Claim Missing Document
Check
Articles

Dampak Edukasi PHBS terhadap Pencegahan ISPA pada Balita di Komunitas Pertanian Paraswati, Mareta Deka; Kusuma, Erik; Kurnianto, Syaifuddin; Widianto, Eko Prasetya; Wibowo, Suhendra Agung; Suroso, Heri
Journal of Health Management Research Vol 4 No 2 (2025): Journal of Health Management Research
Publisher : Bagian Penelitian & Pengabdian Masyarakat STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/jhmr.v4i2.637

Abstract

Background: Acute Respiratory Infection (ARI) remains a leading cause of morbidity among children under five, particularly in agrarian areas characterized by exposure to kitchen smoke, limited ventilation, and agricultural activities that potentially increase ARI risk. Community health cadres for under-five children, as the front line of community empowerment, often have limited knowledge regarding the relationship between household environment and ARI prevention. Aims: To assess the effect of Clean and Healthy Living Behavior (CHLB/PHBS) education on changes in the knowledge of child health cadres in preventing ARI among under-five children in agrarian areas. Methods: A pre-experimental study with a one-group pretest-posttest design was conducted to evaluate the impact of a 90-minute CHLB education session. The intervention combined interactive lectures, discussions, and visual media. Knowledge was measured using a validated 15-item questionnaire. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test. Results: The mean knowledge score significantly increased from 6.20 ± 0.97 (pretest) to 12.97 ± 1.03 (posttest). Statistical analysis showed p = 0.000, indicating a significant difference. Before the intervention, 83.3% of cadres were in the low-knowledge category, whereas after the education, 90% achieved the high-knowledge category. Conclusion: CHLB education significantly improved the knowledge of child health cadres in preventing ARI among under-five children in agrarian areas. This approach proved to be effective and contextually relevant, with potential to serve as a model for cadre empowerment in ARI prevention.
Pengenalan, Pencegahan dan Pertolongan Pertama Pra-Rumah Sakit pada kasus Keracunan Makanan di SDIT Ar Rahmah Kabupaten Lumajang Maisyaroh, Arista; Widianto, Eko Prasetya; kurnianto, syaifuddin
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 9 No 2 (2024): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v9i2.17732

Abstract

Keracunan mungkin terjadi secara tidak disengaja atau disengaja, tetapi sebagian besar kasus keracunan pada anak-anak dikarenakan ketidaksengajaan dan karena rasa penasaran yang dimiliki oleh anak - anak. Sifat keracunan yang tidak disengaja pada anak-anak, tingkat keracunan di dalamnya dapat dikurangi dengan mendidik orang tua dan intervensi pencegahan. Tujuan kegiatan pengabdian ini dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan memberdayakan masyarakat binaan dalam mengentaskan masalah-masalah berkenaan keracunan makanan pada anak. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan edukasi adalah dengan metode diskusi dan simulasi penatalaksaaan keracunan makanan pada anak di SDIT Ar – Rahman, Desa Tekung Kabupaten Lumajang. Responden dalam penelitian ini diikuti oleh orang tua dan guru SDIT Ar – Rahman di desa Tekung, Kec. Tukum, Kabupaten Lumajang sejumlah 40 orang. Materi yang disampaikan tentang pencegahan keracunan pada anak-anak sekolah. Selain melalui metode ceramah, dilakukan feedback/tanya jawab kepada peserta serta mensimulasikan tatalaksana keracunan makanan pada anak. Selanjutnya responden dilakukan pengukuran tingkat pengetahuan ulang dengan menggunakan kuesioner. Hasil pengukuran tingkat pengetahuan responden dilakukan analisis Wilcoxon signed rank test untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi dilaksanakan. Hasil pengukuran tingkat level pengetahuan responden sebelum dilakukan intervensi ada beda hasil pengukuran tingkat level pengetahuan responden sebelum dan sesudah proses pendampingan dengan metode edukasi dan simulasi dengan hasil p value 0,0001. Keracunan pada anak tersebut dapat dicegah melalui meningkatkan pengetahuan mengenai pencegahan dan tatalaksana keracunan pada anak kepada pihak keluarga ataupun sekolah
PEMBERIAN TERAPI ACTIVE CYCLE OF BREATHING TECHNIQUE PADA PASIEN ASMA BRONKIAL DENGAN BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF Wasilaningrum, Dwi Mardianti; Ida Zuhroidah; Eko Prasetya Widianto; Mokh. Sujarwadi; Dimas Hadi Prayoga
Journal of Nursing and Midwifery Sciences Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4 Issue 2
Publisher : Faculty of Nursing and Midwifery, Binawan University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/yex42752

Abstract

Asma bronkial merupakan penyakit kronis saluran napas ditandai dengan obstruksi akibat hipersekresi mukus yang menyebabkan bersihan jalan napas tidak efektif sehingga memerlukan penanganan segera. Active Cycle of Breathing Technique (ACBT) merupakan salah satu metode nonfarmakologis yang dapat membantu membersihkan jalan napas. Tujuan studi kasus ini adalah untuk melakukan latihan active cycle of breathing technique terhadap peningkatan bersihan jalan napas pada pasien asma bronkial di RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif dengan subjek tunggal yakni Ny. L yang mengalami masalah bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien asma bronkial. Asuhan keperawatan dilakukan di RSUD dr. R. Soedarsono selama tiga hari berturut-turut melalui tahapan pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi. Penerapan latihan active cycle of breathing technique dilakukan selama 15 – 20 menit dalam 1 hari dilakukan 3 kali. Pemberian terapi ACBT selama tiga hari terbukti menurunkan frekuensi napas pasien dari 24x/menit menjadi 18x/menit. Terapi ini juga meningkatkan efektivitas batuk serta mengurangi jumlah produksi sputum. Penurunan bunyi napas wheezing mengindikasikan adanya perbaikan fungsi ventilasi dan kondisi pernapasan pasien secara keseluruhan. Terapi ACBT terbukti efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam membantu membersihkan jalan napas, mengurangi sesak napas, dan meningkatkan ventilasi paru pada pasien asma bronkial