Suci Erawati
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prima Indonesia

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengaruh berkumur larutan probiotik terhadap peningkatan pH saliva pada anak-anak Febriani Claudia Sanulo Zebua; Wilvia Wilvia; Idamawati Nababan; Suci Erawati
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 2 No. 2 (2019): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v2i2.711

Abstract

Saliva is a complex body fluid and plays an important role in the biological process of the oral cavity. If the saliva volume decreases, the pH of the oral cavity also decreases. A decrease in salivary pH can cause tooth demineralization, growth of acidogenic bacteria such as Streptococcus mutans and Lactobacillus and dental caries. One way to maintain microbial balance and increase salivary secretion is a probiotic solution (yogurt). This study aims to determine the effect of rinsing probiotic solution on increasing salivary pH. This type of research is experimental with pre and post test group design. The samples in this study were children of the Terima Kasih Orphanage, which numbered 35 people and had met the inclusion criteria. The results showed that the mean salivary pH before rinsing probiotic solution was 4.74 ± 0.6151 and after 6.63 ± 0.6029. From the test results obtained a significance value of p = 0,000 (p <0.05) which means that there is a significant effect of gargling with probiotic solutions on increasing salivary pH in children of the Terima Kasih Orphanage in Medan City in Years 2019. Thus, the conclusion of this study is Probiotic solutions proved effective in increasing the salivary pH.
Dampak pemakaian gigi tiruan sebagian lepasan terhadap kualitas hidup pada pasien Monang Panjaitan; Suci Erawati; Idamawati Nababan; Andika Putri
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 3 No. 1 (2020): Edisi April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v3i1.1128

Abstract

Kualitas hidup masyrakat dapat dipengaruhi oleh masalah gangguan kesehatan gigi dan mulut dikarenakan ketidak percayaan dalam beraktivitas dalam lingkungan sosial. Kesehatan gigi dan mulut (oral health) menurut WHO (2012) memiliki arti “Bebas dari nyeri kronik pada rongga mulut dan wajah, kanker rongga mulut dan tenggorokan, luka pada rongga mulut, penyakit periodontal, kerusakan dan kehilangan gigi, dan penyakit atau gangguan lainnya yang mempengaruhi rongga mulut”. Untuk mengetahui dampak pemakaian gigi tiruan sebagian lepasan (GTSL) terhadap kualitas hidup pada lama pemakaian 1 bulan sampai 18 bulan dan perbandingan pada laki-laki dan perempuan. Penelitian ini menggunakan survei analitik dengan desain cross sectional dengan menggunakan sampel sebanyak 42 orang. Pengambilan data dilakukan dengan melakukan pengisian kuesioner OHIP-14. Uji chi-square menunjukkan tidak terdapatnya hubungan jenis kelamin dengan kualitas hidup pemakai GTSL pada pasien di klinik Kawasan Medan Johor. Dalam hal ini,sampel laki-laki dan perempuan memiliki jumlah yang tidak jauh berbeda yakni 19 dan 23 orang, sehingga keduanya menunjukkan kualitas hidup yang cukup baik. Namun, perempuan lebih sering merasakan kesakitan sakit, sehingga terjadi penurunan terhadap kualitas hidupnya. Sedangkan laki-laki sangat mementingkan memperhatikan kualitas hidupnya, terutama kesehatan. Pada analisis statistik chi-square juga terlihat bahwa tidak ada hubungan antara lama pemakaian gigi tiruan sebagian lepasan dengan kualitas hidup pada pasien di klinik Kawasan Medan Johor.
Meningkatkan pH saliva dengan berkumur infusum daun kemangi Susi Susi; Yustini Alioes; Chindy Jhonel Putri; Suci Erawati
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 3 No. 1 (2020): Edisi April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v3i1.1131

Abstract

Menjaga keseimbangan pH saliva merupakan salah satu cara untuk mencegah terjadinya karies. Keseimbangan pH saliva dipengaruhi oleh kecepatan sekresi saliva. Kecepatan sekresi saliva dapat distimulusi secara kimia dan mekanik. Stimulasi secara mekanik dan kimia dapat dilakukan dengan berkumur menggunakan dengan  obat kumur berbahan kimia atau bahan alami. Indonesia saat ini mengembangkan bahan alami sebagai bahan obat yang telah diuji secara ilmiah manfaat maupun keamanannya. Daun Kemangi (Ocimum sanctum L) salah satu tanaman obat yang banyak terdapat di Indonesia. Beberapa peneliti menyatakan ekstrak daun kemangi dapat mempengaruhi pH saliva. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh berkumur dengan infusum daun kemangi terhadap peningkatan  pH saliva. Merupakan penelitian eksperimental dengan one group pre test and post test control group design. pH saliva diukur menggunakan pH meter digital. Saliva dikumpulkan dengan metoda spitting. pH saliva pretest dikumpulkan 5 menit setelah makan karbohidrat kemudian diukur menggunakan pH meter digital. Kemudian sampel diminta berkumur dengan infufum daun kemangi sebanyak 15 ml selama 30 detik, 5 menit kemudian dilakukan pengukuran pH saliva kembali. Larutan infusum daun kemangi dibuat dengan cara menimbang 350 gram daun kemangi segar bersih yang sudah dipotong halus dan 350 ml aquades dipanaskan pada panci infusum sampai mencapai suhu 900C. Data dikumpulkan dan dianalisa dengan uji t-test dengan nilai p<0.05.  Hasil penelitian menunjukan terdapat pengaruh berkumur larutan infusum  daun kemangi terhadap peningkatan pH saliva (p=000). Tidak terdapat perbedaan peningkatan pH saliva antara kelompok berkumur infusum daun kemangi dengan kelompok air mineral.  
Hubungan karies gigi dengan konsumsi air minum galon, air sumur dan air minum isi ulang Molek Molek; Suci Erawati; Andre Gideon Lase; Anna Maria; Surya Agung; Hendrik Steven; Yogie Setiawan
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 4 No. 1 (2021): Edisi April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v4i1.2429

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu masalah kesehatan di indonesia yang belum menjadi prioritas tinggi. Dari hasil riset kesehatan Dasar 2018 menunjukan prevalensi karies gigi mencapai 88,80% dan prevalensi periodontitis 74,10%. Air minum merupakan salah satu komponen yang sangat berpengaruh atau berperan dalam penentuan derajat kesehatan gigi. Kandungan flor dalam air minum juga dapat berhubungan untuk terjadi nya karies gigi. Tujuan dari studi ini untuk mengetahui dampak konsumsi air galon,air isi ulang, air sumur terhadap percepatan pembentukan karies gigi. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan cross-sectional yang dilakukan di Desa Tanjung Gusta Medan Helvetia selama bulan September-Oktober 2020. Sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat Desa Tj.Gusta Medan Helvetia yang berjumlah 30 orang dan metode sampling yang digunakan yaitu purposive sampling. Setiap sampel dilakukan pemeriksaan karies gigi dengan menggunakan indeks DMF-T lalu dilakukan pengukuran kadar fluor air minum dengan menggunakan metode Kolorimetri di laboratorium. Data dianalisis menggunakan uji t-independent. Hasil uji menunjukkan bahwa terdapat perbedaan DMF-T berdasarkan jenis air yang dikonsumsi yaitu air sumur memiliki nilai jumlah DMF-T tetinggi sebesar 5,3. Konsumsi air sumur dan air isi ulang memiliki pengaruh terbesar dalam percepatan pembentukan karies gigi. Kadar fluor air yang dikonsumsi masyarakat Tangjung Gusta Medan adalah <0.003ppm (layak konsumsi=1.00-1.5pmm). Tingkat konsumsi fluor cukup akan mempengaruhi keadaan email gigi dan menyebabkan demiralisasi gigi.
Pengaruh tingkat kecemasan pasien dan dokter gigi terhadap pelayanan poli gigi selama masa pandemi COVID-19 Suci Erawati; Mangatas Halomoan Parluhutan Hutagalung; Beatrice Gabriela Dear; Fitwy Inka Teresha Silaban; Dini Arta Lestari Dalimunthe; Muhammad Khusairi; Member Reni Purba
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 4 No. 2 (2021): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v4i2.2432

Abstract

Pandemi COVID-19 dapat menimbulkan kecemasan bagi dokter gigi maupun pasien. Hal ini berdampak terhadap pelayanan kesehatan, khususnya puskesmas agar melakukan preventif, deteksi dan respon di dalam pencegahan dan pengendalian COVID-19. Tujuan dari studi ini untuk mengetahui pengaruh tingkat kecemasan pasien dan dokter gigi terhadap pelayanan poli gigi selama pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Sampel pada studi ini adalah para pasien yang pernah berkunjung ke poli gigi selama masa pandemi COVID-19 pada bulan Maret 2020 sampai Oktober 2021 dan dokter gigi yang bertugas di Puskesmas Padang Bulan Medan. Total sampel sebanyak 30 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan data dianalisis dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden mengalamai tingkat kecemasan pada kategori sedang dan mayoritas dokter gigi mengalami tingkat kecemasan yang tinggi. Hasil uji statistik memperlihatkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat kecemasan pasien dan dokter gigi terhadap pelayanan poli gigi selama pandemi COVID-19 (0,011).
[RETRACTED] Pengaruh kulit buah pisang ambon terhadap peningkatan warna gigi Mangatas Halomoan Parluhutan Hutagalung; Suci Erawati; Dini Arta Lestari Dalimunthe
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 5 No. 1 (2022): Edisi April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v5i1.2539

Abstract

Retraction Notice Artikel ditarik karena ditemukan indikasi plagiarisme,  yang mengacu pada  link: https://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/8073. Oleh karena itu, seluruh konten dan referensi yang berkaitan dengan artikel tersebut dihapus dari Prima Journal of Oral and Dental Sciences.    
Analisis Formularium Obat Instalasi Farmasi di Rumah Sakit Umum Royal Prima Medan Nadiyah Santika; Chrismis Novalinda Ginting; Suci Erawati; Florenly Florenly; Ali Napiah Nasution
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.997 KB) | DOI: 10.31539/jks.v6i1.4726

Abstract

This study aims to analyze drug formulations in the pharmaceutical installation at the Royal Prima General Hospital Medan. The method in this research is descriptive qualitative. The results showed that the hospital had prepared formularies, maintained formalities, supervised adherence to formulary use, and proposed formulae in pharmaceutical installations. In conclusion, the hospital has carried out a drug formulary in the pharmaceutical installation. Keywords: Drug Formulary, Pharmacy Installation
Perbedaan Pengetahuan dan Perilaku Mahasiswa Kesehatan Mulut Kelas 5-6 (UKGS dan NON-UKGS) Sucy Hasfya; Idamawati Nababan; Suci Erawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 10 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v10i1.579

Abstract

Introduction; children aged 6-12 years are prone to age transition, due to changing the age of teeth with permanent teeth. Aim; know the level of knowledge and behavior of dental health and oral among elementary school students in grades 5 and 6 who have a dental health clinic and do not yet have a dental health clinic. Method; is an analytic survey research with a cross-sectional design. Analysis test using chi-square. Result; shows the level of knowledge of dental and oral health of grade 5 and 6 elementary school students who do not have a dental clinic get a value of p = 0.023. The difference in the behavior of maintaining oral health among grade 5 and 6 elementary school students who did not have a dental health clinic was p = 0.006. Conclusion; that there are differences in the level of knowledge and behavior of dental and oral health between grade 5 and 6 SD students who have a dental health clinic and those who do not have a dental health clinic
Perbandingan Efektivitas Ekstrak Sereh dengan Temulawak dalam Menghambat Pertumbuhan Streptococcus Mutans Sri Yasa Hasibuan; Benarivo Timothy G; Cindy Amallia P; Mangatas H.P Hutagalung; Suci Erawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 10 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v10i1.582

Abstract

Introduction; Streptococcus mutans is the main pathogenic bacteria that cause caries, caries treatment can be done traditionally with medicinal plants, including lemongrass and ginger. Aim; determine the comparison of the effectiveness of citronella leaf extract with ginger extract against Streptococcus mutants. Method; metabolic experimental research with a posttest-only control group design. Data collection by measuring the diameter of the zone of inhibition using shear calipers. Data were analyzed using a one-way ANOVA test. Results; showed that the average inhibitory diameter of 20% citronella extract was 12.00 ± 0.23, and 20% ginger extract was 9.00 ± 0.27 in inhibiting the growth of Streptococcus mutans, while the negative control (DMSO) had no inhibition. The conclusion is that there is a difference in the effectiveness of 20% citronella extract (Cymbopogon nardus) and 20% Curcuma (Curcuma xanthorrhiza) in inhibiting the growth of Streptococcus mutants.