G. A. M. K. Dewi
Program Studi Ilmu Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana, Denpasar

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGARUH PENGGANTIAN RANSUM KOMERSIAL DENGAN LIMBAH ROTI FERMENTASI TERHADAP RECAHAN KARKAS BROILER A. S. N., Laili; Oka, A. A.; Dewi, G. A. M. K.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 12 No 2 (2024): Vol. 12 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggantian ransum komersial dengan limbah roti fermentasi terhadap recahan karkas broiler yang telah dilaksanakan di Farm Fakultas Peternakan, Universitas Udayana, yang berlokasi di Jalan Raya Sesetan, Denpasar, Bali. Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan mulai dari tanggal 20 Desember 2022 sampai 24 Januari 2023 menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakuan dan 4 ulangan. Setiap ulangan terdiri dari empat ekor broiler dengan bobot badan 51,07 ± 5,53 g dan unsexing. Perlakuan ransum tersebut adalah P0 (broiler yang diberi ransum komersial 511 Bravo 100%); P1 (broiler yang diberi 10% limbah roti fermentasi sebagai pengganti ransum komersial); P2 (broiler yang diberi 15% limbah roti fermentasi sebagai pengganti ransum komersial), P3 (broiler yang diberi 20% limbah roti fermentasi sebagai pengganti ransum komersial), P4 (broiler yang diberi 25% limbah roti fermentasi sebagai pengganti ransum komersial). Variabel yang diamati adalah persentase recahan karkas meliputi dada, sayap, paha atas, paha bawah dan punggung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggantian ransum komersial dengan limbah roti fermentasi P2, P3 dan P4 nyata (P<0,05) dalam menurunkan persentase dada dibandingkan dengan P0 namun pada persentase recahan karkas bagian sayap, paha atas, paha bawah dan punggung tidak berbeda nyata (P>0,05). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggantian ransum komersial dengan limbah roti fermentasi dengan taraf pemberian 10% memberikan hasil persentase recahan karkas yang sama dengan kontrol. Pemberian 15-25% limbah roti fermentasi berpengaruh nyata dalam menurunkan persentase dada, tetapi recahan karkas lainnya tidak menurun.
PERSENTASE KOMPOSISI FISIK KARKAS PUYUH YANG DIBERI MINUM EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa Bilimbi L) D., Wicaksono; Wirapartha, M.; Dewi, G. A. M. K.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 11 No 3 (2023): Vol. 11 No. 3 Tahun 2023
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase komposisi fisik karkas pada puyuh yang diberi ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa Bilimbi L). Penelitian ini dilaksanakan di Teaching Farm Sesetan dan Laboratorium Ternak Unggas Fakultas Peternakan Universitas Udayana. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Masing-masing ulangan menggunakan 4 ekor puyuh dengan umur 1 minggu. Perlakuan yang diberikan adalah pemberian air minum tanpa diberi ekstrak daun belimbing wuluh (A) sebagai kontrol. Pemberian air minum dengan ekstrak daun belimbing wuluh sebanyak 2%, 4%, dan 6% sebagai perlakuan B, C, dan D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun belimbing wuluh pada air minum tidak berbeda nyata (P>0,05) pada bobot potong, bobot karkas, persentase karkas, dan persentase komposisi fisik karkas. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa Bilimbi L) dengan pemberian sebanyak 2%, 4% dan 6% pada air minum belum berpengaruh terhadap berat potong, berat karkas, persentase karkas, dan persentase komposisi fisik karkas (daging, tulang, kulit) puyuh (Coturnix-coturnix japonica) umur 5 minggu. Kata kunci: air minum, puyuh ekstrak daun belimbing wuluh
KUALITAS TELUR AYAM LOHMANN BROWN UMUR 23-27 MINGGU YANG MENDAPAT RANSUM KOMERSIAL, RANSUM TANPA DAN DIBERI KULIT BUAH NAGA TERFERMENTASI I M. B. S., Mahardika; Wirapartha, M.; Dewi, G. A. M. K.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 11 No 3 (2023): Vol. 11 No. 3 Tahun 2023
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas telur ayam Lohmann Brown umur 23-27 minggu yang diberi tepung kulit buah naga terfermentasi, yang telah dilaksanakan di Laboratorium Lapangan (Teaching Farm) Kampus Fapet Bukit, Jimbaran, Badung, Bali dan Laboratorium Ternak Unggas Fakultas Peternakan Universitas Udayana. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu: A (ransum tanpa kulit buah naga terfermentasi), B (ransum dengan 5% kulit buah naga terfermentasi), C (Ransum komersial), setiap perlakuan diulang 5 kali dan setiap ulangan menggunakan 3 ekor ayam petelur. Variabel yang diamati adalah: bobot telur, berat kulit telur, tebal kulit, warna kuning telur, dan Haugh Unit.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ransum dengan tambahan 5% kulit buah naga terfermentasi, dan ransum komersial nyata dapat meningkatkan bobot telur, berat kulit, tebal kulit, warna kuning telur dan haugh unit(P<0,05), namun tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap pH telur. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ransum dengan tambahan 5% tepung kulit buah naga terfermentasi dan ransum komersial dapat meningkatkan bobot telur, berat kulit telur, tebal kulit telur, warna kuning telur, dan Haugh Unit. Kata kunci: Kualitas telur ayam Lohmann Brown, ransum kulit buah naga terfermentasi
ORGAN DALAM BURUNG PUYUH (Coturnix-coturnix japonica) UMUR 5 MINGGU YANG DIBERI LEVEL JUS KULIT BUAH NAGA BERBEDA MELALUI AIR MINUM I. B. A., Dyatmika; Dewi, G. A. M. K.; Warmadewi, D. A.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 12 No 3 (2024): Vol. 12 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui organ dalam burung puyuh yang diberi level jus kulit buah naga yang berbeda melalui air minum. Rancangan yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan, setiap ulangan terdiri dari 5 ekor burung puyuh. Perlakuan yang diberikan yaitu air minum tanpa jus kulit buah naga (P0), air minum diberikan 3% jus kulit buah naga (P1), air minum diberikan 4% jus kulit buah naga (P2), air minum diberikan 5% jus kulit buah naga (P3). Variabel yang diamati meliputi bobot potong, persentase jantung, persentase hati, persentase ginjal, persentase ampela, dan persentase sekum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian 3%, 4% dan 5% jus kulit buah naga memberikan pengaruh yang berbeda nyata pada persentase sekum dan berpengaruh tidak nyata terhadap bobot potong, persentase jantung, persentase hati, persentase ginjal dan persentase ampela. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Burung puyuh yang diberikan perlakuan jus kulit buah naga level 3%, 4%, dan 5% melalui air minum tidak memberikan pengaruh terhadap berat potong, persentase jantung, persentase hati, persentase ginjal, dan persentase ampela, namun berpengaruh terhadap persentase sekum.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) MELALUI AIR MINUM TERHADAP PERSENTASE POTONGAN KARKAS KOMERSIAL AYAM BROILER I G. A. A. M., Dwipayana; Dewi, G. A. M. K.; Wijana, I W.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 11 No 3 (2023): Vol. 11 No. 3 Tahun 2023
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak biji pepaya (Carica papaya L.) melalui air minum terhadap persentase potongan karkas komersial ayam broiler. Penelitian ini dilaksanakan di Banjar Selanbawak kelod, Desa Selanbawak, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali yang dilaksanakan selama 6 minggu. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan setiap ulangan berisikan 5 ekor ayam broiler sehingga jumlah total ayam broiler yang digunakan adalah 80 ekor. Perlakuan yang diberikan yaitu ayam broiler yang diberi air minum tanpa ekstrak biji pepaya (A), 1% ekstrak biji pepaya (B), 2% ekstrak biji pepaya (C), 3% ekstrak biji pepaya (D). Variabel yang diamati adalah persentase karkas, dada, paha atas, paha bawah, sayap, dan punggung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian ekstrak biji pepaya taraf 1% (B), 2% (C) dan 3% (D) melalui air minum tidak berpengaruh nyata (P>0,05) dari perlakuan A (tanpa ekstrak biji papaya) terhadap persentase dada, persentase paha atas, persentase paha bawah, persentase sayap, persentase punggung. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak biji pepaya (Carica papaya L.) melalui air minum dengan taraf 1% - 3% belum memberi berpengaruh terhadap persentase potongan karkas ayam broiler. Kata Kunci: Ayam broiler, ekstrak biji pepaya, karkas komersial
PENGARUH PEMBERIAN JUS KULIT BUAH NAGA MELALUI AIR MINUM TERHADAP INCOME OVER FEED COST DAN PERFORMA AYAM BROILER C., Darmawan; Sukanata, I W.; Dewi, G. A. M. K.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 11 No 3 (2023): Vol. 11 No. 3 Tahun 2023
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus kulit buah naga melalui air minum terhadap income over feed cost ayam broiler yang telah dilaksanakan selama 5 minggu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan, 4 ulangan dan masing-masing ulangan terdiri dari 4 ekor ayam. Perlakuan yang diberikan yaitu broiler diberi air minum tanpa jus kulit buah naga (P0), broiler yang diberi 2% jus kulit buah naga pada air minum (P1), broiler yang diberi 4% jus kulit buah naga pada air minum (P2), dan broiler yang diberi 6% jus kulit buah naga pada air minum (P3). Variabel yang diamati meliputi konsumsi ransum, konsumsi air minum, berat badan akhir, pertambahan berat badan, FCR, IOFC, dan indeks performa. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa dalam konsumsi ransum dan air minum tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan (P>0,05) jika dibandingkan dengan (P0). Berat badan akhir dari P2 dan P3 memeperlihatkan peningkatan yang signifikan (P<0,05) jika dibandingkan dengan P0 dan P1. Pertambahan bobot badan dari P1, P2 dan P3 menunjukkan peningkatan yang signifikan (P<0,05) jika dibandingkan dengan P0, sedangkan nilai FCR dari ketiga perlakuan tidak berbeda nyata (P>0,05). Income over feed cost berbeda signifikan (P<0,05) dimana P1, P2, dan P3 memiliki nilai yang lebih tinggi dibadingkan dengan P0 dan indeks peforma mengalami peningkatan yang signifikan (P<0,05). Berdasarkan hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa jus kulit buah naga pemberian 2%, 4% dan 6% dalam air minum tidak dapat meningkatkan konsumsi ransum, konsumsi air minum dan nilai FCR tetapi dapat meningkatkan pertambahan berat badan, income over feed cost dan indeks peforma, dan pada pemberian 4% dan 6% dapat meningkatkan bobot akhir ayam. Kata kunci : Jus kulit buah naga, ayam broiler, income over feed cost
PENGARUH PEMBERIAN JUS KULIT BUAH NAGA MELALUI AIR MINUM TERHADAP PRODUKSI TELUR BURUNG PUYUH C. H, Ke; Umiarti, A.T.; Dewi, G. A. M. K.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 11 No 3 (2023): Vol. 11 No. 3 Tahun 2023
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus kulit buah naga melalui air minum terhadap produksi telur burung puyuh. Rancangan yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan dimana setiap ulangan terdiri dari 5 ekor burung puyuh. Perlakuan yang diberikan yaitu air minum tanpa diberikan jus kulit buah naga (A), air minum diberikan 3% jus kulit buah naga (B), air minum diberikan 4% jus kulit buah naga (C), air minum diberikan 5% jus kulit buah naga (D). variabel yang diamati meliputi konsumsi ransum, konsumsi air minum, bobot telur, produksi telur harian (HD) dan konversi ransum. Hasil penelitian menunjukkan pemberian air minum diberikan 5% jus kulit buah naga (D) menghasilkan bobot telur lebih tinggi dan konversi ransum yang rendah sehingga berbeda nyata (P<0,05) dengan perlakuan 0% (A) ,3%(B) dan 4%,(C), sedangkan pemberian air minum dengan level 3%, 4%, dan 5% dapat menghasilkan konsumsi pakan, konsumsi air minum, dan produksi telur harian berbeda tidak nyata (P>0,05) daripada burung puyuh yang diberi air minum tanpa diberikan jus kulit buah naga 0%(A). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian air minum dengan tanpa diberi jus kulit buah naga sebanyak 3%,4% dan 5% dapat meningkatkan bobot telur dan menurunkan konversi ransum ternak puyuh.
PENGARUH PEMBERIAN JUS DAUN LAMTORO (Leucaena leucocephala) DALAM AIR MINUM TERHADAP PERFORMA ITIK BALI JANTAN K. T. D., Deliana; Dewi, G. A. M. K.; Siti, N. W.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 12 No 2 (2024): Vol. 12 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus daun lamtoro dalam air minum terhadap performa itik bali jantan, yang dilaksanakan selama 8 minggu. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan, 4 ulangan, dan setiap unit percobaan menggunakan 3 ekor itik bali jantan dengan berat badan yang homogen. Perlakuan yang diberikan pada itik bali berupa jus daun lamtoro dalam air minum yaitu: P0 = Itik bali jantan yang diberi air minum tanpa jus daun lamtoro, P1= Itik bali jantan yang diberi air minum 2% jus daun lamtoro, P2= Itik bali jantan yang diberi air minum 4% jus daun lamtoro, dan P3= Itik bali jantan yang diberi air minum 6% jus daun lamtoro. Variabel yang diamati adalah: berat badan akhir, pertambahan berat badan, konsumsi ransum, konsumsi air minum, dan feed convertion ratio (FCR). Hasil penelitian pemberian jus daun lamtoro dalam air minum sebesar 2%, 4%, dan 6% tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap berat badan akhir, pertambahan berat badan, konsumsi ransum, konsumsi air minum, FCR dibandingkan perlakuan tanpa jus daun lamtoro (P0). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian jus daun lamtoro dalam air minum sebanyak 2%, 4% dan 6% tidak berpengaruh terhadap performa itik bali jantan.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KUNYIT DAN KULIT BUAH NAGA PADA AIR MINUM TERHADAP PERFORMA BROILER S., Yulaika; Dewi, G. A. M. K.; Puspani, E.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 12 No 2 (2024): Vol. 12 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kunyit, kulit buah naga, dan campuran keduanya pada air minum terhadap peningkatan performa broiler yang telah dilaksanakan selama 28 hari dengan berat badan homogen berkisar 39,8g ± 2,73. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan, empat ulangan, dengan lima ekor broiler disetiap unitnya. Perlakuan yang diberikan yaitu P0 (air minum tanpa ekstrak sebagai kontrol), P1 (air minum+4% ekstrak kunyit), P2 (air minum+4% ekstrak kulit buah naga), dan P3 (air minum+4% campuran ekstrak kunyit dan kulit buah naga). Variabel yang diamati meliputi konsumsi ransum, konsumsi air minum, bobot akhir, pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Hasil penelitian menunjukan konsumsi ransum, bobot akhir, pertambahan bobot badan dan konversi ransum tidak berbeda nyata (P>0,05) pada seluruh perlakuan. Namun pemberian perlakuan P1 dan P2 nyata (P<0,05) meningkatkan konsumsi air minum broiler daripada perlakuan P0. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian ekstrak kunyit, ekstrak kulit buah naga, dan campuran ekstrak kunyit dan kulit buah naga dengan konsentrasi 4% melalui air minum belum mampu mempengaruhi bobot akhir, pertambahan bobot badan, konsumsi ransum, dan konversi ransum broiler, namun mampu mempengaruhi konsumsi air minum broiler.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH DALAM AIR MINUM TERHADAP PERFORMA BURUNG PUYUH (Coturnix coturnix japonica) UMUR 1–5 MINGGU M. I., Alghozali; Wirapartha, M.; Dewi, G. A. M. K.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 12 No 1 (2024): Vol. 12 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun belimbing wuluh dalam air minum terhadap performa burung puyuh (Coturnix coturnix japonica) umur 1–5 minggu. Penelitian ini dilaksanakan pada di Teaching Farm Sesetan dan Laboratorium Ternak Unggas Fakultas Peternakan Universitas Udayana, selama 5 minggu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan yang setiap ulangan terdiri dari 4 ekor burung puyuh. Penelitian ini menggunakan burung puyuh Cotunix coturnix japonica yang berumur 1 minggu sebanyak 64 ekor. Perlakuan yang diberikan adalah pemberian air minum tanpa diberi ekstrak daun belimbing wuluh (A) sebagai kontrol. Pemberian air minum dengan ekstrak daun belimbing wuluh sebanyak 2%, 4%, dan 6% sebagai perlakuan B, C, dan D. Variabel yang diamati meliputi bobot badan awal, konsumsi air minum, bobot badan akhir, pertambahan bobot badan, konsumsi ransum, konversi ransum. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam, apabila terdapat perbedaan nyata (P<0,05), maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda dari Duncan. Hasil penelitian menunjukkan setiap variabel bobot awal, bobot akhir, pertambahan bobot badan, konsumsi ransum, konversi ransum, konsumsi air minum perlakuan 2%, 4%, 6% diperoleh hasil yang tidak nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) dengan pemberian sebanyak 2%, 4% dan 6% pada air minum tidak mempengaruhi bobot badan awal, bobot badan akhir, pertambahan bobot badan, konsumsi ransum, konversi ransum, konsumsi air minum pada burung puyuh (Coturnix coturnix japonica) umur 1-5 minggu.