Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PENCIPTAAN KEMANDIRIAN PAKAN PELET MELALUI INTRODUKSI MESIN PAKAN CARONG ACEH TAMIANG Muhammad Jamil; Agus Putra AS; Baihaqi Baihaqi; Imam Imam; Adnan Achmad; Hanisah Hanisah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29300

Abstract

Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengenalkan dan dan meningkatkan kemampuan 18 anggota gapokkan sepakat dalam menciptakan pakan pelet menggunakan bahan baku lokal melalui mesin pakan pelet carong .Metode yang digunakan adalah participatory action research dan transfer teknologi melalui tahapan kegiatan diantaranya koordinasi, sosialisasi, pelaksanaan kegiatan, serta monitoring dan evaluasi melalui penilaian pada lembar evaluasi hasil post test Seluruh tahapan kegiatan yang dilakukan tercatat melalui lembar post test dimana 13 anggota kelompok (72 %) mengetahui tatacara penggunaan mesin pelet, 15 anggota kelompok (83%) sangat mengetahui jenis bahan baku pembuatan pakan pelet, 4 angota kelompok (22%) mengetahui metode perhitungan formulasi pakan dan 15 anggota kelompok (83%) mengetahui teknik penjemuran pakan. Disimpulkan bahwa 5 anggota kelompok ( 27,7%) mengetahui tentang materi pencatatan buku agenda, 11 anggota kelompok (61%) mengetahui materi pencatatan inventaris kelompok dan 44,4% anggota kelompok mengetahui materi pencatatan produksi. Hal ini memperlihatkan bahwa introduksi mesin pakan pelet carong membantu gapokkan sepakat dalam penyediaan pakan pelet sekaligus menciptakan kemandirian pakan bagi kelompok.Abstract: This community service (PKM) aims to create feed independence for the gapokkan sepakat through the carong pellet feed machine. The method used is participatory action research and technology transfer through various stages of activities, including coordination, socialization, activity implementation, and monitoring and evaluation. All stages of the activities were documented using post-test sheets, where 13 group members (72%) knew how to use the pellet machine, 15 group members (83%) were highly familiar with the types of raw materials for making pellet feed, 4 group members (22%) understood the feed formulation calculation method, and 15 group members (83%) knew the feed drying technique. It was concluded that 5 group members (27.7%) were knowledgeable about agenda book recording materials, 11 group members (61%) understood inventory recordkeeping materials, and 44.4% of group members were familiar with production recording materials. This shows that the introduction of the carong pellet feed machine helps the gapokkan sepakat in providing pellet feed while also fostering feed independence for the group.
Feasibility of using fish visceral trash in a polyculture system for enhancing the growth performances of giant gourami (Osphronemus gouramy) and redclaw crayfish (Cherax quadricarinatus) Agus Putra AS; Afrah Junita; Muhammad Jamil
Depik Vol 12, No 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.12.1.28381

Abstract

Giant gouramiand redclaw crayfish are among popular freshwater organisms with significant potential for aquaculture due to their ease of cultivation, resistance to diseases, and high economic value. Therefore, this study aimed to evaluate the feasibility of using fish visceral trash (FVT) in artificial diets to enhance the growthperformancesofgiant gourami(Osphronemus gouramy)andredclaw crayfish(Cheraxquadricarinatus)inapolyculture system.Giant gouramijuveniles (3.620.86cmand3.741.15g)andredclawcrayfish(3.050.35 cm and 6.410.29 g)were dividedinto four groups and cultured in100 L aquarium.Eachgroup was fed twice daily withdiets containing 0%, 10%,20%, and30%FVT/kgdiet. Furthermore, growth performances were assessed in all samples at14days intervals over a period of eight weeks. The resultsshowedthat diets prepared with30%FVTsignificantly affected the growth rateofgiant gourami juveniles,while those comprising20%enhanced the growth of redclaw crayfish.Total length,body weight,specific growth rate, and weight gain significantly increased in samples fed with theexperimentalcompoundeddiets. Based on the observations, it issuggestedthat using FVTcompounded diets tends to improvegrowth performancesinapolyculturesystem.Keywords:Giant gouramiGrowth performanceRedclaw crayfishPolycultureTrash fish
PENGADAAN GENSET PORTABEL BAGI MASYARAKAT TERDAMPAK BENCANA HIDROMETEOROLOGI DI KABUPATEN ACEH TAMIANG Muhammad Jamil; Rahmi Zuhra; Silvia Anzitha; Hanisah Hanisah; Baihaqi Baihaqi
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 2 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i2.39333

Abstract

ABSTRAK                                                                                      PKM tanggap darurat bencana ini di Desa Mesjid Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak bencana banjir melalui pengadaan mesin genset portabel bagi pemenuhan kebutuhan listrik  serta tidak hanya diposisikan sebagai bantuan alat semata, melainkan sebagai bagian dari sistem penanganan bencana berbasis desa, yang menopang berbagai layanan dasar selama masa tanggap darurat. Kegiatan dilaksanakan selama dua minggu (02-16 maret 2026) dengan melibatkan 20 peserta dari pemerintah desa, MDSK, LKMK, perwakilan perempuan dan kelompok difabel. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif dan demonstrasi langsung  meliputi koordinasi, sosialisasi, pengenalan mesin genset portabel, tatacara mengoperasikan mesin genset portabel, serah terima produk serta monitoring dan evaluasi melalui selebaran angket yang diisi oleh seluruh peserta. Hasil evaluasi menunjukkan sebanyak 13 peserta (65%) berada pada kategori sangat memahami materi pengertian dan fungsi genset sebagai sumber listrik alternatif, sebanyak 9 peserta (45%) memahami tentang manfaat genset dalam kondisi darurat (banjir/pemadaman listrik), 11 peserta (55%) mengetahui jenis-jenis genset portabel dan bahan bakar yang digunakan, sebanyak 17 peserta (85%) memahami tahapan persiapan sebelum penggunaan (pengecekan bahan bakar dan oli) serta sebanyak 18 peserta (90%) mengetahui materi cara menghubungkan genset dengan peralatan listrik. Dengan demikian, pengadaan mesin genset portabel menjadi salah satu solusi praktis pemenuhan listrik bagi masyarakat terdampak bencana banjir.  Dengan adanya kegiatan ini diharapkan bantuan peralatan mesin genset portabel dapat dirasakan secara berkelanjutan dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.Kata kunci: Genset Portabel; Masyarakat; Banjir; Kesiapsiagaan; Aceh Tamiang. ABSTRACTThis disaster emergency response community service program (PKM) at mesjid village , manyak payed subdistrict, Aceh Tamiang regency, aims to help meet the basic needs of residents affected by flooding through the provision of portable generator sets to supply electricity. The generators are not merely positioned as equipment assistance, but as part of a village-based disaster management system that supports various essential services during the emergency response period. The activity was carried out over two weeks (March 2–16, 2026), involving 20 participants from the village government, MDSK, LKMK, women’s representatives, and persons with disabilities groups. The implementation method was participatory and based on direct demonstrations, including coordination, socialization, introduction to portable generators, procedures for operating the generators, handover of the equipment, as well as monitoring and evaluation through questionnaires completed by all participants. The evaluation results showed that 13 participants (65%) were in the category of highly understanding the concept and function of generators as an alternative power source, 9 participants (45%) understood the benefits of generators in emergency situations (floods/power outages), 11 participants (55%) recognized the types of portable generators and their fuel, 17 participants (85%) understood the preparation stages before use (checking fuel and oil), and 18 participants (90%) understood how to connect generators to electrical devices.Keywords: Portable Generator; Community;Flood; Preparedness; Aceh Tamiang.
Penguatan Strategi Pemasaran Melalui Pendampingan Desain Merek Usaha Poklahsar 'Harapan Ibu' di Desa Sungai Kuruk III Aceh Tamiang Fairus Fairus; Riezky Purnama Sari; Muhammad Jamil; Agus Putra AS; Afrah Junita; Muhammad Fuad; Muhammad Salman; Safrizal Safrizal
Al Khidma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al Khidma Vol. 6 No. 1 Januari - Maret 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/ak.v6i1.5519

Abstract

Kelompok pengolahan dan pemasaran (Poklahsar) Harapan Ibu merupakan salah satu kelompok unggulan di Desa Sungai Kuruk III yang memiliki usaha kepiting rajungan kupas, dalam sehari kelompok ini dapat menghasilkan 70 kilogram daging kepiting dari 300 kilogram kepiting utuh, akan tetapi selama ini produk yang di hasilkan langsung di jual kepada penampung dengan harga jual dibawah pasar. Oleh karena itu dibutuhkan strategi pemasaran secara online agar produk dapat dipasarkan secara luas dengan harga diatas standar, sehingga dapat meningkatkan omset kelompok. Tujuan pengabdian ini untuk memberikan pendampingan pembuatan merek/label, dan kemasan yang menarik guna meningkatkan daya saing produk. Metode yang digunakan adalah Sosialisasi dan Pelatihan dengan melibatkan partisipatif mitra dalam setiap tahapan kegiatan. Hasil pengabdian ini diperoleh merek/label usaha mitra dan akun e-commerce penjualan produk mitra. Kesimpulan kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa 91% mitra setuju bahwa pentingnya memiliki merek usaha, 90% mitra memahami strategi pemasaran usaha kepiting kupas, 84% mitra terampil menggunakan aplikasi penjualan dan media sosial untuk pemasaran usaha.
Feasibility of using fish visceral trash in a polyculture system for enhancing the growth performances of giant gourami (Osphronemus gouramy) and redclaw crayfish (Cherax quadricarinatus) Agus Putra AS; Afrah Junita; Muhammad Jamil
Depik Vol 12, No 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.12.1.28381

Abstract

Giant gouramiand redclaw crayfish are among popular freshwater organisms with significant potential for aquaculture due to their ease of cultivation, resistance to diseases, and high economic value. Therefore, this study aimed to evaluate the feasibility of using fish visceral trash (FVT) in artificial diets to enhance the growthperformancesofgiant gourami(Osphronemus gouramy)andredclaw crayfish(Cheraxquadricarinatus)inapolyculture system.Giant gouramijuveniles (3.620.86cmand3.741.15g)andredclawcrayfish(3.050.35 cm and 6.410.29 g)were dividedinto four groups and cultured in100 L aquarium.Eachgroup was fed twice daily withdiets containing 0%, 10%,20%, and30%FVT/kgdiet. Furthermore, growth performances were assessed in all samples at14days intervals over a period of eight weeks. The resultsshowedthat diets prepared with30%FVTsignificantly affected the growth rateofgiant gourami juveniles,while those comprising20%enhanced the growth of redclaw crayfish.Total length,body weight,specific growth rate, and weight gain significantly increased in samples fed with theexperimentalcompoundeddiets. Based on the observations, it issuggestedthat using FVTcompounded diets tends to improvegrowth performancesinapolyculturesystem.Keywords:Giant gouramiGrowth performanceRedclaw crayfishPolycultureTrash fish
MODEL EDUTEKNOPRENEURSHIP SEBAGAI PENGUATAN KAPASITAS BUMG BERSAMA MINAPOLITAN MEURASA SABAN DI KABUPATEN ACEH TIMUR Baihaqi Baihaqi; Imran Imran; Muhammad Jamil; Rahmi Zuhra; Silvia Anzhita
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i1.38476

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Bersama Minapolitan Meurasa Saban merupakan badan usaha bersama milik lima gampong yang mengelola unit usaha BUMDes Mart. Sebelum kegiatan pengabdian dilaksanakan, hasil asesmen awal menunjukkan bahwa 80% pengurus belum memiliki sistem administrasi dan keuangan yang terstandar, seluruh pencatatan produk masih dilakukan secara manual, serta hanya 40% pengurus memahami AD/ART dan tugas pokok dan fungsi (TUPOKSI). Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengurus serta penguatan kelembagaan BUMG melalui perbaikan tata kelola administrasi dan keuangan berbasis eduteknopreneurship demi peningkatan pendapatan BUMG Bersama Minapolitan Meurasa Saban. Kegiatan dilaksanakan selama tiga bulan (April–Juni 2025) dengan melibatkan 15 orang pengurus dan pengawas BUMG tersebut dengan menggunakan metode participatory action research dan transfer technology melalui koodinasi, diskusi kelompok, pelatihan terstruktur, dan pendampingan berbasis pembelajaran orang dewasa. Evaluasi dilakukan menggunakan observasi, kuisioner pemahaman, dan survei kepuasan peserta. Hasil evaluasi pasca kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan, di mana 75% peserta mencapai kategori pemahaman tinggi terhadap materi tata kelola administrasi dan keuangan, sementara 25% berada pada kategori cukup. Secara kelembagaan, pengurus dan pengawas telah memahami AD/ART dan TUPOKSI, bendahara serta operator mampu menerapkan pencatatan produk berbasis eduteknopreneurship, dan BUMG memiliki rencana pengembangan usaha yang terdokumentasi dalam program kerja tahunan.Kata kunci: Eduteknopreneurship; Bumg; Meurasa Saban; Usaha; Aceh Timur. ABSTRACTBadan Usaha Milik Gampong (BUMG) Bersama Minapolitan Meurasa Saban  is a collaborative business entity owned by five villages, managing a BUMDes Mart business unit. Prior to the implementation of the community service program, the initial assessment indicated that 80% of the management lacked standardized administrative and financial systems, all product records were still maintained manually, and only 40% of the management understood the Articles of Association/Bylaws (AD/ART) as well as their main duties and functions (TUPOKSI). This community service aimed to enhance the capacity of the management and strengthen the institutional framework of BUMG through improvements in administrative and financial governance based on edutechnopreneurship, in order to increase the income of the Joint BUMG Minapolitan Meurasa Saban. The program was conducted over three months (April–June 2025), involving 15 administrators and supervisors of the BUMG. It employed a participatory action research approach and technology transfer through coordination, group discussions, structured training, and mentoring based on adult learning principles. The evaluation was carried out using observation, comprehension questionnaires, and participant satisfaction surveys. The post-activity evaluation results showed significant improvement, with 75% of participants reaching a high level of understanding of administrative and financial governance, while 25% were in the moderate category. The treasurer and operator are now capable of implementing edutechnopreneurship-based product recording, and the BUMG has developed a business expansion plan documented in its annual work program.Keywords: Edutechnopreneurship; Village Owned Enterprise; Meurasa Saban; Enteprise; Aceh Timur.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA DODOL DI KECAMATAN TANJUNG PURA KABUPATEN LANGKAT Hamizan Hikmah; Thursina Mahyuddin; Muhammad Jamil
JURNAL AGRIMANSION Vol 26 No 3 (2025): Jurnal Agrimansion Desember 2025
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v26i3.1829

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha dari usaha dodol di Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat. Teknik pengumpulan sampel dalam penelitian ini menggunakan probability sampling, dengan menggunakan peluang sama kepada anggota populasi untuk menjadi anggota sampel. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analisis finansial, mengitung pendapatan, dan R/C Ratio. Subjek dari penelitian ini sebagai narasumber yaitu pengusaha / pemilik dodol di Desa Paya Perupuk dan Desa Pematang Tengah Kecamatan Tanjung Pura. Berdasarkan hasil analisis kelayakan finansial, hasil dari penelitian ini adalah usaha dodol di Kecamatan Tanjung Pura memperoleh penerimaan sebesar Rp 5.268.000.000/Tahun, biaya produksi sebesar Rp.1.952.399.300/Tahun, pendapatan per tahun sebesar Rp 3.315.600.700/Tahun. Nilai R/C Ratio diperoleh 2.70 sehingga dapat dapat dilihat nilai R/C >1, BEP Penerimaan sebesar Rp 17.086.705,74 dan Penerimaan yang dihasilkan melampaui BEP penerimaan yaitu sebesar Rp 181.655.051,73, BEP produksi sebesar 320,05 Kg dan produksi yang dihasilkan melampaui BEP produksi yang dihasilkan, yaitu sebesar 3.252,41 Kg. maka dapat disimpulkan bahwa usaha dodol di Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat layak untuk dijalankan lebih lanjut.
OPTIMALISASI PENYEDIAAN AIR BERSIH MELALUI TOREN RAMAH LINGKUNGAN UNTUK MASYARAKAT PASKA BENCANA HIDROMETEOROLOGI Muhammad Yakob; Baihaqi Baihaqi; Imran Imran; Muhammad Jamil; Meme Rosmaiti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40346

Abstract

Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan menyediakan sarana air bersih berupa toren ramah lingkungan bagi masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi pada November tahun lalu. Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan hasil observasi tim pada Januari 2026 yang menunjukkan terbatasnya akses masyarakat terhadap air bersih pascabanjir. Metode yang digunakan meliputi koordinasi, sosialisasi, demonstrasi, pemasangan toren, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Indikator keberhasilan program meliputi terpasangnya toren yang dapat dimanfaatkan masyarakat, meningkatnya pengetahuan mengenai penggunaan dan pemeliharaan toren, serta tersedianya akses air bersih yang lebih baik bagi warga terdampak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa toren telah berfungsi sebagai sarana penyimpanan air bersih yang dapat digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah banjir. Evaluasi juga menunjukkan bahwa 80% peserta memahami tata cara penggunaan toren, 92% memahami prosedur pengisian air, dan 84% memahami pemanfaatan air yang tersimpan. Disimpulkan bahwa selain meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sarana air bersih, program ini berkontribusi terhadap terjaganya ketersediaan air bersih bagi masyarakat terdampak banjir serta mendukung upaya peningkatan ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana hidrometeorologiAbstract: This Community Service Program (PKM) aimed to provide environmentally friendly water storage tanks to improve access to clean water for communities affected by the hydrometeorological disaster that occurred in November of the previous year. The program was initiated based on field observations conducted by the project team in January 2026, which revealed limited access to clean water in the post-flood period. The implementation methods included coordination, community outreach, direct demonstrations, water tank installation, technical assistance, and monitoring and evaluation. The program's success indicators included the successful installation and utilization of the water tanks, improved community knowledge of their operation and maintenance, and enhanced access to clean water for affected residents. The results showed that the installed water tanks functioned effectively as clean water storage facilities, enabling the community to meet its daily water needs after the flood. Evaluation results indicated that 80% of participants understood the proper procedures for using the water tank, 92% understood the water filling procedure, and 84% understood the appropriate use of the stored water. In addition to improving community capacity in managing clean water facilities, the program contributed to maintaining the availability of clean water for flood-affected communities and strengthening community resilience to future hydrometeorological disasters.