Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PERAN GURU DALAM PERKEMBANGAN NILAI-NILAI MORAL ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK ISLAM TERPADU INSAN CITA MADANI SAMARINDA Reni Ardiana; Dewi Nanna; Rizqi Syafrina
Cendikia : Media Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 14 No 2 (2023): November: Education Science
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak usia dini merupakan masa yang tepat untuk melakukan pendidikan. Pada masa ini anak sedang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang luar biasa. Salah satunya Perkembangan nilai moral yang dimana seseorang anak ditentukan oleh perilaku baik dan buruk sehingga terbentuknya nilai moral sesorang yang diperoleh melalui proses yang panjang. Oleh sebab itu perlunya peran guru berkewajiban untuk melanjutkan dan memberikan pendidikan yang baik setelah orangtua dan mengembangkan setiap perkembangan moral agar mereka tumbuh menjadi anak yang memiliki nilai moral yang baik. Berdasarkan hasil observasi awal melalui proses belajar mengajar di dalam kelas yang ditemukan beberapa kasus yaitu mengenai perilaku tidak jujur dalam melakukan tindakan terhadap temannya dan masih sering membuang sampah sembarangan didalam kelas sehingga proses pembelajaran kurang nyaman. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaiamana peran guru dalam perkembangan nilai-nilai moral anak di usia 5-6 tahun di Tk Islam Terpadu Insan Cita Madani Kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian dan informan ini adalah guru kelas, kepala sekolah dan orangtua siswa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peran guru dalam perkembangan nilai moral anak di usia 5-6 tahun di TK Islam Terpadu Insan Cita Madani Kota Samarinda ini ada 4 peran yang dapat dilakukan guru. Peran guru sebagai fasilitator yang membantu anak belajar melalui media dan alat bahan yang mendukung perkembangan moral. Peran guru sebagai motivator dapat memberikan motivasi serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dari rencana kegiatan pembelajar seperti memberikan penghargaan, pujian, reward, bertepuk tangan dan sebagainya. Peran guru sebagai evaluator yang dapat mencatat detail tentang tahap perkembangan dan mengevaluasi kemampuan anak dalam belajar. Peran guru sebagai pembimbing memiliki beberapa cara untuk mengarahkan anak untuk berbuat baik, mencontohkan hal dan perilaku yang sopan
Increasing Interest and Learning Outcomes in Mathematics Using the Problem Based Learning Method in Class II of SDN 016 Sungai Pinang Samarinda: Peningkatan Minat Dan Hasil Belajar Matematika Menggunakan Metode Problem Based Learning Pada Kelas II SDN 016 Sungai Pinang Samarinda Nur Agus Salim; Rizqi Syafrina; Alfionita Damayanti
Borneo Educational Journal (Borju) Vol. 3 No. 1 (2021): February
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/bej.v3i1.1482

Abstract

This research aims to increase student interest and learning outcomes in Mathematics subjects through the Problem Based Learning learning method in class II. SDN 016 Sungai Kunjang Samarinda 2017/2018 Academic Year. The method used in this research is Classroom Action Research (PTK), which is carried out in 3 cycles, with three meetings in each cycle. The research subjects were 38 class II students consisting of 19 men and 19 women in the second semester of the 2017/2018 academic year. From the results of the questionnaire, student interest in learning before carrying out the research was 33.80%. It increased at the end of the research implementation by 54.36%. In comparison, the average results of student observations in cycle I was 10.95%, cycle II was 15.68%, and increased in cycle III by 21.18%, for the average student learning outcomes in pre-cycle was 62.79, cycle I was 68.42, cycle II was 73.64 and increased in cycle III was 78.97 with learning completeness is 100%. Based on the above analysis of the results of research conducted at SDN 016 Sungai Pinang Samarinda, the Problem-Based Learning Method can increase interest and learning outcomes in Mathematics for class II students.
PENGARUH PERAN ORANGTUA TERHADAP ALTRUISME ANAK USIA DINI Rizqi Syafrina; Mahkamah Brantasari; Auditia Risela Echaristy
Jurnal Riset Golden Age PAUD UHO Vol. 6 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Jurnal Riset Golden Age PAUD UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan agama dan moral pada anak usia dini yang cukup menjadi perhatian yaitu adalah sikap altruisme anak usia dini. Altruisme merupakan perilaku menolong orang lain. Permasalahan yang muncul pada anak usia dini, perilaku ini masih memerlukan banyak contoh, bimbingan dalam melakukannya. Perilaku yang muncul pada anak usia dini yang ada di Kota Samarinda yaitu ketika ada anak yang terjatuh saat bermain, teman-temannya tidak menolong tetapi menertawakannya. Perilaku lain saat guru membawa barang-barang saat melakukan kegiatan di sekolah, anak cenderung sibuk bermain sendiri. Selain itu ketika di rumah masih banyak dilayani oleh orangtuanya, terutama kemandiriannya. Hal ini membuat anak terbiasa dibantu sehingga anak tidak banyak membantu aktivitas di rumah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh peran orang tua terhadap altruisme anak usia dini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan jika tidak ada pengaruh yang signifikan antara peran orangtua terhadap altruisme anak usia dini.