Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pemberdayaan kader posyandu dalam meningkatkan peran family caregiver terhadap pemenuhan kebutuhan lansia Sakti, Ifa Pannya; Handini, Febrina Secsaria
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21745

Abstract

Abstrak Kondisi pada lansia menyebabkan peningkatan kebutuhan pendampingan untuk menjalankan aktivitas harian. Pendampingan dapat dilakukan oleh anggota keluarga yang tinggal serumah maupun yang tidak tinggal serumah dengan lansia atau yang lebih dikenal dengan family caregiver. Jumlah lansia yang tinggal dengan family caregiver di RW 1 Kelurahan Sukoharjo Kota Malang sebanyak 88 lansia. Jumlah Kader posyandu lansia RW 1 Kelurahan Sukoharjo adalah 18 orang.  Kegiatan PkM dilakukan di Balai RW 01 Kelurahan Sukoharjo Kota Malang. Kegiatan PkM dilaksanakan selama tiga kali pertemuan pada tanggal 4 – 6 Desember 2023.  Kegiatan PkM yang dilaksanakan adalah edukasi konsep peran family caregiver, pemenuhan kebutuhan dasar pada lansia, dan simulasi cara membersihkan genetalia pada lansia. Kehadiran peserta pada hari ke-1 dan ke-3 sebanyak 18 orang (100%), sedangkan hari ke-2 sebanyak 17 orang (94,44%). Nilai rata-rata pre-test 68,33 dan post-test 85, terdapat peningkatan kognitif sebesar 19,61%. Pada penilaian observasi simulasi cara membersihkan genetalia setelah BAK dan BAB para kader didapatkan nilai rata-rata 92. Berdasarkan hasil evaluasi dapat diartikan kegiatan PkM telah memberikan dampak positif secara signifikan kepada kader. Oleh sebab itu perlu dilakukannya pemberian edukasi kesehatan kepada para kader secara berkala agar para kader dapat memberikan informasi yang benar juga kepada para family caregiver di wilayahnya. Kata kunci: kader; family caregiver; kebutuhan dasar; lansia. Abstract Conditions in the elderly cause an increase in the need for assistance to carry out daily activities. Accompaniment can be provided by family members who live at home or who do not live at home with the elderly better known as family caregivers. The number of elderly people living with family caregivers in RW 1, Sukoharjo Village, Malang City is 88 elderly people. The number of elderly posyandu cadres in RW 1 Sukoharjo Village is 18 people. PkM activities were carried out at RW 01 Hall, Sukoharjo Village, Malang City. PkM activities were carried out over three meetings on 4 - 6 December 2023. PkM activities carried out were education on the concept of the role of the family caregiver, fulfilling basic needs for the elderly, and simulating how to clean the genitalia of the elderly. The attendance of participants on days 1 and 3 was 18 people (100%), while on day 2 there were 17 people (94.44%). The average pre-test score was 68.33 and post-test 85, there was a cognitive increase of 19.61%. In the simulation observation assessment of how to clean the genitalia after urinating and defecating, the cadres obtained an average score of 92. Based on the evaluation results, it can be interpreted that PkM activities have had a significant positive impact on the cadres. Therefore, it is necessary to provide health education to cadres regular basis so that cadres can provide correct information to family caregivers in their area. Keywords: cadres; family caregivers; basic needs; elderly.
PENDAMPINGAN KADER LANSIA DALAM PEMANFAATAN TOGA UNTUK MENGATASI NYERI SENDI PADA LANSIA Syukkur, Achmad; Handini, Febrina Secsaria
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.17777

Abstract

ABSTRAKIndonesia memiliki hutan tropis terkaya kedua di dunia setelah Brazil, dan potensi hayatinya merupakan sumber pangan dan obat-obatan dengan 25.000 sampai 30.000 tanaman yang berpotensi dijadikan sebagai tanaman obat. Namun demikian, pemanfaatan tanaman obat sebagai bahan pengobatan khususnya pada lansia di Indonesia masih belum optimal, begitu pula di Desa  Pandansari. Masyarakat di desa ini masih sering menggunakan obat-obatan bebas dalam mengatasi masalah kesehatan, sedangkan banyak tanaman obat di desa ini yang dapat dimanfaatkan. Tujuan kegiatan PkM ini yaitu memberikan pendampingan kepada kader lansia dengan memberikan edukasi mengenai pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) dan pembuatan kebun TOGA. Kegiatan PkM yang dilaksanakan meliputi edukasi kesehatan kepada kader tentang pengelolaan dan pemanfaatan TOGA, mempraktikkan cara penggunaan atau pemanfaatan TOGA, dan membuat kebun tanaman TOGA. Evaluasi dilakukan dengan melakukan pre test dan post test pengetahuan kader tentang pemanfaatan dan pengelolaan TOGA. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan praktik penggunaan TOGA untuk pengobatan nyeri. Hasil evaluasi terhadap pengetahuan kader lansia tentang TOGA dan pemanfaatannya mengalami peningkatan sejumlah 60,2% dari nilai rata-rata 53 (kategori kurang) menjadi rata-rata 88 (kategori baik). Begitu pula hasil evaluasi terhadap kemampuan kader lansia dalam melakukan praktik pemanfaatan TOGA untuk nyeri sendi juga mengalami peningkatan 55,1%.  Selain itu, kegiatan ini juga menghasilkan sebuah taman TOGA yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar dalam mengatasi masalah kesehatan khususnya nyeri sendi pada lansia. Kata kunci: kader lansia; lanjut usia; nyeri sendi; pengobatan; TOGA. ABSTRACTIndonesia has the second richest tropical forest in the world after Brazil, and its biological potential is a source of food and medicine with 25,000 to 30,000 plants that have the potential to be used as medicinal plants. However, the use of medicinal plants as medicinal ingredients, especially for the elderly in Indonesia, is still not optimal, as is the case in Pandansari Village. People in this village still often use over-the-counter medicines to treat health problems, while many medicinal plants in this village can be used. The purpose of this PkM activity is to assist elderly cadres by providing education about the use of family medicinal plants (TOGA) and making TOGA gardens. The PkM activities carried out include health education to cadres about the management and use of TOGA, cleaning up the way TOGA is used or utilized, and creating a TOGA plantation. The evaluation was carried out by conducting a pre-test and post-test on the cadre's knowledge of the use and management of TOGA. The results of this activity indicate that there has been an increase in knowledge and practice of using TOGA for the treatment of pain. The results of this activity show that there has been an increase in knowledge and practice of using TOGA for pain treatment. The evaluation results of elderly cadres' knowledge about TOGA and its use increased by 60.2% from an average score of 53 (poor category) to an average of 88 (good category). Likewise, the results of the evaluation of the ability of elderly cadres to practice using TOGA for joint pain also increased by 55.1%. In addition, this activity produces a TOGA garden that can be utilized by the community in overcoming health problems, especially joint pain in the elderly. Keywords: elderly cadres; elderly; joint pain; medication; TOGA.