Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Standar Penilaian Pada Pendidikan Menengah Atas: Studi Literatur Review Yayu Nurhayati Rahayu; Rosyadi Rosyadi; Ujang Cepi Barlian; Sofyan Sauri
Gema Wiralodra Vol. 12 No. 1 (2021): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gemawiralodra.v12i1.151

Abstract

ABSTRAK Sistem penilaian pendidikan standar sebagai kriteria maksismal untuk menjadi parameter penilai pendidikan nasional ini. Untuk menilai keberhasilan system pendidikan, standar itu dilakukan evaluasi dengan melakukan Ujian Nasional. Peraturan nasional berdasarkan arahan dari menteri kebudayaan pendidikan terkait penghapusan Ujian Nasional banyak menimbulkan pra kontra khususnya di kalangan pendidik. Penelitian ini memandang Ujian Nasional sebagai standar penilaian sangat penting dalam mendeteksi sampai mana keberhasilan pembelajaran siswa saat ini agar pemerintah mengetahui dan dapat memberikan pembelajaran yang sesuai kemampuan siswa tersebut sehingga siswa, guru, dan intansi terkait dapat melakukan evaluasi pembelajaran.Tujuan penelitian untuk mengetahui konsep penilaian pada pendidikan menengah atas, standar penilaian oleh pendidik dan satuan pendidikan pada pendidikan menengah atas, dan mengetahui standar penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan pada pendidikan menengah atas. Metode yang dilakukan menggunakan metode kajian literatur dengan menggali informasi dari sumber tertulis berupa buku, jurnal, dan artikel. Hasil penelitian ini yaitu standar penilaian harus tetap diberlakukan karena dapat memberikan jawaban terkait pendekatan ilmiah dalam pembelajaran kurikulum 2013 dengan menetapkannya standar proses, memperbaiki penilaian dalam kurikulum terdahulu yang lebih memfokuskan di penilaian aspek pengetahuan dan mengarahkan pada penilaian yang komprehensif antara aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan, berubahnya strategi pembelajaran dari yang berpusat kepada pendidik menjadi berpusat pada peserta didik menuntut perlu pengembangan teknik penilaian hasil belajar yaitu dengan penilaian otentik, dan perbaikan orientasi penilaian pada hasil belajar kepada proses belajar dan hasil belajar.
Pendampingan Belajar Matematika Pada Materi Pecahan di Desa Lajer Kecamatan Tukdana Kabupaten Indramayu Denni Ismunandar; Rosyadi Rosyadi; Nandang Nandang; Khairul Azis
Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2020): Abdi Wiralodra
Publisher : universitas wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.288 KB) | DOI: 10.31943/abdi.v2i1.24

Abstract

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan di seluruh jenjang pendidikan tingkat SD hingga perguruan tinggi. Matematika juga sering dianggap sebagai mata pelajaran yang paling sulit dipahami oleh siswa. Oleh karena itu, perlu diadakan bimbingan belajar agar siswa dapat memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan materi pelajaran matematika. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini menggunakan metode ceramah. Kegiatan bimbingan belajar ini bertujuan supaya siswa – siswi dapat menumbuhkan semangat belajar dan dapat mengatasi kesulitan belajar dalam pembelajaran matematika sehingga siswa dapat mencapai hasil belajar yang optimal. Hasil kegiatan bimbingan belajar yang telah dilaksanakan adalah siswa senang dan tumbuh semangat belajar. Selain itu anak - anak dan orang tua mengharapkan kegiatan pengabdian ini dapat dilakukan seterusnya dan berkelanjutan.
Pelatihan Mendesain Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Self-Regulated Learning Strategies untuk Guru Matematika Yayasan Pendidikan Insan Al-Fattah Indramayu Wiwit Damayanti Lestari; Diki Mulyana; Farid Gunadi; Rosyadi Rosyadi
Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2021): Abdi Wiralodra
Publisher : universitas wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.419 KB) | DOI: 10.31943/abdi.v3i2.45

Abstract

Selama pandemi Covid-19, seluruh sekolah menerapkan pembelajaran secara daring. Pelaksanaan pembelajaran berkaitan dengan kompetensi pedagogik seorang guru. Hasil wawancara pada beberapa guru matematika yang tergabung dalam Yayasan Pendidikan Insan Al-Fattah Indramayu, diperoleh bahwa perlu adanya peningkatan kompetensi yang berkaitan dengan aspek pedagogik, seperti pelatihan mendesain rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) matematika berbasis Self-Regulated Learning Strategies. Pelatihan ini bertujuan agar kompetensi pedagogik guru matematika yang tergabung dalam Yayasan Pendidikan Insan Al-Fattah Indramayu meningkat, terutama dalam mendesain pembelajaran matematika berbasis Self-Regulated Learning Strategies. Metode pelaksanaan pelatihan ini dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, monitoring, analisis data dan pelaporan. Keberhasilan pelaksanaan pelatihan dinilai melalui lembar penilaian RPP. Berdasarkan hasil penilaian RPP revisi, sebanyak 8 dari 9 peserta atau 88,89% peserta pelatihan telah dapat membuat RPP berbasis Self-Regulated Learning Strategies dengan benar, dengan nilai rata-rata 84,67. Pelaksanaan pelatihan mendesain rencana pelaksanaan pembelajaran berbasis Self-Regulated Learning Strategies untuk Guru Matematika Yayasan Pendidikan Insan Al-Fattah Indramayu dikatakan berhasil.
Uncovering the Students’ Mathematical Concept Understanding Ability: a Based Study of Both Students’ Cognitive Styles Dependent and Independent Field in Overcoming the Problem of 3D Geometry Sudirman Sudirman; Aloisius Loka Son; Rosyadi Rosyadi; Rizkiah Nurul Fitriani
Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA Vol 10, No 1 (2020): Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/formatif.v10i1.3789

Abstract

The present study aims at uncovering Mathematical Concept Understanding Ability in solving the problem of 3D Geometry from the perspective of both cognitive styles dependent and independent field. As the instrument, this study adopts Group Embedded Figure Test, Observation worksheet, test, interview, and documentation. In dealing with data analysis, it relies on qualitative analysis consisting data reduction, data display, and conclusion drawing. Based on the investigation, it could be inferred that the students with cognitive dependent field could solve the problem with 3D Geometry; however, they still need some improvements to realize a proper way in using such method. On the other hand, the students with cognitive independent field, they could correctly operationalize the 3D Geometry concept to solve the same problem. In addition, this study also recommends that to minimize the problem above, the teacher is supposed to give proportional distribution in implementing either individual or group task.
Perbandingan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Antara Siswa Yang Menggunakan Metode Pembelajaran Penemuan Terbimbing Dengan Ekspositori Ditinjau Dari Tingkat Mathematical Habits of Mind Dian Rohaeni; Rosyadi Rosyadi; Wiwit Damayanti Lestari
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.708 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa berdasarkan interaksi antara metode pembelajaran dan tingkat Mathematical Habits of Mind. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan populasi subjek adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sindang tahun ajaran 2017/2018. Sampel kelas diambil sebanyak dua kelas dengan menggunakan teknik cluster random sampling dengan cara diundi. Terpilih kelas VII B sebagai kelas eksperimen I yang menggunakan metode pembelajaran Penemuan Terbimbing dan kelas VII E sebagai kelas eksperimen II yang menggunakan metode pembelajaran Ekspositori. Berdasarkan analisis uji ANAVA dua jalan, diperoleh kesimpulan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa berdasarkan interaksi antara metode pembelajaran (penemuan terbimbing dan ekspositori) dan tingkat Mathematical Habits of Mind. Hasil uji lanjut dengan menggunakan uji Scheffe diperoleh bahwa penggunaan metode pembelajaran penemuan terbimbing terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan tingkat Mathematical Habits of Mind tinggi lebih baik dibandingkan dengan metode pembelajaran ekspositori.
IMPLEMENTASI AUGMENTED REALITY (AR) UNTUK MEMBANTU SISWA BELAJAR GEOMETRI DIMASA PANDEMI DI SMPN 1 SINDANG Diana Hardiyanti; Rosyadi Rosyadi; Mellawaty Mellawaty
Integral : Pendidikan Matematika Vol 11 No 2 (2020): INTEGRAL
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.948 KB)

Abstract

BSTRACTS The purpose of this study was to determine the process of learning geometry using the mobile application Augmented Reality (AR) in junior high school students during the pandemic, and to find out the process of using the Augmented Reality (AR) mobile application to help students learn geometry, and to determine the extent of students' understanding of the material. cubes and blocks. This type of research is qualitative with grade IX student participants in one of the junior high schools in Indramayu in the 2020/2021 school year. From these participants, 4 students were taken as respondents, because this year the corona virus outbreak was rife so it was not allowed to crowd too many people. The selection of respondents used a purposive sampling technique. Based on data collection techniques and data analysis through observation, interviews, tests, documentation, and field notes. The following conclusions were obtained: The process of learning geometry using the Augmented Reality mobile application in grade IX students received good responses from students, teachers and parents because it can help students learn geometry, and increase students' understanding in geomery learning, which initially students do not know the kinds of kinds of building space after using the Augmented Reality mobile application students can find out even students can describe it. In learning cubes and blocks in grade IX students, namely students are more interested in learning using three-dimensional media because students can be invited to learn while playing, so that students are more active in learning. So it can be concluded that the use of the Augmented Reality mobile application can help students learn geometry. Keywords: Augmented Reality (AR), Geometry Learning ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses pembelajaran geometri menggunakan aplikasi mobile Augmented Reality (AR) di siswa SMP dan untuk menggetahui proses penggunaan aplikasi mobile Augmtended Reality (AR) dapat membatu siswa belajar geometri, dan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa pada materi kubus dan balok. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan partisipan siswa kelas IX di salah satu sekolah negeri menengah pertama yang ada di Indramayu tahun pelajaran 2020/2021. Dari partisipan tersebut diambil 5 siswa sebagai responden, karena pada tahun ini maraknya wabah virus corona sehingga tidak diperbolehkan berkerumun terlalu banyak orang. Pemilihan responden tersebut menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan teknik pengumpulan data dan analisis data melalui observasi, wawancara, tes, dokumentasi, dan catatan lapangan. diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Proses pembelajaran geometri menggunakan aplikasi mobile Augmented Reality pada siswa kelas IX mendapatkan respon baik dari siswa, guru, karena dapat membantu siswa dalam belajar geometri, dan menambah pemahaman siswa dalam pembelajaran geomeri, yang awalnya siswa belum mengetahui macam-macam bangun ruang setelah menggunakan aplikasi mobile Augmented Reality siswa dapat mengetahuinya bahkan siswa dapat mendeskripsikannya. Pada pembelajaran kubus dan balok pada siswa kelas IX yaitu siswa lebih tertarik dalam pembelajaran menggunakan media tiga dimensi karena siswa dapat diajak belajar sambil bermain, sehingga siswa lebih aktif dalam pembelajaran. sehingga dapat disimpulkan penggunaan aplikasi mobile Augmented Reality dapat membantu siswa belajar geometri. Kata kunci: Augmented Reality (AR), Pembelajaran Geometri
Impact of Using Augmented Reality on Students' Cognitive And Affective Aspects In Terms of Education Level Runisah Runisah; Sudirman Sudirman; Muhamad Galang Isnawan; Farid Gunadi; Rosyadi Rosyadi; Aloisius Loka Son; Lily Aulin Assya
International Journal of Science Education and Cultural Studies Vol. 1 No. 2 (2022): ijsecs
Publisher : Sultan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.63 KB) | DOI: 10.58291/ijsecs.v1i2.51

Abstract

Many studies related to the use of Augmented Reality (AR) in the learning process. However, not many researchers have studied the effect of using AR on affective and cognitive aspects in terms of education level. To uncover this problem, the researcher uses a systematic literature review (SLR) design. In this study, the SLR stage consisted of four stages (1) problem formulation; (2) literature search; (3) identification of the type of research; (4) information retrieval. The findings of this study reveal that the use of AR technology has an effect on cognitive and affective aspects at the elementary and high school education levels. Middle school is the level of education that mostly applies AR technology. This study provides a recommendation that AR technology can be a medium for learning mathematics that can be applied by teachers and students at the primary and secondary education levels.