Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Perancangan Kebijakan Persediaan Suku Cadang Menggunakan Metode Periodic Review (R, s, S) untuk Meminimasi Biaya Persediaan di PT. XYZ Faisa Atharani Nugroho; Seto Sumargo; Yodi Nurdiansyah
Journal of Production, Enterprise, and Industrial Applications Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jpeia.v2i2.8720

Abstract

PT. XYZ adalah sebuah perusahaan yangbergerak di bidang perbaikan motor listrik dan memilikihubungan yang kuat dengan motor listrik AC dan DC.Kegiatan bisnis utama perusahaan ini adalah perbaikanmotor secara mekanis, meskipun setiap prosedur perbaikanmembutuhkan material yang terkait dengan prosedurtersebut agar berhasil. Contoh sederhananya adalah mesinmotor yang perlu diperbaiki; untuk melakukannya,diperlukan material yang sesuai. Agar divisi warehousingPT. XYZ dapat menangani pesanan material dengan baik,maka perlu ditangani dengan hati-hati agar tidak terjadikelebihan persediaan atau overstock. Pada saat ini, PT.XYZ mengalami penurunan permintaan sehinggakelebihan persediaan yang menyebabkan tingginya totalpersediaan di PT. XYZ sebesar Rp 2.611.408.340, jumlahbiaya ini dirasa cukup tinggi oleh PT. XYZ sehingga pihakperusahaan menginginkan penurunan terhadap biayatersebut. Periodic review (R, s, S) adalah metode untukmenentukan berapa jumlah material yang harus dipesan,kapan waktu pemesanan, dan berapa perkiraan terjadinyashortage. Setelah dilakukan perhitungan menggunakanperiodic review (R, s, S) untuk data permintaan tahun 2022untuk 11 SKU terpilih, ternyata metode periodic review (R,s, S) mampu mengurangi total biaya persediaan awalmenjadi sebesar Rp 2,379,417,274 Hal ini menunjukkanbahwa metode periodic review (R, s, S) adalah metode yangdapat membantu PT. XYZ dalam mengurangi total biayapersediaan.
PENDAMPINGAN KEGIATAN PEMETAAN KOMODITAS PERTANIAN DI KABUPATEN BANDUNG BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Prafajar Suksessanno Muttaqin; Erlangga Bayu Setyawan; Nia Novitasari; Seto Sumargo; Yodi Nurdiansyah; Dinda Raisa Bilqisti; Mochamad Rafly
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v3i1.7095

Abstract

Sektor pertanian di Kabupaten Bandung merupakan salah satu sektor andalan dan masuk dalam empat besar penyumbang PDRB terbesar setelah industri pengolahan, perdagangan besar dan konstruksi. Pemerintah saat ini mengarahkan pembangunan pertanian berdasarkan keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif berbasis kawasan agar pelaksanaan, pengelolaan, pengawasan dan evaluasinya berjalan efektif dan efisien serta hasilnya masif dan mampu mendorong industri berbasis pertanian. Penetapan kawasan diperlukan untuk memudahkan dalam penumbuhan dan pengembangan kawasan pertanian berbasis agribisnis mulai dari penyediaan sarana produksi, budidaya, pengolahan pasca panen dan pemasaran serta kegiatan pendukungnya secara terpadu, terintegrasi dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, masyarakat sasar berpotensi tersedianya data kawasan komoditi unggulan tanaman pangan, tanaman hortikultura, serta tanaman perkebunan berdasarkan kondisi dan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia dan sumber daya buatan dengan memperhatikan kondisi aktual dan peluang pemasaran. Rencana lokasi harus didasarkan pada hasil analisis situasi wilayah, analisis tata ruang dan analisis permasalahan serta sudah harus spesifik mengarah pada desa. Sehingga, penetapan rencana lokasi akan merujuk pada sasaran penerima manfaat yang akan dijadikan lokasi pengembangan, sehingga permasalahan di dalam proses penetapan calon petani dan calon lokasi dalam pelaksanaan kegiatan yang selama ini menjadi salah satu faktor keterlambatan pelaksanaan kegiatan akan dapat diminimalkan.