Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

OPTIMALISASI PERAN AKUNTAN PADA ERA 4.0 Kurniawan Kurniawan; Tine Badriatin
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 2, No 2 (2019): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.012 KB) | DOI: 10.31764/jces.v2i2.1621

Abstract

Abstrak: Penggunaan teknologi informasi pada era revolusi 4.0 khususnya peran akuntan tentu sudah menjadi kebutuhan dasar agar peran akuntan lebih optimal lebih siap dalam menghadapi era perkembangan zaman yang mana kesiapan itu tidak hanya semata dibutuhkan melalui teori semata yang harus dipelajari, namun juga optimalisasi peran akuntan akan kemampuan dan keterampilan seorang akuntan harus berkembang karena perannya dalam era menghadapi era komputerisasi 4.0 ini adalah menyediakan insight atas data, menganalisis, mengecek dan juga menginterpretasikan hasil. Oleh karena itu kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu kegiatan untuk menyiapkan para calon akuntan yang siap menghadapi zaman tersebut. Peserta dari pengabdian ini adalah 200 orang mahasiswa akuntansi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Siliwangi. Tujuan dari kegiatan ini adalah diharapkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan serta kesiapan calon akuntan untuk menghadapi rintangan dan hambatan era revolusi 4.0 serta menghadapi  perkembangan zaman dimana selanjutnya akan menghadapi zaman society 5.0 sehingga siap menjadi seorang akuntan yang akuntabel.Abstract: The use of information technology in the 4.0 revolution era especially the role of accountants has certainly become a basic requirement so that the role of accountants is more optimally more ready to face the era of development where the readiness is not only needed through theory alone which must be learned, but also the optimization of the role of accountants for their abilities and an accountant's skill must develop because his role in the era facing the computerization 4.0 era is to provide insight into data, analyze, check and also interpret results. Therefore this activity is expected to be one of the activities to prepare prospective accountants who are ready to face the era. Participants from this service were 200 accounting students from the Faculty of Economics and Business at Siliwangi University. The purpose of this activity is expected to be an increase in knowledge and ability as well as the readiness of prospective accountants to face obstacles and obstacles of the 4.0 revolution era and to face the times when they will then face the era of society 5.0 so that they are ready to become an accountable accountant.
Sosialisasi Financial Technology (FinTech) bagi Guru SMK Produktif Administrasi Perkantoran di Kabupaten Tasikmalaya Raden Roro Suci Nurdianti; Kurniawan Kurniawan; Syamsudin Arnasik
Prioritas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 01 (2020): EDISI MARET 2020
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Financial technology/FinTech merupakan hasil gabungan antara jasa keuangan dengan teknologi yang akhirnya mengubah model bisnis dari konvensional menjadi moderat. FinTech muncul seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang saat ini didominasi oleh pengguna teknologi informasi tuntutan hidup yang serba cepat. Dengan FinTech, permasalahan dalam transaksi jual-beli dan pembayaran seperti tidak sempat mencari barang ke tempat perbelanjaan, ke bank/ATM untuk mentransfer dana, keengganan mengunjungi suatu tempat karena pelayanan yang kurang menyenangkan dapat diminimalkan. Dengan kata lain, FinTech membantu transaksi jual beli dan sistem pembayaran menjadi lebih efisien dan ekonomis namun tetap efektif. Permasalahan yang terjadi adalah, belum semua masyarakat memahami perkembangan teknologi keuangan ini. Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi guna memperkenalkan FinTech ini ke masyarakat.
Optimizing MSME marketing strategies through AI-based digital transformation: Towards smart and competitive MSMEs Nisa Noor Wahid; Nijar Kurnia Romdoni; Ulfa Luthfia Nanda; Dwiyan Al Rasyid; Kurniawan Kurniawan
Jurnal Abmas Vol. 25 No. 2 (2025): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v25i2.90126

Abstract

Artificial Intelligence (AI)-based digital transformation has become an essential requirement for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) to remain competitive in the digital economy era. Selasari Village, Pangandaran Regency, hosts two leading MSMEs, namely the Rajut Luwis knitting craft and the Crispy Pakis snack. Both enterprises previously relied on conventional marketing strategies, limiting their market reach. This community service program aims to strengthen MSMEs’ digital capacity through awareness sessions, training, and technical assistance in utilizing AI-based technology for product marketing strategies. The methods applied included socialization, practical sessions on AI-assisted digital content creation (product photography, automated editing, and promotional captions), as well as social media and marketplace management. The results indicate improvements in participants’ understanding and basic skills in using AI for digital promotion. Most participants were able to follow the workflow from product photography to editing and preparing ready-to-upload content, although some groups still required further mentoring. The optimization of MSME marketing strategies through AI utilization has proven to enhance operational efficiency, expand market reach, and create more personalized and relevant consumer experiences. This program serves as an initial step toward building a smart, adaptive, and competitive MSME ecosystem in Selasari Village within the digital economy era.   Abstrak Transformasi digital berbasis kecerdasan buatan (AI) menjadi kebutuhan penting bagi UMKM supaya tetap kompetitif di era ekonomi digital. Desa Selasari, Kabupaten Pangandaran, memiliki dua UMKM unggulan yaitu kerajinan rajut Rajut Luwis dan camilan Crispy Pakis. Keduanya sebelumnya masih mengandalkan strategi pemasaran konvensional yang membatasi jangkauan pasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas digital UMKM melalui penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan teknis pemanfaatan teknologi AI dalam strategi pemasaran produk. Metode yang diterapkan meliputi sosialisasi, praktik pembuatan konten digital berbasis AI (foto produk, pengeditan otomatis, dan pembuatan caption promosi), serta pengelolaan media sosial dan marketplace. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan dasar peserta dalam memanfaatkan AI untuk promosi digital. Sebagian besar peserta mampu mengikuti alur kerja dari pemotretan, pengeditan foto, hingga pembuatan konten siap unggah, meskipun masih terdapat kelompok yang membutuhkan pendampingan intensif. Optimalisasi strategi pemasaran UMKM melalui pemanfaatan AI terbukti meningkatkan efisiensi operasional, memperluas jangkauan pasar, serta menciptakan pengalaman yang lebih personal dan relevan bagi konsumen. Program ini menjadi langkah awal menuju ekosistem UMKM Desa Selasari yang cerdas, adaptif, dan kompetitif di era ekonomi digital. Kata Kunci: kecerdasan buatan; pemberdayaan desa; pemasaran produk; transformasi digital