Elfira Awalia Rahmawati
Akademi Keperawatan Pelni Jakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Toleransi Minum Enteral Bayi Prematur Menggunakan Spuit 20 Ml dan Spuit 50 Ml Elfira Awalia Rahmawati; Yeni Rustina; Defi Efendi
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.357 KB) | DOI: 10.31539/jks.v3i2.1119

Abstract

This study aims to determine the comparison of enteral drinking by using syringes of 20 ml and 50 ml of drinking tolerance in preterm infants. The method used is a randomized controlled trial with a crossover design. The results of this study illustrate that there is a significant difference in the duration of the drinking intervention intervention group using 20 ml syringes and 50 syringes on the first and second day (p value respectively 0.036; 0.033), there is no significant difference in the intervention group giving drinking using 20 ml syringe and 50 ml syringe on the third day (p value 0.984). There were no significant differences in gastric residue on the first, second and third day in the two intervention groups. The incidence of vomiting on the first, second and third day there was no significant difference in the intervention group of drinking using a 20 ml syringe and 50 ml syringe (p value each was 1,000). Conclusion, Provision of enteral drinking by using a 20 ml syringe and 50 ml syringe have the same drinking tolerance in premature babies. Keywords: Premature Babies, Enteral Drinking, Tolerance to Drink
Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Pengobatan Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Satriani Satriani; Ricky Riyanto Iksan; Pandan Enggarwati; Wiwie Herdalisah; Elfira Awalia Rahmawati
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/xdvdcj27

Abstract

This study aimed to determine the relationship between family support and medication adherence in patients with Type 2 Diabetes Mellitus. The research method used was a quantitative study with a cross-sectional design. The results showed a significant relationship between family support and medication adherence (p-value = 0.001), with patients receiving good family support tending to have higher levels of medication adherence. In conclusion, family support is significantly associated with medication adherence in patients with Type 2 Diabetes Mellitus. Keywords: Family Support, Type 2 Diabetes Mellitus, Medication Adherence  
HUBUNGAN SELF-EFFICACY ORANG TUA DENGAN KEPATUHAN ANAK DALAM MENJAGA KEBERSIHAN AREA GENITAL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS X Rika Harini; Ricky Riyanto Iksan; Elfira Awalia Rahmawati; Sandra Ilona
Menara Medika Vol 9, No 1 (2026): VOL 9 No 1 SEPTEMBER 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v9i1.7610

Abstract

Latar belakang: Kebersihan area genital anak merupakan bagian penting dari personal hygiene yang berperan dalam pencegahan iritasi, inflamasi, dan infeksi saluran urogenital. Kepatuhan anak dalam menjaga kebersihan genital sangat dipengaruhi oleh peran orang tua, terutama tingkat keyakinan diri (self-efficacy) dalam mengarahkan perilaku sehat anak. Tujuan penelitian:  untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy orang tua dengan kepatuhan anak dalam menjaga kebersihan area genital di wilayah kerja Puskesmas X. Metode penelitian: kuantitatif dengan desain cross sectional, di mana pengumpulan data dilakukan bersamaan terhadap dua variabel utama. Populasi penelitian adalah orang tua atau wali yang memiliki anak usia 3–12 tahun dan berdomisili di wilayah kerja Puskesmas X, dengan jumlah sampel sebanyak 40 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner parental self-efficacy yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya serta lembar observasi kepatuhan kebersihan genital anak. Analisis dilakukan secara univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil Penelitian:  menunjukkan bahwa dari 23 orang tua dengan self-efficacy tinggi, sebanyak 78,3% anak berada pada kategori patuh, sedangkan dari 17 orang tua dengan self-efficacy rendah, 64,7% anak tergolong tidak patuh. Nilai p = 0,003 dan OR = 6,6 (95% CI: 1,7–25,4) menunjukkan hubungan signifikan antara kedua variabel. Kesimpulan: bahwa self-efficacy orang tua berhubungan bermakna dengan kepatuhan anak, di mana anak dengan orang tua yang memiliki self-efficacy tinggi memiliki peluang lebih besar untuk patuh dalam menjaga kebersihan area genital.
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE ORGAN REPRODUKSI DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN REPRODUKSI PADA WANITA USIA SUBUR DI WILAYAH PUSKESMAS X Putri Permata Sari; Elfira Awalia Rahmawati; Buntar Handayani Handayani; Dian Eka Nursyam
Menara Medika Vol 9, No 1 (2026): VOL 9 No 1 SEPTEMBER 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v9i1.7614

Abstract

Latar belakang: Infeksi saluran reproduksi (ISR) pada wanita usia subur (WUS) masih menjadi masalah kesehatan karena menimbulkan keluhan seperti keputihan patologis, gatal, bau tidak sedap, rasa perih, dan nyeri, serta berpotensi menurunkan kualitas hidup. Salah satu faktor yang diduga berperan adalah personal hygiene organ reproduksi, termasuk cara membersihkan area genital, kebiasaan mengganti pakaian dalam/pembalut, dan penggunaan bahan pembersih yang berisiko mengganggu keseimbangan flora normal. Tujuan Peneitian: mengetahui hubungan personal hygiene organ reproduksi dengan kejadian ISR pada WUS di wilayah kerja Puskesmas X. Metode penelitian:  menggunakan desain kuantitatif cross sectional dengan total sampling pada 42 WUS yang memenuhi kriteria inklusi–eksklusi. Data personal hygiene dikumpulkan melalui kuesioner yang menilai indikator praktik kebersihan genital (arah cebok, frekuensi membersihkan, cara mengeringkan setelah BAK/BAB, kebiasaan mengganti pakaian dalam, jenis bahan pakaian dalam, kebiasaan mengganti pembalut, serta penggunaan sabun pembersih/douching). Kejadian ISR diukur berdasarkan riwayat/keluhan khas dan riwayat diagnosis/kunjungan pelayanan kesehatan sesuai definisi operasional. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square (α=0,05). Hasil:  menunjukkan 24 responden (57,1%) memiliki personal hygiene baik dan 18 responden (42,9%) kurang baik. ISR terjadi pada 5 responden (20,8%) dengan hygiene baik dan 11 responden (61,1%) dengan hygiene kurang baik. Uji Chi-Square menghasilkan p=0,001, dengan OR=6,7 (95% CI: 1,8–24,6). Kesimpulan: bahwa personal hygiene organ reproduksi berhubungan signifikan dengan kejadian ISR; hygiene kurang baik meningkatkan risiko ISR pada WUS.