Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

MIKROBIOLOGI DAGING SAPI BALI YANG DIMARINASI DENGAN LARUTAN BUBUK DAUN KELOR (Moringa oleifera Lamk) DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA I P. G. S., RAGAWARDANA; SRIYANI, N. L. P.; WIBAWA, A. A. P. P.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 26 No 1 (2023): Vol. 26 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIP.2023.V26.i01.p06

Abstract

This study aimed to investigate the effect of marinating with Moringa leaf powder solution with different con- centrations on microbiological of Bali beef stored at room temperature for 12 hours. The experimental design used was a completely randomized design (CRD) with four treatments and four replications. Each replication consisted of 100 g of beef. The four treatments were: P0 (Bali beef marinated in 0% solution of Moringa leaf powder), P1 (0.2% w/v solution of Moringa leaf powder), P2 (0.4% w/v solution of Moringa leaf powder), P3 (0.6% w/v solution of Moringa leaf powder). The variables observed in this study were the Total Plate Count (TPC), Total Coliform and Escherichia coli, the pH value, and the water content of the meat. The results showed that the treatment of Moringa leaf powder had a significant effect (P<0.05) on microbiological of Bali beef. The conclusion of this study is that the marinated solution of Moringa leaf powder affects the microbiological quality of Bali beef, which reduces the Total Plate Count (TPC), but has no effect on total Coliform, Escherichia coli, water content, and pH levels. Total Plate Count, Coliform, Escherichia coli, and all treatments were above the SNI threshold. It means that Bali beef mari- nated with concentrations of 0% (P0), 0.2% (P1), 0.4% (P2), and 0.6% (P3) and stored at room temperature for 12 hours is not suitable for consumption.
UPAYA PERBAIKAN NUTRISI DAN PROFIL LIPIDATELUR PADA ITIK BALI YANG MENDAPATKAN SEKAM PADI MENGANDUNG DAUN NONI (Morinda citrifolia L) DISUPLEMENTASI MULTIENZIM T. G. B., Yadnya; Wirawan, I W.; Wibawa, A. A. P. P.; Sukmawati, N. M. S.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 20 No 2 (2017): Vol 20, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.492 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2017.v20.i02.p02

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya penurunan kadar kolesterol telur pada itik yang mendapatkansekam padi yang mengandung daun noni (Morinda citrifolia L.) disuplementasi dengan multi enzim. Menggunakanrancangan acak lengkap dengan empat perlakuan yaitu ransum tanpa sekam padi, dan tanpa daun noni sertaStarbio (A), ransum mengandung 10% sekam padi (B), ransum mengandung 10% sekam padi dan 5% daun noni (C)dan ransum mengandung 10% sekam padi, 5% daun noni serta disuplementasi multi enzim (D). Setiap perlakuanterdiri dari tiga ulangan dan setiap ulangan berisi empat ekor itik. Variabel yang diamati adalah konsumsi ransum,konsumsi antioksidan ransum, dan profil lipida telur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian 10% sekampadi dalam ransum (B) dapat meningkatkan konsumsi ransum secara nyata (P<0,05). Pemberian perlakuan C danD dapat mengurangi konsumsi ransum serta meningkatkan kapasitas antioksidan ransum (P<0,05) dibandingkanperlakuan A. Pemberian perlakuan D juga dapat menekan total kolesterol, LDL, dan Trigliseriada sedangkan padaHDL meningkat secara nyata (P<0,05) dibandingkan dengan perlakuan A. Dari hasil penelitian dapat disimpulkanpemberian 10% sekam padi yang mengandung daun noni (Morinda citrifolia L.) disuplementasi multi enzim dapatmemperbaiki profil lipida telur itik bali pada fase peneluran pertama. Kata kunci: profil lipida telur, sekam padi, multi enzim, daun noni, itik bali
KUALITAS KIMIA DAGING SAPI BALI YANG DIMARINASI DALAM EKSTRAK DAUN KELOR, TEH DAUN KELOR, DAN BUBUK DAUN KELOR I. M. P., GUNAWAN; SRIYANI, N. L. P.; WIBAWA, A. A. P. P.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 26 No 2 (2023): Vol. 26 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIP.2023.v26.i02.p02

Abstract

Moringa oleifera leaves contain antioxidant compounds that play a role in preventing lipid oxidation in beef. This study aimed to find out the best product and comprehend the chemical quality of the result of marinated bali beef with moringa oleifera leaves extract, moringa oleifera leaves tea, and moringa oleifera leaves powder. Ma- rinating in this study was conducted for 1 hour at cold temperatures. The research design used was a completely randomized design with 4 treatments and 4 replications. The four treatments were meat that was not marinated (P0), 0,4% of moringa leaves extract marinated meat (P1), 0,4% of moringa leaves tea marinated meat (P2), 0,4% of moringa leaves powder marinated meat (P3). The variables observed were moisture, ash, protein, fat and carbohy- drate. The results indicated that the marinated bali beef in moringa leaves extract, moringa leaves tea, and moringa leaves powder had a significant effect (P<0,05) on protein content which tended to increase and the fat content decreases, but had no significant effect (P>0,05) on moisture, ash, and carbohydrate contents. From the results of this study, it can be concluded that for marinating bali beef, the best used is moringa oleifera leaves powder filtrate of 0,4% which can increase the protein content and decrease the fat content of bali beef.
PEMANFAATAN AMPAS TAHU YANG DIFERMENTASI DENGAN INOKULAN PROBIOTIK DALAM RANSUM TERHADAP PERFORMANS BROILER Witariadi, N. M.; Wibawa, A. A. P. P.; Wirawan, I. W.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 19 No 3 (2016): Vol 19, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.471 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2016.v19.i03.p06

Abstract

Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh penggunaan ampas tahu terfermentasi dengan inokulan probiotikterhadap performans broiler. Rancangan yang dipergunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan empatperlakuan dan enam ulangan. Tiap ulangan berisi lima ekor broiler. Ransum disusun isoprotein (CP: 20%) danisoenergi (2900 kkal ME/kg). Perlakuan yaitu ayam yang diberi ransum basal tanpa penggunaan ampas tahusebagai kontrol (A); ransum dengan penggunaan 5% ampas tahu terfermentasi (B), ransum dengan penggunaan10% ampas tahu terfermentasi (C); dan ransum dengan penggunaan 15% ampas tahu terfermentasi (D). Ransum danair minum diberikan ad libitum. Variabel yang diamati, yaitu konsumsi ransum, berat badan akhir, pertambahanberat badan, dan feed conversion ratio (FCR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan 5% ampas tahuterfermentasi dalam ransum nyata (P<0,05) meningkatkan berat badan akhir, pertambahan berat badan, danefisiensi penggunaan ransum dibandingkan dengan kontrol. Penggunaan 10-15% ampas tahu terfermentasi dalamransum tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap berat badan akhir, pertambahan berat badan, dan efisiensipenggunaan ransum dibandingkan dengan kontrol. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan5% ampas tahu terfermentasi oleh inokulan probiotik (Saccharomyces sp.) dapat meningkatkan performans ayambroiler umur 2-6 minggu, dan pada level 10-15% ampas tahu terfermentasi dalam ransum memberikan hasil yangsama dengan kontrol.
KAJIAN PEMANFAATAN TEPUNG JAHE (Zingiber officinale Rose) DALAM RANSUM TERHADAP LEMAK ABDOMINAL DAN KADAR KOLESTEROLDARAH ITIK BALI AFKIR Yadnya, T. G. B.; Sukmawati, N. M. S.; Trisnadewi, A. A. A. S.; Wibawa, A. A. P. P.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 19 No 3 (2016): Vol 19, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.448 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2016.v19.i03.p02

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan tepung jahe (Zingiber officinale Rose) dalam ransumterhadap lemak abdominal dan kolesterol darah itik bali afkir. Menggunakan rancangan acak kelompok (RAK),dengan empat perlakuan, yaitu ransum tanpa tepung jahe (A), ransum mengandung 2,91% tepung jahe (B),ransum mengandung 5,66% tepung jahe (C), dan ransum mengandung 8,26% tepung jahe (D). Setiap perlakuanterdiri atas lima kelompok, dan setiap kelompok berisi empat ekor itik bali afkir. Variabel yang diamati meliputikonsumsi ransum dan serat kasar, kadar kolesterol darah, dan lemak abdominal. Hasil penelitian menunjukkanbahwa pemberian pemberian 2,91% dan 5,66% tepung jahe dalam ransum tidak berpengaruh terhadap konsumsiransum (P>0,05), namun dengan pemberian 8,26% dapat menurunkan konsumsi ransum secara nyata (P<0,05),jika dibandingkan dengan perlakuan yang lainnya dan disertai dengan penurunan konsumsi serat kasar (P<0,05).Pemberian 2,91%, 5,66%, dan 8,26% tepung jahe dalam ransum dapat menurunkan lemak abdominal dankolesterol darah secara nyata (P<0,05) dibandingkan dengan pemberian perlakuan kontrol. Dari hasil penelitiandapat disimpulkan bahwa pemberian tepung jahe dalam ransum dapat menurunkan jumlah lemak abdominal dankolesterol darah itik bali afkir.