S. A. Lindawati
Fakultas Peternakan, Universitas Udayana, JL. P.B. Sudirman Denpasar

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KARAKTERISTIK KIMIA KEFIR SUSU SAPI YANG DIFERMENTASI DALAM TEMPURUNG KELAPA HIJAU MUDA (Cocos nucifera L. var. viridis Hassk) L., JUITA; LINDAWATI, S. A.; MIWADA, I N. S.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 25 No 2 (2022): Vol. 25 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIP.2022.V25.i02.p06

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik kimia kefir susu sapi yang difermentasi dalam tempurung kelapa hijau muda (Cocos nucifera L. var. viridis Hassk). Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Oktober 2020 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Udayana. Rancangan per- cobaan yang digunakan dalam penelitian adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan lima ulangan. Ketiga perlakuan tersebut yaitu susu sapi yang difermentasi dalam wadah toples sebagai kontrol (P0), susu sapi yang difermentasi dalam tempurung kelapa hijau muda (Cocos nucifera L. var. viridis Hassk) tanpa da- ging kelapa (P1), susu sapi yang difermentasi dalam tempurung kelapa hijau muda (Cocos nucifera L. var. viridis Hassk) dengan daging kelapa (P2). Variabel yang diamati dalam penelitian yaitu total asam, kadar laktosa, kadar lemak, dan kadar protein. Data penelitian dianalisis menggunakan sidik ragam, apabila pengaruh perlakuan berbe- da nyata (P<0,05), dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total asam pada perlakuan P2 dan P1 nyata (P<0,05) lebih tinggi sebesar 36,05% dan 29,07% dari perlakuan P0, akan tetapi antara perlakuan P2 dengan P1 tidak berbeda nyata (P>0,05). Kadar laktosa, kadar lemak, dan kadar protein pada semua perlakuan (P2, P1 dan P0) menunjukkan perbedaan yang tidak nyata (P>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini kefir susu sapi yang difermentasi dalam tempurung kelapa hijau muda (Cocos nucifera L. var. viridis Hassk) berpengaruh terhadap total asam akan tetapi tidak berpengaruh terhadap kadar laktosa, lemak, dan kadar protein.
EVALUASI KUALITAS BERBAGAI DAGING UNGGAS AIR PASCA RESTRUKTURISASI MENJADI PRODUK NUGGET MIWADA, I NYOMAN SUMERTA; LINDAWATI, S. A.; HARTAWAN, MARTINI; SUTAMA, I NYOMAN SUTARPA; WIJANA, WAYAN; ARIANA, I NYOMAN TIRTA
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 13, No 3 (2010)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.358 KB)

Abstract

Teknik deboning pada karkas unggas menghasilkan daging yang relatif kecil dan tidak beraturan. Perlu teknologiuntuk meminimalkan kerusakan kualitas daging unggas tersebut. Teknologi restrukturisasi daging merupakanteknologi untuk memperbaiki kualitas daging yang berukur kecil-kecil dan tidak beraturan dengan melekatkankemabali menjadi ukuran yang lebih besar dan produk tersebut sering dikenal dengan nama nugget. Tujuan penelitianini adalah untuk mengkaji kualitas produk nugget hasil restrukturisasi berbagai daging unggas dan sekaligusingin diketahui pengaruh jenis daging unggas (itik, entok dan tiktok) terhadap kualitas nugget. Metode penelitianmenggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakukan yakni T1 = nugget itik, T2 = nugget entok danT3 = nugget tiktok, dengan pengulangan masing-masing perlakuan sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkanbahwa hasil restrukturisasi daging menjadi nugget menghasilkan kualitas fisik (pH dan DIA) yang berbeda nyata(P<0,05), sementara nilai aw tidak nyata perbedaannya dan berkisar antara 0,893-0,913. Nilai pH T1 paling tinggidiikuti T2 dan T3 (berturut-turut 6,39; 6,26; dan 6,01). DIA pada T2 (82,81%), T3 (82,29) dan T1 (81,81). Kualitaskimia nugget menghasilkan kadar air paling tinggi pada T2 (60,24%) (P<0,05), diikuti T3 (59,24%) dan T1 (58,32%). Kajian terhadap kadar protein nugget hasil restrukturisasi daging itik, entok dan tiktok menunjukkan hasilyang sama dengan kisaran antara 18,49 %-19,51 %. Kadar lemak secara keseluruhan diantara masing-masing perlakuanberbeda nyata (P<0,05), berturut-turut, 8,79%; 6,59% dan 5,66%. Kajian produk nugget terhadap penilaianpanelis menyangkut warna dan citarasa, nugget itik berbeda nyata (P<0,05) dengan perlakuan lainnya. Warnanugget yang diberikan panelis berkisar antara 5,30-6,30 sementara kisaran citarasa antara 5,05-6,20. Tekstur nuggetsecara keseluruhan diantara masing-masing perlakuan berbeda nyata (P<0,05), berturut-turut, 5,00; 5,85 dan6,45. Kesimpulan hasil penelitian ini bahwa restrukturisai berbagai daging unggas menjadi produk nugget memberikanpengaruh berbeda pada kualitas fisik (khususnya pH dan DIA serta nilai aw tidak terpengaruh), kualitaskimia (hanya kadar protein yang tidak terpengaruh) dan penilaian organoleptik nugget (tekstur nugget paling nyataterpengaruh).
PENGARUH PENGGUNAAN PREBIOTIK DALAM RANSUM TERHADAP PROFIL LIPID SERUM DAN KOLESTEROL DAGING AYAM KAMPONG SUTAMA, I N. SUTARPA; SUSILA, T. G. O; LINDAWATI, S. A.; INDRAWATI, R.R.; ARIANA, I N TIRTA
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 13, No 3 (2010)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.197 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan prebiotik dalam ransum terhadap profil lipidserum dan kolesterol daging ayam kampong. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), denganempat perlakuan (0, 10, 20 dan 30% prebiotik) dan tiga ulangan. Setiap ulangan menggunakan lima ekor ayamkampung dengan bobot badan berkisar antara 28,73-28,77 g. Ransum yang digunakan berbentuk tepung (mash),dengan kandungan energi metabolis 2.900 kkal/kg dan protein 18%. Ransum dan air minum diberikan ad libitumselama 12 minggu penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, penggunaan prebiotik 10-30% dalam ransumnyata (P<0,05) menurunkan VLDL (Very Low Density Lipoprotein), LDL (Low Density Lipoprotein), TG (Trigliserida)serum, kolesterol daging dan laju alir ransum, disisi lain tidak mempengaruhi (P>0,05) HDL (High DensityLipoprotein) dan kolesterol serum. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan, bahwa penggunaan prebiotik 10-30% dalam ransum menurunkan profil lipid dan kolesterol daging, kecuali HDL dan kolesterol serum.
PRODUKTIVITAS RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum) YANG DITANAM BERSAMA LEGUMINOSA PADA BERBAGAI DOSIS PUPUK BIOORGANIK N. G. K., RONI; LINDAWATI, S. A.; DEWI, P. J. N.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 26 No 3 (2023): Vol. 26 No. 3 (2023)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIP.2023.v26.i03.p08

Abstract

The purpose of this study was to determine the productivity of elephant grass (Pennisetum purpureum) planted with leguminosae at various doses of bioorganic fertilizers. This study used a completely randomized design with two factorial patterns. The first factor was the type of leguminosae (T= without leguminosae; R= Arachi pintoi; L= Alysicarpus vaginalis; and the second factor was the dose of bioorganic fertilizer (D0= 0 kg Nha-1; D1= 100 kg Nha-1; D2= 200 kg Nha-1; and D3= 300 kg Nha-1) There were 12 treatment combinations, each treatment was repeated 5 times so that it consisted of 60 experimental units. The observed variables included growth, yield and growth characteristics variable. The results showed that there was no interaction between leguminous species and fertilizer dosage, both leguminous species only increased leaf area per pot, bioorganic fertilizer D1 and D2 doses tended to increase, while D3 dose increased leaf dry weight, total forage dry weight, and leaf area per pot of elep- hant grass (Pennisetum purpureum). It was concluded that the type of leguminous did not affect the productivity of elephant grass, the dose of bioorganic fertilizer increased crop yields, the highest yields at a dose of 300 kg Nha-1 bioorganic fertilizer.
PENGARUH PENAMBAHAN SARI BUAH NANAS MUDA TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN TOTAL BAKTERI TAHU SUSU SAPI M.H., ARISANDHI; LINDAWATI, S. A.; MIWADA, I N. S.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 26 No 1 (2023): Vol. 26 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIP.2023.V26.i01.p03

Abstract

Milk tofu is a protein product made by adding acid compounds or enzymes to milk, one of which used by adding pineapple juice. This study aim to determine the physical characteristics and total bacteria of cow milk tofu. The design used in this study was a completely randomized design (CRD) with four treatments and four replications, each replication using 1000 ml of cow milk. The four treatments were P1: adding 30 cc of young pineapple juice, P2: adding 40 cc of young pineapple juice, P3: adding 50 cc of young pineapple juice, and P4: adding 60 cc of young pineapple juice. The variables was observed in this study were yield, syneresis, water holding capacity, total acid, and total bacteria. The results showed that adding young pineapple juice had a significant effect (P<0.05) on yield, syneresis, water holding capacity, and total acid, but had no significant effect (P>0.05) on total bacteria of cow milk tofu. The highest yield and water holding capacity of milk tofu was found in P4 with values 21,75% and 73,33% respectively. The lowest syneresis, total acid and total bacteria of milk tofu were found at P4 with values 29,80%, 0,54% and 0,3x104 CFU/g respectively. The conclusion of this study was that adding young pineapple juice had a significant effect on physical characteristics, but had no significant effect on total bacteria. Concentration 60 cc of young pineapple juice produced physical characteristics of cow milk tofu: yield 21,75%, syneresis 29,80%, water holding capacity 73,33%, total acid 0,54%, and total bacteria 0,3x104 CFU/g.
STATUS FISIOLOGI BABI YANG DIBERI LARUTAN ORALIT SELAMA PENUNDAAN WAKTU PEMOTONGAN TIRTA ARIANA, I N.; LINDAWATI, S. A.; OKA, A. A.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 16, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.213 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2013.v16.i01.p07

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian larutan oralit pada babi selama penundaan waktu pemotongan terhadap kondisi fisiologisnya yang meliputi frekuensi nafas, suhu tubuh. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan pola faktorial 3X4 (4). Faktor pertama terdiri atas empat perlakuan, yaitu penundaan waktu pemotongan selama 1-6 jam (Lo), penundaan waktu pemotongan selama 20-24 jam (L1), penundaan waktu pemotongan selama 42-48 jam (L2), dan penundaan waktu pemotongan selama 64-72 jam (L3). Faktor kedua terdiri atas 3 (tiga) perlakuan, yaitu tanpa pemberian larutan oralit (Oo), pemberian laruran oralit (gula 150 gr + garam 15 gr) (O1), dan pemberian larutan oralit (gula 300 gr + garam 30 gr) (O2), sehingga ada 12 kombinasi perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali, babi yang digunakan sebanyak 48 ekor. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara larutan oralit yang diberikan pada setiap penundaan waktu pemotongan (P>0,05). Penundaan waktu pemotongan mempengaruhi frekuensi nafas, denyut nadi dan suhu tubuh ternak babi (P<0,05). Secara terpisah pemberian larutan oralit O1 dan O2 dengan nyata dapat memperbaiki status fisiologi babi selama penundaan waktu pemotongan. Kesimpulan dari hasil penelitian ini, penundaan pemotongan mempengaruhi status fisiologis babi, dan penundaan waktu pemotongan yang optimum adalah 1-2 hari (L1-L2), disarankan memberikan larutan oralit O1 setiap penambahan waktu pemotongan.
EVALUASI RESPON PANELIS KEMAMPUAN LARUTAN BUAH NANAS MUDA DALAM PENGGUMPALAN PROTEIN SUSU MENJADI TAHU SUSU K. S, AMALIA; MIWADA, N. S.; LINDAWATI, S. A.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 26 No 2 (2023): Vol. 26 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIP.2023.v26.i02.p05

Abstract

This study aims to evaluate the response of the panelists to milk tofu with the use of a natural coagulation agent, namely young pineapple juice. The study was conducted using a completely randomized design (CRD) with four treatments and four replications. Each replication using 1000 ml of cow milk, the four treatments were adding 30cc of pineapple juice (P1), adding 40cc of pineapple juice (P2), adding 50cc of pineapple juice (P3), and adding 60cc of pineapple juice (P4). The observed variables were the hedonic test for the level of preference and the sensory quality test, namely color, taste, scent, elasticity and overall acceptance. The results of this study indicated that the manufacture of milk tofu using natural coagulation ingredients of young pineapple juice (Ananas comosus) from all variables (color, taste, scent, elasticity, and overall acceptance) and each treatment (P1, P2, P3, P4) showed that the results were significantly different (P<0.05). The hedonic test value (preferred level) on color, taste, scent, and overall acceptance was highest in P1 with a sequential value of 4.12; 4.16; 4.08; and 3.88, while the highest value for elasticity was found at P3. The conclusion of this study can be suggested using 30 cc of young pineapple juice as a natural coagulation material in the manufacture of milk tofu because it produces milk tofu with a milky white color, the scent of cow milk, a slightly chewy texture, and a slight milk taste.
PRODUKTIVITAS TANAMAN Asystasia gangetica (L.) Subsp. Micrantha YANG DIBERI PUPUK NPK DISUBSTITUSI DENGAN BIOURIN SAPI N. G. K., RONI; LINDAWATI, S. A.; DEWI, P. J. N.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 27 No 1 (2024): Vol. 27 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIP.2024.V27.i01.p06

Abstract

The research aims to obtain a dose of NPK fertilizer substituted for cow biourine that can produce the best productivity of Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha, used a completely randomized design consisting of 9 tre- atments repeated 7 times, so there were 63 experimental units. Treatments consisted of D0: no fertilizer, D1: NPK 200 kg ha-1, D2: Cow biourine (CB) 5,000 l ha-1, D3: CB 7,500 l ha-1, D4: CB 10,000 l ha-1, D5: NPK 50 kgha-1 + CB 5,000 l ha-1, D6 : NPK 50 kgha-1 + CB 7,500 l ha-1, D7 : NPK 100 kgha-1 + CB 5,000 l ha-1, and D8 : NPK 100 kgha-1 + CB 7,500 l ha-1. The results showed that Asystasia gangetica that received the D5 treatment produced a higher number of leaves, leaf dry weight, stem dry weight, and total forage dry weight compared to D0 and the same as the D1 treatment. It was concluded that Asystasia gangetica (l.) subsp. Micrantha that received D5 fertilizer treatment (NPK 50 kgha-1 + cow biourine 5,000 l ha-1) showed better growth and yield compared to without fertilizer and the same as D1 treatment (NPK 200 kg ha-1).
STUDY MIKROBIOLOGIS KEFIR DENGAN WAKTU SIMPAN BERBEDA Lindawati, S. A.; Sriyani, N. L. P.; Hartawan, M.; Suranjaya, I. G.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 18 No 3 (2015): Vol 18, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.717 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2015.v18.i03.p03

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas mikrobiologis kefir dengan waktu simpan sampai 12 haridengan bakteri asam laktat yang stabil. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan limaperlakuan dan setiap perlakuan terdiri dari empat ulangan. Kelima perlakuan itu adalah T0 (kefir dengan waktusimpan 0 hari), T3 (kefir dengan waktu simpan 3 hari), T6 (kefir dengan waktu simpan 6 hari), T9 (kefir denganwaktu simpan 9 hari), dan T12 (kefir dengan waktu simpan 12 hari). Hasil penelitian menunjukkan bahwa totalbakteri asam laktat pada kefir dengan waktu simpan 0-12 hari diperoleh 2,81.107 -9,65.107cfu/g. Kisaran nilai pHpada semua perlakuan berkisar antara 3,52-3,88, sedangkan total asam menunjukan bahwa semakin lama waktusimpan kefir semakin meningkat nilai total asamnya (1,75-5,57%) serta tidak ditemukan adanya pertumbuhanE.coli sebagai indikator bakteri sanitasi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kefir dengan waktu simpansampai 12 hari pada suhu 5°C memiliki kualitas mikrobiologi yang baik dengan bakteri asam laktat berkisar antara2,81.107–5,98.107cfu/g; pH 3,52-3,88; total asam 1,75-3,45%; dan tidak ditemukan adanya pertumbuhan E. coli.
KAJIAN KUALITAS FISIK DAGING KAMBING YANG DIPOTONG DI RPH TRADISIONAL KOTA DENPASAR Sriyani, N. L. P.; Tirta A., I. N.; Lindawati, S. A.; Miwada, I. N. S.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 18 No 2 (2015): Vol 18, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.806 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2015.v18.i02.p03

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah daging kambing yang di potong di RPH Tradisional di kota Denpasar layak di konsumsi di lihat dari aspek kualitas fisik daging. Data yang diperoleh di tabulasi dan dianalisis menggunakan metode diskriptif. Dari hasil penelitian ini, didapat rata-rata kualitas fisik daging kambing yang di potong di RPH tradisional di kota Denpasar adalah nilai pH 5,59, nilai warna daging adalah 5,14, nilai susut masak 39,74% dan nilai daya ikat air daging 30,90%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kualitas fisik daging kambing yang dipotong di RPH tradisional di Denpasar masih dalam keadaan baik/normaldilihat dari variable pH yang ada dalam kisaran pH ultimat dan variable lain seperti warna, susut masak dan daya ikat air daging dalam angka yang normal.