Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Respon Berbagai Jenis Ekstrak Bagian Tanaman (Feromon) Dalam Mengendalikan Hama Tanaman Padi (Oryza sativa L). Sebagai Teknik Pengendalian Hama Terpadu Hasibuan, Syafrizal
Agrium Vol 17 No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v17i2.2857

Abstract

Respon berbagai jenis ekstrak bagian tanaman (Feromon) dalam mengendalikan hama tanaman Padi (Oryza sativa L) sebagai teknik pengendalian hama terpadu. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Rawang Pasar IV Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan, dengan ketinggian tempat ± 15 m di atas permukaan laut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2019-Maret 2020.  Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial yang terdiri dari 6 taraf yaitu; F0 = tanpa ekstrak (control), F1 = Ekstrak Bunga Krisan, F2 = Ekstrak Bunga Lavender, F3 = Ekstrak Bunnga Mary gold liar, F4 = Ekstrak batang padi, dan F5 = Ekstrak tanaman padi muda.  Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik adalah perangkap yang menggunakan feromon sebagai penolak pada perlakuan ekstrak bunga tembelek ayam (Mary gold) yang memiliki jumlah populasi tertangkap 110 imago serangga, sedangkan sebagai feromon penarik terdapat pada ekstrak bagian tanaman padi yang muda yaitu 625 imago serangga,   kemudian diikuti perlakuan ekstrak bunga krisan, lavender dan batang tanaman padi. Jenis hama padi yang paling banyak tertangkap adalah ordo homoptera yaitu 814, diikuti dengan ordo hemptera yaitu 565, diptera  299 dan Lepidoptera  sebanyak 89
PENGGUNAAN KOTORAN SAPI DAN LIMBAH RUMAH TANGGA SEBAGAI PUPUK ORGANIK DALAM UPAYA PENGURANGAN PENGGUNAAN PUPUK KIMIA Ansoruddin, Ansoruddin; Hasibuan, Syafrizal; Pane, Hildayanti Br Torus
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.26177

Abstract

Para petani masih menggunakan pupuk dan pestisida kimia dalam praktek budidaya tanamannya, dimana penggunaan bahan-bahan kimia secara terus menerus akan menurunkan produktifitas lahan itu sendiri yang dapat berakibat pada turunnya hasil produksi dari tanaman budidaya .Pupuk organik yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah pupuk organik yang berasal dari limbah ternak dan juga limbah rumah tangga yang bersal dari sekitar pemukiman masyarakat. Komposisi limbah yang didominasi oleh limbah organik akan menjadi masalah besar apabila tidak ditangani dengan baik, tidak hanya dalam pengelolaan limbah yang ada akan tetapi juga pengurangan limbah yang dibuang ke pengolahan limbah akhir terutama berkaitan dengan masalah pencemaran lingkungan akibat penumpukan limbah. Oleh karena itu perlu dilakukannya pendampingan kepada para petani untuk menambahkan atau menggunakan bahan organik dalam praktek budidaya tanaman. Dan transfer teknologi dalam mengelola limbah ternak dan limbah rumah tangga sebagai pupuk organik. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan khususnya kesuburan tanah akibat dari penggunaan pupuk kimia secara terus menerus. Metode kegiatan ini dilakukan dengan cara sosialisasi serta peragaan dan praktek pembuatan pupuk organik. Hasil dari kegiatan ini adalah masyarakat sadar akan kelestarian lingkungan dan masyarakat mampu mengelola limbah organik yang terdapat disekitar pemukiman warga sekitar.
MANFAAT JAMU BUMI PADA TANAMAN CABAI MERAH SEBAGAI PENCEGAHAN PENYAKIT TANAMAN DI DESA SEI SILAU BARAT Hasibuan, Syafrizal; Ningsih, Sri Susanti; Pane, Hildayanti Br Torus; Harmayani , Harmayani; Armaniar, Armaniar; Wibowo, Fachrina
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.30898

Abstract

Jamu bumi merupakan pupuk organic cair yang terbuat dari bahan-bahan organik , yang ramah terhadap lingkungan. Umumnya petani hanya mengetahui pembuatan pupuk organic berasal dari bahan sisa sisa atau bagian dari makhluk hidup yang tidak terpakai atau dibuang seperti kotoran makhluk hidup dari hewan ternak. Jamu bumi ini mempunyai kelebihan yaitu dapat sebagai pupuk tanaman dan dapat mencegah perkembangbiakan dari penyakit tanaman. Hal ini sesuai dengan nama yaitu jamu. Dengan memberikan informasi ini kepada para petani maka penggunaan pestisida dan pupuk yang berbahan kimia dapat dikurangi sehingga lahan pertanian akan tetap terjaga kesuburannya untuk dimasa yang akan dating.
PENGGUNAAN TEKNOLOGI LISTRIK SEDERHANA BOLA LAMPU UNTUK MENGETAHUI KUALITAS PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK DI DESA BENTENG JAYA Hasibuan, Syafrizal; Ningsih, Sri Susanti; Harmayani, Harmayani; Wibowo, Fachrina; Armaniar, Armaniar; Zulia, Cik
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.42080

Abstract

Pupuk merupakan bahan yang sangat diperlukan tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangan dari tanaman.  Kebutuhan pupuk terus meningkat seiring dengan peningkatan hasil produksi tanaman.  Permintaan akan kebutuhan pupuk meningkat maka produsen penghasil pupuk tidak menutup kemungkinan membuat pupuk yang tidak memiliki kualitas atau tidak memliki manfaat untuk tanaman.  Dengan menggunakan teknologi sederhana menggunakan bola lampu yaitu menggunakan sistem kerja bersumber dari muatan elektron terdiri dari muatan positif dan negatif yang dapat menghidupkan bola lampu.  Semakin terang bola lampu menyala semakin banyak muatan elektron yang terdapat pada suatu larutan pupuk tersebut dan dapat dinyatakan pupuk tersebut banyak mengandung unsur hara yang berguna pada tanaman untuk pertumbuhan dan perkembang.
Pengaruh Pupuk KCL dan Pupuk Ps200 pada Fase Generatif Tanaman Buah Naga (Hylocereus polyrhizus) Hasibuan, Syafrizal; Lubis, Ade Fipriani; Ningsih, Sri Susanti; Sabina, Sahnia; Br Torus Pane, Hilda Yanti
SIMBIOSA Vol 14, No 2 (2025): SIMBIOSA
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/simbiosa.v14i2.8657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk KCl dan pupuk organik cair PS200 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buah naga (Hylocereus polyrhizus) pada fase generatif. Perlakuan yang diuji berupa beberapa dosis pupuk KCl dan pupuk PS200, dengan parameter pengamatan meliputi jumlah bunga, jumlah buah, diameter buah, dan bobot buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk KCl berpengaruh nyata terhadap komponen hasil tanaman buah naga, di mana dosis 70 g/tanaman menghasilkan jumlah bunga tertinggi, sedangkan dosis 140 g/tanaman menghasilkan jumlah buah terbanyak, diameter buah terbesar, dan bobot buah tertinggi. Pupuk PS200 juga berpengaruh nyata, dengan dosis 30 ml/liter air menghasilkan jumlah bunga dan bobot buah tertinggi, serta dosis 20 ml/liter air menghasilkan jumlah buah terbanyak. Interaksi pupuk KCl dan pupuk PS200 tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap seluruh parameter pengamatan. Dapat disimpulkan bahwa aplikasi pupuk KCl dan pupuk PS200 secara tunggal efektif meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman buah naga pada fase generatif. Secara praktis, penggunaan pupuk KCl dosis 140 g/tanaman dan pupuk PS200 dosis 20–30 ml/liter air dapat direkomendasikan dalam budidaya buah naga untuk meningkatkan produksi dan kualitas buah secara berkelanjutan
Analysis of Light Intensity from Various Types of Light Bulbs, Distance, and Time on Fruit Plants Dragon Fruit (Hylocereus Polyrhizus) in the Generative Phase Syafrizal Hasibuan
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 12 (2025): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i12.13347

Abstract

The study entitled analysis of light intensity from various types of distance and time bulbs with the aim of getting the appropriate type of light bulb, distance and time to increase dragon fruit production. The study was conducted in Kampung Melayu Village, Ujung Padang District, Simalungun Regency, North Sumatra Province with an altitude of ± 25 m above sea level. in April to June 2025. The study used Factorial RAK with 3 factors and 2 replications. The first factor of the type of light bulb consists of B1 = special light bulb for dragon fruit plants, B2 = LED light bulb, B3 = Special light bulb for chicken farms B4 = Incandescent light bulb. The second factor of the irradiation distance consists of J1 = 50 cm, J2 = 100 cm, J3 = 150 cm. The third factor of irradiation time W1 = 10 days of irradiation time W2 = 20 days of irradiation time W3 = 30 days of irradiation time The results of the study showed that treatment B1J2W2. Shows the highest dragon fruit production. This is because the light produced is like sunlight, the distance of the light from the plant is not close and not far from the distance of the dragon fruit plant and the lighting time is appropriate throughout the year because the light requirements for each month are different depending on the season.