Claim Missing Document
Check
Articles

Sumbangsih Pendidikan Israel Kuno Dalam Pendidikan Agama Kristen Pada Anak Youke L. Singal; Yusak Tanasyah; Maya Malau; Susanti Embong Bulan
Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 3 No 1 (2023): HaratiJPK: April
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen IAKN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/harati.v3i1.126

Abstract

This study explores the contribution of education in ancient Israel and its application to Christian education for children today. The study begins by examining the education system in ancient Israel, including the role of parents, religious leaders, and formal institutions in imparting knowledge and moral teachings. Taking lessons from the ancient Israelites, the study then explores how these principles can be applied to Christian education today. It examines the role of parents, teachers, and the church community in fostering a nurturing and holistic educational environment. It also investigates the use of Scripture, prayer, worship, and ministry to engage children in their faith journey. The purpose of this study emphasizes the value of integrating educational wisdom and practices in ancient Israel into modern Christian education. By adopting a holistic approach that combines Scripture, experiential learning, community engagement, and character building, Christian educators can provide a solid foundation for children to develop lifelong faith, moral values, and a living relationship with God. This study used a literature review research method that investigated books and journals related to ancient Israeli education. Studi ini mengeksplorasi kontribusi pendidikan di Israel kuno dan penerapannya pada pendidikan Kristen untuk anak-anak saat ini. Studi dimulai dengan mengkaji sistem pendidikan di Israel kuno, termasuk peran orang tua, pemimpin agama, dan lembaga formal dalam menyampaikan pengetahuan dan ajaran moral. Mengambil pelajaran dari bangsa Israel kuno, penelitian ini kemudian mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip ini dapat diterapkan pada pendidikan Kristen saat ini. Ini mengkaji peran orang tua, guru, dan komunitas gereja dalam membina lingkungan pendidikan yang mengasuh dan holistik. Itu juga menyelidiki penggunaan Kitab Suci, doa, ibadah, dan pelayanan sebagai sarana untuk melibatkan anak-anak dalam perjalanan iman mereka. Tujuan dari penelitian ini menekankan nilai integrasi kebijaksanaan dan praktik pendidikan di Israel kuno ke dalam pendidikan Kristen modern. Dengan mengadopsi pendekatan holistik yang menggabungkan Kitab Suci, pengalaman belajar, keterlibatan masyarakat, dan pembentukan karakter, pendidik Kristen dapat memberikan landasan yang kokoh bagi anak-anak untuk mengembangkan iman seumur hidup, nilai-nilai moral, dan hubungan yang hidup dengan Tuhan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kajian pustaka yang menyelidiki buku-buku dan jurnal yang berkaitan dengan pendidikan Israel kuno.
Peranan Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Pembentukan Karakter Anak Berdasarkan Teori Thomas Lickona Jenifert Heru Siswanto; Yusak Tanasyah
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol 1 No 1 (2021): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/semnastekmu.v1i1.77

Abstract

Pendidikan karakter dilakukan guna membentuk seorang anak untuk memiliki karakter yang baik dan dapat diterima di masyarakat. Thomas Lickona adalah tokoh pengusung dari pendidikan karakter abad-21. Pendidikan karakter tidak sekedar mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah kepada anak, tetapi lebih dari itu pendidikan karakter menanamkan kebiasaan tentang yang baik sehingga peserta didik paham, mampu merasakan, dan mau melakukan yang baik. Pendidikan karakter membawa misi yang sama dengan pendidikan akhlak atau pendidikan moral. Thomas Lickona berpendapat bahwa karakter mulia meliputi pengetahuan tentang kebaikan, lalu menimbulkan komitmen terhadap kebaikan, dan akhirnya benar-benar melakukan kebaikan. Dengan kata lain, karakter mengacu kepada serangkaian pengetahuan, sikap, dan motivasi, serta perilaku dan keterampilan. Melalui teori dari Thomas Lickona ini diharapkan peranan pendidik agama Kristen dalam pembentukan karakter dapat membantu dalam menanamkan nilai-nilai kristiani kepada anak-anak. Pendidikan karakter diharapkan dapat terjadi baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun di gereja. Dengan demikian, proses pendidikan karakter harus dipandang sebagai usaha sadar dan terencana, bukan usaha yang sifatnya terjadi secara kebetulan. Pendidikan karakter adalah usaha yang sungguh-sungguh untuk memahami, membentuk, memupuk nilai-nilai etika, baik untuk diri sendiri maupun untuk semua warga masyarakat atau warga negara secara keseluruhan. Penulis menggunakan metode studi pustaka untuk memecahkan permasalahan dalam penelitian ini.
Peranan Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Pembentukan Karakter Anak Berdasarkan Teori Thomas Lickona Jenifert Heru; Yusak Tanasyah
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol 1 No 1 (2021): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/semnastekmu.v1i1.89

Abstract

Abstrak Pendidikan karakter dilakukan guna membentuk seorang anak untuk memiliki karakter yang baik dan dapat diterima di masyarakat. Thomas Lickona adalah tokoh pengusung dari pendidikan karakter abad-21. Pendidikan karakter tidak sekedar mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah kepada anak, tetapi lebih dari itu pendidikan karakter menanamkan kebiasaan tentang yang baik sehingga peserta didik paham, mampu merasakan, dan mau melakukan yang baik. Pendidikan karakter membawa misi yang sama dengan pendidikan akhlak atau pendidikan moral. Thomas Lickona berpendapat bahwa karakter mulia meliputi pengetahuan tentang kebaikan, lalu menimbulkan komitmen terhadap kebaikan, dan akhirnya benar-benar melakukan kebaikan. Dengan kata lain, karakter mengacu kepada serangkaian pengetahuan, sikap, dan motivasi, serta perilaku dan keterampilan. Melalui teori dari Thomas Lickona ini diharapkan peranan pendidik agama Kristen dalam pembentukan karakter dapat membantu dalam menanamkan nilai-nilai kristiani kepada anak-anak. Pendidikan karakter diharapkan dapat terjadi baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun di gereja. Dengan demikian, proses pendidikan karakter harus dipandang sebagai usaha sadar dan terencana, bukan usaha yang sifatnya terjadi secara kebetulan. Pendidikan karakter adalah usaha yang sungguh-sungguh untuk memahami, membentuk, memupuk nilai-nilai etika, baik untuk diri sendiri maupun untuk semua warga masyarakat atau warga negara secara keseluruhan. Penulis menggunakan metode studi pustaka untuk memecahkan permasalahan dalam penelitian ini.
Kontekstualisasi Pendidikan Agama Kristen Melalui Falsafah Suku Dayak Kanayatn Gabriel Dhandi; Yusak Tanasyah; Sutrisno Sutrisno
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 6, No 2 (2023): 15 Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v6i2.472

Abstract

Berbagai macam pengaruh buruk yang masuk untuk mempengaruhi generasi muda suku Dayak Kanayatn itu sudah tidak dapat dihentikan lagi oleh siapapun. Karena setiap orang, baik tua maupun muda itu sudah memakai Handphone dan telah menggunakan semua platform media sosial seperti Youtube, Tiktok, Instagram, Facebook dan sebagainya. Jika pengaruh buruk telah mempengaruhi generasi muda suku Dayak Kanayatn di Kalimantan Barat, maka nilai-nilai seperti toleransi, cinta budaya, cinta Tuhan dan sebagainya akan hilang dengan sendirinya. Suku Dayak memiliki budaya dan spiritual yang kuat, sehingga tujuan penelitian ini untuk menggambarkan nilai-nilai Kristiani yang tertuang dalam falsafah Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata. Juga, menawarkan suatu bentuk pendidikan Kristen yang dapat menyentuh dimensi kehidupan sosial masyarakat suku Dayak Kanayatn terutama dimensi kehidupan generasi mudanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan ditulis secara deskriptif untuk mengkaji tentang nilai-nilai dalam falsafah suku Dayak, kemudian disesuaikan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan Kristen. Disinilah penulis mulai mengkonstruksikan dan menyandingkan antara nilai-nilai pendidikan Kristen dengan nilai-nilai yang tertuang dalam falsafah suku Dayak Kanayatn. Ditemukan bahwa falsafah suku Dayak Kanayatn dapat dijadikan sebagai instrument kontekstualisasi pendidikan Kristen di Kalimantan Barat.
Hubungan Antara Profesionalisme Dosen dengan Karakter Kristiani Mahasiswa (Studi Korelasi di Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pelita Harapan, Tangerang) [The Relationship Between Lecturer Professionalism and Student Christian Character (Correlation Study at the Faculty of Education, Pelita Harapan University, Tangerang)] Abednego Tri Gumono; Yusak Tanasyah; Amos Naolaka
Diligentia: Journal of Theology and Christian Education Vol 6, No 1 (2024): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/dil.v6i1.7884

Abstract

The realization of character education is a shared responsibility of both parents and educational institutions. Higher education as an integral educational facility has a responsibility to develop aspects of character. This is because character is an important domain in forming a student's personality as a whole. In this way, students can grow cognitively, affectively and psychometrically. The Faculty of Education, Pelita Harapan University has a profile of students who are competent, have character, have a calling as Christian teachers (Calling), and have compassion (compassion). To realize this profile, it must be supported by the professionalism of lecturers with the characteristics of having a loving spirit like the good Samaritan and a spirit of self-emptying of Christ in serving. The aim of this research is to determine the relationship between lecturer professionalism and student Christian character. The results of this research will provide an overview, evaluation, and input to build Christian character in a sustainable manner. The method used in this research is a correlative quantitative method. The research results show that lecturer professionalism is significantly related to students' Christian character. The research results show that there is a correlation between lecturer professionalism and student Christian character of .537. Thus, it can be concluded that the correlation between lecturer professionalism and student Christian character is in the strong category. The test results show the significance value (p = .000) is smaller than 0.05. This means that there is not enough evidence to accept the proposed hypothesis (reject Ho). Thus, it can be concluded that there is a significant correlation between lecturer professionalism and student Christian character.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Perwujudan pendidikan karakter merupakan tanggung jawab bersama antara orang tua dan institusi pendidikan. Perguruan tinggi sebagai salah satu sarana pendidikan yang tidak terpisahkan memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan aspek karakter. Hal ini dikarenakan karakter merupakan domain penting dalam membentuk kepribadian mahasiswa secara utuh. Dengan demikian, mahasiswa dapat berkembang secara kognitif, afektif dan psikomotorik. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pelita Harapan memiliki profil mahasiswa yang kompeten, berkarakter, memiliki panggilan sebagai guru Kristen (Calling), dan memiliki belas kasih (compassion). Untuk mewujudkan profil tersebut, harus didukung oleh profesionalisme dosen dengan ciri-ciri memiliki semangat mengasihi seperti orang Samaria yang baik hati dan semangat mengosongkan diri seperti Kristus dalam melayani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara profesionalisme dosen dengan karakter kristiani mahasiswa. Hasil penelitian ini akan memberikan gambaran, evaluasi dan masukan untuk membangun karakter kristiani secara berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif korelasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesionalisme dosen berhubungan secara signifikan dengan karakter kristiani mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara profesionalisme dosen dengan karakter kristiani mahasiswa sebesar 0,537. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa korelasi antara profesionalisme dosen dengan karakter Kristen mahasiswa berada pada kategori kuat Hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi (p=.000) lebih kecil dari 0.05. Hal ini berarti tidak terdapat cukup bukti untuk menerima hipotesis yang diajukan (tolak Ho). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara profesionalisme dosen dengan karakter kristiani mahasiswa.
MENTRANSFORMASI SPIRITUAL MANTAN NARAPIDANA MELALUI TEORI SPIRITUALITAS DALLAS WILLARD: Studi kasus pembinaan mantan narapidana di Yayasan Pelangi Bisat Nusantara Akimas, Handreas; Tanasyah, Yusak; Singal, Youke L.
Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 5 No. 1 (2023): Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen (Vol.5, No.1, December 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Moriah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55076/didache.v5i1.186

Abstract

By definition, an ex-convict is someone who has served and completed their sentence in a prison in accordance with the decision of the criminal court and for the sake of a sense of legal justice. The experience of being an ex-convict has a far-reaching impact on their lives both internally and externally.  From the internal side, ex-convicts are insecure and have a borderline personality (emotional ups and downs very quickly). From the external side, families, churches, and communities reject their presence. Strong negative labeling of them (double punishment) makes them choose the safe path by withdrawing from the social environment. If ex-convicts are not properly trained, then the potential to become recidivists is very high. This study used qualitative research methods. The type of research used is a case study with a semi-structured interview technique method in order to obtain depth and sharpness of the truth of the results to be achieved. The object of the study was 18 ex-convicts consisting of 10 women and 8 men with an average age of 44.5 years with 90% of narcotics cases.   Menyandang status sebagai mantan narapidana berdampak luas pada kehidupan mereka baik secara internal maupun eksternal.  Labelisasi negatif yang kuat terhadap mereka (hukuman ganda) membuat mereka memilih jalan aman dengan menarik diri dari lingkungan sosial. Itulah sebabnya, mantan narapidana perlu mendapatkan pembinaan dengan metode yang tepat, jika tidak maka potensi menjadi residivis sangatlah tinggi. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas teori spiritualitas dari Dallas Willard dalam pembinaan spiritualitas mantan narapidana di Yayasan Pelangi Bisat Nusantara Karawaci. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Sedangkan metode yang digunakan adalah teknik wawancara semi terstruktur. Subyek penelitian berjumlah 18 informan yang terdiri dari 10 wanita dan 8 pria dengan usia rata-rata 44,5 tahun dengan 90% kasus narkotika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori Spiritualitas Dallas Willard sangat efektif digunakan pada pembinaan mantan narapidana di Yayasan Pelangi Bisat Nusantara Karawaci. Alasannya adalah, teori tersebut sederhana dalam penerapannya dan tolak ukur yang digunakan sangat jelas. Penelitian ini diharapkan menjadi sumbangsih positif bagi komunitas, yayasan dan gereja yang memiliki keterpanggilan dalam melakukan pembinaan terhadap mantan narapidana.
IMPACT OF ERASMUS, MARTIN LUTHER, AND MICHELANGELO AS CULTURAL CHANGE AGENTS DURING THE RENAISSANCE PERIOD Hopping, Joshua S.; Tanasyah, Yusak
MAHABBAH: Journal of Religion and Education Vol 4, No 1 (2023): MAHABBAH: Journal of Religion and Education, Vol.4, No.1 (January 2023)
Publisher : Scriptura Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47135/mahabbah.v4i1.78

Abstract

This study discusses three cultural change agents: Erasmus, Martin Luther, and Michelangelo. Each of these figures played a significant role in shaping the cultural landscape of their time, and their influence can still be felt today. Erasmus was a Dutch Renaissance humanist who promoted a return to classical learning and scholarship. His writings, which were critical of the established church, helped pave the way for the Protestant Reformation. Erasmus also advocated for the use of the vernacular in religious texts, making them more accessible to ordinary people. Martin Luther was a German theologian and monk who is best known for his role in the Protestant Reformation. Luther's ideas challenged the authority of the Catholic Church and led to the establishment of new Protestant denominations. Luther's translation of the Bible into German helped make religious texts more accessible to a wider audience. Michelangelo was an Italian Renaissance artist who made significant contributions to the fields of painting, sculpture, and architecture. His works, including the ceiling of the Sistine Chapel and the sculpture of David, are considered masterpieces of Western art. Michelangelo's works helped redefine the possibilities of art and inspired future generations of artists. Together, Erasmus, Martin Luther, and Michelangelo represent a diverse set of cultural change agents who helped shape the course of Western culture. Their ideas and works continue to influence and inspire people today, reminding us of the enduring power of art, scholarship, and faith.
NUSANTARA CHRISTIANITY: The Synthesis Contextual Theology and Culture in Indonesia Tandana, Ester Agustini; Tanasyah, Yusak
MAHABBAH: Journal of Religion and Education Vol 4, No 1 (2023): MAHABBAH: Journal of Religion and Education, Vol.4, No.1 (January 2023)
Publisher : Scriptura Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47135/mahabbah.v4i1.55

Abstract

Like other sorts of knowledge, thought, and behavior, Christian theology is influenced by the context in which it is employed. Contextual theology shows how thoroughly contextual Christian theology is. The significance of context has never been entirely disregarded in the development of contextual theology. The emphasis on context, however, has been most prominent at times when the Christian message appeared to be the least related to the circumstances in which it was being spoken. Indonesia as the largest archipelagic country in the world with hundreds of tribes and languages has made Indonesia an interesting place to study in developing contextual theology. Based on the various languages and ethnicities that have various kinds of differences, Indonesia is unique in building a down-to-earth theology in the archipelago. This article aims to find out how contextual theology becomes a liaison in bridging between the Word and the context to be able to provide understanding for both parties to God's truth based on synthesis contextual theology and culture in Indonesia. The research method used is qualitative literature research which is the process of studying books, references, and research results to get a better understanding of a problem or issue. This information is then used to build a theoretical foundation for future research.
E-Learning Dalam Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Di Era Industrial 4.0 Gulo, Arifman; Tanasyah, Yusak
Indonesian Journal of Religious Vol. 5 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Religious, Vol.5, No.1 (April 2022)
Publisher : LPPM - Sekolah Tinggi Teologi Indonesia Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/ijr.v5i1.9

Abstract

Indonesia is the world's largest archipelagic country. Education is one aspect of life that can be used to promote and improve the quality of human resources (context of Christian religious education). There are numerous approaches for developing a traditional national education system in the sphere of education, notably teaching, and learning activities in the classroom. However, in the era of industrial digitalization 4.0, the education system that is currently emerging is the e-learning technique and educational information system (online learning) that has no space or time constraints. As a Pancasila State, Christian Religious Education is supposed to color the output of national education and the Church community in Indonesia. It is vital to develop to improve the quality and quantity of Christian Religious Education on a national scale. to improve both the quality and quantity of Christian Religious Education Nationally, it is required to create e-learning (online learning) in Christian schools, Theology schools, and other institutions to reach the Church community in Indonesia's numerous main, small, and distant islands. Especially those who have not been reached by teachers (teachers and lecturers) who are trustworthy and qualified in their professions, so that Christian human resources acquire quality Christian religious education and increase in number nationally. It is desired that millennial Christian human resources will flourish and bear fruit in the Church. Not only must one learn and then bear fruit, but one must also grow closer to God, as well as modify the circumstances, ethics, and Christian character that can provide the best for the development.   Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Pendidikan merupakan salah satu aspek kehidupan yang dapat digunakan untuk memajukan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (konteks pendidikan agama Kristen). Ada banyak pendekatan untuk mengembangkan sistem pendidikan nasional tradisional di bidang pendidikan, terutama kegiatan belajar mengajar di kelas. Namun di era digitalisasi industri 4.0, sistem pendidikan yang sedang berkembang saat ini adalah teknik e-learning dan sistem informasi pendidikan (online learning) yang tidak memiliki batasan ruang dan waktu. Sebagai Negara Pancasila, Pendidikan Agama Kristen sudah seharusnya mewarnai output pendidikan nasional dan masyarakat gereja di Indonesia. Sangat penting untuk dikembangkan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas Pendidikan Agama Kristen dalam skala nasional. Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas Pendidikan Agama Kristen Secara Nasional, perlu dibuat e-learning (pembelajaran online) di sekolah-sekolah Kristen, sekolah teologi, dan lembaga lainnya untuk menjangkau komunitas gereja di berbagai pulau utama, kecil, dan jauh di Indonesia. Terutama yang belum terjangkau oleh guru (guru dan dosen) yang amanah dan berkualitas dalam profesinya, sehingga sumber daya manusia Kristen memperoleh pendidikan agama Kristen yang berkualitas dan meningkat jumlahnya secara nasional. Diharapkan sumber daya manusia Kristen milenial tumbuh subur dan berbuah di Gereja. Bukan hanya harus belajar lalu berbuah, tetapi juga harus semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, serta mengubah keadaan, etika, dan karakter kristiani yang dapat memberikan yang terbaik bagi perkembangannya.
Manajemen Pembelajaran Dalam Meningkatkan Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini Halawa, Solingkari; Sni, Seoni; Zendato, Petrus Damai; Tanasyah, Yusak
Indonesian Journal of Religious Vol. 5 No. 2 (2022): Indonesian Journal of Religious, Vol.5, No.2 (October 2022)
Publisher : LPPM - Sekolah Tinggi Teologi Indonesia Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/ijr.v5i2.26

Abstract

Learning management is an important thing in the process of teaching and learning activities, learning management influences student achievement in academic and non-academic activities. The purpose of this study is based on learning management to improve early childhood cognitive abilities by using the storytelling method and the question-and-answer method. This type of research is the bibliography, the data collected in this study are two types of data, namely primary data, and secondary data. Data obtained from library research (library). The data collection technique used by this researcher is a literature study. The data analysis technique in this study used qualitative analysis techniques in a deductive way. The research results obtained that the storytelling method and the questioning method play an important role in improving the cognitive development of early childhood which can make it easier for children to carry out teaching and learning activities.    Manajemen pembelajaran merupakan hal penting dalam proses kegiatan belajar mengajar, manajemen pembelajaran berpengaruh terhadap prestasi peserta didik dalam kegiatan Akademik dan non akademik. Tujuan penelitian ini Berdasarkan manajemen pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini dengan menggunakan metode bercerita dan metode Tanya jawab, Jenis penelitian ini adalah bibliografi, data yang dikumpulkan dalam studi ini adalah dua jenis data yaitu data primer dan data sekunder. Data diperoleh dari riset kepustakaan (library). Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti ini adalah studi kepustakaan. Teknik analisis data pada penelitian ini dengan menggunakan teknik analisa kualitatif dengan cara deduktif. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa metode bercerita dan metode bertanya sangat berperan penting dalam meningkatkan perkembangan kognitif anak usia dini dapat memudahkan anak dalam melakukan kegiatan belajar mengajar.
Co-Authors Abednego Tri Gumono, Abednego Agus Santoso Akimas , Handreas Sudarmiko Akimas, Handreas Akimas, Handreas Sudarmiko Amos Naolaka Andreas Bayu Kristiantoro Antonius Missa Arifman Gulo Barus, Ronaganta Bebas Pinem Betaubun, Jiefard Stanley Bobby Kurnia Putrawan Christina Mendrofa Dunant Frederick Saukotta Eko Basuki, Eko Ester Agustina Tandana Francis, Lewi Frank Gabriel Dhandi George, Alexi E. Gerald Frederico John Laoh Gerald Laoh Gideon Sutrisno Gulo, Arifman Halawa, Maju Halawa, Solingkari Hopping, Joshua S. Iswahyudi Iswahyudi ISWAHYUDI ISWAHYUDI Jenifert Heru Jenifert Heru Siswanto Joshua S. Hopping Juan Tan Jusuf Hutapea Kartika Dewi Kristanti Kurniawan, Mieke Cynthia Laoh, Gerald Lasmaria Nami Simanungkalit Malau, Maya Mangala Batara Hutahean Margreth Luciyanna Risakotta Margreth Luciyanna Risakotta Mariana, Eta Maya Malau Mieki Cynthia Kurniawan Missa, Antonius Naolaka, Amos Novida Dwici Yuanri Manik Pasaribu, Damaria Patanan, Ferry Ratu, Artika Repi, Robby Robert Ricky Ivan Kristian Sitorus Robby Robert Repi Robby Robert Repi Robby Robert Repi Ruthnawaty Setiawan Ruthnawaty Setiawan Samuel Tanasyah Setiawan Sari, Anita Irama Setiawan, Ruthnawaty Singal, Youke Singal, Youke L. Sni, Seoni Solaiman, Yugianti Steven Phang Susanti Embong Bulan Susanti Embong Bulan Susanti Embong Bulan Sutrisno Sutrisno Sutrisno Sutrisno, Sutrisno Tarore, Renita Novia Utama, Sapta Baralaska Winda, Tan Yensi, Yensi Yohana Penina Zefanya Ribka Youke Singal Zendato, Petrus Damai Zusanna, Dian Paskarina