Sentra produksi tape singkong skala rumah tangga di Kabupaten Jember salah satunya berada di kecamatan Patrang di Kelurahan Bintoro, yang setiap harinya menghasilkan limbah kulit singkong dalam jumlah besar. Limbah tersebut hingga kini belum dimanfaatkan secara maksimal dan cenderung dibuang atau dibakar. Di sisi lain, proses produksi tape masih bergantung pada kayu bakar yang kurang efisien dan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengimplementasikan teknologi tepat guna (TTG) alat pencetak biobriket kepada IRTP Tape Singkong Bu Holim. Metode pelaksanaan meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan berupa sosialisasi dan pelatihan teknis, serta monitoring dan evaluasi. Sosialisasi dan pelatihan teknis dilakukan secara partisipatif, melibatkan pekerja IRTP Tape Singkong Bu Holim dan warga sekitar dalam seluruh proses mulai dari pengeringan, pencampuran, pencetakan hingga pengeringan akhir. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa biobiobriket memiliki kadar air 12,1%, kadar abu 20,9%, dan nilai kalor 3709,520 kkal/kg, Meskipun belum sepenuhnya mencapai kriteria kualitas yang ditetapkan dalam SNI 01-6235-2000, produk ini tetap menunjukkan potensi sebagai bahan bakar alternatif yang lebih bersih. Secara ekonomi, biaya produksinya sebesar Rp8.000/kg. Penerapan teknologi ini terbukti mampu mengurangi limbah, mengurangi penggunaan kayu bakar, serta membuka peluang wirausaha berbasis energi alternatif yang lebih ramah lingkungan.