Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Sondir

KAJIAN SISTEM DRAINASE SUMUR RESAPAN AIR HUJAN KECAMATAN JATIKALEN KABUPATEN NGANJUK Eko Bagus Setiawan; Kustamar; Sriliani Surbakti
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.971 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v2i1.2577

Abstract

Sistem drainase yang umumnya masih menggunakan sistem drainase konvensional, artinya air hujan ditampung oleh saluran drainase yang selanjutnya langsung dibuang kesungai. Dengan demikian air hujan yang dapat diresap oleh tanah akan berkurang. Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu upaya penambahan kandungan air tanah yang salah satunya dengan mengalihkan curah hujan yang diterima atap rumah ke dalam imbuhan buatan yaitu sumur resapan. Kajian studi ini bertujuan untuk mengombinasikan sistem drainase yang ada dengan menambahkan sumur resapan agar proses peresapan lebih optimal untuk menjaga air tanah tetap ada. Dari hasil perencanaan didaerah studi diperoleh ukuran sumur resapan diameter 1,4 meter sesuai dengan standart maksimum SK SNI N0. 03 – 2459 – 1991, dengan kedalaman sumur 2,7 meter. Jumlah sumur resapan untuk daerah studi sebanyak 3003 buah. Debit maksimum yang dapat tertampung didalam sumur resapan adalah sebesar 8,2945 x 10-4 m3.det-1. Debit limpasan sebelum adanya sumur resapan untuk lahan pertanian, pemukiman dan pekarangan sebesar 52,54014 m3.det-1. Dan debit limpasan pembanding untuk lahan pemukiman saja sebesar 7,42476 m3.det-1. Debit air hujan yang melimpas setelah adanya sumur resapan di daerah studi sebesar 50,1799 m3.det-1 untuk luasan lahan seluruh wilayah kecamatan jatikalen dan perbandingan debit yang melimpas untuk daerah lahan pemukiman saja yaitu sebesar 5,0645 m3.det-1, sehingga terjadi pengurangan debit limpasan sebesar 4,50% untuk seluruh lahan dan 31,53 % untuk lahan pemukiman pada daerah studi. Sumur resapan yang direncanakan mampu meresapkan air hujan yang tertampung dalam sumur resapan antara 14 jam sampai 24 jam, dengan penambahan sumur resapan sebagai imbuhan pada wilayah Kecamatan Jatikalen akan sangat efisien jika penempatannya diletakkan di daerah pemukiman.
EVALUASI DAN PERENCANAAN SALURAN DRAINASE KECAMATAN TELUK AMBON, KOTA AMBON Lourin; Dr. Ir. Kustamar, MT; Sriliani surbakti
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.772 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v2i2.2579

Abstract

Drainase merupakan salah satu dasar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang merupakan komponen terpenting dalam suatu perencanaan infrasturktur sebuah kota. Kota Ambon merupakan salah satu kota yang sering terkena banjir di Indonesia, seperti yang terjadi pada daerah beberapa desa di kecamatan Teluk Ambon. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor yaitu kurang maksimalnya sistem drainase yang ada karena rusaknya bangunan saluran yang sudah lama dibuat. Evaluasi dan perencanaan drainase dilakukan dengan perhitungan Curah hujan menggunakan metode Gumbel, metode Log Pearson Tipe III, metode Log Normal dan metode Normal, Dari hasil perhitungan didapatakan analisa Perhitungan saluran eksisting pada saluran kecematan Teluk Ambon, didapatakan besar debit rencangan adalah 0,088 m3/dtk pada ruas jalan Dr.Leimena. Kapasitas salauran yang dibutuhkan untuk menampung saluran adalah 0,013 m3/dtk pada Desa Laha Saluran No 3, sedangkan pada saluran eksisting debit banjir sebesar 0,023 m3/dtk, maka didapatkan saluran tidak mecukupi untuk menampung debit tersebut. Untuk mengatasi saluran yang tidak mencukupi, maka dilakukan perencanaan saluran drainase melalui sistem peningkatan kapasitas saluran dengan cara, melakukan pelebaran, penggerukan pada dimensi saluran, yang sesuai dengan tata guna lahan dan kondisi sekitar.
Desain Teknologi Ipal Sistem Anaerobic Baffle Reactor Di Kelurahan Gunung Sari Kecamatan Pasangkayu Kabupaten Mamuju Utara Sulawesi Barat Surbakti, Sriliani; Nusa Sebayang; I Wayan Mundra
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/sondir.v4i2.3193

Abstract

Rendahnya pelayanan sanitasi di Kelurahan Gunungsari memiliki konsekuensi terhadap kesehatan dan kualitas lingkungan yang berkelanjuta. Bila semua limbah buangan rumah tangga yang dihasilkan dari berbagai macam kegiatan/aktifitas dibuang secara langsung ke perairan/badan air maka, akan menimbulkan pencemaran pada badan air. Pada Kelurahan Gunungsari Kecamatan Pasangkayu terdapat jumlah penduduk pada tahun 2016 sebesar 4517 jiwa dan secara umum masih membuang air limbah domestik (black water dan grey water) langsung ke badan air tanpa melalui pengolahan. Perencanaan ABR didasarkan atas proyeksi jumlah penduduk dari tahun 2017-2026 dengan hasil analisa proyeksi total volume air limbah buangan adalah sebesar 16,7658681 liter/detik (16,77 liter/detik). Konsentrasi limbah buangan sebelum masuk pengolahan limbah yaitu TSS : 473 mg/liter, BOD : 494 mg/liter, COD : 799 mg/liter. Hal ini menunjukkan bahwa parameter TSS, BOD,melebihi Ambang Baku Mutu Air Limbah. Telah direncanakan Anaerobik Baffle Reaktor (ABR) yang direncanakan sebagai sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah yang bisa menurunkan konsentrasi limbah buangan.
PENDAMPINGAN PEMANFAATAN LIMBAH BOTOL PLASTIK SEBAGAI BAHAN TAMBAH PEMBUATAN PAVING DI KELURAHAN ARJOWINANGUN KECAMATAN KEDUNGKANDANG KOTA MALANG Erfan, Muhammad; Nenny Roostianawaty; Surbakti, Sriliani
SONDIR JURNAL SONDIR
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/sondir.v5i1.3577

Abstract

Pertambahan jumlah penduduk tentunya menghasilkan pertambahan jumlah volume sampah organik dan anorgaik. Salah satu sampah yang dihasilkan masyarakat di Kelurahan Arjowinangun adalah sampah organik dan sampah anorganik, dimana sampah atau limbah organik dan limbah anorganik apabila tidak dilakukan pengolahan tentunya jumlah volume sampah akan semakin bertambah dan mengakibatkan terjadinya dampak pencemaran terhadap lingkungan, yaitu terjadinya penurunan sanitasi lingkungan. Berdasarkan kondisi eksisting maka permasalahan yang Kelurahan Arjowinangun adalah banyaknya tumpukan sampah aorganik dan sampah anorganik sehingga mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan khususnya penurunan sanitasi lingkungan di sekitar permukiman dan terjadinya penyumbatan pada saluran drainase akibat masuknya sampah ke dalam saluran draianse. Oleh sebab itu dari permasalahan yang ada di lokasi mitra maka perlu dilakukan upaya mengurangi permasalahan pengurangan jumlah volume khususnya penanganan pemanfaatan sampah anorganik yaitu, salah satunya adalah pemanfaatan limbah botol plastik sebagai tambahan bahan konstruksi ringan sebagai pembuatan paving. Sehingga dari pemanfaatan limbah atau sampah anorganik yaitu limbah botol plastik maka diharapkan akan mengurangi jumlah volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir sampah (TPA). Hasil dari pengolahan limbah botol plastik tersebut akan menghasilkan menjadi paving dan pendampingan mitra ini akan melibatkan masyarakat di Kelurahan Arjowinangun untuk memanfaatkan limbah botol plastik menjadi barang yang bernilai tinggi dan berguna serta berwawasan lingkungan.
PERENCANAAN BOEZEM DAN POMPA DALAM PENANGAN BANJIR DI KABUPATEN PASURUAN JAWA TIMUR Hisyam Erwanto, Naufal; Yulianti, Erni; Surbakti, Sriliani
SONDIR JURNAL SONDIR
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/sondir.v5i2.4194

Abstract

Banjir merupakan suatu permasalahan air yang dapat berakibat pada kerusakan materil dan non materil. Apabila tidak di lakukan langkah pencegahan yang tepat, maka akan terjadi kerusakan yang lebih besar dikemudian hari. Dari berbagai tindak pencegahan di bidang infrastruktur seperti normalisasi sungai, pembuatan saluran drainase, terdapat pula pembuatan danau/waduk buatan yang disebut boezem. Perencanaan boezem sebagai alternatif penanganan banjir di Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur akan menampung air akibat limpasan air hujan pada periode rancangan 50 tahun sebesar 235,8669 m3/detik. Perencanaan boezem di dapat dari perhitungan curah hujan rancangan periode 50 tahun sebesar 221,833 mm, dan dengan debit banjir rancangan metode rasional periode 50 tahun 235,8669 m3/detik. Kemudian dilakukan penelusuran banjir dengan inflow pada perhitungan HSS. Nakayasu kala ulang 50 tahun. Dan didapat kan nilai tampungan sebesar 47973,89 m3. Hasil dari perhitungan penelusuran banjir terhadap pompa dan pintu air didapatkan volume tampungan rencana sebesar 48.000 m3. Sebagai pelengkap untuk mendukung proses pengeringan boezem maka diperlukan pompa air dengan kapasitas maksimum 6600 m3/jam sebanyak 2 unit, dan 2 unit pintu air. Dan didapatkan pola pengoperasian pompa dan pintu air berdasarkan ketinggian air pada boezem.
KAJIAN SISTEM DRAINASE MELALUI SUMUR RESAPAN DI KAWASAN PERUMAHAN WILIS INDAH 2 KOTA KEDIRI Muhammad Dicky Arwidyanto; I Wayan Mundra; Sriliani Surbakti
SONDIR JURNAL SONDIR
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/sondir.v6i1.5170

Abstract

The Wilis Indah 2 Residential Area is located in the Pojok Village, Mojoroto District, Kediri City, East Java and is one of the most crowded and dense residential areas in the city center. With an area of ​​± 170,000 m2, the drainage channel in this residential area often inundates, especially during the rainy season for a long time due to the high intensity of rain and the drainage system that cannot accommodate the excess flow of water that comes. So from these conditions it is necessary to study to overcome the existing flood problems. The method used for this research is data collection which will be analyzed from various sources. Maximum design rainfall analysis was carried out with a comparison of the two methods and the results of the analysis from the Log Pearson Type III method were used. In the intensity analysis, a 5-year rainfall return period was used with the result of 118,730 mm. In the existing channel, an analysis of the channel capacity was also carried out. After that, an evaluation of the planned flood discharge with channel capacity was carried out, as many as 12 channels did not meet. One of the alternatives given is the design of infiltration wells with a circular cross section with a diameter of 1.2 meters and a depth of 2 meters. Based on research, the existing condition of the drainage system in the Wilis Indah 2 Housing area is not in good condition. Solutions for handling channel problems are adjusted to the conditions of each channel and several channels are given alternative infiltration well planning with the aim of conserving water resources where rainwater is infiltrated into the ground before entering the canal.