Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENYULUHAN POST PARTUM BLUES DI PMB FERAWATI Suryanti, Yuli; Tono, Sendy Firza Novilia; Yuanita, Vera; Wijayanti, Adhika Wijayanti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.29160

Abstract

Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada ibu nifas tentang post partum blues pada masa nifas. Postpartum blues pada ibu pasca bersalin yang disebabkan oleh perubahan fisik dan perubahan emosional, perasaan sedih dan depresi segera setelah persalinan. Postpartum blues bersifat sementara yang akan dimulai sejak hari kedua dan mencapai puncaknya pada hari ke-3 sampai ke-5 berangsur membaik setelah 2 minggu post partum. Postpartum blues dikatakan sebagai gangguan mental ringan yang sering di abaikan dan tidak ditangani sehingga membuat ibu merasa tidak nyaman dan berdampak buruk pada kesehatanya dan perkembangan bayinya. Penyuluhan ini menggunakan bahasa yang mudah di mengerti dan dipahami dalam penyampaian materi dan pesan mengenai Postpartum blues. Media yang digunakan yaitu video dan booklet tentang Postpartum blues. Kesimpulan dalam kegiatan ini tentang penyuluhan Postpartum blues di BPM Ferawati Palembang untuk mencegah terjadinya Postpartum blues.
EDUKASI STOP STIGMA HIV/AIDS PADA REMAJA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PERILAKU DISKRIMINASI TERHADAP ODHA Aprilia, Devi; Tono, Sendy Firza Novilia; Intiyaswati
Jurnal Booth Dharma Medika Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Booth Dharma Medika
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/n0gwrf23

Abstract

HIV/AIDS merupakan penyakit yang disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan dapat berkembang menjadi Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS). Stigma sosial terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) menjadi tantangan besar dalam pencegahan dan pengobatan HIV/AIDS, terutama di kalangan remaja yang memiliki persepsi keliru mengenai cara penularan virus ini. Stigma ini muncul akibat ketakutan, persepsi moral yang keliru, serta kurangnya edukasi di masyarakat. Akibatnya, ODHA sering menghadapi perlakuan diskriminatif yang menghambat akses mereka terhadap perawatan medis dan dukungan sosial. Remaja memiliki peran penting dalam mengurangi stigma ini melalui edukasi, penyebaran informasi yang benar, serta penggunaan media sosial secara positif. Pengabdian masyarakt ini berfokus meningkatkan kesadaran dengan memberikan pemahaman yang benar tentang HIV/AIDS kepada remaja guna menghapus stigma kesalah pahaman yang ada dengan mendorong prilaku hidup sehat,meningkatkan empati serta dukungan sosial dan memberikan informasi terbaru mengenai layanan informasi kesehatan. Melalui metode penyuluhan interakti, efektivitas program kegiatan dievaluasi dengan perbandingan skor pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna pada pengetahuan penyuluhan mengenai stop stigma HIV pada remaja terhadap tingkat pengetahuan remaja. Kegiatan ini terbukti meningkatkan pemahaman bagi remaja tentang stop stigma dan diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) dan penting bagi remaja untuk menumbuhkan sikap empati dan toleransi terhadap ODHA dalam menjalani kehidupan yang sehat dan bermartabat. Upaya bersama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan individu, sangat diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU HAMIL TIDAK MELAKUKAN ANTENATAL CARE TERPADU Aprilia, Devi; Tono, Sendy Firza Novilia
Bahasa Indonesia Vol 14 No 2 (2025): Jurnal kebidanan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/0tfjrg22

Abstract

Kehamilan merupakan masa yang dimulai dengan pembuahan antara sperma dan sel telur dan berakhir dengan permulaan persalinan, Ibu mengandung selama 9 bulan 10 hari. Pelayanan ANC yang terpadu mencakup pemeriksaan fisik, deteksi dini komplikasi, pemberian informasi edukasi kesehatan, serta intervensi promotif dan preventif yang bertujuan menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan bayi (AKB). Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor – faktor yang mempengaruhi Ibu hamil tidak melakukan antenatal care terpadu di Kelurahan Pakis Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analisis deskriptif kuantitatif, sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 16 orang dengan menggunakan total sampling. Pengumpulan data telah terkumpul dan kemudian dikelola dan dari hasil penelitian di dapatkan faktor – faktor yang mempengaruhi ibu tidak melakukan pemeriksaan  kehamilan yang diambil dari 16 responden bahwa faktor yang berpengaruh adalah faktor pengetahuan dan faktor ekonomi (88%). Oleh karena itu di harapkan keluarga lebih selektif dalam mendukung ibu hamil baik secara moral ataupun spritual.
The Potential of Moxibustion and Rebozo Technique as An Alternative Solution for Pregnant Women with Breech Presentation Sendy Firza Novilia Tono; Dianita Primihastuti; Devi Aprilia
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 7 No. 6 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i6.398

Abstract

Breech presentation is a common malpresentation in pregnancy, associated with increased perinatal mortality and maternal morbidity. Conventional management such as cesarean section (CS) or vaginal breech delivery may cause trauma and risks for both mother and baby. Therefore, non-invasive complementary approaches, including moxibustion (Chinese traditional therapy) and rebozo (Mexican traditional technique), are being explored as safer alternatives. This study analyzed the potential of moxibustion and the rebozo technique in correcting breech presentation. A quasi-experimental design with a post-test only nonequivalent control group was used. Sixty pregnant women (28–36 weeks gestation) with breech presentation, participants were divided into intervention and control groups using purposive sampling. The intervention group received moxibustion at BL67 and rebozo for 10 consecutive days (10 minutes/day), while the control group performed knee-chest therapy with the same duration and frequency. Data on fetal position were collected through observation and analyzed using the Mann-Whitney test. Significant differences were found between groups (U = 0.00; Z = -6.145; p = 0.000), with the intervention group showing a higher rate of conversion from breech to cephalic presentation. Moxibustion and rebozo techniques are effective non-invasive alternatives for breech correction and may be integrated into antenatal midwifery education and care programs.
Combination of Effleurage Massage, Bitter Orange Aromatherapy and Beethoven Music as An Alternative Solution to Reduce Back Pain in Pregnant Women in the Third Trimester Dianita Primihastuti; Sendy Firza Novilia Tono; Intiyaswati Intiyaswati
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 7 No. 6 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i6.404

Abstract

Back pain is a common complaint in pregnant women during the third trimester due to physiological changes affecting the connective tissue and spinal structure. This study aimed to evaluate the effectiveness of a combination of effleurage massage, bitter orange aromatherapy, and Beethoven's music on reducing back pain and physiological responses in pregnant women during the third trimester. The study design used a quasi-experimental approach with a pre-post test control group approach. Sixty respondents were divided into two groups: the intervention and the control. The intervention group received the combination therapy three times a week for four weeks, while the control group received no intervention. The results showed a significant decrease in blood pressure, pulse rate, respiratory rate, and pain scores after the intervention. Most respondents in the intervention group experienced a shift in pain category from moderate and severe to mild pain. In contrast, the control group showed no significant changes. This combination therapy proved to be physiologically and psychologically effective, consistent with the gate control pain theory and supported by previous literature. The combination of touch through massage, the aroma of bitter orange oil, and classical music stimulation provided a comprehensive relaxation effect. This intervention is safe, non-invasive, and easy to implement both independently and in midwifery practice. Therefore, this combination therapy is recommended as a complementary approach in antenatal care services to address back pain in pregnant women in the third trimester.