Marselinus Untung Dwiatmoko
Program Studi Rekayasa Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 26 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : Jurnal GEOSAPTA

ANALISIS KESTABILAN LERENG BEKAS TAMBANG TANAH URUG DI GUNUNG KUPANG KOTA BANJARBARU KALIMANTAN SELATAN Marselinus Untung Dwiatmoko; Sari Melati; Andreas Sibarani
Geosapta Vol 6, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.415 KB) | DOI: 10.20527/jg.v6i1.7880

Abstract

Lereng bekas tambang tanah urug kurang mendapatkan perhatian oleh pihak pengelolah sehingga memiliki potensi yang membahayakan bagi aktivitas di wilayah lereng. Lokasi penelitian merupakan wilayah perbukitan Gunung Kupang yang dilakukan kegiatan  penambangan tanah urug. Tujuan penelitian analisis kestabilan lereng tanah urug adalah lereng pada lokasi penelitian dapat menjadi daerah yang aman untuk pemukiman berdasarkan standar yang telah ditetapkan oleh departemen pekerjaan umum.                Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel dan pengujian pada laboratorium adalah menggunakan standar ASTM (American Society for Testing and Material). Analisis kestabilan lereng dilakukan menggunakan software Slide v.6.0 dengan material propertis kohesi (C) 53,94 KN/m3 dan Sudut geser dalam (ø) 26◦. Metode yang digunakan dalam analisis kestabilan lereng adalah metode Bishop, Janbu dan Hoek dan Bray.Pengujian kadar air 15.09%, berat volume 19.89 KN/m3, berat jenis 2.41, sieve analysis memiliki Cu 3.22 dan Cc 1.2. Klasifikasi tanah menurut metode USCS (% lolos ≥ 50%) dan metode AASTHO (% lolos ≥ 35%) tanah termasuk berbutir kasar. Pengujian Atterberg limit test diketahui nilai batas cair 43.14% dan batas plastis 21.61%. Faktor keamanan lereng dengan metode Bishop 1.97 dan metode Janbu 1.76. Faktor keamanan < 2 sehingga dilakukan perbaikan lereng. Volume yang dibongkar 474,419.14 m3. Waktu pembongkaran lima bulan. Hasil penjualan tanah IDR 2,715,175,382.84. Kata-kata kunci: Tambang Tanah Urug, Faktor Keamanan, Kestabilan Lereng, Gunung Kupang 
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK DAN JENIS MINERAL LEMPUNG DALAM PEMANFAATAN BIDANG INDUSTRI DI KECAMATAN MATARAMAN KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Marselinus Untung Dwiatmoko
Geosapta Vol 4, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v4i2.5172

Abstract

Daerah dataran Kecamatan Mataraman Kabupaten Banjar tersusun oleh endapan sedimenter.salah satu endapan yang terdapat adalah endapan Lempung.Lempung di daerah ini belum dimanfaatkan secara optimaldikarenakan belum diketahui jenis dan karakteristik mineral yang terkandung di dalamnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis mineral lempung dan juga karakteristik fisik dan kimia dari mineral lempung di daerah Kecamatan Mataraman tersebut untuk melihat potensilempung dalam bidang industri.Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode analisis XRD untuk  mengetahui karakteristik mineralogi lempung, analisis XRF untuk mengetahui kandungan kimia lempung dan metode analisis fisik untuk mengetahui karakteristik fisik dan megaskopis lempung.Lempung Mataraman terdapat dalam kondisi geologi dengan morfologi dataran bergelombang, sebagai endapan alluvial di Quarter Alluvium (Qa) dengan struktur geologi monoklin. Lempung dengan karakteristik fisik berwarna putih, liat elastis mudah dibentuk dan bercampur dengan pasir serta krikil.berupa kuarsit. Berdasarkan hasil analisis, jenis mineral lempung yang dijumpai adalah Kaolint, Mika dan  Kuarsa,  Lempung  tersebut  dapat  dimanfaatkan sebagai  bahan pembuatan gerabah. Lempung tersebut tidak dapat digunakan dalam industri lain seperti farmasi, kosmetik dan kertas karena tidak memenuhi persyaratan kadar kimia. Kata-kata kunci : Lempung, Mataraman, Kaolinit, XRD, XRF
OPTIMALISASI RECOVERY JIG UNTUK PRODUKSI TIMAH DI KEPULAUAN RIAU Rizky Andhika; Agus Triantoro; Marselinus Untung Dwiatmoko
Geosapta Vol 6, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.656 KB) | DOI: 10.20527/jg.v6i1.7747

Abstract

Pada kapal isap produksi sebagai alat penggalian dan pencucian timah menggunakan alat berupa jig yang terbagi 2 jig primer dan jig sekunder yang memiliki tingkat recovery kurang. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mengingkatkan kadar recovery pada jig.Pada penelitian ini, dilakukan perhitungan produksi pada kapal isap produksi, melakukan perhitungan recovery pada masing-masing jig, sertta rekomendasi untuk meningkatkan recoverynya dengan cara merubah pengaturan pada jumlah pukulan dan panjang pukulan jig.Hasil perhitungan produksi pada kapal isap produksi bulan Februari  38,8 t dan bulan Maret  25,3 t. Perhitungan recovery pada jig adalah 97,03 %, ditingkatkan dengan cara pengaturan ulang jig yang dilakukan pengaturan jig pada variabel jumlah pukulan dan panjang pukulannya.  Kata-kata kunci: produksi kapal isap produksi, recovery jig, panjang pukulan jig, dan jumlah pukulan jig
PEMODELAN ENDAPAN BIJIH BESI DI DAERAH BAJUIN PELAIHARI KABUPATEN TANAH LAUT KALIMANTAN SELATAN MENGGUNAKAN METODE GEOMAGNET Marselinus Untung Dwiatmoko
Geosapta Vol 4, No 01 (2018): Januari 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v4i01.4443

Abstract

Di daerah Pelaihari banyak terdapat potensi bijih besi, namun belum diketahui bentuk atau model endapan bijih besi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk endapan bijih besi atau sebaran (letak dan kedalaman) bijih besi di daerah Sungai Bakar Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan.Penelitian ini dilakukan dengan metode geomagnetik yang bertujuan untuk mengetahui pola anomali medan magnet. Pengambilan data menggunakan Proton Precession Magnetometer (PPM) merk garmin tipe GSM-19T dan Global Positioning System (GPS). Luas daerah penelitian sekitar 80 ha, jumlah 40 titik.  Data lapangan yang masih sangat dipengaruhi medan mahnet bumi dan medan magnet luar dikoreksi dengan menggunakan koreksi variasi harian dan koreksi International Geomagnetics Reference Fields (IGRF) untuk memperoleh anomali total. Permodelan sayatan dilakukan pada peta anomali dengan bantuan perangkat lunak Mag2DC for Windows. Peta anomali daerah penelitian bijih besi Sungai Bakar menunjukkan bahwa anomaly mempunyai pola umum berarah timur laut-baratdaya. Diinterpretasikan bahwa struktur geologi yang mempengaruhi pola umum tersebut, yaitu struktur sesar yang berarah  sesuai dengan kondisi geologi. Model endapan bijih besi berupa intrusi secara setempat-setempat mengikuti pola struktur sesar dan kekar dengan arah timur laut - barat daya. Dengan dimensi lebar 15-50m panjang 60-110m pada kedalaman 58-110m. Kata kunci : bijih besi, sungai bakar, geomagnet
PERHITUNGAN CADANGAN BATUBARA DAN PERMODELAN PIT PADA PT GLOBAL INDONESIA MANDIRI, KABUPATEN TAPIN, KALIMANTAN SELATAN Muhammad Rizwan Rozali; Uyu Saismana; Marselinus Untung Dwiatmoko; Agus Triantoro; Fauzan Nuzuliansyah
Geosapta Vol 1, No 01 (2015): Juli 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v1i01.735

Abstract

PT Global Indonesia Mandiri (GIM) merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang penambangan batubara, Di dalam melakukan kegiatan penambangannya PT Global Indonesia Mandiri memerlukan desain tambang sebagai pedoman atau pegangan agar dapat mencapai sasaran dan tujuannya. PT GIM untuk memenuhi sasaran dan tujuannya itu maka memerlukan design pit dan perhitungan cadangannya sebagai pedoman. Hal yang diperlukan untuk itu di antaranya adalah ; perhitungan sumberdaya, permodelan endapan batubara, design pit, perhitungan cadangan tertambang dan penentuan batas pit limit yang dalam hal ini adalah batas IUP PT Global Indonesia Mandiri sehingga didapat kondisi dan gambaran untuk perencanaan tambang yang baik. Perhitungan sumberdaya dan cadangan batubara, permodelan endapan batubara dan penentuan batas penambangan mengacu pada batas IUP PT Global Indonesia Mandiri serta perancangan pit mengacu kepada data rekomendasi geoteknik yang telah ditentukan perusahaan.Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah sumberdaya pada daerah IUP PTGlobal Indonesia Mandiri sebesar 3,474,424 ton, permodelan batubara berupa kontur roof dan floor serta perancangan pit sehingga didapat cadangan batubara tertambang pada Pit A sebesar 904,242.85 ton dengan SR 14.57 dan Pit B sebesar 1,512,072.46 ton dengan SR 8.67.
EVALUASI MANAJEMEN TUMPUKAN BATUBARA PT KALIMANTAN PRIMA PERSADA JOBSITE PORT SUNGAI PUTING Raka Lesmana Sumarno; Agus Triantoro; Romla Noor Hakim; Marselinus Untung Dwiatmoko
Geosapta Vol 3, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v3i1.2924

Abstract

PT Kalimantan Prima Persada jobsite port sungai puting memiliki masalah dengan desain tumpukan batubara pada area Stockpile conveyor K, desain yang telah ada dinilai belum optimal untuk pemuatan batubara kedalam tongkang, sehingga menyebabkan ketidaktercapaian waktu pemuatan tongkang berkapasitas 7.700 Ton yaitu selama 6 jam 30 menit.Dari hasil pengolahan data perbaikan desain Stockpile dibuat dengan 2 opsi yaitu opsi desain A dan opsi desain B.  Desain A dibuat dengan penyesuaian terhadap produktivitas pendekatan statistik alat support, sedangkan desain B dibuat dengan penyesuaian produktivitas pendekatan maksimal alat support yang pernah dicapai. Dimensi tumpukan katagori sedang desain A dan B sama yaitu dengan panjang 25,58 meter dan lebar 15,90 meter, hanya tinggi yang berbeda yaitu 6 meter untuk desain A dan 6,5 meter untuk desain B. sedangkan untuk katagori kecil desain A dan B juga memiliki dimensi yang sama yaitu dengan panjang 9,20 meter dan lebar 4,74 meter, namun berbeda tinggi tumpukan yaitu 5 meter untuk desain A dan 6 meter untuk desain B. untuk kapasitas tumpukan katagori sedang desain A yaitu 1.265,19 Ton, sedangkan untuk desain B 1.364,39 Ton. Untuk kapasitas tumpukan katagori sedang desain A yaitu 116,71 Ton sedangkan desain B 138,16 Ton. Dengan demikian perlu adanya pemilihan desain perbaikan yang tepat dan mudah diaplikasikan untuk digunakan pada area Stockpile conveyor K. Kata-kata kunci: Stockpile, Desain Stockpile, Produktivitas,Tongkang 
ANALISIS PENGARUH SEBARAN GCP (GROUND CONTROL POINT) TERHADAP AKURASI HASIL ORTHOPHOTO DI PIT CENDANA PT KALIMANTAN PRIMA PERSADA SITE BRE Suhadi Suhadi; Marselinus Untung Dwiatmoko; Uyu Saismana
Geosapta Vol 5, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.511 KB) | DOI: 10.20527/jg.v5i2.6832

Abstract

Kelemahan dari foto udara adalah masih belum didapatkannya cara yang bisa membuat tingkat akurasi dari hasil proses foto udara itu sendiri menjadi memilki tingkat akurasi yang tinggi dan masih belum bisa diperkirakan seberapa baik tingkat akurasi yang akan didapatkan dari proses foto udara itu sendiri. Namun keuntungan dari foto udara ini sendiri yaitu bisa mengambil data di area yang cukup luas dengan waktu yang jauh lebih singkat dari total station.Penelitian dikerjakan dengan bantuan perangkat lunak komputer  untuk memproses orthophoto yang diambil menggunakan Drone DJI phantom 4 pro plus, maksimak ketidak akuratan yang diharapkan oleh perusahaan adalah  5% agar bisa digunakan untuk perhitungan volume overburden pada pit tambang. Dengan data sekunder peta kesampaian daerah, peta geologi, peta rencana tata ruang wilayah. Data primer data uji ketinggian drone denganukuran GCP (ground control point) yang berbeda-beda, pengaruh jarak antar sebaran GCP, beda tinggi antara hasil foto udara dengan sampel cek yang sudah diambil.Hasil penelitian dari pengaruh sebaran  GCP dimana dengan jarak antar GCP sejauh 240.9 m, 161.6 m, 196.7 m dan 114.6 m. dengan menggunakan 5 buah GCP pada jarak 161.6 m digunakan 4 buah  GPC. Dimana perbedaan hasil terjauh terdapat pada jarak GCP 161.6 m dengan 18% lebih tinggi terhadap hasil dari Total Station dan hasil terbaik didapatkan pada jarak 114.6 m, dengan hasil -1% lebih rendah dari hasil Total Station.
PERENCANAAN PENAMBANGAN BATUBARA PIT A PT AMANAH ANUGERAH ADI MULIA DESA MARAGUT KEC. DUSUN TIMUR KAB. BARITO TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Amin Muliyanto; Uyu Saismana; Marselinus Untung Dwiatmoko; Cepi Cahyono
Geosapta Vol 1, No 01 (2015): Juli 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v1i01.740

Abstract

Rencana PT Amanah Anugerah Adi Mulia membuka lokasi penambangan baru merupakan latar belakang penulis melakukan penelitian mengenai perencanaan penambangan batubara. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancangan pit dan batas penambangan, menghitung massa batubara yang dapat ditambang dan volume batuan penutup (overburden/OB), membuat tahapan penambangan, membuat rancangan disposal serta membuat rencana penempatan fasilitas tambang (office, workshop, ROM-stock, dan kolam pengendapan).Proses perhitungan volume material dan perancangan pit dikerjakan dengan bantuan perangkat lunak komputer untuk aplikasi pertambangan. Batas penambangan, cadangan, dan volume OB ditentukan dengan nilai Stripping Ratio (SR) 1.25. Parameter terikat dalam perancangan pit dan timbunan adalah rekomendasi geometri lereng berdasarkan hasil analisis geoteknik yang telah dilakukan perusahaan. Tahapan penambangan disusun dengan target produksi 100,000 ton/bulan.Hasil penelitian dengan SR 1.25 disebutkan secara berurutan yaitu : batas penambangan sampai elevasi -3 mdpal, luas pit 61.87 ha, cadangan tertambang 7.5 juta ton, volume OB 9.3 juta BCM, umur pit 6 tahun 2 bulan, dan target pengupasan OB 125 ribu BCM/bulan.
OPTIMALISASI SISTEM DEWATERING PT ENERGI BATUBARA LESTARI Muhammad Rizani Zain; Agus Triantoro; Marselinus Untung Dwiatmoko
Geosapta Vol 5, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1345.079 KB) | DOI: 10.20527/jg.v5i1.5716

Abstract

ABSTRAK PT Energi Batubara Lestari saat dilakukan penelitian menggunakan tempat penampungan air sementara pada pit selatan blok 2 tanpa dimensi khusus. Untuk itu perlu dibuat sump untuk mengatasi masalah air limpasan yang masuk ke front kerja dan mengelola air yang berpotensi masuk ke pit. Oleh karena itu diperlukan sebuah penelitian untuk membuat sebuah perencanaan sistem dewatering tambang yang baik dan bisa diaplikasikan pada pit ini. Pada penelitian ini, perhitungan curah hujan rencana menggunakan metode Gumbel, perhitungan intensitas hujan dihitung menggunakan metode mononobe, perhitungan debit limpasan menggunakan metode rasional, penentuan luas catchment area dengan menggunakan Minescape 4.118, perhitungan kapasitas dan ketahanan sump juga kebutuhan jumlah pompa menggunakan metode water balance, dan perhitungan debit pompa dengan menggunakan metode discharge.Hasil perhitungan curah hujan rencana periode 2 tahun adalah 85,48 mm, hasil perhitungan intensitas hujan adalah 29,27 mm/jam. Luas catchment area untuk pit awal adalah 64,33 Ha. Hasil perhitungan debit limpasan untuk sump adalah 4,77 m3/detik. Pada sump dengan penggunaan 1 unit pompa HH-150iSS dari desain awal sump terdapat volume awal 46.000 m3 yang bertahan sump 1,89 jam kemudian sump awal diperbesar mengunakan software Minescape 4.118 menjadi 54.000 m3. Maka volume sump yang dibutuhkan 54.000 m3 dengan 2 buah pompa HH-150iSS agar bertahan 3,31 jam jika terjadi curah hujan maksimum.Kata-kata kunci: Intensitas curah hujan, catchment area, sump, pompa, water balance.
STUDI TEKNIS PENENTUAN GEOMETRI PELEDAKAN DAN POWDER FACTOR (PF) PADA PEMBONGKARAN BIJIH BESI DI PT PUTERA BARA MITRA, DESA MENTAWAKAN MULYA KEC. MANTEWE, KAB. TANAH BUMBU, KALIMANTAN SELATAN Ditta Listine; Nurhakim Nurhakim; Marselinus Untung Dwiatmoko; Excelsior T P
Geosapta Vol 1, No 01 (2015): Juli 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v1i01.742

Abstract

Lokasi penambangan bijih besi milik CV Bina Usaha yang dioperasikan oleh kontraktor yaitu PT Putera Bara Mitra, menggunakan metode pemboran dan peledakan agar memenuhi target produksi dan memperlancar proses pemuatan dan pengangkutan. Dalam setiap peledakan menghendaki ukuran fragmentasi yang sesuai dengan lebar bukaan crusher dan nilai Powder Factor (PF) yang ditentukan.Persamaan Kuznetsov memberikan ukuran fragmen batuan rata-rata dan persamaan Rossin–Rammler menentukan persentase material yang tertampung diayakan dengan ukuran tertentu. Selain itu, program Split desktop digunakan untuk membantu menganalisis gambar fragmen material hasil peledakan, hasilnya berupa grafik prosentase lolos material dan ukuran fragmen rata-rata yang dihasilkan dalam suatu peledakan.Geometri peledakan yang digunakan adalah burden 3 m x spasi 3 m, didapatkan hasil perhitungan teoritis persentase boulder (≥ 50cm) rata-rata sebanyak 45.36 % dan 36.6 % secara aktual dengan Powder Factor (PF) bervariasi. Dengan rekomendasi geometri peledakan menggunakan tinggi jenjang 5.5 m dan kedalaman lubang ledak 6 m, dengan burden antara 2.22 m – 2.5 m serta spasi 2.5 m – 2.63 m, Powder Factor 0.8 kg/m3 – 0.85 kg/m3, menghasilkan persentase boulder 13.09 % - 14.92 % (fragmentasi baik jika persentase boulder dibawah 15 %).