Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Studi Analisis Website Sistem Informasi Kearsipan Dinamis (SIKD) Universitas Pendidikan Indonesia dengan Metode WebQual 4.0 Linda Setiawati; Eka Siti Aulia; Riche Cynthia Johan; Angga Hadiapurwa; Ardiansah Ardiansah
Khazanah: Jurnal Pengembangan Kearsipan Vol 15, No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Arsip Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/khazanah.72775

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang terjadi saat ini menjadikan semua lebih mudah karena adanya website yang dapat dimanfaatkan pada proses administrasi. Layanan suatu sistem informasi kearsipan berbasis website perlu dilakukan pengukuran atau evaluasi untuk mengidentifikasi kualitas website yang telah digunakan. Dalam penelitian ini, kualitas website Sistem Informasi Kearsipan Dinamis (SIKD) diukur dengan menggunakan metode WebQual 4.0 yang merupakan suatu indikator yang digunakan sebagai dasar penilaian kualitas website berdasarkan persepsi pengguna akhir. Penelitian ini memiliki populasi yaitu mahasiswa program studi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling sehingga terhitung 77 mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode action research dengan pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan kualitas website SIKD yang digunakan oleh pegawai UPI untuk memudahkan dalam kegiatan birokrasi dan/atau interaksi pengelolaan arsip dinamis. Hasil dari penelitian berdasarkan tiga aspek, yaitu usability (kegunaan), information quality (kualitas informasi), service interaction quality (kualitas interaksi dan layanan) website SIKD UPI berada pada kategori baik. Jadi dapat disimpulkan bahwa SIKD yang digunakan pada proses administrasi di UPI memiliki kualitas yang baik, tetapi perlu ditingkatkan sehingga dapat berfungsi dengan lebih baik.
Sistem Pengelolaan Arsip pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sukabumi Awalia Latifa Mayda Ikrimah; Linda Setiawati
Khazanah: Jurnal Pengembangan Kearsipan Vol 16, No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Arsip Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/khazanah.77872

Abstract

Arsip-arsip yang dikelola oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sukabumi sangat beragam dan mengalami pertambahan setiap harinya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan sistem pengelolaan arsip di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sukabumi meliputi jadwal retensi arsip dan proses pemusnahan arsip. Penelitian menggunakan metode metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian survey dan instrument penelitian wawancara terstruktur. Partisipan yang diwawancara merupakan seorang arsiparis yang berkerja di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sukabumi dengan jabatan arsiparis ahli muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sukabumi menggunakan sistem digital dalam mengelola sebagian arsip. Selain itu, kegiatan penyusunan jadwal retensi arsip dilakukan oleh Lembaga Kearsipan Daerah setempat, serta proses pemusnahan arsip tidak mengikutsertakan seluruh arsip dikarenakan banyaknya arsip vital di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sukabumi. Penerapan jadwal retensi arsip pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sukabumi membuat sistem pengelolaan arsip yang efesien dan efektif.
PERSEPSI MAHASISWA TEKNOLOGI PENDIDIKAN TERHADAP KESIAPAN KERJA MAHASISWA SETELAH MENGIKUTI PROGRAM MSIB Ambarwati Ambarwati; Azmi Azkiyati; Linda Setiawati
EDUTECH Vol 22, No 2 (2023)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v22i2.53994

Abstract

Abstract. The development of technology in this era is growing rapidly. This has had a major impact on several sectors in Indonesia, be it the education, economic, political, health, social or cultural sectors. This development makes the process of finding information easier, one of which is in the education sector. This technological development has made the education sector more diverse in terms of innovation, this can be seen from the learning process which is increasingly innovative and relevant to its development. In addition, the Minister of Education and Culture Nadiem Makariem made a new breakthrough in terms of education, one of which was Merdeka Belajar-Kampus Merdeka. Merdeka Belajar-Kampus Merdeka policy is a form of learning in higher education that is autonomous and flexible so that it can create an innovative learning culture that is not restrictive and in accordance with the needs of students. The program was created with the aim of improving students' soft skills hard skills in developing their skills. Therefore this program needs to be implemented, then the authors conduct research in terms of student perceptions, especially educational technology study programs, on their work readiness after participating in the program that was created, namely the MSIB program. From this collection of perceptions, it is hoped that the MSIB program will be able to gain new perspectives and feedback related to the programs that have been implemented. The authors collect data using a quantitative descriptive method with a questionnaire containing a number of statements with an assessment using a dichotomous scale. The questionnaire is divided into 2 parts, namely personal data and statements related to MSIB. There were 13 statements related to MSIB given to respondents relating to the level of knowledge, interest, and respondents' perceptions of the MSIB program.Keywords: Perception, Program, Work, Policy
PREFERENSI MINAT BACA BUKU TEKS DAN BUKU DIGITAL PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Zahra Safira; Linda Setiawati; Susanti Agustina
JUDIKA (JURNAL PENDIDIKAN UNSIKA) Vol. 11 No. 2 (2023): JUDIKA (JURNAL PENDIDIKAN UNSIKA)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/judika.v11i2.9784

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat baca siswa. Minat baca siswa yang rendah di Indonesia dapat menyebabkan sepinya pengunjung perpustakaan yang pada akhirnya mempengaruhi mutu lulusan pendidikan. Membaca dapat dilakukan melalui buku teks dan buku digital. Seiring berkembangnya teknologi, minat baca siswa terhadap buku digital semakin tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan preferensi minat baca siswa terhadap buku teks dan buku digital di SMPIT Nurul Imam. Penelitian menggunakan metode deskriptif survei dengan menyebarkan kuesioner kepada siswa. Kesimpulan penelitian tentang preferensi minat baca siswa SMPIT Nurul Imam: (a) minat baca siswa terhadap buku teks dan buku digital rata-rata masih rendah, hal ini diperlihatkan dari motivasi membaca buku digital yang lebih tinggi dibandingkan buku teks, walaupun siswa memiliki kesadaran akan manfaat membaca yang tinggi. Siswa perempuan memiliki kesadaran membaca lebih tinggi daripada siswa laki-laki; (b) faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi minat baca siswa antara lain keterbatasan fasilitas elektronik di rumah dan di sekolah, kurang pahamnya siswa mengenai pengaksesan buku digital yang baik; dan (c) pandangan siswa terhadap kualitas buku teks dan buku digital yang tersedia di sekolah cukup berkualitas. Hal ini diperlihatkan segi tema menarik yang tinggi, cover buku cukup menarik, kualitas isi buku, serta kualitas gambar atau ilustrasi pada buku.
Analisis Kepemimpinan Kepala Sekolah yang Ideal di Abad 21: Studi Literatur Salwa Ghaida Rakhmawati; Siti Nuraeni Azzahro; Linda Setiawati; Lutfi Khoerunnisa
Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah Vol. 9 No. 2 (2024): June
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jkps.v9i2.321

Abstract

In line with the rapid development of the times, both in the fields of knowledge and technology, the role of leaders must be alert and understand new things in order to be able to provide innovation for the running of an organization. School principals have an important role in moving teachers, staff and students to follow changing developments in the 21st century. This research aims to determine the role and strategies of school principals in leading schools effectively in the 21st century, find out what competencies and characteristics school principals must have in leading schools in the 21st century, and find out the challenges faced by school principals in implementing their leadership in the 21st century. This research uses a qualitative method with a literature study approach. Data sources were taken from various relevant articles discussing leadership in general and leadership in the school environment. The results of the analysis show that the principal as a leader must have an attitude and character that reflects the spirit of a firm leader and can bring about significant development of school culture. With the role of the school principal as a driving force, it is hoped that changes can be made for schools in terms of teacher professionalism, learning curriculum, and students' abilities towards 21st century learning. The results of this research can be used as initial data for future researchers in studying this problem in different contexts and issues.
Analisis Penerapan Fungsi Manajemen George Robert Terry di Perpustakaan Pitimoss Alvin Tessar Permata; Linda Setiawati; Lutfi Khoerunnisa
THE LIGHT : Journal of Librarianship and Information Science Vol. 3 No. 2 (2023): THE LIGHT : Journal of Librarianship and Information Science
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/light.v3i2.8155

Abstract

Perpustakaan memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan dukungan pendidikan bagi masyarakat.. Perpustakaan Pitimoss adalah perpustakaan modern yang juga dikenal sebagai taman bacaan. Perpustakaan ini berdiri atas dasar cinta mendalam para pendirinya terhadap dunia literasi dan buku. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah fungsi manajemen yang ada di Perpustakaan Pitimoss ini telah menerapkan fungsi manajemen dengan baik dan tepat sesuai aturan Lembaga perpustakaan sebagaimanan mestinya.. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah Perpustakaan Pitimoss ini telah menerapkan fungsi manajemen dengan baik dan tepat sesuai aturan Lembaga perpustakaan sebagaimanan mestinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini fokus pada pemahaman mendalam tentang karakteristik, aspek-aspek, konteks, dan makna dari fenomena yang diteliti. Hasil dari penelitian deskriptif kualitatif disajikan dalam bentuk laporan penelitian yang berisi narasi dan interpretasi mengenai temuan-temuan yang ditemukan selama proses penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah Perpustakaan Pitimoss belum sepenuhnya menerapkan fungsi manajemen menurut George Robert Terry dengan baik. Salah satu fungsinya adalah fungsi pengorganisasian yang di mana masih kurang begitu jelas mengenai transparansinya.
Empowering parents in a bedtime storytelling program for children during a pandemic Ridha Pratama Rusli; Linda Setiawati; Diemas Arya Komara
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 1 (2023): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v1i1.59237

Abstract

This article discusses parental empowerment in guiding children during online learning during the COVID-19 pandemic. This program is carried out with a focus on telling stories before going to sleep. The dedication method strengthens parents' understanding that it is essential to tell bedtime stories to increase children's emotional development. The results of the program's implementation show that telling bedtime stories to parents are beneficial for children's development in morals, imagination, interest in reading, and knowledge. This activity also affects the language and emotional intelligence of children. In online learning, the role of parents is essential in accompanying children. This program is carried out as part of KKN at the Universitas Pendidikan Indonesia to overcome the impact of COVID-19 in the education sector. Parents' application of bedtime stories significantly benefits children's development, especially during a pandemic. Parents can apply this method to support children's stories and in subsequent programs to assess the program's effectiveness in the longer term.   Abstrak Artikel ini membahas pemberdayaan orangtua dalam membimbing anak selama pembelajaran daring di masa pandemi COVID-19. Program ini dilakukan dengan fokus pada kegiatan berkisah sebelum tidur. Metode pengabdian yang dilakukan adalah penguatan pemahaman kepada orangtua bahwa pentingnya berkisah sebelum tidur untuk peningkatan perkembangan emosi anak. Hasil pelaksanaan program menunjukkan bahwa berkisah sebelum tidur oleh orang tua bermanfaat bagi perkembangan anak dalam moral, imajinasi, minat membaca, dan pengetahuan. Kegiatan ini juga berpengaruh pada bahasa dan kecerdasan emosional anak. Dalam pembelajaran daring, peran orang tua penting dalam mendampingi anak. Program ini dijalankan sebagai bagian atau upaya dari KKN di Universitas Pendidikan Indonesia untuk mengatasi dampak COVID-19 dalam bidang pendidikan. Penerapan berkisah sebelum tidur oleh orang tua memiliki manfaat signifikan bagi perkembangan anak, terutama pada masa pandemi. Disarankan metode ini dapat diterapkan oleh orang tua untuk mendukung perkembangan anak serta pada program selanjutnya dapat mengkaji efektivitas program ini dalam jangka waktu yang lebih panjang. Kata Kunci: Kegiatan berkisah; pandemi COVID-19; pembelajaran daring; pemberdayaan orang tua. 
Archival service practices at Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bandung Alifa Baiduri Hayatunnufus; Linda Setiawati
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 2 (2025): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v3i2.95037

Abstract

Archives, in their use within institutions, have evolved from physical to digital formats. This indicates that the archival system must be more organized, more effective, and Information Communication and Technology (ICT)-based, particularly in organizing auction minutes and in archival borrowing and return services. Librarian Professionalism Internship Program aims to provide direct learning experiences for students and to enhance the effectiveness of archival management at partner agencies. This activity was conducted as a one-semester internship at the Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) in Bandung. The methods employed span the pre-implementation and implementation stages, with a hands-on field approach that includes data collection, data structuring, archival numbering, archival services, and the application of ICT. The findings indicate that the use of spreadsheet-based databases, Google Forms for archival borrowing, barcode creation, and archival shelf numbering can increase information retrieval efficiency, facilitate archive monitoring, and reduce the burden of manual record-keeping. This activity provides dual benefits, namely improving student competence and optimizing archive management at KPKNL Bandung.   Abstrak Arsip dalam penggunaannya di sebuah instansi mengalami berbagai macam perkembangan mulai dari arsip yang berbentuk fisik hingga arsip yang berbentuk digital. Hal tersebut menandakan bahwa sistem kearsipan harus lebih tertata, efektif, dan berbasis Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) khususnya dalam pengorganisasian arsip risalah lelang serta layanan peminjaman dan pengembalian arsip. Librarian Professionalism Internship Program bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar langsung kepada mahasiswa sekaligus membantu meningkatkan efektivitas pengelolaan arsip di instansi mitra. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk kegiatan magang satu semester di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bandung. Metode yang digunakan meliputi tahapan pra-pelaksanaan dan pelaksanaan, dengan pendekatan praktik langsung di lapangan yang mencakup pendataan, penataan, penomoran arsip, layanan arsip, serta penerapan TIK. Temuan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa penerapan database berbasis spreadsheet, penggunaan Google Form untuk peminjaman arsip, pembuatan barcode dan penomoran rak arsip mampu meningkatkan efisiensi temu balik informasi, mempermudah pemantauan arsip, serta mengurangi kendala pencatatan manual. Kegiatan ini memberikan manfaat ganda, yaitu peningkatan kompetensi mahasiswa dan optimalisasi pengelolaan arsip di KPKNL Bandung. Kata Kunci: arsip; layanan arsip; pengelolaan arsip
Manajemen kerjasama pendidikan (sekolah dan masyarakat) Linda Setiawati; Eka Prihatin
Jurnal Abmas Vol. 14 No. 1 (2014): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v14i1.162

Abstract

Salah satu manajemen sekolah yang sering terlupakan adalah manajemen kerjasama sekolah dalam hal ini sekolah dan masyarakat, di mana kadang hal tersebut merasa tidak terlalu penting terjalin, padahal kerjasama antara sekolah dan masyarakat merupakan salah satu aspek penting untuk peningkatan mutu pendidikan. Masyarakat memiliki peran multi, di satu pihak sebagai pendukung, pengontrol dan customer dari pendidikan, peran kerjasama ini menjadi utama manakala tahun ajaran baru, di mana sekolah membutuhkan calon peserta didik. Dan ekspektasi masyarakat terhadap sekolah terbentuk dari besarnya jaringan kerjasama.
Strengthening students' digital literacy for 21st-century learning in Islamic boarding schools Fikri Dwi Oktaviani; Linda Setiawati
Jurnal Abmas Vol. 25 No. 1 (2025): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v25i1.84688

Abstract

Digital literacy skills are a crucial need in 21st-century education, including in the context of religious-based education such as Islamic boarding schools. Students play a strategic role as the younger generation. Therefore, mastering information technology is essential. However, many students do not have adequate digital access, understanding, and skills. This program was implemented to improve the digital literacy of students at Nurul Mukhlasin Islamic Boarding School. This aims to equip students with relevant digital skills to support 21st-century learning competencies. The methods used were interactive lectures and participatory discussions, adapted to the characteristics of the participants. Evaluation using observation, pretest, and posttest measurements. The results showed a significant increase in three main aspects: understanding the concept of digital literacy, the ability to evaluate information critically, and increasing creativity in producing educational content using digital applications, such as Canva. Digital literacy is a strategic step to supporting 21st-century learning competencies, critical thinking, communication, collaboration, and creativity. Integration of digital literacy into the Islamic boarding school curriculum can form an adaptive and responsible generation. It is recommended to develop a learning ecosystem that supports the sustainability of technology, strengthening the capacity of educators and providing adequate digital infrastructure.   Abstrak Keterampilan literasi digital merupakan kebutuhan krusial dalam pendidikan abad ke-21, termasuk dalam konteks pendidikan berbasis agama seperti pesantren. Santri memiliki peran strategis sebagai generasi muda, sehingga penguasaan teknologi informasi menjadi krusial. Meskipun demikian, masih banyak santri yang belum memiliki akses, pemahaman, dan keterampilan digital yang memadai. Program ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Mukhlasin. Kegiatan ini bertujuan membekali santri dengan keterampilan digital yang relevan untuk mendukung kompetensi pembelajaran abad-21. Metode pelaksanaan mencakup ceramah interaktif dan diskusi partisipatif yang disesuaikan dengan karakteristik peserta. Evaluasi dilakukan melalui observasi serta pengukuran pretest-posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam tiga aspek utama, yakni pemahaman konseptual literasi digital, kemampuan mengevaluasi informasi secara kritis, termasuk mengidentifikasi hoaks dan ujaran kebencian, serta peningkatan kreativitas dalam menghasilkan konten edukatif menggunakan aplikasi digital seperti Canva. Penguatan literasi digital menjadi langkah strategis untuk mendukung kompetensi pembelajaran abad ke-21, seperti berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas. Oleh karena itu, integrasi literasi digital ke dalam kurikulum pesantren dapat membentuk generasi yang adaptif dan bertanggung jawab. Disarankan agar pesantren mengembangkan ekosistem pembelajaran yang mendukung pemanfaatan teknologi secara berkelanjutan, baik melalui penguatan kapasitas pendidik maupun penyediaan infrastruktur digital yang memadai. Kata Kunci: literasi digital; pembelajaran abad ke-21; pondok pesantren; santri