Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EVALUASI LITTER SIZE DARI PEJANTAN DENGAN INDUK BERBEDA PADA USAHA PETERNAKAN BABI SKALA KECIL DI DESA BUAHAN PAYANGAN I. G., SURANJAYA; SUKANATA, I. W.; OKA, A. A.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 26 No 3 (2023): Vol. 26 No. 3 (2023)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIP.2023.v26.i03.p04

Abstract

This study aims to evaluate litter size of different ages males with different parent parity in smallholder pig far- ming, used 3 males of different ages (P1, P2, P3) and 18 sows of parity 1 – 4 (I1, I2, I3 and I4) with a 3 x 4 factorial RAL experimental design and unequal number of replications. The variables observed were litter size, weaning litter size, mortality and percentage of weaning litter size. Data were analyzed using a analyse of variant with the general linear model procedure. The results showed that the average litter size based on males P1, P2, P3 was 8.38; 9.13 and 10.38 (P>0.05) and based on parental parity I1, I2, I3 and I4 respectively 8.00; 8.83; 9.66 and 10.66 (P<0.05). For weaning litter size, respectively 5.75; 7.50 and 8.87 (P<0.05) and from parent parity was 6.17; 6.67; 8.17 and 8.50 (P<0.05), while the mortality respectively was 31.82%; 17.62% and 12.39% (P>0.05) and from parent parity respec- tively 23.54%; 23.21%; 15.74%; and 19.94% (P>0.05). Weaning litter size percentage of each male was 68.17; 82.50; 87.61 (P>0.05) and from parental parity 76.63; 76.78; 84.26 and 80.05 (P>0.05). Older males and fourth parity of parent produced better litter size, weaning litter size and weaning litter percentage with lower mortality. There was no interaction between the use of males of different ages and parents of different parity on the observed variables.
STATUS FISIOLOGI BABI YANG DIBERI LARUTAN ORALIT SELAMA PENUNDAAN WAKTU PEMOTONGAN TIRTA ARIANA, I N.; LINDAWATI, S. A.; OKA, A. A.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 16, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.213 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2013.v16.i01.p07

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian larutan oralit pada babi selama penundaan waktu pemotongan terhadap kondisi fisiologisnya yang meliputi frekuensi nafas, suhu tubuh. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan pola faktorial 3X4 (4). Faktor pertama terdiri atas empat perlakuan, yaitu penundaan waktu pemotongan selama 1-6 jam (Lo), penundaan waktu pemotongan selama 20-24 jam (L1), penundaan waktu pemotongan selama 42-48 jam (L2), dan penundaan waktu pemotongan selama 64-72 jam (L3). Faktor kedua terdiri atas 3 (tiga) perlakuan, yaitu tanpa pemberian larutan oralit (Oo), pemberian laruran oralit (gula 150 gr + garam 15 gr) (O1), dan pemberian larutan oralit (gula 300 gr + garam 30 gr) (O2), sehingga ada 12 kombinasi perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali, babi yang digunakan sebanyak 48 ekor. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara larutan oralit yang diberikan pada setiap penundaan waktu pemotongan (P>0,05). Penundaan waktu pemotongan mempengaruhi frekuensi nafas, denyut nadi dan suhu tubuh ternak babi (P<0,05). Secara terpisah pemberian larutan oralit O1 dan O2 dengan nyata dapat memperbaiki status fisiologi babi selama penundaan waktu pemotongan. Kesimpulan dari hasil penelitian ini, penundaan pemotongan mempengaruhi status fisiologis babi, dan penundaan waktu pemotongan yang optimum adalah 1-2 hari (L1-L2), disarankan memberikan larutan oralit O1 setiap penambahan waktu pemotongan.
PENGGUNAAN EKSTRAK HIPOFISA TERNAK UNTUK MERANGSANG SPERMIASI PADA IKAN (CYPRINUS CARPIO L.) OKA, A. A.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 8 No 3 (2005)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.273 KB)

Abstract

RINGKASAN Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari penggunaan ekstrak hipofisa ternak (sapi, kerbau, dan domba) untuk merangsang spermiasi pada ikan mas (Cyprinus carpio L.) dan dilaksanakan di Bogor. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat macam perlakuan, yaitu : ikan dengan penyuntikan tanpa ekstrak hipofisa ternak sebagai kontrol (A), ikan dengan penyuntikan masing-masing sebanyak 50 mg/kg berat ikan ekstrak hipofisa sapi (B), kerbau (C) dan domba (D). Masing-masing perlakuan diulang empat kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuntikan ekstrak hipofisa sapi ternyata dapat meningkatkan (P<0,05) volume mani dan jumlah spermatozoa ikan, tetapi secara nyata menurunkan (P<0,05) konsentrasi spermatozoa. Penyuntikan hipofisa kerbau dan domba meningkatkan volume mani (P>0,05) dan jumlah spermatozoa (P<0,05) ikan. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan ekstrak hipofisa sapi, kerbau dan domba dapat merangsang spermiasi pada ikan mas (Cyprinus carpio L).