Claim Missing Document
Check
Articles

Pendampingan Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi sebagai Kreativitas Ramah Lingkungan pada Masyarakat Desa Pilangrejo, Kabupaten Sragen Andri Octaviani; Rina Ani Sapariyah; Siti Fatonah; Eko Meiningsih Susilowati
WASANA NYATA Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v10i1.2184

Abstract

Desa Pilangrejo, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen merupakan desa agraris yang sebagian besar penduduknya menggantungkan penghasilan pada sektor pertanian dan pekerjaan informal, sehingga rentan terhadap fluktuasi cuaca dan harga komoditas. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas ekonomi dan keterampilan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dan pemuda desa, melalui pendampingan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan alami (soy wax dan beeswax) sebagai bentuk kreativitas ramah lingkungan. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan berbasis praktik langsung (hands-on learning), edukasi bahan ramah lingkungan, pendampingan produksi dan pengemasan, serta pengenalan pemasaran digital sederhana melalui media sosial. Keberhasilan program dievaluasi secara kuantitatif dan kualitatif melalui pre-test dan post-test, kuesioner kepuasan berskala Likert, serta wawancara dengan peserta dan perangkat desa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan, dari rata-rata 35% pada pre-test menjadi 92% pada post-test. Peserta berhasil memproduksi lilin aromaterapi dengan berbagai varian aroma dan kemasan yang layak jual, serta membentuk empat kelompok usaha mikro berbasis komunitas. Tingkat kepuasan peserta terhadap pelaksanaan program mencapai skor rata-rata 4,8 dari skala 5. Program pendampingan ini terbukti efektif mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui pengembangan keterampilan berbasis kreativitas dan kesadaran lingkungan, serta berpotensi direplikasi pada wilayah pedesaan lain yang berkarakteristik serupa guna memperkuat UMKM berbasis desa.
Pendampingan Pembuatan Nomor Induk Berusaha (Nib) Pada Pelaku Umkm Makanan Ringan Di Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen Yofhi Septian Panglipurningrum; Endang Saryanti; Andri Octaviani; Agus Utomo
WASANA NYATA Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v9i2.2064

Abstract

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan usaha ekonomi produktif yang lahir sebagai salah satu kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Selain itu, UMKM juga menjadi penopang perekonomian masyarakat dan daerah. UMKM dituntut harus dapat bersaing di era pasar bebas. Adapun untuk dapat bersaing di era pasar bebas ini salah satu syaratnya adalah terpenuhinya legalitas usaha. Namun pengurusan legalitas usaha masih kurang diketahui oleh masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Legalitas usaha merupakan informasi bagi masyarakat, terutama bagi pihak yang berkepentingan terhadap identitas dan hal-hal yang menyangkut dunia usaha dan perusahaan yang didirikan Usaha merupakan unsur penting sebagai penunjuk jati diri bahwa suatu badan usaha tersebut legal dan sah secara hukum sehingga diakui oleh masyarakat. Salah satu legalitas usaha dalam sebuah usaha adalah Nomor Induk Berusaha (NIB) merupakan tanda pengenal bagi para pelaku usaha, baik usaha perseorangan maupun non perseorangan. Dengan adanya NIB dapat membantu para pelaku usaha dalam mengajukan izin usaha dan izin komersial atau operasional.Pelaku  usaha di desa karanganyar kecamatan plipuh kabupaten karanganyar mempunyai sebanyak 46 pelaku usaha makanan ringan yang masih peru membutuhkan pendampingan usaha khusunya pendampingan pembuatan NIB bagi usahanya.
Pendampingan Pengolahan Limbah Galon Le-Mineral Menjadi Produk Kerajinan Bernilai Ekonomis Pada Kelompok Pengrajin Griya Karebet Makamhaji Kartasura Sukoharjo Tri Widianto; I Gusti Putu Diva Awatara; Lukman Ahmad Imron Pahlawi; Andri Octaviani; Yosephine Angelina Yulia
WASANA NYATA Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v10i1.2182

Abstract

Permasalahan sampah plastik menjadi isu lingkungan yang semakin serius, terutama limbah plastik dari kemasan air minum dalam kemasan. Salah satu jenis limbah plastik yang banyak ditemukan adalah galon bekas air mineral seperti produk dari Le Minerale. Jika tidak dikelola dengan baik, limbah tersebut dapat mencemari lingkungan dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai secara alami.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada kelompok pengrajin Griya Karebet di Makamhaji dalam mengolah limbah galon plastik menjadi produk kerajinan bernilai ekonomis seperti pot bunga, lampu hias, tempat alat tulis, dan berbagai produk dekoratif lainnya.Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyuluhan, pelatihan keterampilan, praktik langsung, serta pendampingan produksi dan pemasaran produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami teknik pengolahan limbah plastik menjadi produk kerajinan serta mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai estetika dan potensi nilai jual.Program ini tidak hanya memberikan manfaat dalam meningkatkan keterampilan masyarakat, tetapi juga berkontribusi terhadap pengurangan limbah plastik serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat.
Pendampingan program Ketahanan Pangan Budidaya Anggur Dan Pemasaran Melalui Digital Marketing di Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo Tri Widianto; I Gusti Putu Diva Awatara; Brm Suryo Triono; Yosephine Angelina Yulia; Andri Octaviani
WASANA NYATA Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v9i1.1967

Abstract

Program kampung iklim memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Salah satu cara untuk mendukung peningkatan ketahanan pangan dalam adaptasi perubahan iklim adalah dengan menerapkan urban farming, suatu konsep pertanian atau perkebunan yang dilakukan dengan memanfaatkan lahan yang terbatas. Metode pelaksanaan Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat adalah melalui pelatihan dan pendampingan praktek langsung. Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo secara umum memiliki potensi yang besar dalam mengimplementasikan program kampung iklim melalui budidaya tanaman anggur untuk ketahanan pangan, hanya saja belum cukup edukasi dan motivasi sehingga masyarakat belum mengetahui manfaat secara luas tanaman dan buah anggur. Tanaman anggur yang dikelola dengan baik dapat dimanfaatkan untuk peningkatan ekonomi masyarakat mulai dari bibit, daun, buah dan olahan turunan buah anggur sendiri.  Melalui pengabdian masyarkat di Desa Makamhaji ini, warga desa mendapat pemahaman tentang manfaat, teknis pelaksanaan, jenis tanaman anggur, hasil olahan anggur dan digital marketing dalam memasarkan produk anggur. Warga Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, setelah memahami tentang penerapan budidaya anggur dan manfaatnya bagi peningkatan ekonomi rumah tangga, bersemangat untuk memulai dan menerapkannya di rumah mereka sendiri
USER EXPERIENCE AND EMPLOYEE PERFORMANCE IN E-GOVERNMENT SYSTEM: THE CASE OF SRIKANDI APPLICATION Yosephine Angelina Yulia; Tri Widianto; Andri Octaviani; Yenni Khristiana
Journal Economics Technology And Entrepreneur Vol 4 No 04 (2025): ECOTECHNOPRENEUR : JOURNAL ECONOMICS, TECHNOLOGY AND ENTREPRENEUR
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/ecotechnopreneur.v4i04.1995

Abstract

This study aims to analyze the influence of user ease of use, system quality, and user satisfaction on employee performance at the Surakarta City Environmental Agency. Data were collected through questionnaires distributed to 35 employees using the SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi) application. The research method employed Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4.0 software. The results demonstrated that user satisfaction had a positive and significant effect on employee performance (p = 0.021), while system quality (p = 0.249) and user ease of use (p = 0.119) did not exhibit significant effects. The Adjusted R Square value of 0.344 indicates that 34.4% of the variation in employee performance can be explained by these three independent variables in the model. These findings emphasize the necessity for further evaluation of the implementation of the latter two variables to optimize employee performance at the Surakarta City Environmental Agency.
Pendampingan Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi sebagai Kreativitas Ramah Lingkungan pada Masyarakat Desa Pilangrejo, Kabupaten Sragen Andri Octaviani; Rina Ani Sapariyah; Siti Fatonah; Eko Meiningsih Susilowati
WASANA NYATA Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v10i1.2184

Abstract

Desa Pilangrejo, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen merupakan desa agraris yang sebagian besar penduduknya menggantungkan penghasilan pada sektor pertanian dan pekerjaan informal, sehingga rentan terhadap fluktuasi cuaca dan harga komoditas. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas ekonomi dan keterampilan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dan pemuda desa, melalui pendampingan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan alami (soy wax dan beeswax) sebagai bentuk kreativitas ramah lingkungan. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan berbasis praktik langsung (hands-on learning), edukasi bahan ramah lingkungan, pendampingan produksi dan pengemasan, serta pengenalan pemasaran digital sederhana melalui media sosial. Keberhasilan program dievaluasi secara kuantitatif dan kualitatif melalui pre-test dan post-test, kuesioner kepuasan berskala Likert, serta wawancara dengan peserta dan perangkat desa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan, dari rata-rata 35% pada pre-test menjadi 92% pada post-test. Peserta berhasil memproduksi lilin aromaterapi dengan berbagai varian aroma dan kemasan yang layak jual, serta membentuk empat kelompok usaha mikro berbasis komunitas. Tingkat kepuasan peserta terhadap pelaksanaan program mencapai skor rata-rata 4,8 dari skala 5. Program pendampingan ini terbukti efektif mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui pengembangan keterampilan berbasis kreativitas dan kesadaran lingkungan, serta berpotensi direplikasi pada wilayah pedesaan lain yang berkarakteristik serupa guna memperkuat UMKM berbasis desa.
Pendampingan Pengolahan Limbah Galon Le-Mineral Menjadi Produk Kerajinan Bernilai Ekonomis Pada Kelompok Pengrajin Griya Karebet Makamhaji Kartasura Sukoharjo Tri Widianto; I Gusti Putu Diva Awatara; Lukman Ahmad Imron Pahlawi; Andri Octaviani; Yosephine Angelina Yulia
WASANA NYATA Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v10i1.2182

Abstract

Permasalahan sampah plastik menjadi isu lingkungan yang semakin serius, terutama limbah plastik dari kemasan air minum dalam kemasan. Salah satu jenis limbah plastik yang banyak ditemukan adalah galon bekas air mineral seperti produk dari Le Minerale. Jika tidak dikelola dengan baik, limbah tersebut dapat mencemari lingkungan dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai secara alami.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada kelompok pengrajin Griya Karebet di Makamhaji dalam mengolah limbah galon plastik menjadi produk kerajinan bernilai ekonomis seperti pot bunga, lampu hias, tempat alat tulis, dan berbagai produk dekoratif lainnya.Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyuluhan, pelatihan keterampilan, praktik langsung, serta pendampingan produksi dan pemasaran produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami teknik pengolahan limbah plastik menjadi produk kerajinan serta mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai estetika dan potensi nilai jual.Program ini tidak hanya memberikan manfaat dalam meningkatkan keterampilan masyarakat, tetapi juga berkontribusi terhadap pengurangan limbah plastik serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat.