Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI KERIPIK KACA (Studi Kasus Pada Agroindustri Wijaya Pikca Di Desa Kertajaya Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis) Deisti, Aldila Mugia Rapati; Andrie, Benidzar M.; Puspitasari, Anisa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 11, No 3 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v11i3.16387

Abstract

ABSTRAK ALDILA MUGIA RASPATI DEISTI. 2024. Strategi Pengembangan Agroindustri Keripik Kaca  (Studi Kasus Pada Agroindustri Wijaya Pikca Di Desa Kertajaya Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis). Di bawah bimbingan Benidzar M Andrie dan Anisa Puspitasari. Agroindustri keripik kaca milik bapak Totoy berdiri sejak tahun 2020, akan tetapi agroindustri ini masih melakukan produksi dengan cara tradisional sehingga perkembangan usahanya lambat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui : (1) Faktor internal dan eksternal dari Strategi Pengembangan agroindustri Keripik Kaca pada agroindustri wijaya pikca, (2) Strategi Pengembangan agroindustri Keripik Kaca pada agroindustri wijaya pikca. Jenis metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis SWOT. Hasil penelitian : (1) Faktor internal merupakan kekuata dan kelemahan, yang menjadikan faktor kekuatan adalah pengalaman tenaga kerja,  produk tahan lama, produksi mudah dilakukan, harga terjangkau da produk tanpa bahan pengawet . Sedangkan yang menjadi kelemahan dari agroindustri wijaya pikca adalah lokasi kurang strategis, tekologi yang belum modern Belum ada SOP tertulis dan sistem pembukuan masih tradisional. Faktor eksternal adalah peluang dan ancaman, yang menjadi peluang pada wijaya pikca adalah pertumbuhan ekonomi, ketersediaan bahan baku, permintaan pasar dan Kemajuan Teknologi Informasi. Sedangkan yang menjadi ancaman pada agroindusti wijaya pikca adalah produksi dipengaruhi cuaca, kenaikan harga saraa produksi, kenaikan tarif transportasi dan perubahan selera konsumen. (2) Strategi pengembangan yang dapat digunakan agroindustri wijaya pikca adalah strategi Strengths-Treats (S-T), dimana perusahaan dapat memanfaatkan kekuatan pengalaman tenaga kerja untuk melakukan inovasi dan diversifikasi produk  untuk memenuhi perubahan selera konsumen yang semakin sberagam. Untuk menanggulangi keaikan harga sarana produksi dan kondisi cuaca perusaahan bisa melakukan produksi dengan tujuan untuk myiapkan stok produk dan harga yang stabil agar tetap tersedian saat cuaca buruk dan harga sarana produksi naik . 
KELAYAKAN PRODUKSI KERAJINAN COBEK DAN ULEKAN KAYU (Studi Kasus Pada PD. HAS di Desa Budiharja Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis) Mubarok, Alfian Sidqi; Yusuf, Muhamad Nurdin; Andrie, Benidzar M.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 11, No 3 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v11i3.14639

Abstract

PD. HAS merupakan agroindustri pengolahan kayu menjadi produk cobek dan ulekan yang berada di Desa Budiharja Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis. PD. HAS memiliki potensi untuk mengembangkan usaha produksi kerajinan kayu menjadi cobek dan ulekan karena didukung ketersediaan bahan baku pada beberapa daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi biaya, penerimaan, dan pendapatan dari agroindustri kerajinan kayu cobek dan ulekan yang dijalankan oleh PD. HAS dalam satu siklus produksi di Desa Budiharja, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan mencakup data primer serta sekunder, dengan sampel dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1.) Biaya produksi mencapai Rp. 76.551.153,02, dengan penerimaan sebesar Rp. 124.000.000,00, dan pendapatan sebesar Rp. 47.448.846,98. 2.) Rasio R/C dari agroindustri tersebut adalah 1,61, yang menunjukkan kelayakan usaha karena mendapatkan pendapatan yang lebih besar dari biaya produksi. Oleh karena itu, agroindustri kerajinan kayu cobek dan ulekan PD. HAS di Desa Budiharja, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, layak untuk dijalankan. Kata Kunci : Biaya, Penerimaan, Pendapatan, R/C Ratio, Cobek dan Ulekan.
ALIRAN DISTRIBUSI JAGUNG HIBRIDA DI DESA GIRIMUKTI KECAMATAN CISAGA KABUPATEN CIAMIS Muliawati, Yulia; Andrie, Benidzar M.; Nurahman, Ivan Sayid
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 11, No 3 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v11i3.16131

Abstract

ABSTRAKJagung merupakan tanaman serbaguna yang banyak diusahakan, salah satunya di Desa Girimukti, Kacamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis. Petani menjual hasil jagung ke pengepul dan industri pakan. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui (1) Aliran distribusi, (2) Margin, biaya dan keuntungan pemasaran, distribusi margin dan farmer’s share (3) Efisiensi pemasaran jagung hibrida di Desa Girimukti. Penentuan responden petani dengan sampling total terhadap 38 orang petani serta lembaga pemasaran secara snowball sampling terhadap 7 orang. Analisis data berupa analisis deskriptif, margin, biaya dan keuntungan pemasaran, distribusi margin, farmer’s share dan efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga saluran distribusi yakni Saluran Distribusi I yaitu Petani – Konsumen Akhir, Saluran Distribusi II yaitu Petani – Pengepul Desa – Pengepul Besar – Konsumen Akhir, serta Saluran Distribusi III yaitu Petani – Pengepul Besar – Pengepul Provinsi – Konsumen Akhir. Margin terbesar di saluran distribusi II sebesar Rp. 600,- per kg. Keuntungan pemasaran tertinggi terdapat pada saluran distribusi II sebesar Rp. 373,34,- per kg. Distribusi margin saluran distribusi I sebesar 0,00 %, saluran distribusi II sebesar 37,78 % dan saluran distribusi III sebesar 68,00 %. Nilai farmer’s share termasuk efisien bagi petani pada saluran distribusi I sebesar 100,00% saluran distribusi II sebesar 86,96%, saluran distribusi III sebesar 89,58%. Efisiensi pemasaran pada saluran distribusi I sebesar 0,00 %, saluran distribusi II 4,93 %, saluran distribusi III 7,08 % dikatakan efisien.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI JAMBU KRISTAL DI DESA KARANGBENDA KECAMATAN PARIGI KABUPATEN PANGANDARAN Prasetiyo, Yurian; Setiawan, Iwan; Andrie, Benidzar M.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 11, No 3 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v11i3.14898

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui faktor kekuatan dan kelemahan yang ada dalam pengembangan komoditi jambu kristal, mengetahui faktor peluang dan acaman yang ada dalam pengembangan komoditi jambu Kristal, serta untuk merumuskan strategi dalam pengembangan komoditi jambu kristal di Desa Karangbenda. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2023  hingga April 2024. Data primer  dikumpulkan dari seorang informan  dengan menggunakan teknik  wawancara  secara mendalam. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan  menggunakan metode Fenomenologi. Hasil dari penelitian menyatakan, terdapat  tiga faktor kekuatan dalam usahatani jambu kristal (tersedianya sarana prasarana, sumber daya alam yang memadai, khasiat dan manfaat jambu kristal dan ada empat faktor kelemahannya (teknologi, teknik budidaya yang sederhana, keterbatasan informasi pasar dan kurangnya kerjasama). Kedua, ada empat faktor peluang usahatani jambu kristal (tersedianya bantuan dari pemerintah, pemanfaatan pemasaran digital, adanya inovasi pengolahan, adanya program penyuluhan), dan ada empat ancamannya (kompetitor usahatani yang sejenis, serangan hama dan penyakit, perubahan cuaca yang tidak menentu dan pelaksanaan penyuluhan tidak menentu). Ketiga, strategi pengembangan usahatani jambu kristal berada didalam Kuadran I, yang berarti mendukung untuk berada diposisi atau strategi yang diterapkan adalah Agresif(Growt Oriented Strategy), yaitu dengan memiliki kekuatan yang kuat dan memiliki peluang untuk berkembang.
KELAYAKAN USAHATANI JAGUNG HIBRIDA DI DESA KADUPANDAK KECAMATAN TAMBAKSARI KABUPATEN CIAMIS Hakim, Hilman Rahman; Andrie, Benidzar M.; Nurahman, Ivan Sayid
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 12, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v12i1.16850

Abstract

ABSTRAK Salah satu produk pangan utama adalah jagung, yang memiliki peran strategis dan penting guna meningkatkan perekonomian Indonesia. Memahami pentingnya jagung dan potensi besar yang dimiliki Indonesia di masa depan, perlu dilakukan terobosan atau cara cepat untuk meningkatkan produksi jagung demi memenuhi kebutuhan jagung yang semakin meningkat serta untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Berdasarkan penjelasan sebelumnya, masalah penelitian ini diidentifikasi sebagai berikut : (1) Berapakah biaya, penerimaan beserta pendapatan usahatani jagung hibrida di Desa Kadupandak Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis? (2) Apakah Usahatani Jagung Hibrida di Desa Kadupandak Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis layak untuk diusahakan?  Penelitain ini dilaksanakan guna mengetahui :  (1) Berapa besarnya biaya, penerimaan beserta pendapatan usahatani jagung hibrida di Desa Kadupandak Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis? (2) Apakah usahatani jagung hibrida di Desa Kadupandak Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis ini layak untuk diusahakan?. Penelitian ini bersifat kuantitatif dan menggunakan pendekatan studi kasus. Data yang diperoleh meliputi data primer dan sekunder yang diperoleh dari kuisiner, wawancara serta dari kantor desa dan literatur terkait. Berdasarkan hasil beserta  penelitian, didapatlah hasil sebagai berikut : (1) Biaya usahatani jagung hibrida di Desa Kadupandak Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis per hektar untuk satu kali musim tanam adalah Rp.4.246.747,-. (2) Penerimaan usahatani jagung hibrida di Desa Kadupandak Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis per hektar untuk satu kali musim tanam adalah Rp.8.208.025,- serta pendapatan dalam satu kali musim tanam adalah Rp.3.961.278,- .(3) Rata-rata R/C setiap satu kali musim tanam senilai 1,93. Artinya usahatani jagung hibrida di Desa Kadupandak yang terletak di Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis menguntungkan serta layak untuk dilaksanakan. 
Pemberdayaan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Melalui Penerapan Alat Terintegrasi Serta Hilirisasi Produk Pertanian Andrie, Benidzar M.; Abidin, Zenal; Aziz, Saepul
Abdimas Galuh Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i1.17049

Abstract

Kegiatan PKM ini memberikan pemahaman dan keterampilan tentang aspek teknis usahatani jagung hibrida di GAPOKTAN Mekar Harapan, Desa Sidamulih, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, dengan tujuan mampu meningkatkan produktivitas jagung hibrida melalui penerapan teknik budidaya yang lebih efisien dengan penggunaan alat tanam dan berdampak pada kesejahteraan ekonomi dan sosial petani serta masyarakat pertanian secara umum, mengenalkan teknologi pertanian yang inovatif, tepat guna, dan terjangkau. Metode pengabdian yang diterapkan dalam memberdayakan kelompok sasaran melalui pendekatan yang dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD). Partisipasi Mitra Anggota Gabungan Kelompok Tani Mekar Harapan dalam mengaplikasikan alat tanam dapat meningkatkan efisiensi tenaga kerja dan memastikan pola tanam yang lebih teratur dan berpotensi meningkatkan produksi serta mempermudah proses penyiangan dan pemupukan dalam usahatani jagung. Penggunaan alat pengeringan membantu petani untuk menghindari penjualan jagung dengan tongkol basah akibat musim hujan yang tidak menentu. Petani perlu memahami bahwa penggunaan alat yang tepat dalam proses produksi pertanian sangat penting untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas hasil pertanian. Selain itu, hilirisasi produk pertanian ; mengolah hasil pertanian menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah merupakan langkah penting untuk meningkatkan pendapatan.
Diversifikasi Produk Olahan Cabai Merah Keriting Melalui Proses Penanganan Pasca Panen pada Kelompok Tani Sindang Mulya di Desa Sindanglaya Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis Andrie, Benidzar M.; Abidin, Zenal; Aziz, Saepul
Abdimas Galuh Vol 6, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i1.12614

Abstract

Kegiatan PKM ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait produk turunan cabe merah melalui difersivikasi produk berupa cabe kering dengan alat bantu dehydrator sebagai salah satu upaya penangan pasca panen dan peningkatan nilai tambah. Metode yang digunakan adalah penyuluan dan pelatihan mengolah cabe merah, simulasi penggunaan alat dan metode tanya jawab untuk memberikan umpan balik dari peserta. Kelompok tani Sindangmulya sebagai peserta pelatihan dengan jumlah 15 orang. Pelatihan berjalan lancer dengan produk yang dihasilkan berupa cabe kering. hasil dari kegiatan ini peserta mampu menghasilkan produk lain atau diversifikasi produk yang mempunyai nilai tambah berupa cabe kering yang siap untuk dipasarkan. Saran yang diberikan adalah petani mampu berinovasi dalam mengolah cabe merah melalui diversifikasi produk olah lainnya sehingga dapat memberikan tambahan pendapatan serta mengurangi resiko pemasaran cabe merah.
Keberlanjutan Usahatani Sacha Inchi (Plukenetia Volubilis L.): Suatu temuan dari Provinsi Jawa Barat Yusuf, Muhamad Nurdin; Dadi, Dadi; Rachmawati, Jeti; Andrie, Benidzar M.; Aziz, Saepul; Mauladi, Mochamad Arief Rizki
Jurnal Agristan Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/agristan.v7i2.16447

Abstract

Sacha inchi merupakan tanaman pangan fungsional dengan segudang manfaat sehingga mendorong banyak petani untuk mengusahakannya secara intensif padahal tumbuhan ini baru ditemukan dan belum diteliti secara mendalam sehingga informasinya masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberlanjutan usahatani sacha inchi di Provinsi Jawa Barat yang terdiri atas keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Metode yang digunakan adalah studi kasus terhadap petani sacha inchi di Provinsi Jawa Barat yaitu di Kabupaten Ciamis dan Bandung. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja dengan pertimbangan merupakan petani binaan Universitas Galuh yang sedang konsen mengembangkan sacha inchi. Sebanyak 78 petani sacha inchi di Jawa Barat seluruhnya dijadikan sampel yang tersebar di Kabupaten Ciamis 66 petani dan Kabupaten Bandung 12 petani. Data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh secara langsung melalui wawancara langsung menggunakan kuesioner yang kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan indeks keberlanjutan. Hasil analisis menunjukkan bahwa keberlanjutan usahatani sacha inchi di Jawa Barat baik secara ekonomi, sosial dan lingkunggan cukup berkelanjutan.
Optimalisasi Peran BUMDes Gegempalan Mandiri Melalui Strategi Marketing Mix Untuk Peningkatan Kualitas Dan Pendapatan Petani Jagung Desa Gegampalan Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis Darna, Nana; Endah, Kiki; Andrie, Benidzar M.; Suryana, Aan
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.21530

Abstract

BUMDes Gegempalan Mandiri menghadapi beberapa tantangan yaitu keterbatasan literasi keuangan yang berdampak pada pengelolaan usaha, minimnya inovasi membuat BUMDes sulit mengembangkan potensi desa dan usahanya secara optimal. BUMDes juga belum memanfaatkan platform digital secara maksimal untuk memasarkan produknya. Keterbatasan lainnya adalah tidak adanya branding yang jelas pada produk serta kurangnya strategi pemasaran yang efektif. Pada asfek produksi dan pascapanen jagung masih terkendala oleh keterbatasan peralatan yang memadai, yang memengaruhi kualitas produk akhir.Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kinerja BUMDes Gegempalan Mandiri melalui beberapa perbaikan, yaitu; Manajemen Keuangan, Manajmen Pemasaran,  dan Manajemen Produksi. Dengan meningkatnya kinerja BUMDes diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk, sehingga pendapatan petani meningkat. Kegiatan pengabdian kemitraan masyarakat di desa Gegempakan menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA), yaitu metode yang mengajak masyarakat untuk terlibat dan berpartisipasi secara langsung untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Program pengabdian ini memberikan pelatihan dan pendampingan intensif kepada BUMDes Gegempalan Mandiri dalam tiga aspek utama: manajemen keuangan, manajemen pemasaran, dan manajemen produksi. Program ini juga mencakup pengembangan pemasaran digital dengan membuat akun di platform TikTok dan Instagram, serta toko di Tokopedia. Strategi marketing mix yang diterapkan oleh BUMDes Gegempalan Mandiri mencakup empat aspek: peningkatan kualitas produk, penetapan harga jual yang kompetitif, optimalisasi pemasaran digital, dan pengembangan rantai pasok jagung. Untuk terus mendorong tumbuh kembang BUMDes dan masyarakat petani jagung hendaknya dilakukan kembali pengabdian lanjutan pada bidang pembuatan kemasan dan merek produk jagung maupun hasil jagung olahan guna meningkatkan pendapatan masyarakat.
Peran Strategis Kelompok Wanita Tani Melati 2 dalam Akselerasi Pemberdayaan Ekonomi Lokal di Desa Sukajadi, Kecamatan Sadanya, Kabupaten Ciamis Kurniawati, Tiktiek; Nurahman, Ivan Sayid; Andrie, Benidzar M; Adnan, Bahana Aditya; Setiawan, Iwan; Sahadi, Sahadi
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.22123

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati 2 melalui pelatihan penggunaan alat modern dan penguatan strategi promosi offline dalam pengembangan produk olahan berbasis sumber daya lokal. Permasalahan utama yang dihadapi kelompok meliputi rendahnya standar higienitas produksi serta keterbatasan akses internet yang menghambat kegiatan pemasaran. Kegiatan pelatihan dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang mencakup demonstrasi penggunaan alat modern seperti sealer otomatis, food dehydrator, baki stainless, serta penerapan prosedur operasional standar kebersihan dan sanitasi. Di samping itu, pelatihan promosi offline difokuskan pada pembuatan media cetak, strategi pemasaran dari mulut ke mulut, dan kerja sama dengan warung serta koperasi desa sebagai saluran distribusi produk. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi perubahan pengetahuan, keterampilan, dan praktik anggota kelompok. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan penerapan higienitas produksi, yang ditandai dengan kemasan lebih profesional, kualitas produk lebih stabil, serta proses pengolahan yang memenuhi standar sanitasi sederhana. Pada aspek pemasaran, strategi offline terbukti efektif dalam meningkatkan jangkauan pasar lokal meskipun terdapat keterbatasan infrastruktur digital. Produk KWT Melati 2 memperoleh perhatian lebih besar dari konsumen setelah penggunaan brosur, display produk, dan jaringan penjualan lokal. Secara keseluruhan, pendampingan ini memperkuat kapasitas teknis dan manajerial kelompok serta mendukung keberlanjutan usaha berbasis ekonomi kreatif pedesaan.