Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

KEHAMILAN DALAM ISLAM: PROMOSI KESEHATAN REPRODUKSI DAN KEHAMILAN PADA SANTRIWATI DI PP KHA WAHID HASYIM Mohammad Nasir; Hartatiek Nila; Yati Isnaini Safitri; Erla Syah Dilla Ailany; Muhammad Alif Haikal; Rosda Rodhiyana
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38786

Abstract

Latar Belakang: Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap permasalahan kesehatan reproduksi, termasuk kehamilan di bawah umur, yang berisiko tinggi bagi kesehatan ibu dan anak. Keterbatasan pengetahuan dan layanan kesehatan reproduksi di kalangan remaja, khususnya santriwati di pesantren, menjadi perhatian utama. Tujuan: Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santriwati tentang kesehatan reproduksi dan kehamilan melalui pendekatan islami, yang juga sejalan dengan nilai-nilai agama yang menghargai kesehatan ibu dan anak. Metode: Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan tanya jawab dengan materi kesehatan reproduksi serta persiapan kehamilan dalam perspektif Islam. Sebelum dan sesudah pelatihan, santriwati diminta mengisi kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil dan Pembahasan: Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman santriwati mengenai kesehatan reproduksi. Sebelum penyuluhan, hanya 10% santriwati yang memiliki pengetahuan baik, namun setelah pelatihan, angka tersebut meningkat menjadi 67,5%. Kesimpulan: Program ini menunjukkan efektivitas edukasi dalam meningkatkan pemahaman remaja tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, baik dari aspek kesehatan medis maupun agama. Pendidikan kesehatan reproduksi yang terpadu, terutama di lingkungan pesantren, menjadi langkah penting dalam mencegah kehamilan dini dan mempersiapkan generasi yang sehat sesuai dengan tuntunan agama.
Asuhan Komplementer Komprehensif dalam Mengatasi Dysmenorrhea Remaja di Maahad Darul Falah, Selangor, Malaysia Esty Puji Rahayu; Lalilatul Khusnul Rizki; Yati Isnaini Safitri; Siska Nurul Abidah; Tiyas Saputri
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2: Juli 2026
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v6i2.779

Abstract

Prevalensi dysmenorrhea di Asia adalah 74,5%, sedangkan di Malaysia mencapai 69,4% dan Thailand 84,2%. Salah satu pesantren di Malaysia adalah Maahad Darul Falah dengan 56 siswa Perempuan yang terletak di dekat pantai, tepatnya di Sungai Besar, Selangor, Malaysia dengan masalah kurangnya pengetahuan kesehatan reproduksi remaja, dysmenorrhea dan cara mengelolanya. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dan asuhan komplementer secara komprehensif dalam mengatasi dysmenorrhea. Kegiatan ini merupakan pengabdian masyarakat dengan evaluasi pre-post dan ukuran sampel eksplisit 56 santriwati dan 15 santriwati mendapat terapi TENS. Alat ukur nyeri menggunakan NRS yang merupakan instrumen terstandar, lokasi kegiatan di Maahad Darul Falah. Kegiatan Pengabdian Masyarakat terdiri dari pendidikan kesehatan reproduksi, mengelola dysmenorrhea dengan teknik akupresur dan penggunaan TENS serta memberikan terapi komplementer yang komprehensif bagi remaja yang mengalami dysmenorrhea. Hasil penelitian menyatakan terdapat peningkatan pengetahuan tentang fisiologi menstruasi dan permasalahannya dari 17,86% ke 87,5%. Ada juga peningkatan pengetahuan tentang cara mengelola nyeri haid dengan terapi komplementer yaitu akupresur dan TENS dari 44,64% menjadi 89,29%. Sebanyak 15 siswa telah datang ke Posko dan mendapatkan terapi TENS, akupresure dan musik. Kesimpulannya, pengabdian ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan akupresur; kombinasi terapi komplementer berpotensi menurunkan nyeri, namun diperlukan data kuantitatif dan studi dengan kontrol untuk memastikan efektivitas.
Hubungan Self Efficacy dengan Kesiapan Persalinan dan Kecemasan Menjelang Persalinan pada Ibu Hamil Trimester III Fritria Dwi Anggraini; Fauziyatun Nisa; Yati Isnaini Safitri; Chanty Putri Olgani
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1185

Abstract

Persalinan seharusnya disambut dengan antusiasme dan kegembiraan, namun banyak ibu hamil justru mengalami kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dan kesiapan persalinan dengan kecemasan menjelang persalinan pada ibu hamil trimester ketiga di Puskesmas Jagir, Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Dari 40 populasi, diperoleh 37 sampel dengan menggunakan teknik simple random sampling. Variabel independen meliputi self efficacy dan kesiapan persalinan, sedangkan variabel dependen adalah kecemasan menjelang persalinan. Instrumen penelitian berupa kuesioner baku yang telah valid dan reliabel, yaitu General Self Efficacy Scale (GSE), Childbirth Readiness Scale (CRS), dan Pregnancy Related Anxiety Questionnaire (PRAQ). Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank dan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65,2% ibu hamil memiliki self-efficacy rendah dan 51,4% tidak siap mengalami kecemasan berat. Sebanyak 28,5% dengan self-efficacy tinggi mengalami kecemasan sedang dan ringan, sedangkan semua ibu yang siap tidak merasa khawatir. Terdapat hubungan yang signifikan antara self-efficacy (ρ=0,001) dan kesiapan melahirkan (ρ=0,000) dengan kecemasan.  
Dapur Sehat ke Pasar Mandiri: Pemberdayaan Ibu Balita Pra-Stunting dengan Flossroll Lele dan Minuman Telang Yati Isnaini Safitri; Esty Puji Rahayu; Rachma Rizqina Mardhotillah; Elvinda Aulia Putri Ma'ruf; Intan Azkiya'ul Qolbiyah
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1: Januari 2026
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v6i1.846

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan ibu balita pra-stunting melalui dua pendekatan yang saling melengkapi, yaitu edukasi kesehatan reproduksi yang berhubungan dengan stunting dan pelatihan peningkatan ekonomi melalui pelatihan pembuatan flossroll lele yang tinggi protein sehingga bisa menekan angka stunting. Selain itu, minuman telang yang tinggi antioksidan diberikan sebagai upaya meningkatkan day atahan tubuh balita terhadap paparan penyakit. Metode kegiatan meliputi sosialisasi dan pelatihan kepada 20 ibu balita pra-stunting pada bulan Oktober 2025, yang dilanjutkan dengan pendampingan dan evaluasi sampai bulan Desember 2025. Indikator keberhasilan dalam kegiatan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dan terjualnya flossroll lele dan minuman telang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi yang berpengaruh ke stunting dari 25% ke 90%. Sedangkan pada edukasi manajemen pemasaran terdapat peningkatan pengetahuan  dari 15% ke 90%. Selain edukasi, peserta juga dilatih untuk membuat floshroll dan abon lele serta memasarkan produk secara online. Hasil penjualan flossroll dapat menjadi modal untuk produksi selanjutnya sehingga bisa meningkatkan ekonomi. Terdapat peningkatan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, stunting dan peningkatan keterampilan dalam membuat flossroll dan minuman telang. Keberlanjutan program dengan memantau proses pemasaran dan penjualan flossroll dan minuman telang.
Upaya promosi Langgam jawa dan terapi komplementer Indonesia di Thailand untuk mengurangi kecemasan dan nyeri menstruasi (Dysminorea) pada Remaja Esty Puji Rahayu; Lailatul Khusnul Rizki; Yati Isnaini Safitri; Siska Nurul Abidah
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v8i2.460

Abstract

Prevalensi kejadian dismenore di Asia adalah 74,5%, sedangkan di Malaysia mencapai 69,4% dan Thailand 84,2%. Sementara itu, di Indonesia kejadian dismenore sebesar 64,25% dari remaja putri yang mengalami menstruasi terdiri dari 54,89% dismenore primer dan 9,36 % dismenore sekunder. Prevalensi dismenore pada remaja di Jakarta Pusat sebanyak 87,5% dimana sebanyak 20% mengalami nyeri ringan, 64,76% nyeri sedang, dan 14.76% nyeri berat. Permasalahan nyeri menstruasi masih  cenderung  kurang  mendapatkan perhatian  yang  serius  di  kalangan  remaja  dan  wanita  usia  subur.  Hal  ini  karena masih  ada  persepsi  yang  menganggap  bahwa  masalah  seperti  reproduksi  masih tabu  untuk  didiskusikan  dan  harus  diselesaikan  secara  individu. Metode yang digunakan dalam pengabdian masayarakat ini adalah dengan melakukan penyuluhan dan pelatihan tentang akupresure untuk mengurangi nyeri menstruasi (dysminorhea). Setelah dilakukan penyuluhan terdapat peningkatan pengetahuan dari hanya 25% sasaran yang tahu cara mengurangi dysminorea menjadi 85% sasaran tahu tentang cara mengurangi dysminorea. Selain itu setelah dilakukan pelatihan akupresur sebanyak 95% sasaran terampil melakukan akupresure pada titik LI4,SP6 dan SP8, titik-titik tersebut dapat digunakan untuk meringankan keparahan gejala sistemik yang menyertai dismenore.  Tim juga mengenalkan jamu kunyit asam dan langgam Jawa Yen Ing Tawang untuk mengurangi dysminorea, setelah mendengarkan langgam Jawa sasarn merasa nyaman dan lebih tenang. Langgam Jawa mempunyai tempo 60 byte per menit dan dapat membantu menjaga homeostatis tubuh melalui jalur sumbu HPA yang dapat merangsang hormon endorfin dan enkephalin yang merupakan opiat endogen atau analgetik alami dari dalam tubuh. Kandungan kurkumin dan antosianin pada kunyit asam mampu menghambat reaksi siklooksigenase (COX) sehingga dapat menghambat dan mengurangi peradangan yang kemudian akan mengurangi dan menghambat kontraksi rahim yang menyebabkan nyeri haid.
Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana (KB) di Masyarakat melalui Penguatan Kemampuan Kader Surabaya Hebat Yati Isnaini Safitri; Siska Nurul Abidah; Lailatul Khusnul Rizki; Esty Puji Rahayu; Rizki Amalia; Mohammad Nasir
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2026): September 2026
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v3i3.130

Abstract

Pendidikan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana (KB) di masyarakat melalui kader kesehatan di Surabaya masih perlu ditingkatkan, terutama dalam meningkatkan jumlah peserta KB baru, membimbing peserta KB aktif, serta pemahaman tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan isu kesehatan reproduksi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader melalui program “Penguatan Kader Surabaya Hebat”. Sebanyak 34 Kader Surabaya Hebat (KSH) berpartisipasi dalam pelatihan yang berfokus pada pemahaman metode kontrasepsi dan pentingnya edukasi kesehatan reproduksi. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, serta evaluasi pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan, di mana sebelum pelatihan terdapat 15 KSH (44,1%) dengan pengetahuan rendah, namun setelah pelatihan menurun menjadi 3 KSH (8,8%), sebaliknya, kategori pengetahuan tinggi meningkat secara signifikan. Program ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan KSH, tetapi juga diharapkan berdampak pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan reproduksi dan penggunaan kontrasepsi yang tepat. Melalui pendekatan berbasis kebutuhan lapangan, program ini memberdayakan kader agar lebih aktif dalam edukasi masyarakat serta mendorong partisipasi dalam program KB. Kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian tujuan program KB dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah Kedung Sroko RW II Kelurahan Pacarkembang, Surabaya. Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya pelatihan berkelanjutan bagi KSH untuk menghadapi tantangan kesehatan reproduksi, serta menjadi dasar pengembangan program serupa di masa mendatang guna meningkatkan kesehatan reproduksi di Indonesia secara berkelanjutan.