Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Effect of Giving Red Ginger Oil on WOMAC Scores in Elderly People with Osteoarthritis Achmad Syukkur; Febrina Secsaria Handini
Babali Nursing Research Vol 4 No 4 (2023): October
Publisher : Babali Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37363/bnr.2023.44293

Abstract

Osteoarthritis (OA) is a slowly progressive non-inflammatory disease of the diarthrodial (synovial) joints with increasing incidence age with initial symptoms of joint pain during activity. The pain will slowly get worse, resulting in obstacles to joint movement and affecting the patient's functional abilities. This study aims to identify the effectiveness of giving red ginger oil for pain, joint stiffness and functional abilities. This research will usetime series with research design of Quasi Experiments pre and post test design with the control group. The intervention by administering red ginger oil was carried out once in a day for 7 days. The sampling technique used non equivalent control group design. Evaluation was carried out on the first day, third day, fifth day and seventh day using the WOMAC score. The result of research shows the significance figure tested using the Pillai, Wilk's Lambda, Hotelling and Roy's procedures, shows the significance figure is below 0.05 (ie 0.000), it can be concluded that the total WOMAC score data at pre, day-3, day-5 and day-7 are different significant between the intervention group and the control group. The results of the study showed a decrease in womac scores in the intervention group, so it is hoped that red ginger oil can be used as an alternative therapy for elderly patients with OA.
ANALISIS HUBUNGAN PERAN CAREGIVER FAMILY TERHADAP PEMENUHAN KEBUTUHAN PADA LANSIA DI PUSKESMAS BARENG KOTA MALANG Ifa Pannya Sakti; Febrina Secsaria Handini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 19, No 2 (2023): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v19i2.1130

Abstract

Lanjut usia merupakan tahap terakhir dalam proses tumbuh kembang manusia. Peningkatan usia harapan hidup mengindikasikan jumlah penduduk lanjut usia (lansia) dari tahun ke tahun semakin meningkat dimana peningkatan ini merupakan dampak positif dari peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Di Kota Malang, jumlah lansia saat ini juga sedang mengalami peningkatan. Trend peningkatan jumlah lansia ini membawa pengaruh besar dalam pengelolaan masalah kesehatannya baik itu masalah secara fisik, psikologis, spiritual, maupun social yang disebabkan karena proses penuaan. Kondisi seperti ini menyebabkan peningkatan ketergantungan lansia dan kebutuhan pendampingan orang lain (Caregiver Family) dalam menjalankan aktivitas sehari-hari maupun dalam memenuhi kebutuhan dasar lansia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk  mengetahui hubungan antara peran caregiver family dengan pemenuhan kebutuhan lansia di wilayah kerja Puskesmas Bareng Kota Malang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang berusia lebih dari 60 tahun, tinggal bersama keluarga dalam satu rumah, sehat, mampu berkomunikasi dengan baik dan terdaftar di posyandu lansia RW 01 Kelurahan Sukoharjo Wilayah Kerja Puskesmas Bareng Kota Malang yang berjumlah 88 orang lansia dan menggunakan teknik total sampling. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Juni – Juli 2023. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran caregiver family menurut persepsi lansia sebanyak 79,5% adalah memberikan peran optimal, pemenuhan KDM pada lansia yang terpenuhi  sebanyak 85,2%, dan terdapat hubungan yang signifikan antara  variabel peran caregiver family dan variabel pemenuhan KDM pada lansia dengan nilai p=0,000. Peran keluarga sebagai caregiver family sangat penting karena keluarga merupakan sumber dukungan terbesar yang berguna untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar manusia pada lansia.
ANALISIS PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR MANUSIA PADA LANSIA OLEH CAREGIVER FAMILY DI KELURAHAN SUKOHARJO KOTA MALANG : ANALYSIS OF FULFILLMENT OF BASIC HUMAN NEEDS IN THE ELDERLY BY CAREGIVER FAMILY IN SUKOHARJO DISTRICT, MALANG CITY panya, ifa; Febrina Secsaria Handini
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 12 No. 01 (2024): Vol. 12 No.1 , Januari 2024
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v12i1.485

Abstract

Pendahuluan. Peningkatan usia harapan hidup membawa pengaruh besar dalam pengelolaan masalah kesehatannya baik itu masalah secara fisik, psikologis, spiritual, maupun social yang disebabkan karena proses penuaan. Kondisi seperti ini menyebabkan peningkatan ketergantungan lansia dan kebutuhan pendampingan orang lain (Caregiver Family) pemenuhan kebutuhan dasar manusia pada lansia. Tujuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemenuhan kebutuhan dasar lansia oleh caregiver family di Kelurahan Sukoharjo Kota Malang Metode. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian ini terletak di RW 01 Kelurahan Sukoharjo Kec. Klojen Kota Malang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni – Juli 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia yang berusia lebih dari 60 tahun, tinggal bersama family caregiver dalam satu rumah, sehat, mampu berkomunikasi dengan baik dan tinggal di wilayah RW 01 Kelurahan Sukoharjo Kota Malang. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling, sehingga jumlah sampel sebanyak 88 lansia. Hasil. Pemenuhan kebutuhan dasar lansia oleh caregiver family di Kelurahan Sukoharjo Kota Malang adalah sebagai berikut kebutuhan fisiologis (Physiological Needs) sebanyak 85,2% terpenuhi, kebutuhan rasa aman (Safety Needs) sebanyak 85,2% terpenuhi, kebutuhan akan rasa memiliki dan kasih sayang (social needs) sebanyak 71,6% terpenuhi, kebutuhan akan penghargaan (Esteem Needs) sebanyak 84,1% terpenuhi, dan kebutuhan akan aktualisasi diri (Self-actualization Needs) sebanyak 77,3% terpenuhi. Kesimpulan. Peran family caregiver sangat dibutuhkan para lansia dalam menjaga serta membantu memenuhi kebutuhan dasar manusia pada lansia. Para family caregiver harus lebih optimal lagi dalam memberikan dukungan kepada lansia agar semua kebutuhan dasar pada lansia terpenuhi.
Role of Resilience to Improving the Performance of Health Workers: A Systematic Review Febrina Secsaria Handini; Kusnanto Kusnanto; Tri Johan Agus Yuswanto
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2020): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v9i2.309

Abstract

This systematic review is based on Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyzes (PRISMA). The databases used in this study include Scopus, Science Direct, PubMed, and Pro Quest, limited to publications from 2016 to 2020 and full-text articles. The keywords used are "healthcare" AND "Resilience" AND "job performance" OR "work performance". This systematic review uses 12 articles that fit the inclusion criteria. This systematic review proves the role of resilience in improving the job performance of healthcare. There are eleven out of twelve studies that prove that resilience directly has a positive and significant correlation to the performance. In addition to playing a direct role, resilience also acts as a mediator both in full and in part between other independent variables with performance. Further research can be done in the form of developing resilience-based performance models as an effort to increase the productivity of nurses in Indonesia
Pemberdayaan caregiver informal: perawatan umum lansia didasarkan sebagai upaya mempertahankan kemandirian lansia Handini, Febrina Secsaria; Sakti, Ifa Pannya; Sulistyono, Sulistyono
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33561

Abstract

Abstrak Lanjut usia termasuk dalam kelompok yang rentan akibat berbagai perubahan yang mereka alami. Perubahan tersebut dapat menimbulkan beragam masalah kesehatan, sehingga lansia membutuhkan dukungan khususnya oleh caregiver informal dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari baik secara fisik maupun mental. Di lokasi tempat kegiatan dilaksanakan, terdapat masalah utama berupa kurangnya pengawasan dan pendampingan oleh caregiver terhadap lansia, yang mana minimnya keterlibatan caregiver informal ini disebabkan karena keterbatasan pengetahuan mengenai perawatan pada lansia, kurangnya keterampilan praktis dalam merawat, serta ketidaktahuan tentang pentingnya perawatan berkelanjutan. Tujuan kegiatan PkM ini adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan caregiver informal dalam melakukan perawatan umum pada lansia yang didasarkan pada program perawatan jangka panjang (PJP). Kegiatan yang dilakukan dalam PkM ini yaitu memberikan edukasi dan pelatihan, topik edukasi yang diberikan adalah konsep perubahan pada lansia, konsep PJP dan perawatan umum pada lansia, sedangkan kegiatan pelatihan yang diberikan adalah ketrampilan untuk meningkatkan kemandirian lansia yang meliputi latihan pernafasan, latihan fisik aktif dan pasif. Metode pemberdayaan yang digunakan dalam kegiatan PkM ini adalah metode ceramah, diskusi dan demonstrasi. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan yang ditunjukkan dengan peningkatan nilai yang signifikan antara Pre-Test dan Post-Test yaitu sebesar 85% caregiver memiliki pegetahuan yang baik,  dan semua peserta memiliki keterampilan baik dengan nilai rata-rata yaitu 80,4. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan kelurahan dan puskesmas setempat dapat mengambil peran aktif dalam penguatan peran caregiver informal, melalui integrasi program ini ke dalam program kesehatan lansia di wilayah RW 04. Kata kunci: caregiver informal; perawatan umum lansia; kemandirian lansia. Abstract The elderly are a vulnerable group due to the various changes they experience. These changes can lead to various health problems, so the elderly need support, especially from informal caregivers, to meet their daily needs, both physically and mentally. At the location where the activity was carried out, a major problem was the lack of supervision and support from caregivers for the elderly. This minimal involvement of informal caregivers was due to limited knowledge about elderly care, a lack of practical skills in care, and a lack of awareness of the importance of ongoing care. The purpose of this Community Service Program (PKM) is to improve the knowledge and skills of informal caregivers in providing general care for the elderly based on the long-term care program (PJP). The activities carried out in this PkM include providing education and training, the educational topics provided are the concept of change in the elderly, the concept of PJP and general care for the elderly, while the training activities provided are skills to increase the independence of the elderly which include breathing exercises, active and passive physical exercises. The methods used in this Community Service activity are lectures, discussions, and demonstrations. The results of this activity show an increase in knowledge, indicated by a significant increase in scores between the Pre-Test and Post-Test, namely 85% of caregivers have a good understanding, and all participants have good skills with an average score of 80.4. Through this community service activity, it is hoped that the local sub-district and community health center can take an active role in strengthening the role of informal caregivers, through the integration of this program into the elderly health program in the RW 04 area. Keywords: informal caregiver; general elderly care; elderly independence.
HUBUNGAN MOTIVASI INTERNAL DENGAN KEPATUHAN MENGKONSUMSI OBAH ANTI HIPERTENSI (OAH) PADA LANSIA Safitri, Rahmaning; Debora, Oda; Handini, Febrina Secsaria
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 21, No 1 (2025): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v21i1.1431

Abstract

Hipertensi adalah kondisi di mana tekanan darah sistolik mencapai ≥140 mmHg dan tekanan darah diastolik mencapai ≥90 mmHg. Salah satu cara untuk menangani hipertensi adalah dengan patuh terhadap konsumsi obat antihipertensi (OAH). Motivasi internal merupakan salah satu faktor yang memengaruhi kepatuhan dalam mengonsumsi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi internal dan kepatuhan dalam mengonsumsi OAH pada lansia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Data dianalisis dan dikorelasikan menggunakan uji korelasi Spearman. Populasi penelitian terdiri dari 75 lansia dan sampel yang digunakan juga berjumlah 75 responden karena menggunakan teknik total sampling. Penelitian dilakukan di Puskesmas Bareng, Kota Malang. Instrumen yang digunakan meliputi data umum responden, kuesioner TMQ, kuesioner ASK-10, dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara motivasi internal dan kepatuhan mengonsumsi OAH, dengan nilai p=0,002 (p<0,05) pada uji korelasi Spearman. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa motivasi internal mempengaruhi kepatuhan dalam mengonsumsi OAH. Semakin tinggi motivasi internal seseorang, semakin besar pula kemauan mereka untuk mencapai kesembuhan. Penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara motivasi internal dan kepatuhan dalam konsumsi OAH pada lansia. Untuk pasien, penting untuk memiliki motivasi internal agar terapi antihipertensi dapat mencapai hasil yang diinginkan. Bagi tenaga kesehatan, memberikan motivasi eksternal kepada pasien hipertensi dapat meningkatkan rasa percaya diri dan harapan pasien untuk sembuh.
Pemberdayaan kader posyandu dalam meningkatkan peran family caregiver terhadap pemenuhan kebutuhan lansia Sakti, Ifa Pannya; Handini, Febrina Secsaria
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21745

Abstract

Abstrak Kondisi pada lansia menyebabkan peningkatan kebutuhan pendampingan untuk menjalankan aktivitas harian. Pendampingan dapat dilakukan oleh anggota keluarga yang tinggal serumah maupun yang tidak tinggal serumah dengan lansia atau yang lebih dikenal dengan family caregiver. Jumlah lansia yang tinggal dengan family caregiver di RW 1 Kelurahan Sukoharjo Kota Malang sebanyak 88 lansia. Jumlah Kader posyandu lansia RW 1 Kelurahan Sukoharjo adalah 18 orang.  Kegiatan PkM dilakukan di Balai RW 01 Kelurahan Sukoharjo Kota Malang. Kegiatan PkM dilaksanakan selama tiga kali pertemuan pada tanggal 4 – 6 Desember 2023.  Kegiatan PkM yang dilaksanakan adalah edukasi konsep peran family caregiver, pemenuhan kebutuhan dasar pada lansia, dan simulasi cara membersihkan genetalia pada lansia. Kehadiran peserta pada hari ke-1 dan ke-3 sebanyak 18 orang (100%), sedangkan hari ke-2 sebanyak 17 orang (94,44%). Nilai rata-rata pre-test 68,33 dan post-test 85, terdapat peningkatan kognitif sebesar 19,61%. Pada penilaian observasi simulasi cara membersihkan genetalia setelah BAK dan BAB para kader didapatkan nilai rata-rata 92. Berdasarkan hasil evaluasi dapat diartikan kegiatan PkM telah memberikan dampak positif secara signifikan kepada kader. Oleh sebab itu perlu dilakukannya pemberian edukasi kesehatan kepada para kader secara berkala agar para kader dapat memberikan informasi yang benar juga kepada para family caregiver di wilayahnya. Kata kunci: kader; family caregiver; kebutuhan dasar; lansia. Abstract Conditions in the elderly cause an increase in the need for assistance to carry out daily activities. Accompaniment can be provided by family members who live at home or who do not live at home with the elderly better known as family caregivers. The number of elderly people living with family caregivers in RW 1, Sukoharjo Village, Malang City is 88 elderly people. The number of elderly posyandu cadres in RW 1 Sukoharjo Village is 18 people. PkM activities were carried out at RW 01 Hall, Sukoharjo Village, Malang City. PkM activities were carried out over three meetings on 4 - 6 December 2023. PkM activities carried out were education on the concept of the role of the family caregiver, fulfilling basic needs for the elderly, and simulating how to clean the genitalia of the elderly. The attendance of participants on days 1 and 3 was 18 people (100%), while on day 2 there were 17 people (94.44%). The average pre-test score was 68.33 and post-test 85, there was a cognitive increase of 19.61%. In the simulation observation assessment of how to clean the genitalia after urinating and defecating, the cadres obtained an average score of 92. Based on the evaluation results, it can be interpreted that PkM activities have had a significant positive impact on the cadres. Therefore, it is necessary to provide health education to cadres regular basis so that cadres can provide correct information to family caregivers in their area. Keywords: cadres; family caregivers; basic needs; elderly.
PENDAMPINGAN KADER LANSIA DALAM PEMANFAATAN TOGA UNTUK MENGATASI NYERI SENDI PADA LANSIA Syukkur, Achmad; Handini, Febrina Secsaria
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.17777

Abstract

ABSTRAKIndonesia memiliki hutan tropis terkaya kedua di dunia setelah Brazil, dan potensi hayatinya merupakan sumber pangan dan obat-obatan dengan 25.000 sampai 30.000 tanaman yang berpotensi dijadikan sebagai tanaman obat. Namun demikian, pemanfaatan tanaman obat sebagai bahan pengobatan khususnya pada lansia di Indonesia masih belum optimal, begitu pula di Desa  Pandansari. Masyarakat di desa ini masih sering menggunakan obat-obatan bebas dalam mengatasi masalah kesehatan, sedangkan banyak tanaman obat di desa ini yang dapat dimanfaatkan. Tujuan kegiatan PkM ini yaitu memberikan pendampingan kepada kader lansia dengan memberikan edukasi mengenai pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) dan pembuatan kebun TOGA. Kegiatan PkM yang dilaksanakan meliputi edukasi kesehatan kepada kader tentang pengelolaan dan pemanfaatan TOGA, mempraktikkan cara penggunaan atau pemanfaatan TOGA, dan membuat kebun tanaman TOGA. Evaluasi dilakukan dengan melakukan pre test dan post test pengetahuan kader tentang pemanfaatan dan pengelolaan TOGA. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan praktik penggunaan TOGA untuk pengobatan nyeri. Hasil evaluasi terhadap pengetahuan kader lansia tentang TOGA dan pemanfaatannya mengalami peningkatan sejumlah 60,2% dari nilai rata-rata 53 (kategori kurang) menjadi rata-rata 88 (kategori baik). Begitu pula hasil evaluasi terhadap kemampuan kader lansia dalam melakukan praktik pemanfaatan TOGA untuk nyeri sendi juga mengalami peningkatan 55,1%.  Selain itu, kegiatan ini juga menghasilkan sebuah taman TOGA yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar dalam mengatasi masalah kesehatan khususnya nyeri sendi pada lansia. Kata kunci: kader lansia; lanjut usia; nyeri sendi; pengobatan; TOGA. ABSTRACTIndonesia has the second richest tropical forest in the world after Brazil, and its biological potential is a source of food and medicine with 25,000 to 30,000 plants that have the potential to be used as medicinal plants. However, the use of medicinal plants as medicinal ingredients, especially for the elderly in Indonesia, is still not optimal, as is the case in Pandansari Village. People in this village still often use over-the-counter medicines to treat health problems, while many medicinal plants in this village can be used. The purpose of this PkM activity is to assist elderly cadres by providing education about the use of family medicinal plants (TOGA) and making TOGA gardens. The PkM activities carried out include health education to cadres about the management and use of TOGA, cleaning up the way TOGA is used or utilized, and creating a TOGA plantation. The evaluation was carried out by conducting a pre-test and post-test on the cadre's knowledge of the use and management of TOGA. The results of this activity indicate that there has been an increase in knowledge and practice of using TOGA for the treatment of pain. The results of this activity show that there has been an increase in knowledge and practice of using TOGA for pain treatment. The evaluation results of elderly cadres' knowledge about TOGA and its use increased by 60.2% from an average score of 53 (poor category) to an average of 88 (good category). Likewise, the results of the evaluation of the ability of elderly cadres to practice using TOGA for joint pain also increased by 55.1%. In addition, this activity produces a TOGA garden that can be utilized by the community in overcoming health problems, especially joint pain in the elderly. Keywords: elderly cadres; elderly; joint pain; medication; TOGA.
Joint Pain with Activity of Daily Living (ADL) Levels in Elderly People in Sempalwadak Village, Bululawang Community Health Center Working Area Dwi Agustina, Sisilia; Ariesti, Ellia; Setyobudi, Yustina Emi; Handini, Febrina Secsaria
Journal Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58774/jourkep.v4i2.123

Abstract

Background: Elderly individuals are individuals entering the final stages of human development. As they age, they experience functional decline, particularly in the musculoskeletal system, leading to conditions such as osteoarthritis, rheumatoid arthritis, and gout, which can cause joint pain. Frequent, persistent joint pain can lead to a decline in daily living activities. Purpose: To determine the relationship between joint pain and the level of Activity of Daily Living (ADL) ability in the elderly in Sempalwadak Village, Bululawang Health Center working area. Methods: This study used a quantitative correlational design with a cross-sectional approach. The study population was all elderly residents of Sempalwadak Village who were patients at the Bululawang Community Health Center. The sampling technique was total sampling, with a total sample size of 70 elderly residents. The instruments used included the Numeric Rating Scale (NRS) pain scale and the Activity of Daily Living (ADL) form using the Bathel Index, which consists of ten activities. Data analysis used the Spearman rank test. Results: Based on the Spearman rank test, the p value was obtained = 0.00 (<0.05), which means there is a relationship between joint pain and the level of Activity of Daily Living (ADL) ability in the elderly in Sempalwadak Village, Bululawang Community Health Center working area. Conclusion: Joint pain is significantly associated with functional independence in carrying out daily activities in older adults. Pain management should be prioritized to maintain ADL capacity in older adults.
Analisa Tingkat Kepuasan Pasien Tentang Pelayanan Kesehatan Lansia Sakti, Ifa Pannya; Handini, Febrina Secsaria; Sulartri, Anastasia Sri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 21, No 2 (2025): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v21i2.1847

Abstract

pasien lansia merupakan indikator utama dalam menilai mutu pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan pasien lansia terhadap pelayanan kesehatan lansia di Puskesmas Tajinan, Kabupaten Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien lansia yang mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Tajinan, menggunakan teknik sampling accidental sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, yaitu tangibles, empathy, reliability, responsiveness, dan assurance. Proses pengumpulan data dilaksanakan pada 7 – 12 Juli 2025 dengan jumlah responden yang didapat sebanyak 97 lansia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi tangibles, mayoritas responden merasa puas (78,4%). Pada dimensi tangibles sebesar 78,4%, empathy sebesar 75,3%, reliability sebesar 85,6%, responsiveness sebesar 75,4%, dan assurance sebesar 76,3% lansia menyatakan puas terhadap pelayanan yang diterima. Secara umum, tingkat kepuasan lansia berada pada kategori tinggi, yaitu sebanyak 83,5% responden merasa puas, dan 12,4% merasa sangat puas. Temuan ini menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan lansia di Puskesmas Tajinan sudah berjalan dengan cukup baik, namun tetap perlu dilakukan evaluasi dan peningkatan berkelanjutan terutama pada dimensi dengan skor terendah. Pada penelitian ini untuk memperoleh gambaran umum mengenai persepsi dan penilaian lansia terhadap mutu pelayanan yang mereka terima. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar evaluasi serta pertimbangan dalam pengambilan keputusan bagi pihak puskesmas dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan lansia ke depan.