Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Motivasi Orang Tua Dalam Mendidik Anak Pada Usia Dini Di TK Abu Abdillah Al-Islami Desa Medas Kecamatan Gunungsari Lombok Barat Husnan Husnan; AHMAD HELWANI
Ibtida'iy : Jurnal Prodi PGMI Vol 3, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.504 KB) | DOI: 10.31764/ibtidaiy.v3i2.527

Abstract

Membekali anak dengan pendidikan adalah hak anak dan kewajiban bagi orang tua. Untuk itu orang tua harus memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak demi masa depan mereka. Orang tua memiliki motivasi besar untuk mendidik anak anak mereka sejak dini, karena itulah banyak disaksikan dimana-mana bahwa anak-anak kini sudah mulai belajar ketika mereke berumur tiga tahun. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendkatan fenomenoligi diskriptif. Data-data yang didapatkan dari penelitian ini adalah gambaran dilapangan terkait fenomena dan semangat para orang tua yang cukup besar dalam memberikan pendidikan untuk anak-anak mereka sejak dini. Data penelitian diperoleh dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Motivasi orang tua dalam memberikan pendidikan kepada anak-anak mereka di pengaruhi oleh  tiga hal, pertama, para orang tua menginginkan anak menjadi lebih baik dari mereka. Kedua, semaraknya para orang tua yang memberikan pendidikan kepada anak-anak mereka sejak dini., Ketiga mendidik anak sejak dini adalah bagian dari tren kehidupan saat ini.Kata Kunci,motivasi,pendidikan, usia dini,  deskriptif, tren kehidupan.
تطبيق المنهج التربوي 2013 لتعليم اللغة العربية في الفصل الأول بالمدرسة الثانوية الإسلامية الحكومية 1 ماترام Ahmad Helwani
LUGATUNA: Jurnal Prodi PBA Vol 1, No 2 (2022): LUGATUNA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1098.304 KB) | DOI: 10.31764/ljpb.v1i2.11082

Abstract

Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. Kurikulum 2013 adalah kurikulum baru yang diterbitkankan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan republik Indonesia untuk menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Mengutamakanpemahaman, skill, dan pendidikan berkarakter, siswa dituntut untuk paham atas materi, aktif dalam berdiskusi dan presentasi serta memiliki sopan santun disiplin yang tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum 2013 untuk pembelajaran Bahasa Arab pada kelas X di MAN 1 Mataram tahun pelajaran 2015-2016 belum maksimal karena sebagian siswa belum dapat mengikuti semua tuntutan yang ada di dalam kurikulum 2013. Metodeyang sering dipakai dalam kurikulum 2013 ialah metode diskusi, dan kelompok berlangsung baik dan efektif meski berbeda-beda lulusan. Kata Kunci: Pembelajaran, Bahasa Arab, Kurikulum 2013
Meningkatkan Pemahaman Keagamaan Jamaah Majlis Taklim Masjid Nurul Huda Dasan Baru Menggunakan Buku Tuntunan Ibadah Bulan Ramadhan Nasarudin Nasarudin; Husnan Husnan; Khaeruddin Said; Aqodiah Aqodiah; Ahmad Helwani; Ishanan Ishanan; Mappanyompa Mappanyompa; Ahadiah Agustina; Novi Yanti Sandra Dewi; Mustafa Ali; Nurjannah Nurjannah; M. Musfiatul Wardi; M. Syahrul Izomi
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat dan Komunitas Vol 2, No 2: 2025
Publisher : STAI Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jpmk.v2i2.177

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keagamaan jamaah Majlis Taklim Masjid Nurul Huda Dasan Baru dalam menyambut dan menjalani ibadah bulan suci Ramadhan. Program ini dilaksanakan oleh dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Mataram dengan menggunakan buku Tuntunan Ibadah Bulan Ramadhan sebagai panduan utama. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu persiapan dan perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi. Tahap persiapan melibatkan koordinasi dengan pengurus Majlis Taklim dan masyarakat setempat untuk menyusun jadwal, memilih narasumber, serta menyusun materi yang relevan dengan kebutuhan jamaah. Pada tahap pelaksanaan, kegiatan dilakukan dalam bentuk kajian dan diskusi interaktif yang membahas puasa, salat tarawih, zakat, dan amalan sunnah lainnya, disertai sesi tanya jawab serta simulasi praktik ibadah guna memperkuat pemahaman peserta. Evaluasi dilakukan dengan mengamati partisipasi jamaah, menyebarkan kuesioner kepuasan, serta melakukan refleksi terhadap peningkatan pemahaman yang diperoleh selama kegiatan berlangsung. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman keagamaan dan partisipasi aktif jamaah dalam kegiatan keislaman. Dengan pendekatan yang komunikatif dan berbasis kebutuhan, kegiatan ini diharapkan dapat berkelanjutan dan memberikan dampak positif dalam pembinaan keagamaan masyarakat.