Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PEMERIKSAAN GIZI BAYI, BALITA DAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN DI DUSUN SIDOMULYO DESA REJOAGUNG KECAMATAN PLOSO KABUPATEN JOMBANG Mamik Ratnawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2016): JPM | September 2016
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.868 KB)

Abstract

Masa balita (bawah 5 tahun) merupakan periode/usia penting dalam tumbuh kembang fisik anak. Akan tetapi pada masa ini anak balita merupakan kelompok rawan gizi. Hal ini disebabkan pada masa ini anak cenderung susah untuk makan dan hanya suka pada jajanan yang kandungan zat gizinya tidak baik. Anak balita memang sudah bisa makan apa saja seperti halnya orang dewasa. Tetapi merekapun bisa menolak bila makanan yang disajikan tidak memenuhi selera mereka. Tujuan dari hasil penelitian ini adalah Pemeriksaan gizi bayi, balita dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) . Melakukan pemeriksaan gizi pada bayi dan balita. Menyimpulkan hasil dari pemeriksaan gizi pada bayi dan balita Hasil dari penelitian ini adalah ibu bayi dan balita memahami pemberian makanan tambahan sesuai dengan usia bayi dan balitanya. Masih ditemukan balita dengan gizi kurang
Mother Toddler Education With Malnutrition And Severe Malnutrition: Edukasi Ibu Balita Dengan Gizi Buruk Dan Gizi Kurang Mamik Ratnawati; Monika Sawitri Prihatini; Ririn Probowati; Inayatur Rosyidah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2022): JPM | Edisi Khusus 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v8i2.1105

Abstract

Asupan gizi seimbang dan memadai pada setiap tahapan usia pada anak sangat berpengaruh terhadap kualitas Sumber Daya Manusia nantinya (Loeziana, 2015). Masa yang paling kritis adalah masa kehamilan dan kelahiran hingga menggunakan usia 1000 hari pertama kelahiran (Suryono, 2017). Masa tersebut dikatakan sebagai masa kritis karena artinya masa emas tumbuh kembang anak yg akan menentukan kualitas generasi bangsa di masa yang akan datang. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi pada ibu balita dengan gizi kurang dan gizi buruk sehingga dapat mengurangi angka kejadian masalah gizi. Kegiatan ini dilakukan di Desa Puton Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang dengan 20 ibu balita gizi buruk dan gizi kurang. Hasil dari kegiatan sebelum dilakukan edukasi didapatkan sebagian kecil (95%) peserta kegiatan tidak paham dengan kebutuhan gizi balita dengan kategori pengetahuan kurang, sedangkan hasil kegiatan setelah dilakukan edukasi menunjukkan bahwa hampir seluruhnya (90%) memahami tentang gizi seimbang bagi balita dan makanan tambahan (PMT) bagi anak dengan gizi kurang dan gizi buruk dengan kategori pengetahuan baik
PERAN AYAH DALAM ROLE ATTAINMENT IBU PADA PEMBERIAN MP-ASI BAYI DI POSYANDU AYAH: DUSUN PETENGAN DESA TAMBAK REJO KECAMATAN JOMBANG KABUPATEN JOMBANG Ririn Probowati; Lailatul Qomariyah; Mamik Ratnawati
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v6i2.4

Abstract

Pendahuluan :Role Attainment ibu dalam kompetensi pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) akan mempengaruhi pertumbuhan pada bayi. Pertumbuhan dan perkembangan bayi sangat membutuhkan keterlibatan ayah dalam pemberian MP-ASI. Pemberian MP-ASI memerlukan peran/dukungan ayah, tetapi pada kenyataannya banyak ayah yang kurang berperan hal tersebut dikarenakan faktor pekerjaan serta aktivitas ayah yang lainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran ayah dalam role attainment ibu pada pemberian MP-ASI bayi di posyandu ayah dusun petengan desa tambak rejo jombang. Metode :Desain penelitian ini menggunakan korelasional cross sectional.Populasi dalam penelitian ini adalah semua ayah dan ibu yang memiliki bayi 6-12 bulan di posyandu ayah desa Tambakrejo kabupaten Jombang sejumlah 40 orang. Besar sampel 40 orang yang diambil menggunakan total sampling.Variabel independent peran ayah, variabel dependent role attainment ibu. Instrument untuk peran ayah dan role attainment ibu menggunakan kuisoner. Analisa data menggunakan uji chi square. Hasil :Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar (55%) ayah berperan, sebagian besar (57,5%) role attainment ibu tercapai. Hasil analisa menggunakan uji chi square didapatkan bahwa ρ = 0,001 < 0,05 yang artinya ada hubunganperan ayah dalam role attainment ibu pada pemberian MP-ASI bayi.Tingkat hubungan antar dua variable tersebut ditunjukan dengan nilai korelasi 0,478 yang terletak antara 0,400-0,599 dengan tingkat hubungan sedang.Pembahasan :Role Attainment pemberian MP-ASI dipengaruhi oleh faktor ibu, karena ibulah yang sangat berperan dalam mengatur konsumsi anak yang kemudian akan berpengaruh pada status gizi anak akan tetapi akan lebih baik lagi jika ayah turut mendukung pola pemberian MP-ASI pada bayi usia 6-12 bulan.
Kegiatan Taman Pemulihan Gizi (TPG) terhadap Peningkatan Status Gizi Balita Mamik Ratnawati; Rini Hayu Lestari; Septi Fitrah Ningtyas
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2018): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v7i2.162

Abstract

The nutritional status of children is one indicator that describes the level of nutritional status of the community. The type of research used is observational analytic research with comparative research design. The sample in this research is children less nutrition and uncomplicated malnutrition in Jatiwates village and Sentul village, Tembelang sub-district, Jombang regency with 11 children. The sampling technique used in this study is total sampling. The dependent variable in this research is the nutritional status of children. The independent variable in this research is Nutrition Recovery Park activity. Data analysis in this research use t-test. The results showed that there is influence of Nutrition Recovery Park activities with nutritional status of children. To further optimize the activities should equip APE facilities in order to improve the development of toddlers.
The Application of Story Telling in Pre – School Children Towards Language Ability Mamik Ratnawati; Monika Sawitri Prihatini; Heni Maryati; Ririn Probowati; Fitri Firranda Nurmalisyah; Edy Siswantoro
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2020): May
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v9i1.241

Abstract

The development of children under five is very important part. Various forms of disease, malnutrition, lack of and love stimulation at this age will lead a negative impact that persists until adulthood even to old age. The purpose of this study is to determine the differences in language skills of children with the treatment of story telling methods without story telling. The method this study used quasy experiment with pre test – post test design of treatment and control group. A sample of 50 children in the Nusantara and Kasih Bunda play ground in Sudimoro Village, Megaluh, Jombang. Sampling was carried out using a simple ramdom sampling. The results of study found that treatment group had an influence of story telling on language skills in pre-school children, whereas there were no differences in story telling of language skills in the treatment and control groups.