Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

HUBUNGAN BODY CITRA DENGAN KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF PADA WANITA DEWASA AWAL YANG TIDAK MEMILIKI PACAR Marissa Putri; Debora Basaria
Journal of Social and Economics Research Vol 5 No 2 (2023): JSER, December 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v5i2.220

Abstract

Penelitian ini peneliti buat untuk melihat dan mengetahui bagaimana citra tubuh berkorelasi dengan subjective well-being pada perempuan dewasa awal yang sekarang ini sedang tidak berpacaran. Body image sendiri adalah cara pandang individu terhadap dirinya sendiri mengenai penampilan fisik dirinya. Peneliti menerapkan kriteria pada subyek adalah perempuan dewasa awal dengan rentang umur 20 hingga 40 tahun dengan mengumpulkan partisipan sebanyak 350 orang. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan non-probability sampling. Saat pengambilan data dimulai, peneliti menyebarkan data dengan menggunakan purposive sampling dengan metode snowball. Dari hasil perhitungan korelasi di setiap dimensi body image, didapatkan hasil hasil semua dimensi memiliki hubungan dengan subjective well-being dengan rincian dimana dimensi (1) r=0.506 dan p=0.000< 0.01 yang artinya berhubungan yang positif dan signifikan, (2) r=0.042 dan p= 0.430> 0.01 yang berarti berhubungan tetapi tidak terlalu kuat, (3) r=0.458 dan p=0.000< 0.01 artinya berhubungan positif dan signifikan, (4) r=0.430 dan p=0.000< 0.01 yang berarti berhubungan secara positif dan signifikan, (5) r=0.038 dan p=0.000 < 0.01 yang artinya berhubungan positif, (6) r=0.505 dan p= 0.000 < 0.01, berhubungan positif, (7) r=-0.015 dan p=0.773> 0.01, berhubungan tetapi berbanding terbalik, (8) r=0.617 dan p=0.000< 0.01, berhubungan positif, (9) r=0.200 dan p=0.0000.01, berhubungan berbanding terbalik.
ANALISIS KORELASI ANTARA FORGIVENESS DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL BEING TERHADAP REMAJA KORBAN BULLYING Celya Cathrina; Debora Basaria
Journal of Social and Economics Research Vol 5 No 2 (2023): JSER, December 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v5i2.223

Abstract

Bullying merupakan masalah yang serius dan dapat berdampak negatif terhadap psychological well-being remaja korban bullying. Penelitian ini bertujuan iuntuk menganalisi korelasi psychological well-being dengan forgiveness pada remaja korban bullying. Penelitian ini menggunakan metode kuatitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian ini diambil dari remaja korban bullying yang memiliki rentan usia 17 tahun hingga 19 tahun. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Psychological Well-Being Scaleidan Forgiveness Scale. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara psychological well-being dengan forgiveness pada remaja korban bullying (r=0.64; p<0,001). Hal ini mengartikan semakin tinggi forgiveness maka semakin tinggi pula psychological well-being. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa forgiveness dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan psychological iwell-being pada remaja korban bullying untuk belajar memaafkan.
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA FISIK TERHADAP STRES KERJA DI PT PURADELTA LESTARI TBK (DELTAMAS) Hoki Heriyono Putra; Reza Fahlevi; Debora Basaria
Journal of Social and Economics Research Vol 6 No 1 (2024): JSER, June 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v6i1.414

Abstract

Penelitian ini menganalisis data dan hasil pengujian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa lingkungan kerja fisik memiliki pengaruh negatif terhadap stres kerja karyawan di PT Pura Delta Lestari Tbk (Deltamas). Hal ini menunjukkan bahwa kondisi fisik lingkungan kerja, seperti kebersihan, pencahayaan, suhu, dan kebisingan, secara signifikan memengaruhi tingkat stres yang dialami oleh karyawan. Lingkungan kerja yang kurang ideal dapat meningkatkan tekanan dan ketidaknyamanan, sehingga berkontribusi pada meningkatnya stres kerja. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk memperhatikan dan mengelola aspek fisik dari lingkungan kerja guna mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan karyawan.
PENGARUH REWARD DAN RECOGNITION TERHADAP EMPLOYEE ENGAGEMENT KARYAWAN DALAM BEKERJA DI PT X Agnes Agitza Jaya; Reza Fahlevi; Debora Basaria
Journal of Social and Economics Research Vol 6 No 1 (2024): JSER, June 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v6i1.423

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh reward recognition terhadap employee engagement pada karyawan divisi Sales PT X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05). Hal ini mengindikasikan adanya pengaruh signifikan reward recognition terhadap employee engagement. Temuan lainnya mengungkap bahwa pengaruh reward recognition terhadap employee engagement adalah sebesar 29%, sedangkan 71% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Faktor-faktor lain yang mempengaruhi reward recognition meliputi: (1) Kesesuaian reward dengan kebutuhan karyawan, (2) Konsistensi dalam pemberian reward dan recognition, (3) transparansi dan keterbukaan, serta (4) recognition atas kontribusi yang signifikan (Latham & Pinder, 2005). Karyawan di divisi Sales PT X umumnya memiliki tingkat employee engagement dan reward recognition yang tinggi, dimana karyawan dengan reward recognition lebih tinggi cenderung memiliki employee engagement yang lebih tinggi, dan sebaliknya. Penelitian ini merekomendasikan agar penelitian selanjutnya mempertimbangkan faktor lain selain reward recognition, seperti variabel in role dan extra role behavior, serta menambahkan indikator dan referensi yang lebih beragam untuk memperluas cakupan penelitian, khususnya dalam konteks industri yang lebih luas.
PENGARUH ATTACHMENT STYLE TERHADAP LEADERSHIP STYLE KARYAWAN DI PT. X Sefi Buana Putri; Debora Basaria; Reza Fahlevi
Journal of Social and Economics Research Vol 6 No 1 (2024): JSER, June 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v6i1.441

Abstract

Penelitian ini menganalisis data dan hasil pengujian terhadap gaya attachment dan kepemimpinan karyawan di PT.X. Hasil menunjukkan bahwa 50,48% karyawan memiliki gaya attachment tipe Anxiety dalam kategori rendah, sedangkan 43,81% memiliki gaya attachment tipe Avoidant dalam kategori sedang. Kecenderungan gaya kepemimpinan Transformasional berada dalam kategori tinggi sebesar 78,10%, Transaksional dalam kategori sedang sebesar 61,90%, dan Laissez-faire dalam kategori rendah sebesar 61,90%. Gaya attachment dimensi Anxiety memiliki korelasi signifikan positif kuat dengan gaya kepemimpinan Transformasional, Transaksional, dan Laissez-faire. Gaya attachment dimensi Avoidant berkorelasi signifikan positif sangat kuat dengan gaya kepemimpinan Transaksional. Secara keseluruhan, gaya attachment dapat mempengaruhi gaya kepemimpinan dan mampu menjelaskan 78,4% variasi dalam gaya kepemimpinan.
Gambaran Faktor Internal Dan Eksternal Perilaku Merokok Pada Mahasiswa Perempuan Shiva Fatima; Debora Basaria
Jurnal Adijaya Multidisplin Vol 3 No 06 (2026): Jurnal Adijaya Multidisiplin (JAM)
Publisher : PT Naureen Digital Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku merokok menggunakan rokok elektrik atau vape semakin meningkat pada perempuan muda di kalangan pendidikan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan faktor internal dan eksternal yang membentuk perilaku merokok vape pada mahasiswi. Pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis digunakan untuk mengeksplorasi pengalaman empat partisipan yang aktif menggunakan vape. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal meliputi regulasi emosi, pencarian identitas diri, karakteristik kepribadian yang eksploratif, ketergantungan nikotin, serta persepsi risiko yang rendah. Faktor eksternal yang memperkuat perilaku tersebut yaitu pengaruh teman sebaya, dinamika keluarga, norma budaya yang semakin fleksibel terhadap perempuan perokok, paparan media sosial, serta akses produk vape yang mudah dijangkau. Interaksi antara faktor internal dan eksternal membentuk pola penggunaan vape yang stabil dengan mahasiswi cenderung mengutamakan kenyamanan emosional dibandingkan pertimbangan risiko maupun stigma sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa perilaku merokok vape pada mahasiswi merupakan fenomena multidimensional yang perlu dipahami melalui perspektif psikologis, sosial, dan budaya untuk merumuskan strategi edukasi dan intervensi yang lebih efektif.
Gambaran Faktor Internal Dan Eksternal Perilaku Merokok Vaping Pada Mahasiswa Perempuan Shiva Fatima; Debora Basaria
Jurnal Adijaya Multidisplin Vol 3 No 06 (2026): Jurnal Adijaya Multidisiplin (JAM)
Publisher : PT Naureen Digital Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku merokok menggunakan rokok elektrik atau vape pada mahasiswi menunjukkan kecenderungan meningkat dan membentuk pola perilaku yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan faktor internal dan eksternal yang membentuk serta mempertahankan perilaku merokok vape pada mahasiswi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur terhadap empat mahasiswi yang aktif menggunakan vape dan dianalisis menggunakan analisis tematik dengan prinsip Interpretative Phenomenological Analysis sebagai kerangka pemaknaan pengalaman subjektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal berperan melalui motivasi yang berkaitan dengan regulasi emosi, pencarian kenyamanan emosional, karakteristik kepribadian yang eksploratif, serta proses pembentukan identitas diri. Faktor eksternal meliputi pengaruh teman sebaya, dinamika keluarga, iklim kampus yang permisif, pergeseran norma budaya terhadap perempuan perokok, paparan media sosial, serta kemudahan akses terhadap produk vape. Temuan penelitian menegaskan bahwa perilaku merokok vape pada mahasiswi merupakan fenomena multidimensional yang terbentuk melalui keterkaitan antara motivasi internal dan faktor eksternal dalam konteks psikologis, sosial, dan budaya.