Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Kemampuan Membaca Al-Qur'an Berbasis Tajwid melalui Program Magrib Mengaji Nur Hafizoh; Asrul Hamid; Siti Naimah; Muhammad Alfarizi Mardia; Nur Rahmadani Nst; Nabila Rizki Nst; Ali Marwan Khanan Pulungan; Mhd Ariel Zumaedi Nst; Ririn Arianti; Aulia Mawaddah; Nur Azizah
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/cddpyf66

Abstract

Kemampuan membaca Al-Qur'an sesuai kaidah tajwid merupakan kompetensi dasar yang perlu ditanamkan sejak usia dini. Hasil observasi selama pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Ginduang Batu, Kecamatan Barumun Tengah menunjukkan bahwa sebagian anak-anak masih mengalami kesulitan dalam mengucapkan makharijul huruf, menerapkan hukum-hukum tajwid, dan membaca Al-Qur'an dengan lancar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an berbasis tajwid melalui Program Magrib Mengaji. Metode pelaksanaan meliputi observasi kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan pendampingan, dan evaluasi. Pendampingan dilakukan melalui penyampaian materi tajwid, praktik membaca Al-Qur'an secara bergiliran, bimbingan individual, koreksi bacaan, serta pembiasaan membaca Al-Qur'an secara rutin. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam pengucapan makharijul huruf, pemahaman hukum tajwid, kelancaran membaca, serta kepercayaan diri dalam membaca Al-Qur'an. Keberhasilan program didukung oleh kolaborasi mahasiswa KKN, guru mengaji, orang tua, dan masyarakat. Dengan demikian, Program Magrib Mengaji menjadi salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an berbasis tajwid pada anak-anak di Desa Ginduang Batu.
Penarikan Seserahan Pernikahan di Mandailing Natal: Antara Tradisi dan Hukum Islam Zuhdi Hasibuan; Asrul Hamid; Raja Ritonga; Andri Muda Nst; Ilham Ramadan Siregar
Kodifikasia Vol 19 No 1 (2025): Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v19i1.10486

Abstract

This study examines the practice of reclaiming marriage gifts (seserahan) in Mandailing Natal from the perspective of Islamic law and local traditions. Originally intended as a gesture of respect toward women, seserahan has often become a source of post-divorce conflict due to misalignment between customary norms and Sharia principles. Employing a qualitative approach with a descriptive-analytical method, the study integrates literature reviews, in-depth interviews, and participatory observation to explore the social, cultural, and legal dynamics surrounding the practice. The findings reveal that the reclamation of seserahan frequently contradicts the Islamic principle of justice, especially when seserahan is misconstrued as a mahr (dowry) or used to reinforce patriarchal dominance. Moreover, the practice reflects the dilemma faced by modern communities in balancing religious and cultural identities. Proposed solutions include religion-based mediation, Islamic legal education, the revision of customary norms, and a continued research agenda. This research contributes to contemporary Islamic legal discourse by highlighting the need to harmonize local traditions with the universal principles of Islam. The study's outcomes are expected to serve as a foundation for formulating more inclusive and equitable local policies, and to inspire dialogue on how religion and culture can coexist without undermining one another.