Respon berbagai jenis ekstrak bagian tanaman (Feromon) dalam mengendalikan hama tanaman Padi (Oryza sativa L) sebagai teknik pengendalian hama terpadu. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Rawang Pasar IV Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan, dengan ketinggian tempat ± 15 m di atas permukaan laut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2019-Maret 2020. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial yang terdiri dari 6 taraf yaitu; F0 = tanpa ekstrak (control), F1 = Ekstrak Bunga Krisan, F2 = Ekstrak Bunga Lavender, F3 = Ekstrak Bunnga Mary gold liar, F4 = Ekstrak batang padi, dan F5 = Ekstrak tanaman padi muda. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik adalah perangkap yang menggunakan feromon sebagai penolak pada perlakuan ekstrak bunga tembelek ayam (Mary gold) yang memiliki jumlah populasi tertangkap 110 imago serangga, sedangkan sebagai feromon penarik terdapat pada ekstrak bagian tanaman padi yang muda yaitu 625 imago serangga, kemudian diikuti perlakuan ekstrak bunga krisan, lavender dan batang tanaman padi. Jenis hama padi yang paling banyak tertangkap adalah ordo homoptera yaitu 814, diikuti dengan ordo hemptera yaitu 565, diptera 299 dan Lepidoptera sebanyak 89