempengaruhi pengetahuan  dan perilaku secara terus menerus serta mendorong aktivitas atau tindakan nayata secara meluas dalam usaha menjaga kebersihan lingkungan. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan dan targetyang telah ditetapkan adalah dengan cara melaksanakan pelatihan dan penyuluhan yang diharapkan berguna bagi masyarakat dan pengelola wisata. Hasil dari kegiatan penyuluhan dapat memberikan wawasan ilmu pengetahuan, pemahaman cara menjaga lingkungan sekitar yang berada di kawasan wisata  dan menjaga lingkungan alam sekitar dari dampak perkembangan pariwisata. Masyarakat antusias mengikuti  kegiatan penyuluhan di Sade Desa Rembitan Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah.  Kata kunci: pendidikan lingkungan hidup; kawasan ekonomi khusus.  
Edukasi pengenalan sejarah lokal rumah adat langgar tua Karang Bayan dan pura lingsar di Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat Ilmiawan Ilmiawan; Muaini Muaini; Rosada Rosada; Ahmad Afandi; Putri Maya Masyitah; Dian Eka Mayasari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27735

Abstract

AbstrakEdukasi Pengenalan Sejarah Lokal Rumah Adat Langgar Tua Karang Bayan dan Pura Lingsar kepada mahasiswa pendidikan sejarah bertujuan  untuk  membantu masyarakat mempromosikan keberadaan peninggalan atau warisan sejarah sejarah lokal dan mengkaji secara mendalam bentuk struktur, fungsi dan makna yang terkandung di dalam nilai-nilai filosofis.  Setiap masyarakat harus memiliki rasa tanggung jawab  terhadap warisan budaya dan sikap peduli untuk melestarikan cakar budaya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk  meningkatkan  pengetahuan dan wawasan mahasiswa dan masyarakat mengenai pelestarian cakar budaya. Tingkat kependulian dan peran serta masyarakat dalam bidang pelestarian cakar budaya sudah cukup tinggi, tetapi tingkat kependulian  tersebut masih perlu ditingkatkan sehingga dapat mempengaruhi pengetahuan  dan perilaku secara terus menerus serta mendorong aktivitas atau tindakan nayata secara meluas dalam usaha melindungi  cakar budaya. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan dan targetyang telah ditetapkan adalah dengan cara melaksanakan observasi ketempat warisan budaya  budaya  dan mempelajari sejarah dan makna yang terkandung di dalamnya Hasil dari kegiatan edukasi pengenalan tempat sejarah lokal sebagai cakar budaya dapat memberikan wawasan ilmu pengetahuan, memahami sejarah, fungsi dan makna warisan budaya. Masyarakat dan mahasiswa sejarah antusias mengikuti  kegiatan pengenalan sejarah lokal Rumah Adat Langgar tua desa Karang Bayan dan Pura Linsar Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat.  Kata kunci: Pengenalan sejarah lokal; rumah adat langgar tua; pura lingsar.    AbstractLocal History Introduction Education of the Old Langgar Karang Bayan Customary House and Lingsar Temple to history education students aims to help the community promote the existence of local historical heritage or historical heritage and examine in depth the form of structure, function and meaning contained in philosophical values.  Every community must have a sense of responsibility for cultural heritage and a caring attitude to preserve cultural claws. The purpose of this activity is to increase the knowledge and understanding of students and the community regarding the preservation of cultural heritage. The level of concern and community participation in the field of cultural claw preservation is quite high, but the level of concern still needs to be increased so that it can influence knowledge and behavior continuously and encourage activities or nayata actions widely in an effort to protect cultural claws. The method used to achieve the goals and objectives that have been set is by conducting observations to the place of cultural heritage and studying the history and meaning contained in it. The results of the educational activities of introducing local historical places as cultural claws can provide insights into science, understanding the history, function and meaning of cultural heritage. The community and history students enthusiastically participated in the introduction of local history of the old Langgar traditional house in Karang Bayan village and Linsar Temple, Lingsar district, West Lombok Regency.  Keywords: introduction to local history; old langgar traditional house; lingsar temple.   
Peningkatan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat pesisir di lingkungan Pondok Prasi, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram Ilmiawan Ilmiawan; Putri Maya Masyitah; Muaini Muaini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35274

Abstract

AbstrakPengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi dan pemberdayaan ibu-ibu nelayan di Lingkungan Pondok Prasi, Kelurahan Ampenan, Kecamatan Bintaro, Kota Mataram. Metode yang dilakukan yakni pembentukan kelompok, pelatihan dan pendampingan mitra dalam hal produksi, manajemen kelompok dan pemasaran hasil produksi. Hasil menunjukan bahwa mitra pengabdian yang tergabung dalam kelompok Usaha Mandiri Pondok Prasi (PONSI) memiliki produk usaha dengan kualitas yang bagus seperti dendeng lanter dan abon ikan tongkol. Produk ini kemudian dikemas dalam bentuk kemasan layak jual dan dipasarkan ke beberapa mitra yang bekerjasama dengan lembaga Universitas Muhammadiyah Mataram. Pengabdian ini merupakan hibah tunggal dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia tahun anggaran 2025. Kata kunci:  Peningkatan ekonomi; pemberdayaan masyarakat; ibu-ibu nelayan; Pondok Prasi; Kota Mataram AbstractThis community service program aims to improve the economy and empower fisherwomen in the Pondok Prasi neighborhood, Ampenan Village, Bintaro District, Mataram City. The methods used include forming groups, providing training and assistance to partners in production, group management, and marketing of products. The results show that the community service partners who are members of the Pondok Prasi Independent Business Group (PONSI) have high-quality products such as dendeng lanter and abon ikan tongkol. These products are then packaged in marketable packaging and marketed to several partners who collaborate with the Muhammadiyah University of Mataram. This community service project is a single grant from the Ministry of Higher Education, Science, and Technology of the Republic of Indonesia for the 2025 fiscal year. Keywords:  economic improvement; community empowerment; fisherwomen; Pondok Prasi; Mataram City
Fostering Critical Thinking Skills through Project-Based Learning and Learning Motivation in Local History Education Ilmiawan; Anas Mundandar; Dian Eka Mayasari Sri Wahyuni
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jp2.v9i1.109564

Abstract

Developing students' critical thinking skills remains a major challenge in higher education history learning, particularly due to the dominance of teacher-centered instruction and limited attention to learning motivation. This condition results in superficial understanding and low levels of higher-order cognitive engagement. Therefore, this study aims to analyze and evaluate the contribution of Project-Based Learning (PjBL) and learning motivation to the enhancement of students’ critical thinking skills in local history education. The study involved 71 undergraduate students enrolled in a history education program. Data were collected through critical thinking skills tests, learning motivation questionnaires, and classroom observation sheets to examine the implementation of PjBL. All instruments were validated by experts prior to use. Data analysis was conducted using descriptive statistics and inferential analysis, including paired samples t-test, independent samples t-test, Mixed Between-Within ANOVA, and linear regression analysis. The results indicate a significant improvement in students’ critical thinking skills after the implementation of PjBL, with students in the project-based learning group demonstrating substantially higher gains than those in conventional learning settings. Furthermore, learning motivation was found to make a significant contribution to students’ critical thinking performance, confirming its complementary role in strengthening learning outcomes. In conclusion, integrating Project-Based Learning with learning motivation effectively fosters students’ critical thinking skills. These findings imply that educators should design learning environments that combine authentic projects with motivational support to promote higher-order thinking in history education.
IMPLEMENTING GAMIFICATION WITH THE PEACEGEN APPLICATION TO ENHANCE STUDENT ENGAGEMENT AND MOTIVATION IN CLASS VII A AT SMPN 1 LABUAPI, WEST LOMBOK: AN ACTION RESEARCH STUDY Anggoro Eko Prasetyo; Ilmiawan Mubin; Ahmad Anshori; Rukmini Rukmini
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan Vol 18, No 2 (2023): Jurnal PKn Progresif Volume 18 Nomor 2 Desember 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/pknp.v18i2.85645

Abstract

Abstract "This classroom action research (CAR) aims to implement gamification strategy using PeaceGen application to enhance the students' learning activity and motivation in 7th grade class A at SMPN 1 Labuapi, West Lombok. The study was conducted for two cycles, involving 30 students as research subjects. The data on students' learning activity and motivation were collected through classroom observation, field notes, and interviews. The results indicate that the implementation of gamification strategy using PeaceGen application can improve the students' learning activity and motivation. In the second cycle, the students' learning activity and motivation significantly increased compared to the previous cycle. Therefore, gamification strategy with PeaceGen application can be an effective alternative method to enhance the students' learning activity and motivation in 7th grade class A at SMPN 1 Labuapi, West Lombok."Keywords: gamification, PeaceGen, student engagement, student motivation, action researchAbstrakPenelitian tindakan kelas (PTK) ini bertujuan untuk menerapkan strategi gamifikasi dengan menggunakan aplikasi PeaceGen untuk meningkatkan keaktifan dan motivasi belajar siswa di kelas VII A SMPN 1 Labuapi, Lombok Barat. Penelitian ini dilakukan selama dua siklus dengan melibatkan 30 siswa sebagai subjek penelitian. Data keaktifan dan motivasi belajar siswa dikumpulkan menggunakan observasi kelas, catatan lapangan, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi gamifikasi menggunakan aplikasi PeaceGen dapat meningkatkan keaktifan dan motivasi belajar siswa. Pada siklus kedua, keaktifan dan motivasi belajar siswa meningkat secara signifikan dibandingkan dengan siklus sebelumnya. Oleh karena itu, strategi gamifikasi dengan aplikasi PeaceGen dapat menjadi alternatif metode yang efektif untuk meningkatkan keaktifan dan motivasi belajar siswa di kelas VII A SMPN 1 Labuapi, Lombok Barat.Kata Kunci gamification, PeaceGen, student engagement, student motivation, action research
MENANAMKAN NILAI-NILAI KEBANGSAAN MELALUI EDUKASI SEJARAH KEPADA GENERASI MUDA PADA SISWA MTS DAN MA DARUL MUJAHIDIN NW SUWANGI, KEC. SAKRA, KAB. LOMBOK TIMUR Ilmiawan Ilmiawan; Dian Eka Mayasari Sriwahyuni; Muhammad Saoki; Johanshah Johanshah; Muhammad Izam Hari
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.35575

Abstract

ABSTRAK                                                                            Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menanamkan dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan pada generasi muda melalui edukasi sejarah di MTs dan MA Darul Mujahidin NW Suwangi. Program ini dilatarbelakangi oleh melemahnya semangat nasionalisme di kalangan siswa akibat pengaruh globalisasi, perkembangan media digital, serta rendahnya pemahaman terhadap sejarah perjuangan bangsa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang dilaksanakan melalui empat tahapan kegiatan, yaitu diskusi tematik, pemutaran film sejarah, permainan edukatif, dan kunjungan ke tempat bersejarah. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan angket sikap nasionalisme, lembar observasi partisipasi siswa, refleksi tertulis, serta pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman sejarah. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata pemahaman sejarah siswa dari 61,4 pada pre-test menjadi 82,7 pada post-test, dengan persentase peningkatan sebesar 34,7%. Selain itu, hasil observasi menunjukkan peningkatan partisipasi aktif siswa dari kategori sedang menjadi tinggi, serta penguatan sikap nasionalisme berdasarkan angket dan refleksi tertulis siswa. Kegiatan ini juga memperkuat kerja sama antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan Islam dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Edukasi sejarah terbukti efektif sebagai sarana pembentukan karakter generasi muda yang beridentitas nasional, religius, dan berwawasan sejarah. Kegiatan ini diharapkan dapat dikembangkan secara berkelanjutan di berbagai lembaga pendidikan untuk memperkuat karakter kebangsaan di tengah tantangan era digital. Kata kunci: Nilai kebangsaan, Edukasi sejarah, Generasi muda, Madrasah, Nasionalisme. ABSTRACTThis community service activity aims to instill and strengthen national values in the younger generation through historical education at MTs and MA Darul Mujahidin NW Suwangi. This program was motivated by the weakening spirit of nationalism among students due to the influence of globalization, the development of digital media, and a low understanding of the nation's history. The implementation method uses a participatory approach carried out through four stages of activities, namely thematic discussions, historical film screenings, educational games, and visits to historical sites. The evaluation of activities was carried out using a nationalism attitude questionnaire, student participation observation sheets, written reflections, as well as pre-tests and post-tests to measure historical understanding. The evaluation results showed an increase in the average score of students' historical understanding from 61.4 on the pre-test to 82.7 on the post-test, with an increase of 34.7%. In addition, the observation results showed an increase in student active participation from moderate to high, as well as a strengthening of nationalism based on student questionnaires and written reflections. This activity also strengthened cooperation between universities and Islamic educational institutions in supporting the implementation of the Tri Dharma Perguruan Tinggi (Three Pillars of Higher Education). History education has proven to be effective as a means of shaping the character of the younger generation with a national identity, religious values, and historical insight. It is hoped that this activity can be developed further.  Keywords: National values, History education, Young generation, Madrasah, Nationalism.