Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Psychoeducational Therapy To Increase Self Efficacy In Patients With Pulmonary Tuberculosis hapipah; Tedy Mahendra Efendi; Istianah; Irwan Hardi
Jurnal Kesehatan dr. Soebandi Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan dr. Soebandi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas dr. Soebandi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36858/jkds.v11i1.484

Abstract

Pulmonary Tuberculosis is an infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis. Pulmonary TB can be cured with treatment carried out for 6-8 months. To achieve recovery, the patient must have good self-efficacy so that he will be motivated to recover and strengthen himself to complete the treatment. During TB treatment various problems, both physiological and psychological, can arise, one of which is related to self-efficacy. Increasing self-efficacy during the treatment period is important so that management of psychoeducational therapy is needed. This study to determine the effect of psychoeducational therapy on self-efficacy in pulmonary TB patients in the work area of ​​the Gerung Health Center. This study uses a quantitative research type with the One Group Pre-Post Test Design approach. The sample in this study were 16 people. The research instrument was the GFCSES (Guide For Constructing Self Efficacy Scale) to measure self-efficacy in pulmonary TB patients. Data analysis with Paired T Test. The results showed a p-value of 0.000 (<α 0.05), so it can be concluded that there is a significant effect between psychoeducational therapy on self-efficacy in pulmonary TB patients in the working area of ​​the Gerung Public Health Center. Based on the results of this study, it is necessary to include material related to psychological changes such as self-efficacy in pulmonary TB patients during the treatment process provided by health workers through education carried out in activities at the family integrated service post or health services. Psychoeducational therapy can increase self-efficacy in pulmonary tuberculosis patients Keyword: Psychoeducational therapy, self efficacy, pulmonary TB
Kombinasi Senam Yoga Dengan Open Kinetik Chain Exercise Menggunakan Music Keroncong Untuk Menurunkan Nyeri Rhematoid Arthritis di Desa Mekar Sari, Narmada Lombok Barat Istianah Istianah; Hapipah Hapipah; Elisa Oktaviana
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i1.38

Abstract

Rheumatoid arthritis adalah peradangan sendi akibat sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringannya sendiri. Radang sendi ini menimbulkan keluhan bengkak dan nyeri sendi, serta sendi terasa kaku. Nyeri merupakan masalah utama pada penderita Rematoid Arthritis, sehingga penatalaksanaan penyakit ini berfokus pada upaya mengatasi rasa nyeri. Senam yoga kombinasi open kinetik chain exercise menggunakan music keroncong merupakan salah satu alternatif intervensi untuk menurunkan nyeri Rematoid Arthritis. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan warga desa Mekar Sari tentang penyakit Rematoid Arthritis dan dapat menerapkan secara mandiri senam yoga untuk menurunkan rasa nyeri. Pengabdian ini dilakukan di Desa Mekar Sari, dimana didapatkan data sebagian besar warga memiliki keluhan nyeri pada persendian tangan dan kaki, warga tidak mengetahui tentang penyakit Rematoid Arthritis serta tidak mengetahui penatalaksanaan nonfarmakologi untuk menurunkan nyeri yang dirasakan. Metode pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan ceramah penyampaian materi, selanjutnya bersama-sama melakukan senam yoga dan evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan setelah diberikan penyuluhan adanya peningkatan pengetahuan tentang Rhematoid Arthritis pada warga Desa Mekar Sari, terjadi penurunan tekanan darah baik sistolik maupun diastolik dan penurunan skala nyeri Rhematoid Arthritis setelah dilakukan senam yoga. Berdasarkan hasil pengabdian diharapkan kegiatan senam yoga ini dapat diterapkan secara mandiri 2 kali seminggu dibalai desa Mekar Sari.