Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

URGENSI PENDIDIKAN ANTIKORUPSI MELALUI SOSIALISASI DI SDN 159 PEKANBARU DALAM MENCEGAH PEMBERANTASAN KORUPSI Nufus, Hayatun; Fatmasari, Dewi; Nurfadilah, Siti; Hudi, Ilham; Siahaan, Kartika Anggreany; Hikmah , Nur; Aini , Nur
Musyawarah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Musyawarah: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan psikologis siswa atau generasi muda akan dipengaruhi oleh pendidikan anti korupsi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penyuluhan dan sosialisasi pendidikan antikorupsi di SDN 159 Pekanbaru. Untuk penyuluhan ini, terdapat tiga tahap rencana kegiatan. Pertama adalah persiapan, yang mencakup perijinan, koordinasi, dan sosialisasi dengan SDN 159 Pekanbaru. Tahap kedua adalah pelaksanaan, yang mencakup sosialisasi dan penyuluhan. Tahap ketiga adalah evaluasi dan pembuatan laporan kegiatan. Sosialisasi dan penyuluhan pendidikan anti-korupsi dilaksanakan melalui diskusi dan wawancara tentang pemahaman dan penerapan prinsip – prinsip antikorupsi.
AKTUALISASI PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PEMBERDAYAAN POKMAS BETIRI SEJAHTERA LESTARI DI DESA SANENREJO Prabowo, Rachmat Udhi; Ulviyah, M.R, Atik Qima; Sari, Adelia Juwita; Moretta, Amanda; Maulidya, Ella Prisca; Nurfadilah, Siti; Zahrosa, Dimas Bastara; Soejono, Djoko
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 6 No 1 (2022): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v6i1.1623

Abstract

Desa Sanenrejo merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Tempuejo Kabupaten Jember. Luas wilayah Desa Sanenrejo mencapai 489,461 Ha/m. Desa Sanenrejo meiliki dua dusun, yaitu Dusun Krajan dan Dusun Mandilis. Desa Sanenrejo berbatasan langsung dengan lima desa dan Taman Nasional Meru Betiri. Desa Sanenrejo berada pada ketinggian 425 mdpl dengan intensitas curah hujan mencapai 2,154 Mm sepanjang tahun. Meski berada di dataran yang cukup tinggi, tetapi suhu rata-rata harian Desa Sanenrejo mencapai 30°C yang bisa dikatakan cukup panas. Topografi Desa Sanenrejo terbentang diantara bukit-bukit seluas 33,1 Ha dan dibawah lereng gunung seluas 30 Ha. Desa Sanenrejo disebut sebagai desa penyangga TamanNasional Meru Betiri karena berbatasan langsung dengan kawasan hutan konservasi.. Tujuan dari program pengabdian membangun desa adalah untuk memberikan solusi terkait permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Desa Sanenrejo Khususnya Kelompok Masyarakat Masyarakat Betiri Sejahtera Lestari (BSL), berupa Penyuluhan peningkatan referensi dan wawasan alternatif pengolahan produk untuk pengembangan usaha, Sosialisasi Strategi Pemasaran, dan Sosialisasi Pentingnya Kesadaran Manajemen Usaha Yang Baik. Metode pengabdian membangun desa ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui survey, sosialisasi, dan pelatihan. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya kesadaran akan pentingnya keberlanjutan usaha dari Kelompok Masyarakat masyarakat Betiri Sejahtera Lestari.
ANALISIS EFEKTIFITAS PROGRAM BANTUAN LANGSUNG TUNAI DALAM MENANGGULANGI KEMISKINAN DI KOTA MATARAM Jeriah, Ainul; Nurfadilah, Siti
JURNAL ILMIAH DETUBUYA Vol. 2 No. 1 (2024): December
Publisher : Visi Pencerah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64581/jid.v2i1.118

Abstract

This study evaluates how effective the Direct Cash Assistance (BLT) Program is in addressing poverty in Mataram City. This study focuses on the impact of BLT on the economic, social, and psychological conditions of recipients, and assesses technical obstacles that arise in the implementation of the program, such as mistargeting, lack of supervision, and suboptimal use of funds. Using qualitative and quantitative approaches, data were obtained from field observations, interviews, and official documents. The findings of this study indicate that although BLT provides short-term benefits in maintaining purchasing power and a sense of security for the community, this program has not succeeded in creating sustainable economic independence without the support of education and empowerment. This study recommends that BLT be integrated with economic empowerment programs and increased accountability and routine evaluation as a strategy to strengthen poverty alleviation programs.
Bawean Island: The Potential for Ecotourism and Local Knowledge on Plant Diversity Supporting Ecotourism Trimanto, Trimanto; Danarto, Setyawan Agung; Nurfadilah, Siti
Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Vol. 4 No. 3 (2016)
Publisher : Graduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jitode.2016.004.03.02

Abstract

Bawean Island has attractive biodiversity and natures that are potential for development. The present study was aimed to investigate (i) the potential of Bawean Island's natural resources for ecotourism (ii) local knowledge of Bawean people on plant diversity and uses, and (iii) the potential of plants for commodities supporting ecotourism development. The potential of Bawean Island for ecotourism was examined based on data of attractive natural environments, while the local knowledge was obtained by interviewing Bawean people and observation of the daily practical use of plants. Various plants were analysed for their potential as commodities suppporting ecotourism. The results showed that Bawean Island has high potential resources for ecotourism. It is ranging from beaches, mountains, rivers, plant diversity, and endemic animals. The local knowledge showed that Bawean has plant diversity with various potential uses. There were 81 plant species traditionally used by Bawean people, including plants for foods (40 species), ornamental plants (15 species), timbers for housings and buildings (9 species), medicines (8 species), natural dyes (4 species), and other uses (5 species). Various plant species potential as the commodity supporting ecotourism development included Abelmoschus manihot (traditional food), Diospyros discolor (fresh local fruit), Nypa fruticans and Pandanus tectorius (local handicrafts), Phalaenopsis amabilis (ornamental plants or cutting flowers). The use of plants in Bawean Island needs to consider the sustainable use of plants and conservation approaches. Keywords: Bawean, conservation, ecotourism, local knowledge, plant diversity. 
EVALUASI PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO PEMBIAYAAN PADA BANK X : PERSPEKTIF OPERASIONAL SEGMEN UMKM DI WILAYAH RIAU Surbakti, Nia Aprilita Br; Febriany, Lusiana; Putri, Natasya Kumala; Saputra, Rommy; Sabri, Siti Aisyah; Nurfadilah, Siti; Agustin, Hamdi
Jurnal Tabarru': Islamic Banking and Finance Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Tabarru' : Islamic Banking and Finance
Publisher : Department of Islamic Banking, Faculty of Islamic Studies, Islamic University of Riau (UIR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jtb.2026.vol9(1).29105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan manajemen risiko pembiayaan pada Bank X Kantor Cabang Pekanbaru, dengan fokus pada segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Tingginya tekanan Non-Performing Financing (NPF) atau pembiayaan bermasalah di segmen UMKM pasca-COVID-19 menjadi latar belakang penelitian ini. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap sepuluh informan yang dipilih secara purposif, terdiri dari staf pembiayaan, manajer risiko, pengawas kepatuhan, serta delapan nasabah UMKM aktif. Analisis data melibatkan pengkodean tematik, triangulasi sumber, dan penilaian risiko kualitatif menggunakan matriks probabilitas-dampak 5×5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun bank X telah memiliki prosedur manajemen risiko standar di tingkat korporasi, terdapat tiga kesenjangan implementasi di tingkat cabang: (1) penerapan analisis 5C yang tidak konsisten akibat tekanan target penyaluran; (2) keterlambatan deteksi dini terhadap nasabah bermasalah; serta (3) terbatasnya literasi keuangan syariah di kalangan nasabah UMKM yang memengaruhi kualitas akad. Penilaian risiko kualitatif menghasilkan 16 identifikasi risiko: dua pada tingkat tidak dapat diterima (unacceptable), lima tidak diinginkan (undesirable), enam dapat diterima (acceptable), dan tiga dapat diabaikan (negligible). Penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem peringatan dini berbasis perilaku pembayaran serta implementasi program literasi keuangan syariah yang terintegrasi bagi nasabah UMKM.