Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Peranan Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Pembentukan Karakter Anak Berdasarkan Teori Thomas Lickona Jenifert Heru Siswanto; Yusak Tanasyah
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol 1 No 1 (2021): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/semnastekmu.v1i1.77

Abstract

Pendidikan karakter dilakukan guna membentuk seorang anak untuk memiliki karakter yang baik dan dapat diterima di masyarakat. Thomas Lickona adalah tokoh pengusung dari pendidikan karakter abad-21. Pendidikan karakter tidak sekedar mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah kepada anak, tetapi lebih dari itu pendidikan karakter menanamkan kebiasaan tentang yang baik sehingga peserta didik paham, mampu merasakan, dan mau melakukan yang baik. Pendidikan karakter membawa misi yang sama dengan pendidikan akhlak atau pendidikan moral. Thomas Lickona berpendapat bahwa karakter mulia meliputi pengetahuan tentang kebaikan, lalu menimbulkan komitmen terhadap kebaikan, dan akhirnya benar-benar melakukan kebaikan. Dengan kata lain, karakter mengacu kepada serangkaian pengetahuan, sikap, dan motivasi, serta perilaku dan keterampilan. Melalui teori dari Thomas Lickona ini diharapkan peranan pendidik agama Kristen dalam pembentukan karakter dapat membantu dalam menanamkan nilai-nilai kristiani kepada anak-anak. Pendidikan karakter diharapkan dapat terjadi baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun di gereja. Dengan demikian, proses pendidikan karakter harus dipandang sebagai usaha sadar dan terencana, bukan usaha yang sifatnya terjadi secara kebetulan. Pendidikan karakter adalah usaha yang sungguh-sungguh untuk memahami, membentuk, memupuk nilai-nilai etika, baik untuk diri sendiri maupun untuk semua warga masyarakat atau warga negara secara keseluruhan. Penulis menggunakan metode studi pustaka untuk memecahkan permasalahan dalam penelitian ini.
Peranan Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Pembentukan Karakter Anak Berdasarkan Teori Thomas Lickona Jenifert Heru; Yusak Tanasyah
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol 1 No 1 (2021): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/semnastekmu.v1i1.89

Abstract

Abstrak Pendidikan karakter dilakukan guna membentuk seorang anak untuk memiliki karakter yang baik dan dapat diterima di masyarakat. Thomas Lickona adalah tokoh pengusung dari pendidikan karakter abad-21. Pendidikan karakter tidak sekedar mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah kepada anak, tetapi lebih dari itu pendidikan karakter menanamkan kebiasaan tentang yang baik sehingga peserta didik paham, mampu merasakan, dan mau melakukan yang baik. Pendidikan karakter membawa misi yang sama dengan pendidikan akhlak atau pendidikan moral. Thomas Lickona berpendapat bahwa karakter mulia meliputi pengetahuan tentang kebaikan, lalu menimbulkan komitmen terhadap kebaikan, dan akhirnya benar-benar melakukan kebaikan. Dengan kata lain, karakter mengacu kepada serangkaian pengetahuan, sikap, dan motivasi, serta perilaku dan keterampilan. Melalui teori dari Thomas Lickona ini diharapkan peranan pendidik agama Kristen dalam pembentukan karakter dapat membantu dalam menanamkan nilai-nilai kristiani kepada anak-anak. Pendidikan karakter diharapkan dapat terjadi baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun di gereja. Dengan demikian, proses pendidikan karakter harus dipandang sebagai usaha sadar dan terencana, bukan usaha yang sifatnya terjadi secara kebetulan. Pendidikan karakter adalah usaha yang sungguh-sungguh untuk memahami, membentuk, memupuk nilai-nilai etika, baik untuk diri sendiri maupun untuk semua warga masyarakat atau warga negara secara keseluruhan. Penulis menggunakan metode studi pustaka untuk memecahkan permasalahan dalam penelitian ini.
Hubungan Antara Profesionalisme Dosen dengan Karakter Kristiani Mahasiswa (Studi Korelasi di Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pelita Harapan, Tangerang) [The Relationship Between Lecturer Professionalism and Student Christian Character (Correlation Study at the Faculty of Education, Pelita Harapan University, Tangerang)] Abednego Tri Gumono; Yusak Tanasyah; Amos Naolaka
Diligentia: Journal of Theology and Christian Education Vol 6, No 1 (2024): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/dil.v6i1.7884

Abstract

The realization of character education is a shared responsibility of both parents and educational institutions. Higher education as an integral educational facility has a responsibility to develop aspects of character. This is because character is an important domain in forming a student's personality as a whole. In this way, students can grow cognitively, affectively and psychometrically. The Faculty of Education, Pelita Harapan University has a profile of students who are competent, have character, have a calling as Christian teachers (Calling), and have compassion (compassion). To realize this profile, it must be supported by the professionalism of lecturers with the characteristics of having a loving spirit like the good Samaritan and a spirit of self-emptying of Christ in serving. The aim of this research is to determine the relationship between lecturer professionalism and student Christian character. The results of this research will provide an overview, evaluation, and input to build Christian character in a sustainable manner. The method used in this research is a correlative quantitative method. The research results show that lecturer professionalism is significantly related to students' Christian character. The research results show that there is a correlation between lecturer professionalism and student Christian character of .537. Thus, it can be concluded that the correlation between lecturer professionalism and student Christian character is in the strong category. The test results show the significance value (p = .000) is smaller than 0.05. This means that there is not enough evidence to accept the proposed hypothesis (reject Ho). Thus, it can be concluded that there is a significant correlation between lecturer professionalism and student Christian character.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Perwujudan pendidikan karakter merupakan tanggung jawab bersama antara orang tua dan institusi pendidikan. Perguruan tinggi sebagai salah satu sarana pendidikan yang tidak terpisahkan memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan aspek karakter. Hal ini dikarenakan karakter merupakan domain penting dalam membentuk kepribadian mahasiswa secara utuh. Dengan demikian, mahasiswa dapat berkembang secara kognitif, afektif dan psikomotorik. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pelita Harapan memiliki profil mahasiswa yang kompeten, berkarakter, memiliki panggilan sebagai guru Kristen (Calling), dan memiliki belas kasih (compassion). Untuk mewujudkan profil tersebut, harus didukung oleh profesionalisme dosen dengan ciri-ciri memiliki semangat mengasihi seperti orang Samaria yang baik hati dan semangat mengosongkan diri seperti Kristus dalam melayani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara profesionalisme dosen dengan karakter kristiani mahasiswa. Hasil penelitian ini akan memberikan gambaran, evaluasi dan masukan untuk membangun karakter kristiani secara berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif korelasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesionalisme dosen berhubungan secara signifikan dengan karakter kristiani mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara profesionalisme dosen dengan karakter kristiani mahasiswa sebesar 0,537. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa korelasi antara profesionalisme dosen dengan karakter Kristen mahasiswa berada pada kategori kuat Hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi (p=.000) lebih kecil dari 0.05. Hal ini berarti tidak terdapat cukup bukti untuk menerima hipotesis yang diajukan (tolak Ho). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara profesionalisme dosen dengan karakter kristiani mahasiswa.
Penerapan Teori Donald S. Whitney Dalam Pembinaan Spritualitas Remaja Kristen di PPA GBT Kristus Ajaib Tulungagung Gabriel Dhandi; Sutrisno Sutrisno; Yusak Tanasyah
Coram Mundo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 5 No. 1 (2023): Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/corammundo.v5i1.131

Abstract

Based on the results of a survey which shows that Christian youths view church and spiritual activities as no longer attractive, such as prayer, worship, quiet time, reading the Bible and other spiritual activities. This causes Christian youth to experience an identity crisis, moral degradation and is easily influenced by today's juvenile delinquency. Even though they are important assets for the church, nation and state. This also happens to Christian youth at PPA GBT Kristus Ajaib Tulungagung and the reason is because they do not have a good spiritual life and even underestimate their spiritual development. This study used a qualitative field method with an observation and direct observation approach. So that the results of direct observation and observation can describe about attainment an overview of the research objectives, namely to provide a series and presentation of authentic data on the implementation of the application of Christian youth spirituality development at PPA GBT Kristus Ajaib Tulungagung using Donald S. Whitney's theory of Spirituality Development.
Kreativitas Guru Sekolah Minggu, Penggunaan Media Daring dalam Peningkatan Minat Beribadah Anak Usia 6-8 Tahun pada Masa Pandemi Covid-9 di Gereja Bethel Indonesia World Trade Center Serpong Christina Mendrofa; Gideon Sutrisno; Yusak Tanasyah
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/juilmu.v1i1.28-45

Abstract

Pentingnya Anak-anak sebagai generasi penerus dalam pandangan Tuhan, bangsa, dan gereja sering terabaikan, terutama dalam pelayanan anak di sekolah miggu selama pandemi Covid-19. Tantangan yang dihadapi melibatkan kurangnya persiapan, pembagian kelas tanpa mempertimbangkan usia anak, dan dukungan finansial minim dari orang tua, yang menghambat kreativitas dan perkembangan sekolah minggu. Sementara itu kehadiran anak-anak mengalami penurunan dengan drastis yang disertai dengan persepsi yang rendah terhadap kualitas sekolah minggu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalaui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Sehingga ditemukan bahwa GBI WTC Serpong memberikan warna yang berbeda dengan kreativitas guru sekolah minggu yang berhasil meningkatkan minat anak-anak melalui kostum, dekorasi kelas, dan acara ibadah kreatif. Dukungan penuh dari gereja, semangat guru yang terus berkembang, dan penggunaan media, terutama Aplikasi Zoom, berhasil mempertahankan minat anak-anak selama pandemi. Meskipun ada kendala, kesuksesan Sekolah Minggu GBI WTC Serpong, terutama dalam meningkatkan partisipasi anak-anak dengan menjadikannya contoh bagi gereja lain.