Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PEMERIKSAAN GIZI BAYI, BALITA DAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN DI DUSUN SIDOMULYO DESA REJOAGUNG KECAMATAN PLOSO KABUPATEN JOMBANG Mamik Ratnawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2016): JPM | September 2016
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.868 KB)

Abstract

Masa balita (bawah 5 tahun) merupakan periode/usia penting dalam tumbuh kembang fisik anak. Akan tetapi pada masa ini anak balita merupakan kelompok rawan gizi. Hal ini disebabkan pada masa ini anak cenderung susah untuk makan dan hanya suka pada jajanan yang kandungan zat gizinya tidak baik. Anak balita memang sudah bisa makan apa saja seperti halnya orang dewasa. Tetapi merekapun bisa menolak bila makanan yang disajikan tidak memenuhi selera mereka. Tujuan dari hasil penelitian ini adalah Pemeriksaan gizi bayi, balita dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) . Melakukan pemeriksaan gizi pada bayi dan balita. Menyimpulkan hasil dari pemeriksaan gizi pada bayi dan balita Hasil dari penelitian ini adalah ibu bayi dan balita memahami pemberian makanan tambahan sesuai dengan usia bayi dan balitanya. Masih ditemukan balita dengan gizi kurang
Mother Toddler Education With Malnutrition And Severe Malnutrition: Edukasi Ibu Balita Dengan Gizi Buruk Dan Gizi Kurang Mamik Ratnawati; Monika Sawitri Prihatini; Ririn Probowati; Inayatur Rosyidah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2022): JPM | Edisi Khusus 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v8i2.1105

Abstract

Asupan gizi seimbang dan memadai pada setiap tahapan usia pada anak sangat berpengaruh terhadap kualitas Sumber Daya Manusia nantinya (Loeziana, 2015). Masa yang paling kritis adalah masa kehamilan dan kelahiran hingga menggunakan usia 1000 hari pertama kelahiran (Suryono, 2017). Masa tersebut dikatakan sebagai masa kritis karena artinya masa emas tumbuh kembang anak yg akan menentukan kualitas generasi bangsa di masa yang akan datang. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi pada ibu balita dengan gizi kurang dan gizi buruk sehingga dapat mengurangi angka kejadian masalah gizi. Kegiatan ini dilakukan di Desa Puton Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang dengan 20 ibu balita gizi buruk dan gizi kurang. Hasil dari kegiatan sebelum dilakukan edukasi didapatkan sebagian kecil (95%) peserta kegiatan tidak paham dengan kebutuhan gizi balita dengan kategori pengetahuan kurang, sedangkan hasil kegiatan setelah dilakukan edukasi menunjukkan bahwa hampir seluruhnya (90%) memahami tentang gizi seimbang bagi balita dan makanan tambahan (PMT) bagi anak dengan gizi kurang dan gizi buruk dengan kategori pengetahuan baik
PERAN AYAH DALAM ROLE ATTAINMENT IBU PADA PEMBERIAN MP-ASI BAYI DI POSYANDU AYAH: DUSUN PETENGAN DESA TAMBAK REJO KECAMATAN JOMBANG KABUPATEN JOMBANG Ririn Probowati; Lailatul Qomariyah; Mamik Ratnawati
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v6i2.4

Abstract

Pendahuluan :Role Attainment ibu dalam kompetensi pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) akan mempengaruhi pertumbuhan pada bayi. Pertumbuhan dan perkembangan bayi sangat membutuhkan keterlibatan ayah dalam pemberian MP-ASI. Pemberian MP-ASI memerlukan peran/dukungan ayah, tetapi pada kenyataannya banyak ayah yang kurang berperan hal tersebut dikarenakan faktor pekerjaan serta aktivitas ayah yang lainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran ayah dalam role attainment ibu pada pemberian MP-ASI bayi di posyandu ayah dusun petengan desa tambak rejo jombang. Metode :Desain penelitian ini menggunakan korelasional cross sectional.Populasi dalam penelitian ini adalah semua ayah dan ibu yang memiliki bayi 6-12 bulan di posyandu ayah desa Tambakrejo kabupaten Jombang sejumlah 40 orang. Besar sampel 40 orang yang diambil menggunakan total sampling.Variabel independent peran ayah, variabel dependent role attainment ibu. Instrument untuk peran ayah dan role attainment ibu menggunakan kuisoner. Analisa data menggunakan uji chi square. Hasil :Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar (55%) ayah berperan, sebagian besar (57,5%) role attainment ibu tercapai. Hasil analisa menggunakan uji chi square didapatkan bahwa ρ = 0,001 < 0,05 yang artinya ada hubunganperan ayah dalam role attainment ibu pada pemberian MP-ASI bayi.Tingkat hubungan antar dua variable tersebut ditunjukan dengan nilai korelasi 0,478 yang terletak antara 0,400-0,599 dengan tingkat hubungan sedang.Pembahasan :Role Attainment pemberian MP-ASI dipengaruhi oleh faktor ibu, karena ibulah yang sangat berperan dalam mengatur konsumsi anak yang kemudian akan berpengaruh pada status gizi anak akan tetapi akan lebih baik lagi jika ayah turut mendukung pola pemberian MP-ASI pada bayi usia 6-12 bulan.
Kegiatan Taman Pemulihan Gizi (TPG) terhadap Peningkatan Status Gizi Balita Mamik Ratnawati; Rini Hayu Lestari; Septi Fitrah Ningtyas
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2018): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v7i2.162

Abstract

The nutritional status of children is one indicator that describes the level of nutritional status of the community. The type of research used is observational analytic research with comparative research design. The sample in this research is children less nutrition and uncomplicated malnutrition in Jatiwates village and Sentul village, Tembelang sub-district, Jombang regency with 11 children. The sampling technique used in this study is total sampling. The dependent variable in this research is the nutritional status of children. The independent variable in this research is Nutrition Recovery Park activity. Data analysis in this research use t-test. The results showed that there is influence of Nutrition Recovery Park activities with nutritional status of children. To further optimize the activities should equip APE facilities in order to improve the development of toddlers.
The Application of Story Telling in Pre – School Children Towards Language Ability Mamik Ratnawati; Monika Sawitri Prihatini; Heni Maryati; Ririn Probowati; Fitri Firranda Nurmalisyah; Edy Siswantoro
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2020): May
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v9i1.241

Abstract

The development of children under five is very important part. Various forms of disease, malnutrition, lack of and love stimulation at this age will lead a negative impact that persists until adulthood even to old age. The purpose of this study is to determine the differences in language skills of children with the treatment of story telling methods without story telling. The method this study used quasy experiment with pre test – post test design of treatment and control group. A sample of 50 children in the Nusantara and Kasih Bunda play ground in Sudimoro Village, Megaluh, Jombang. Sampling was carried out using a simple ramdom sampling. The results of study found that treatment group had an influence of story telling on language skills in pre-school children, whereas there were no differences in story telling of language skills in the treatment and control groups.
Socialization of 3B+A For School Age Children Monika Sawitri Prihatini; Ririn Probowati; Mamik Ratnawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): JPM SEPTEMBER 2025
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v11i2.2852

Abstract

Makanan merupakan kebutuhan pokok bagi kita semua agar tubuh dapat tumbuh sehat, cerdas, dan kuat. Kita semua memerlukan zat gizi dalam jumlah yang cukup dan tidak berlebihan namun juga tidak kekurangan. Jika mengkonsumsi makan sehari-hari kurang beranekaragam, maka akan timbul ketidakseimbangan antara masukan dan kebutuhan zat gizi yang diperlukan untuk hidup sehat dan produktif serta akan menimbulkan berbagai penyakit. Untuk itu diperlukan komposisi makanan yang sesuai dengan komposisi 3B+A yaitu Beragam, Bergizi, Berimbang (3B) dan Aman (A). Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk mensosialisasikan 3B+A pada anak usia sekolah agar anak dapat memahami pentingnya makan yang beragam, bergizi, berimbang dan aman. Metode pengabdian masyarakat ini dengan memberikan pendidikan kesehatan pada anak kelas 4-6 di salah satu SD di Desa Puton Kabupaten Jombang dengan jumlah 45 anak. Pemberian pendidikan kesehatan dilaksanakan di masing-masing kelas 4-6 dan setiap kelas memerlukan waktu kurang lebih 45 menit. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, anak-anak mengetahui dan memahami bahwa makanan yang dikonsumsi harus mengandung 3B+A dan anak-anak dapat melakukan penilaian sederhana bahwa yang mereka konsumsi sehari-hari belum memenuhi kriteria 3B+A. Konsumsi makanan 3B+A sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup terutama untuk anak-anak yang masih dalam fase pertumbuhan dan perkembangan agar tumbuh kembangnya dapat optimal
PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN BAGI BAYI UNTUK MENCEGAH STUNTING” ANTING BERLIAN (AKSI NYATA TANGANI STUNTING BERKELANJUTAN) DI PUSKESMAS MOJOWARNO KABUPATEN JOMBANG Ririn Probowati; Heri Wibowo; Mamik Ratnawati; Monika Sawitri Prohatini
Jurnal Difusi Ipteks Legowo Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Difusi Ipteks Legowo
Publisher : Perkumpulan Legowo Cerdas Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62242/jdil.v3i1.47

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Jombang. Upaya pencegahan stunting memerlukan intervensi yang komprehensif, berkelanjutan, dan melibatkan kolaborasi lintas sektor, terutama pada periode 1.000 hari pertama kehidupan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mencegah dan menurunkan risiko stunting pada bayi melalui program ANTING BERLIAN (Aksi Nyata Tangani Stunting Berkelanjutan) berupa pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal dan edukasi gizi kepada orang tua atau pengasuh bayi di wilayah kerja Puskesmas Mojowarno, Kabupaten Jombang. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan diikuti oleh sekitar 40 ibu dan balita. Intervensi dilakukan selama 30 hari berturut-turut dengan pemberian PMT berupa makanan lokal bergizi, seperti bubur kacang hijau, telur, sayur, dan buah, serta disertai edukasi gizi secara berkala. Pemantauan status gizi dilakukan melalui pengukuran berat badan dan panjang atau tinggi badan bayi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan orang tua mengenai pemberian makanan bergizi dan perbaikan status gizi bayi setelah intervensi. Program ANTING BERLIAN terbukti efektif sebagai intervensi awal pencegahan stunting melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat dan kolaborasi lintas sektor. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi program berkelanjutan dalam upaya menurunkan prevalensi stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan generasi mendatang di Kabupaten Jombang.
The relationship between dietary patterns and nutritional status of preschoo-aged children at Dahlia Persatuan Guru Republik Indoensia Kindergarten Madyopuro Village Sumobito Leny Nur Azizah; Mamik Ratnawati
Journal of Clinical Nursing Studies and Practice Vol. 2 No. 1 (2026): JCNSP | May 2026
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jcnsp.v2i1.3284

Abstract

Nutritional status in preschool children is an important indicator for assessing health quality and growth. Nutritional problems among children remain a public health challenge, one of which is influenced by unbalanced dietary patterns. This study aimed to determine the relationship between dietary patterns and the nutritional status of preschool children at TK Dahlia PGRI, Madyopuro Village, Sumobito. This study employed a quantitative correlational analytic design with a cross-sectional approach. The population consisted of 46 preschool children, and all participants were selected using the total sampling technique. Data were collected using questionnaires and analyzed using the Spearman’s Rank statistical test. The results showed that most respondents had good nutritional status (76.1%), and the majority had dietary patterns in the sufficient category (82.6%). The Spearman’s Rank test revealed a p-value of 0.007 (< 0.05), indicating a significant relationship between dietary patterns and nutritional status. The correlation coefficient was r = 0.393, indicating a weak correlation. There is a significant relationship between dietary patterns and the nutritional status of preschool children. Inadequate dietary patterns may negatively affect children's nutritional status. Therefore, nutritional education for parents needs to be improved to support optimal growth and development of children.
Self Efficacy Ibu dalam Pemberian Makanan pada Balita BGM (Bawah Garis Merah) di Puskesmas Mayangan Kecamatan Jogoroto Jombang Mamik Ratnawati; Ririn Probowati; Monika Sawitri Prihatini; Pawiono Pawiono; Pujiani Pujiani
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i1.28

Abstract

Masa balita merupakan usia penting untuk tumbuh kembang secara fisik. Pertumbuhan anak balita sangat pesat sehingga memerlukan asupan zat gizi yang sesuai dengan kebutuhan balita. Salah satu masalah gizi pada balita yang dapat dilihat dari kartu menuju sehat (KMS) adalah balita BGM (Bawah Garis Merah). Balita dengan berat badan BGM menjadi indikator awal bahwa balita mengalami gangguan masalah gizi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengaplikasikan penggunaan modul hasil penelitian tentang Health Promotion model terhadap self efficacy Ibu tentang pemberian nutrisi pada balita BGM (Bawah Garis Merah) Di Puskesmas Mayangan Jogoroto Jombang. Kegiatan pengabdian masyarakat dengan Self Efficacy Ibu dalam pemberian Makanan pada Balita BGM (Bawah Garis Merah) di Puskesmas Mayangan Kecamatan Jogoroto Jombang berjalan dengan baik, ibu balita yang hadir sejumlah 25 orang ibu beserta balitanya. Ibu balita antusias dalam mendengarkan dan terdapat umpan balik dengan memberikan pertanyaan kepada pelaksana kegiatan untuk pembahasan yang belum dimengerti. Ibu balita dapat menyajikan dan membuat kreasi menu makanan untuk balita dengan BGM serta mengetahui dampak dari komplikasi masalah gizi yang ditimbulkan. Bagi para ibu balita diharapkan mempunyai self efficacy yang baik dalam pemberian makan balita agar bisa mengatasi masalah gizi pada balitanya.
Pelatihan Stimulasi “Multiple Intelligences” Pada Ibu Balita di Desa Kali Kejambon Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang Rini Hayu Lestari; Mamik Ratnawati
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i1.102

Abstract

Kecerdasan bukanlah sesuatu yang tunggal, apalagi menetap.Kecerdasan seseorang berasal dari bagaimana kemampuannya memecahkan berbagai tantangan yang dihadapi sehari-hari. Menilai kecerdasan anak tidak bisa hanya berdasarkan skor standar semata, seperti tes IQ, hal itu amatlah terbatas. Namun, perlu mengukur dari definisi kecerdasan yang berbeda. Dr. Howard Gardner, Profesor bidang pendidikan di Harvard University, Amerika Serikat mengemukakan, definisi kecerdasan yang berbeda untuk mengukur potensi manusia secara lebih luas, baik pada anak maupun orang dewasa. Ia membagi 8 jenis kecerdasan, dan dikenal sebagai Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences). Dan kita semua punya 8 area kecerdasan itu dalam taraf berbeda. Menurut Dr. Halit Hulusi, Senior Educational Psychologist di Birmingham Educational Psychology Service, Inggris, dengan delapan area kecerdasan ini, berarti beragam cara dapat dilakukan orangtua untuk mengembangkan kecerdasan anak-anaknya. Namun, tentu saja tidak setiap anak bisa menjadi brilyan di semua bidang, tetapi Anda dapat membantunya mengoptimalkan semua potensi di setiap area kecerdasannya.