Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Menggali Kreatifitas dan Memanfaatkan Hasil Bumi untuk Pemberdayaan Masyarakat dan Ketahanan Perekonomian Masyarakat Maria Yovita R Pandin; Tries Ellia Sandari; Adiati Trihastuti
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 1: February 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v4i1.622

Abstract

Sejak Pandemi Covid 19 warga Desa Galengdowo menutup akses bagi wisatawan yang berkunjung dan memutuskan untuk memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia di Desa Galengdowo. Untuk mendongkrak potensi wisata budaya dan mendukung program UKM, berbagai potensi dari penjualan hasil kopi, susu sapi, buah duren dan tanaman hasil bumi lainnya sangat berpengaruh dalam mewujudkan desa wisata budaya. Dalam mendukung desa wisata budaya kami memberikan inovasi baru pada kerajian ecoprint berbasis budaya lokal yaitu ecoprint pada media kertas. UKM Griya Ava merupakan penghasil kopi khas Gunung Anjarmoro rintisan dari pelaku UKM berbentuk kopi bubuk dengan merek Arabika Ajasmoro berbasis budaya local. Dalam proses pelaksanaannya menggunakan metode pendampingan kepada pelaku UMKM secara berskala. Strategi pendampingan yang dilakukan mulai dengan memperkenalkan inovasi produk kerajinan tangan ecoprint merancang desain, proses produksi ecoprint sampai pada pelatihan pemasaran secara digital guna menuju Go Digital. Dari hasil binaan kami produk ecoprint pada media kertas berhasil dengan menggunakan bahan-bahan alami dan tidak merusak lingkungan karena berasal dari tanaman masyarakat yang ada di sekitar rumah dan kebun. Dalam menunjang produk ecoprint ini dapat diketahui masyarakat luar maka dilakukanlah pembinaan pelatihan pemasaran secara digital dengan menggunakan E- ommerce, Facebook, dan Instagram sebagai pendukung program pelatihan ecoprint. Berdasarkan monitoring UKM Griya Ava sudah berjualan menggunakan pemasaran secara digital melalui Tokopedia, Facebook, dan Instagram. Dengan pemasaran digital produk ecoprint dapat mendukung program menggali kreativitas dan memanfaatkan hasil bumi dari kegiatan pelatihan ecoprint. Exploring Creativity and Utilizing Earth Products for Community Empowerment and Community Economic Resilience Since the Covid 19 Pandemic, residents of Galengdowo Village have closed access for visiting tourists and decided to strengthen the quality of Human Resources in Galengdowo Village. To boost the potential for cultural tourism and support the SME program, various potentials from the sale of coffee, cow's milk, durian fruit, and other crops are very influential in realizing a cultural tourism village. In supporting the cultural tourism village, we provide new innovations in local culture-based eco print crafts, namely eco prints on paper media. UKM Griya Ava is a coffee producer typical of Mount Anjarmoro, pioneered by SMEs in the form of ground coffee with the Arabica Ajasmoro brand based on local culture. In the implementation process, it uses the mentoring method for MSME actors on a scale. The mentoring strategy carried out started by introducing eco print handicraft product innovations in designing designs, eco print production processes to digital marketing training to go Digital. From the results of our development, eco print products on paper media are successful by using natural materials and do not damage the environment because they come from community plants around their homes and gardens. In supporting this eco print product, it is known to the outside community that digital marketing training is carried out using E-commerce, Facebook, and Instagram as supporters of the eco print training program. Based on the monitoring of SMEs, Griya Ava has been selling using digital marketing through Tokopedia, Facebook, and Instagram. With digital marketing, eco print products can support programs to explore creativity and utilize agricultural products from eco print training activities
Pendampingan Akuntansi Dan Teknologi Tepat Guna(TTG) Untuk UMKM Krupuk Pati Dusun Miru Desa Banyuurip Kecamatan Kedamean Kabupaten Gresik Adiati Trihastuti; Maria Yovita R Pandin; Tiara Marcella Ruskito; Viona Eka Putri Mardiono
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 4 (2023): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i4.1451

Abstract

UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) di sentra industri krupuk pati di Miru, Banyuurip, Kedamean, Gresik, Indonesia memiliki potensi besar untuk mendukung variasi makanan dari singkong pasca pandemi COVID-19. Namun, banyak UMKM di sana menghadapi tantangan dalam akuntansi dan teknologi. Salah satu contohnya adalah Ibu Muadomah yang masih melakukan produksi secara manual, menyebabkan ketidakmemenuhiannya terhadap standar Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Hal ini mengakibatkan masalah produksi karena teknologi yang sederhana, persaingan bisnis lokal dan internasional, fluktuasi harga bahan baku, dan variasi produk. Melalui analisis kebutuhan, pendampingan akuntansi, dan penerapan teknologi sederhana, seperti sistem akuntansi, tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kinerja dan keberlanjutan UMKM krupuk pati. Hasilnya adalah peningkatan efisiensi operasional, peningkatan kualitas produk, peningkatan daya saing di pasar lokal, peningkatan pengetahuan pemilik UMKM tentang akuntansi, dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal yang terlibat dalam industri krupuk pati. Accounting Assistance and Right-to-use technology for MSMEs Krupuk Pati at Miru, Banyuurip, Kedamean, Gresik UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)  in the starch cracker industrial center in Miru, Banyuurip, Kedamean, Gresik, Indonesia have great potential to support food variations from cassava after the COVID-19 pandemic. However, many MSMEs there face challenges in accounting and technology. One example is Mrs. Muadomah who still carries out production manually, causing her not to comply with the standards for Good Processed Food Production Methods (CPPOB). This results in production problems due to simple technology, local and international business competition, fluctuations in raw material prices, and product variations. Through needs analysis, accounting assistance, and the application of simple technology, such as an accounting system, the main objective of this activity is to improve the performance and sustainability of the starch cracker MSMEs. The result is increased operational efficiency, improved product quality, increased competitiveness in the local market, increased knowledge of MSME owners about accounting, and increased economic welfare of local communities involved in the pati cracker industry..