Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Analisis Pengendalian Kualitas Produk Cacat Batu Bata Dengan Metode Six Sigma Dmaic Niko Hardiansyah; Syarifuddin; Fatimah
Jurnal Industri Samudra Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Industri Samudra
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jis.v6i2.13515

Abstract

Tingginya tingkat kecacatan pada industri batu bata tradisional menjadi tantangan utama dalam menjaga mutu produk dan efisiensi produksi. UD Raseuki Aneuk di Kabupaten Aceh Utara mencatat rata-rata cacat sebesar 8,07% dari total produksi, terdiri atas 4,95% patah, 1,76% retak, dan 0,96% gosong, yang berdampak pada kerugian material dan menurunnya daya saing. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab utama kecacatan serta merancang langkah perbaikan proses menggunakan metode Six Sigma melalui pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan analisis data produksi. Hasil tahap Measure menunjukkan nilai DPMO sebesar 80.000 dengan level sigma 2,87. Tahap Analyze mengidentifikasi faktor penyebab yang dominan berasal dari aspek manusia, metode, material, dan mesin. Pada tahap Improve, dirumuskan tindakan perbaikan berupa penyusunan SOP pembakaran, pelatihan tenaga kerja, dan pengawasan mutu bahan baku. Tahap Control dilakukan untuk memastikan konsistensi hasil perbaikan melalui pemantauan proses produksi secara berkala. Penerapan Six Sigma melalui DMAIC terbukti berpotensi meningkatkan pengendalian kualitas, mengurangi kerugian, dan memperkuat daya saing industri batu bata skala kecil.
Analisis Tingkat Kelelahan Kerja Pada Pekerja Produksi PT X Menggunakan Metode Swedish Occupational Fatigue Index   Nurul Amalia; Fatimah; Syarifuddin
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan kerja merupakan salah satu permasalahan ergonomi yang dapat memengaruhi kemampuan fisik maupun mental pekerja dalam melakukan aktivitas kerja. PT X merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi aspal curah panas, dimana pekerja bagian produksi memiliki aktivitas kerja yang melibatkan pengawasan mesin secara terus-menerus, paparan suhu tinggi, kebisingan, serta aktivitas berdiri dalam waktu lama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kelelahan kerja pada pekerja bagian produksi PT X menggunakan metode Swedish Occupational Fatigue Index (SOFI). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan penyebaran kuesioner SOFI kepada 10 pekerja bagian produksi. Instrumen SOFI terdiri dari lima dimensi kelelahan yaitu lack of energy, physical exertion, physical discomfort, lack of motivation, dan sleepiness. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja mengalami tingkat kelelahan berdasarkan lima dimensi SOFI. Dimensi dengan nilai rata-rata tertinggi adalah sleepiness (rasa kantuk) dengan nilai sebesar 4,30. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pekerja mengalami keluhan berupa rasa mengantuk, sering menguap, dan penurunan kewaspadaan terutama menjelang akhir jam kerja. Berdasarkan hasil penelitian, diperlukan upaya pengendalian kelelahan melalui pengaturan waktu istirahat, evaluasi sistem kerja shift, serta penerapan manajemen kelelahan kerja untuk menjaga kesehatan dan produktivitas pekerja.
Analisis Total Productive Maintenance (TPM) Pada Mesin X Dan Mengidentifikasi Six Big Losses Di Pabrik NPK PT XYZ Syarifuddin Syarifuddin; Alfina Damayanti; Amri Amri; Muhammad Zeki
Jurnal Industri Samudra Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Industri Samudra
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jis.v6i1.12719

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi pupuk, terletak di wilayah Provinsi Aceh, Indonesia. Perusahaan ini sudah menerapkan pilar-pilar Total Productive Maintenance (TPM) guna untuk mengurangi kerusakan mesin dan memastikan proses produksi dapat berjalan dengan lancar. Namun proses produksi di pabrik NPK masing sering terjadi kerusakan mesin, khususnya kerusakan pada mesin X. Pada tahun 2024 downtime yang terjadi di mesin X melebihi allowance yang sudah ditetapkan, hal ini berdampak pada tidak tercapainya target produksi sebesar 83.290 ton. Dari permasalahan tersebut didapat nilai OEE pada mesin X tahun 2024 adalah sebesar 78,58%. Nilai OEE sudah berada di atas batas wajar namun harus ditingkatkan ke standar dunia yaitu 85%. Kemudian dari hasil penelitian didapat losses yang paling tinggi dari six big losses di mesin X yaitu idle and minor stoppage yaitu sebesar 52,06% dari rata-rata six big losses. Selanjutnya dari analisis hubungan keterkaitan six big losses dengan pilar-pilar TPM, didapat usulan rekomendasi perbaikan pada 4 pilar TPM yaitu pilar autonomous maintenance, pilar planned maintenance, pilar training and education dan pilar focused improvement.
Identifikasi Risiko Kerusakan Pada Pompa Cooling Water System Unit Utilitas-2 Dengan Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance (Rcm) Di PT. Pupuk Iskandar Muda Muhammad Zeki; Syarifuddin; Meilinda Dhika
Jurnal Industri Samudra Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Industri Samudra
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jis.v6i2.13405

Abstract

PT Pupuk Iskandar Muda adalah perusahaan yang bergerak dalam industri, perdangangan dan jasa di bidang perpupukan, petrokimia, dan kimia lainnya, yang memiliki berbagai macam mesin produksi yang sering mengalami kerusakan pada proses produksi. Oleh karena itu dibutuhkan kebijakan perawatan optimal yang dapat mengurangi frekuensi kerusakan dan menurunkan biaya perawatan mesin, dengan lebih meningkatkan perawatan secara preventive dan predictive sehingga proses operasional tidak terganggu. Metode yang diterapkan pada penelitian ini adalah Reliability Centered Maintenance (RCM). Penelitian ini difokuskan pada mesin pompa cooling water system yang mengakibatkan jam berhenti (downtime) dan delay pada proses produksi yang mengakibatkan kinerja menjadi kurang efektif dan efisien. Berdasarkan frekuensi kerusakan mesin pompa cooling water system pompa E63-GA2001B yang sering mengalami kerusakan, dan komponen yang paling sering rusak yaitu filter oil. Perawatan yang perlu dilakukan adalah dengan melakukan tindakan condition directed yaitu tindakan dengan cara mendeteksi kerusakan dengan cara memeriksa alat, dan dilakukan penggantian komponen apabila ditemukan gejala-gejala kerusakan. Perawatan yang perlu dilakukan pada komponen filter oil, perlu dilakukan penggantian pada filter oil yang mulai rusak, kotor, kebocoran dan diperiksa pelumasnya secara berkala