Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan dan Dukungan Sosial terhadap Kepatuhan Masyarakat dalam Penerapan Physical Distancing Rindha Kusumawati; Apriyani Apriyani; Suwignyo Suwignyo; Kartina Wulandari
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 02 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i02.1791

Abstract

Sebaran data kasus COVID-19 di berbagai dunia termasuk Kota Samarinda mengalami peningkatan dan diperparah dengan belum ditemukannya obat untuk penyakit ini. Masyarakat perlu mengetahui bahwa untuk mencegah penyebaran virus Corona adalah dengan physical distancing (menjaga jarak aman secara fisik). Oleh karena itu pengetahuan mengenai physical distancing dan dukungan sosial terhadap physical distancing perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan dan dukungan sosial terhadap kepatuhan masyarakat dalam penerapan physical distancing. Penelitian dilakukan di kota Samarinda pada bulan Juni-Juli tahun 2021. Sampel penelitian berjumlah 232 orang dengan menggunakan teknik accidental sampling. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel pengetahuan (P-value = 0,267) dan dukungan sosial (P-value = 0,079) tidak mempunyai hubungan dengan kepatuhan masyarakat tehadap penerapan physical distancing.
EDUKASI PERUBAHAN IKLIM UNTUK MENAMBAH PEMAHAMAN TENTANG KONDISI IKLIM SAAT INI Rindha Mareta Kusumawati; Mu’mining; Kartina Wulandari; Apriyani; Suwignyo
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.492 KB)

Abstract

Iklim merupakan salah satu faktor utama dalam proses kehidupan makhluk hidup di bumi, baik bagi tumbuhan, hewan, dan bahkan manusia. Seiring berkembangnya zaman, iklim di bumi ini semakin berubah yang disebabkan oleh beberapa faktor utama dari perubahan iklim. Aktivitas manusia merupakan faktor utama perubahan iklim, banyak aktivitas manusia yang mungkin tidak di sadari dapat menyebabkan perubahan iklim di bumi. Berdasarkan hasil Observasi di Lapangan yang dilakukan oleh Mahasiswa KKN, ditemukan bahwa ternyata masih banyak warga Kelurahan Sungai Siring yang kurang memahami tentang kondisi iklim saat ini. Oleh sebab itu mahasiswa memberi edukasi tentang perubahan iklim agar masyarakat memahami seperti apa kondisi iklim saat ini. Sebelum melaksanaan Program Kerja, mahasiswa melakukan Advokasi terlebih dahulu kepada Masyarakat & Aparatur desa setempat. Setelah proses Advokasi dan Observasi berjalan. Mahasiswa kemudian melakukan perencanaan program kerja serta menentukan waktu dan tempat pelaksanaan program kerja. Untuk mencapai tujuan yang diharapkan maka mahasiswa menggunakan metode pemberdayaan masyarakat melalui pemasangan spanduk tentang perubahan iklim. Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan menumbuhkan rasa kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
Hubungan Pengetahuan dan Dukungan Sosial terhadap Kepatuhan Masyarakat dalam Penerapan Physical Distancing Rindha Kusumawati; Apriyani Apriyani; Suwignyo Suwignyo; Kartina Wulandari
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 02 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i02.1791

Abstract

Sebaran data kasus COVID-19 di berbagai dunia termasuk Kota Samarinda mengalami peningkatan dan diperparah dengan belum ditemukannya obat untuk penyakit ini. Masyarakat perlu mengetahui bahwa untuk mencegah penyebaran virus Corona adalah dengan physical distancing (menjaga jarak aman secara fisik). Oleh karena itu pengetahuan mengenai physical distancing dan dukungan sosial terhadap physical distancing perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan dan dukungan sosial terhadap kepatuhan masyarakat dalam penerapan physical distancing. Penelitian dilakukan di kota Samarinda pada bulan Juni-Juli tahun 2021. Sampel penelitian berjumlah 232 orang dengan menggunakan teknik accidental sampling. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel pengetahuan (P-value = 0,267) dan dukungan sosial (P-value = 0,079) tidak mempunyai hubungan dengan kepatuhan masyarakat tehadap penerapan physical distancing.
Analisis Hubungan Masa Kerja terhadap Gangguan Fungsi Pendengaran pada Pekerja Tambang Batu Bara Ilham Rahmatullah; Apriyani; Rinda Purwanto
Faletehan Health Journal Vol 12 No 02 (2025): Faletehan Health Journal, Juli 2025
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v12i02.708

Abstract

Hearing loss due to noise exposure is a significant health problem, especially in high-noise work environments, such as the coal mining industry. This study aims to analyze the effects of length of employment on hearing impairment among workers at X Inc., Bontang. A quantitative approach with a cross-sectional method was used in this study, involving 52 workers who were exposed to high noise in the geology, CHP, utilities, and port facility operation area. Data collection was carried out through an audiometric survey to measure the level of hearing loss at various frequencies. The results showed that most respondents (86.5%) were over 40 years old and had worked for more than 10 years, leading to higher risk of hearing loss. Additionally, the relationship between length of employment and rate of hearing loss was significant; coal miners who worked longer showed more severe hearing loss. This study suggested the importance of implementing stricter noise regulations and more effective health protection to prevent hearing loss among coal miners. These findings can provide a basis for policymakers to formulate better preventive measures.
Identification Of Physical, Chemical and Microbiological Quality Of Snacks In Smart Park Samarinda City Sri Evi Newyearsi Pangadongan; Apriyani; Istiarto; Iwan Harwidian Maharismas; Anisa Dinah; Steven
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3306

Abstract

Street food, according to the Food and Agriculture Organization (2019), is food and beverages served in containers sold on the side of the road or other places, which have been prepared or cooked at home or at the place of sale. Problems related to the use of food additives are one component of various nutritional problems in society, in addition to problems related to food shortages, poor handling, and processing. With the increasing enthusiasm of producers in producing food products that have high selling value, the use of food additives has increased. Research Objective. This study aims to identify the content of hazardous food additives (formalin, methanyl yellow, borax, rhodamine, and coliform bacteria contamination) in fast food around the Taman Cerdas area. Methods. This type of research is quantitative, using a pre-research design, the one-shot case study, with an analytic approach. The samples in this study were pentol, yellow wet noodles, otak-otak, and sauce sold in the Smart Park area of Samarinda City. Results. After observing 8 samples of snacks from physical quality, namely color, texture, and aroma, and the results of chemical quality tests, the results of the snacks were safe for consumption, while the results of the microbiological test found 7 samples of snacks were contaminated with coliform bacteria and 1 sample of snacks was not contaminated with coliform bacteria. Conclusion. Snacks in the Smart Park area of Samarinda City are physically and chemically safe because they do not contain hazardous materials. However, microbiological test results showed that 7 out of 8 samples were contaminated with coliform bacteria. This condition makes snacks not meet the standards of PMK No. 2 of 2023 and is at risk of causing digestive diseases, so it is hoped that the results of this study can be followed up by traders to maintain the importance of sanitation in serving snacks so that the snacks avoid contamination with coliform bacteria. Keywords: Snack Food, Physical Quality, Chemical Quality, Microbiological Quality
Sosialisasi Pencegahan Penyakit Tuberculosis pada Masyarakat di Kecamatan Sambutan Kota Samarinda Rindha Maretha Kusumawati; Kartina Wulandari; Apriyani Apriyani; Siti Hadijah Aspan
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 5 No 4 (2025): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v5i4.1030

Abstract

TBC (Tuberkulosis) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, termasuk di Kota Samarinda, dengan angka kasus yang cukup tinggi akibat rendahnya kesadaran masyarakat tentang pencegahan dan pengobatan yang tepat. Faktor seperti kurangnya pemahaman tentang cara penularan, keterlambatan deteksi dini, serta ketidakpatuhan dalam menjalani terapi menjadi tantangan utama dalam upaya pengendalian penyakit ini. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat melalui kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan pada bulan februari tahun 2025 di Kelompok Dasawisma RT.18 Kecamatan Sambutan. Kegiatan ini mencakup edukasi tentang gejala, cara penularan, strategi pencegahan, serta pentingnya kepatuhan dalam menjalani pengobatan. Melalui kegiatan ini ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menekan angka kasus TBC sehingga terwujud Samarinda kota bebas TBC.
PENGARUH 3M PLUS DENGAN KEJADIAN DBD DI KELURAHAN SEMPAJA UTARA KOTA SAMARINDA Apriyani Apriyani; Ilham Rahmatullah; Wahyuni Effendi
Jurnal Spektrum Kesehatan Vol 1 No 3 (2025): Vol. 1 No. 3 September 2025
Publisher : PT. Media Ilmiah Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/rum-kes.v1i3.24

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes, terutama Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Virus dengue termasuk dalam famili Flaviviridae dan memiliki empat serotipe utama, yaitu DENV-1 hingga DENV-4. Penularan terjadi ketika nyamuk betina yang membawa virus menggigit manusia, dan risiko meningkat terutama di daerah tropis dan subtropis dengan kepadatan penduduk tinggi serta kebersihan lingkungan yang kurang terjaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variable mengguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air dan memasang kawat kasa pada ventilasi tidak memiliki pengaruh dengan kejadian DBD di Kelurahan Sempaja Utara Kota Samarinda, dan untuk variabel mendaur ulang sampah anorganik memiliki pengaruh signifikan terhadap kejadian DBD di Kelurahan Sempaja Utara. Hasil uji regresi logistik biner pada variabel mendaur ulang sampah anorganik menunjukkan nilai lebih besar dari dan nilai probabilitas lebih kecil dari tingkat signifikansi (p<0,1) maka H0 ditolak.
Risk Factors for Dengue Fever in Sungai Pinang Subdistrict in Samarinda City Apriyani Apriyani; Gilang Mahadani; Sulung Alfianto Akbar
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 23 No 4 (2025): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol23.Iss4.2265

Abstract

Dengue hemorrhagic fever (DHF) is a disease spread by the Aedes aegypti mosquito, a species that reproduces very quickly and infects around 390 million people each year. The objective of this research is to identify risk factors associated with the occurrence of DHF in the village of Sungai Pinang, located in the city of Samarinda. This study employs a quantitative approach and uses an observational method with a case-control design, which allows for the analysis of the relationship between the disease or health condition and specific risk factors. The sample consisted of 74 participants, divided into 37 cases and 37 controls, selected through purposive sampling. Odds ratios were used for data analysis. The results indicated that the presence of a lid on the water container represented a risk factor (OR = 1.135; 95% CI: 0.424–3.039). Similarly, the habit of emptying water containers was shown to be a risk factor (OR = 1.556; 95% CI: 0.617–3.928), as was the type of container material (OR = 1.268; 95% CI: 0.487–3.301) for the incidence of dengue in the village of Sungai Pinang Dalam, Samarinda City. In conclusion, the water container cover, the practice of emptying it, and the container material were identified as factors that influence the occurrence of dengue cases in this area.      
Penyuluhan Sadari (periksa payudara sendiri) pada Ibu-ibu Pengajian di RT 1 dan RT 2 di Desa Kersik Kecamatan Marangkayu Rosdiana Rosdiana; Godefridus Bali Geroda; Rindha Mareta Kusumawati; Apriyani Apriyani; Zainal Abidin
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 1 No. 1 (2017): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v1i1.237

Abstract

SADARI adalah tindakan deteksi dini terhadap adanya gejala-gejala kanker payudara. SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) dianjurkan pada wanita, terutama pada wanita dengan usia mulai dari 20 tahun. Karena wanita dengan usia subur 20-45 tahun sangat berisiko terkena penyakit kanker payudara, sehingga wanita harus selalu sadar akan kesehatan payudaranya yaitu dengan cara rutin memeriksa payudaranya sebagai upaya awal pencegahan penyakit kanker payudara. Metodelogi penelitian ini menggunakan prinsip partisipatoris dan ceramah. Tempat pelaksanaan kegiatan pengabdian dilaksanakan di Desa Kresik RT 02 Kecamatan. Hasil dari kegiatan penyuluhan SADARI Di wilayah RT 01 dan  02 desa kersik kecamatan marangkayu  kabupaten kutai kartanegara tahun 2017 : Minat  para perempuan  melaksanakan pemeriksaan payudara sendiri(SADARI) sangat baik, dan aktif dalam kegiatan penyuluhan SADARI Terdapat pengaruh penyuluhan kepada perempuan tentang  pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) terhadap minat melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) Pada perempuan di RT 01 dan 02 wilayah desa kersik kecamatan  marang kayu  kabupaten kutai kartanegara tahun 2017.
PENGARUH PENCAHAYAAN DAN RIWAYAT MEROKOK TERHADAP KEJADIAN PENYAKIT TUBERKULOSIS DIWILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS TEMINDUNG KOTA SAMARINDA TAHUN 2018 Apriyani Apriyani; Eko Mujianto; Muhammad Habibi
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 2 (2018): July-December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/kujkm.v4i2.461

Abstract

Tuberkulosis merupakan masalah kesehatan terbesar di dunia.Indonesia menempati urutan kedua kasus tuberkulosis tertinggi di dunia pada tahun 2016 setelah India.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kondisi fisik rumah dan riwayat merokok terhadap kejadian penyakit tuberkulosis di wilayah kerja UPT Puskesmas Temindung Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi Case Control dengan total sampel sebanyak 48 responden dimana kelompok kasus sebanyak 24 responden dan kelompok kontrol sebanyak 24 responden. Hasil analisis regresi logistik sederhana menunjukkan bahwa tingkat pencahayaan (p=0,023) dengan OR=4,048 dan riwayat merokok (p=0,009) dengan OR=3,244. Dapat disimpulkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian penyakit tuberkulosis adalah tingkat pencahayaan dan riwayat merokok.Diharapkan masyarakat dapat melakukan kebiasaan membuka jendela setiap pagi hari untuk menjaga pencahayaan, kelembaban dan suhu dalam keadaan optimal serta meningkatkan pengetahuan mengenai syarat dan manfaat rumah sehat, tuberkulosis dan bahaya merokok melalui penyuluhan yang dilakukan oleh puskesmas.