Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pelaksanaan Attachment Bowlby dengan Metode Kangguru Terhadap Fisiologis Bayi Prematur: Literatur Review Eliyanti Aroza; Yufitriana Amir; Erika Erika
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.44845

Abstract

Kelahiran bayi prematur membawa risiko komplikasi jangka pendek dan panjang. Perawatan di ruang perinatologi harus seimbang antara kebutuhan medis dan dukungan emosional. Teori attachment Bowlby menekankan pentingnya ikatan antara ibu dan bayi, sementara metode Kangaroo Mother Care meningkatkan kesehatan bayi prematur dan memperkuat keterikatan. Tujuan untuk  mengkaji  pelaksanaan attachment bowlby dengan metode Kangguru terhadap kesehatan fisiologis bayi prematur.  Metode basis data yang  Google Schoolar, PubMed, Science Direct, Researchgate, Elsevier. Kata kunci yang digunakan adalah  attachment Bowlby, kangaroo mother care, preterem.  Hasil penelusuran literatur yang diperoleh sebanyak 6 artikel. Hasil pencarian melewati proses penyaringan dengan elemen PICO dan metode CRAAP.  Hasil menunjukkan bahwa  attachment Bowlby dengan metode Kangguru dapat meningkatkan suhu tubuh dan saturasi oksigen bayi, serta mengurangi tingkat stres. Selain itu, metode ini juga meningkatkan keterikatan emosional ibu dan bayi, serta memberikan manfaat psikologis bagi ibu. Dengan demikian, penting bagi penyedia layanan kesehatan untuk mengadopsi  attachment Bowlby dengan metode Kangguru sebagai praktik standar dalam perawatan neonatal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman tentang dampak  attachment Bowlby dengan metode Kangguru , serta membantu dalam pengembangan pedoman praktik klinis untuk meningkatkan kesehatan bayi prematur dan kesejahteraan ibu.
Modifikasi Program Creating Opportunities For Parent Empowerment (COPE) Terhadap Penurunan Stres Orang Tua di Pediatric Intensive Care Unit (PICU) Aulia Gawara; Yufitriana Amir; Agrina Agrina
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47605

Abstract

Abstrak Modifikasi program Creating Opportunities for Parent Empowerment (COPE) merupakan program pemberdayaan orang tua dalam peningkatan pengetahuan, keterlibatan serta keterampilan orang tua dalam perawatan anak khususnya di PICU. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh modifikasi program COPE terhadap penurunan stres orang tua di PICU. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan desain penelitian Quasi Experimental menggunakan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Sampel penelitian adalah 56 responden yang diambil berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi dengan cara simple random sampling. Data yang diambil menggunakan alat ukur Parental Stress Scale (PSS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orang tua di PICU mayoritas berusia dewasa awal (20-44 tahun), didominasi oleh Ibu, berasal dari suku Melayu, mayoritas responden di kelompok eksperimen mengalami stres berat saat pretest (89,3%), lalu menurun menjadi stres ringan (100%). Sementara itu, pada kelompok kontrol, stres berat tetap dominan (92,9%) baik saat pretest maupun posttest. Terdapat perbedaan rata-rata penurunan stres orang tua di PICU pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah dilakukannya intervensi modifikasi program COPE pada uji statistik mann whitney dengan p value 0,000 < α 5% (p < 0,05). Kesimpulannya modifikasi program COPE dapat menurunkan stres orang tua di Pediatric Intensive Care Unit (PICU), dan direkomendasikan untuk dilakukan oleh tenaga keperawatan sebagai program yang penting untuk menurunkan stres pada yang merawat ank kritis di PICU. Kata kunci: Program Creating Opportunities for Parent Empowerment (COPE), Stres Orang Tua, Pediatric Intensive Care Unit Abstract Modification of Creating Opportunities for Parent Empowerment (COPE) program empowers parents by boosting their knowledge, involvement, and skills in caring for their child especially in the Pediatric Intensive Care Unit (PICU). This study aimed to evaluate the impact of the modified COPE program on reducing parental stress in the PICU.This quantitative study used a quasi-experimental design with control and intervention groups. A total of 56 respondents, selected through simple random sampling based on inclusion and exclusion criteria, participated. Parental stress was measured using the Parental Stress Scale (PSS). Reseacrh findings so that most parents in the PICU were aged 20–44, primarily mothers, and mostly of Malay ethnicity. In the intervention group, severe stress was high at pre-test (89.3%), but after the program all parents reported only mild stress (100%). In contrast, the control group remained predominantly in the severe stress range at both pre-test and post-test (92.9%). There was a significant difference in the average reduction of parental stress between the experimental and control groups following the modified COPE program intervention, as measured by the Mann–Whitney test. Modification of COPE program significantly reduced parental stress in the PICU. It is recommended as an essential intervention for nursing staff to support parents of hospitalized children. Keywords: Creating Opportunities for Parent Empowerment (COPE) Program, Parental Stress, Pediatric Intensive Care Unit
Kebutuhan Pendidikan Kesehatan Bagi Keluarga dalam Merawat Pasien Stroke Irwan Ardianto; Yufitriana Amir; Agrina Agrina
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47684

Abstract

Penelitian ini merupakan studi tinjauan pustaka yang bertujuan untuk mengeksplorasi kebutuhan pendidikan kesehatan bagi keluarga dalam merawat pasien stroke. Proses identifikasi literatur dilakukan secara sistematis melalui pencarian 987 artikel dari berbagai basis data ilmiah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 758 artikel dieliminasi karena topik yang tidak relevan. Sebanyak 229 artikel diseleksi berdasarkan kesesuaian judul dan abstrak dengan kriteria inklusi. Namun, setelah ditelaah lebih lanjut, hanya 20 artikel yang memenuhi syarat untuk dianalisis secara full teks, sedangkan 209 artikel lainnya dikeluarkan karena isi publikasinya tidak berkaitan langsung dengan fokus penelitian. Akhirnya, sebanyak 9 artikel full teks dianalisis secara mendalam sesuai dengan rumusan masalah. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan keluarga dalam merawat pasien stroke. Pendidikan yang memadai terbukti dapat memperkuat kesiapan keluarga dalam memberikan perawatan jangka panjang, meningkatkan pemulihan pasien, dan mencegah terjadinya komplikasi atau kekambuhan. Oleh karena itu, pendidikan kesehatan yang terstruktur dan berkelanjutan bagi keluarga perlu menjadi bagian integral dari manajemen perawatan stroke di tingkat rumah tangga.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN HANDOVER PASIEN DI RUMAH SAKIT Ali Ali; Yufitriana Amir; Sri Wahyuni
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47786

Abstract

Pendahuluan: Handover pasien yang tidak optimal dapat menyebabkan kelalaian informasi, keterlambatan perawatan, dan menurunkan kepuasan pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan handover pasien di rumah sakit swasta. Metode: Desain penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional pada 400 responden menggunakan total sampling. Instrumen kuesioner telah diuji validitas (0,3–>0,9) dan reliabilitas (Cronbach’s Alpha 0,748–0,943). Hasil: Analisis regresi logistik menunjukkan supervisi kepala ruangan (p=0,001), fasilitas (p=0,018), standar prosedur operasional (p=0,002), dan komunikasi (p=0,001) berhubungan signifikan dengan pelaksanaan handover. Pengetahuan dan dukungan teman sejawat tidak signifikan. Kesimpulan: keberhasilan handover ditentukan oleh supervisi, fasilitas, SPO, dan komunikasi. Peningkatan mutu handover perlu difokuskan pada penguatan kepemimpinan, fasilitas, penerapan SPO, dan komunikasi efektif. Kata Kunci : Handover, Supervisi kepala ruangan, fasilitas, Standar Prosedur Operasional (SPO), Komunikasi
Hubungan Tingkat Pengetahuan, Dokumentasi, dan Komunikasi Perawat dengan Transfer Intra Rumah Sakit Masniari Juliana Siregar; Yufitriana Amir; Bayhakki Bayhakki
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.48697

Abstract

Pendahuluan: Transfer pasien yang baik sangat penting untuk menjamin keamanan pasien dan kualitas asuhan keperawatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan, dokumentasi, dan komunikasi perawat dengan proses transfer intra rumah sakit di Rumah Sakit Awal Bros A.Yani. Metode: Desain penelitian menggunakan deskriptif korelasional, dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel 160 responden melalui teknik total sampling. Instrumen berupa kuesioner (validitas 0,36 ; reliabilitas 0,855) dan lembar observasi. Analisis data dengan uji Chi-Square dan Logistic Regression. Hasil: Analisismenunjukan signifikan antara tingkat pengetahuan (p=0,001), dokumentasi (p=0,001), dan komunikasi (p=0,044) dengan proses transfer. Hasil analisis regresi logistik menunjukan bahwa dokumentasi adalah faktor yang paling berpengaruh (p=0,005). Kesimpulan: transfer pasien terlaksana baik dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, dokumentasi dan komunikasi. Untuk mendukung keselamatan pasien, perlu adanya kolaborasi tim, standarisasi, supervisi dan penerapan prosedur yang tepat.Kata Kunci : Faktor Dalam Transfer, Transfer Pasien, Transfer Intra Rumah sakit.
Efektifitas Konseling Menyusui Terhadap Pemberian ASI Eksklusif: Literatur Review Riska Dwi Candrawati; Yufitriana Amir; Misrawati Misrawati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52760

Abstract

The World Health Organization (WHO) recommends exclusive breastfeeding for the first 6 months of life and continued breastfeeding until 2 years of age. Although exclusive breastfeeding provides many benefits, globally, the rate of exclusive breastfeeding is still low. Therefore, appropriate strategies are needed to address these factors, including breastfeeding counseling. This literature review aims to assess the effectiveness of breastfeeding counseling on exclusive breastfeeding. The search was limited to scientific papers published between 2021 and 2025 that focused on breastfeeding counseling related to exclusive breastfeeding. Three databases were searched: Science Direct, PubMed, and Springer Link. Of the 295 studies obtained, 8 studies were included in the review. Data were analyzed using deductive thematic analysis. This review shows that breastfeeding counseling is effective in increasing exclusive breastfeeding rates and can improve mothers' self-efficacy. Counseling can be provided starting from pregnancy, continuing after delivery and immediately after delivery, and can be conducted individually or in groups, face-to-face, online, or hybrid.