Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTATION OF VILLAGE GOVERNMENT POLICY ON THE ESTABLISHMENT AND MANAGEMENT OF VILLAGE-OWNED BUSINESS ENTITIES IN BATUKARAS VILLAGE CIJULANG DISTRICT PANGANDARAN DISTRICT Adi Suryadi; Aan Anwar Sihabudin; Asep Nurwanda
JGSRD: Journal of Government Science and Rural Development Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Faculty of Social And Political Science Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is based on the problem that the implementation of village government policies regarding the formation and management of village-owned enterprises in Batukaras Village, Cijulang District, Pangandaran Regency is still not optimal, this happens because there is no good communication between the village government and the community so that the level of participation of the village community Batukaras in participating in developing the BUMDes business of Batukaras Village Partners is still low, Lack of socialization carried out by the village government and Lack of human resources for BUMDes managers. The research method used in this research is descriptive qualitative by conducting observations and interviews with 4 (four) informants, namely 1 (one) Head of Batukaras Village, Staff Head of Service, Head of BUMDes Mitra Batukaras Village, and Treasurer of BUMDes. The results of this study indicate that the implementation of village government policies regarding the establishment and management of village-owned enterprises in Batukaras Village, Cijulang District, Pangandaran Regency as a whole from various activities carried out has been going well but still not optimal. This can be seen from the lack of socialization that was carried out and also the BUMDes managers or Human Resources who did not understand the functions, and the communication that was carried out did not go well, the direction and policies provided did not motivate BUMDes implementers.
KAJIAN SOSIAL BUDAYA PEMBENTUKAN KAWASAN INDUSTRI HASIL TEMBAKAU Tatang Parjaman; Aan Anwar Sihabudin; Dini Yuliani; Irfan Nursetiawan; Ii Sujai
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 9, No 1 (2022): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v9i1.7099

Abstract

Kajian ini dilatar belakangi bahwa salah satu tanggung jawab pemerintah dalam pembangunan adalah menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakatnya yang salah satunya melalui pembentukan sebuah kawasan industri.  Selain memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk pembentukan sebuah kawasan industri,  Kabupaten Ciamis juga termasuk ke dalam kawasan percepatan pembangunan nasional wilayah pesisir selatan Jawa Barat, sehingga perlu dilakukan kajian akademik untuk pembentukan kawasan industri yaitu Kawasan industri hasil tembakau. Kajian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang relevan dengan pengungkapan fenomena secara empiris yang dikorelasikan dengan landasan yuridis dan konseptis, dengan analisis data menggunakan triangulasi sehingga membentuk sebuah kajian akademik yang beretika dan normatif.  Pembentukan kawasan industri hasil tembakau diharapkan memberikan banyak manfaat dan keuntungan dari bidang ekonomi masyarakat, terbentuknya kelembagaan baru dalam masyarakat, serta memudahkan pemerintah daerah dalam pembinaan dan koordinasi di kawasan industri tersebut.  Tetapi juga perlu diantisipasi dampak negatif, diantaranya dengan cara monitoring dan bina lingkungan yang terorganisir oleh pemerintah setempat.
KAJIAN SOSIAL BUDAYA PEMBENTUKAN KAWASAN INDUSTRI HASIL TEMBAKAU Tatang Parjaman; Aan Anwar Sihabudin; Dini Yuliani; Irfan Nursetiawan; Ii Sujai
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 9, No 1 (2022): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v9i1.7099

Abstract

Kajian ini dilatar belakangi bahwa salah satu tanggung jawab pemerintah dalam pembangunan adalah menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakatnya yang salah satunya melalui pembentukan sebuah kawasan industri.  Selain memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk pembentukan sebuah kawasan industri,  Kabupaten Ciamis juga termasuk ke dalam kawasan percepatan pembangunan nasional wilayah pesisir selatan Jawa Barat, sehingga perlu dilakukan kajian akademik untuk pembentukan kawasan industri yaitu Kawasan industri hasil tembakau. Kajian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang relevan dengan pengungkapan fenomena secara empiris yang dikorelasikan dengan landasan yuridis dan konseptis, dengan analisis data menggunakan triangulasi sehingga membentuk sebuah kajian akademik yang beretika dan normatif.  Pembentukan kawasan industri hasil tembakau diharapkan memberikan banyak manfaat dan keuntungan dari bidang ekonomi masyarakat, terbentuknya kelembagaan baru dalam masyarakat, serta memudahkan pemerintah daerah dalam pembinaan dan koordinasi di kawasan industri tersebut.  Tetapi juga perlu diantisipasi dampak negatif, diantaranya dengan cara monitoring dan bina lingkungan yang terorganisir oleh pemerintah setempat.
KAJIAN SOSIAL BUDAYA PEMBENTUKAN KAWASAN INDUSTRI HASIL TEMBAKAU Tatang Parjaman; Aan Anwar Sihabudin; Dini Yuliani; Irfan Nursetiawan; Ii Sujai
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 9, No 1 (2022): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v9i1.7099

Abstract

Kajian ini dilatar belakangi bahwa salah satu tanggung jawab pemerintah dalam pembangunan adalah menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakatnya yang salah satunya melalui pembentukan sebuah kawasan industri.  Selain memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk pembentukan sebuah kawasan industri,  Kabupaten Ciamis juga termasuk ke dalam kawasan percepatan pembangunan nasional wilayah pesisir selatan Jawa Barat, sehingga perlu dilakukan kajian akademik untuk pembentukan kawasan industri yaitu Kawasan industri hasil tembakau. Kajian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang relevan dengan pengungkapan fenomena secara empiris yang dikorelasikan dengan landasan yuridis dan konseptis, dengan analisis data menggunakan triangulasi sehingga membentuk sebuah kajian akademik yang beretika dan normatif.  Pembentukan kawasan industri hasil tembakau diharapkan memberikan banyak manfaat dan keuntungan dari bidang ekonomi masyarakat, terbentuknya kelembagaan baru dalam masyarakat, serta memudahkan pemerintah daerah dalam pembinaan dan koordinasi di kawasan industri tersebut.  Tetapi juga perlu diantisipasi dampak negatif, diantaranya dengan cara monitoring dan bina lingkungan yang terorganisir oleh pemerintah setempat.
KAJIAN SOSIAL BUDAYA PEMBENTUKAN KAWASAN INDUSTRI HASIL TEMBAKAU Tatang Parjaman; Aan Anwar Sihabudin; Dini Yuliani; Irfan Nursetiawan; Ii Sujai
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 9, No 1 (2022): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v9i1.7099

Abstract

Kajian ini dilatar belakangi bahwa salah satu tanggung jawab pemerintah dalam pembangunan adalah menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakatnya yang salah satunya melalui pembentukan sebuah kawasan industri.  Selain memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk pembentukan sebuah kawasan industri,  Kabupaten Ciamis juga termasuk ke dalam kawasan percepatan pembangunan nasional wilayah pesisir selatan Jawa Barat, sehingga perlu dilakukan kajian akademik untuk pembentukan kawasan industri yaitu Kawasan industri hasil tembakau. Kajian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang relevan dengan pengungkapan fenomena secara empiris yang dikorelasikan dengan landasan yuridis dan konseptis, dengan analisis data menggunakan triangulasi sehingga membentuk sebuah kajian akademik yang beretika dan normatif.  Pembentukan kawasan industri hasil tembakau diharapkan memberikan banyak manfaat dan keuntungan dari bidang ekonomi masyarakat, terbentuknya kelembagaan baru dalam masyarakat, serta memudahkan pemerintah daerah dalam pembinaan dan koordinasi di kawasan industri tersebut.  Tetapi juga perlu diantisipasi dampak negatif, diantaranya dengan cara monitoring dan bina lingkungan yang terorganisir oleh pemerintah setempat.
KAJIAN SOSIAL BUDAYA PEMBENTUKAN KAWASAN INDUSTRI HASIL TEMBAKAU Tatang Parjaman; Aan Anwar Sihabudin; Dini Yuliani; Irfan Nursetiawan; Ii Sujai
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 9, No 1 (2022): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v9i1.7099

Abstract

Kajian ini dilatar belakangi bahwa salah satu tanggung jawab pemerintah dalam pembangunan adalah menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakatnya yang salah satunya melalui pembentukan sebuah kawasan industri.  Selain memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk pembentukan sebuah kawasan industri,  Kabupaten Ciamis juga termasuk ke dalam kawasan percepatan pembangunan nasional wilayah pesisir selatan Jawa Barat, sehingga perlu dilakukan kajian akademik untuk pembentukan kawasan industri yaitu Kawasan industri hasil tembakau. Kajian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang relevan dengan pengungkapan fenomena secara empiris yang dikorelasikan dengan landasan yuridis dan konseptis, dengan analisis data menggunakan triangulasi sehingga membentuk sebuah kajian akademik yang beretika dan normatif.  Pembentukan kawasan industri hasil tembakau diharapkan memberikan banyak manfaat dan keuntungan dari bidang ekonomi masyarakat, terbentuknya kelembagaan baru dalam masyarakat, serta memudahkan pemerintah daerah dalam pembinaan dan koordinasi di kawasan industri tersebut.  Tetapi juga perlu diantisipasi dampak negatif, diantaranya dengan cara monitoring dan bina lingkungan yang terorganisir oleh pemerintah setempat.
REVITALISASI SISTEM AKUNTABILITAS LEMBAGA LEGISLATIF SEBAGAI WUJUD “DEMOKRATIC RESPONSIBILITY” (SUATU POLEMIK PERTANGGUNGJAWABAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT TERHADAP KONSTITUEN POLITIK) Aan Anwar Sihabudin
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 4, No 4 (2017): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.303 KB) | DOI: 10.25157/dinamika.v4i4.872

Abstract

ABSTRAK Kekuatan partai politik di parlemen seolah tidak mampu diimbangi oleh kekuatan pemerintah, sistem multi partai seolah membuat jebakan baru bagi pemerintahan yang menganut sistem presidensial yang ada saat ini. Eksekutif seolah dibatasi ruang lingkupnya dengan berbagai kebijakan dan regulasi yang dikeluarkan oleh legislatif. Kepentingan politik dan intervensi politik terhadap kebijakan pemerintah dijadikan sebagai posisi tawar bagi partai politik yang berhasil menguasai parlemen. Negosiasi politik untuk mengakomodir kepentingan banyak partai agar dapat menjamin dukungan mayoritas di parlemen semakin mempersulit efektivitas pemerintahan. Pemberian mandat atau kepercayaan masyarakat bagi anggota legislatif seolah tidak disertai dengan kewajibannya dalam mengantisipasi terjadinya penyalahgunaan wewenang (chek and balances). Lembaga legislatif sebagai pemegang kekuasaan politik masih diidentikan sebagai penguasa, sehingga masyarakat harus tunduk pada kekuasaan tersebut.Untuk itu, perlu dilakukan suatu upaya yang dapat menciptakan sistem akuntabilitas lembaga legislatif yang sesuai dengan nilai-nilai demokrasi. Karena pada dasarnya sistem akuntabilitas yang dilakukan oleh para anggota legislatif akan mencerminkan tentang adanya peran dan fungsi pertanggungjawaban amanat kepada rakyatnya, dan memberikan penilaian positif atas keberadaan lembaga legislatif yang bersih, netral dan bebas dari penyalahgunaan kekuasaan           Kata Kunci : Akuntabilitas Politik, Demokrasi
ANALISIS TIPE KEPEMIMPINAN DEMOKRATIS KEPALA DESA DALAM PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK DI DESA KARANGJALADRI KABUPATEN PANGANDARAN Regi Refian Garis; R. Rindu Garvera; Aan Anwar Sihabudin
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 8, No 2 (2021): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v8i2.5758

Abstract

Gaya kepemimpinan adalah upaya dalam rangka menerapkan seni memimpin seseorang. Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya yang populer digunakan oleh pemimpin masa kini. Ciri ciri dari gaya kepemimpinan ini adalah adanya dua arah komunikasi yaitu dari pemimpin kepada pengikutnya, dengan tujuan agar pemimpin dapat menyerap aspirasi, saran dan masukan dari bergabagi arah untuk kemudian dibuat formulasi kebijakan yang akan diterapkan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan  kunci dalam penelitian ini adalah kepal desa karangjaladri kecamatan parigi kabupaten pangandaran. Hasil penelitian menunjukan bahwa gaya kepemimpinan demokratis telah diterapkan oleh Kepala Desa Karangjaladri dengan optimal, hal tesebut di buktikan dengan terselenggaranya pemerintahan desa yang transparan. Efektif dan efisien dalam mewujudkan pelayanan publik sesuai dengan dimensi-dimensi yaitu; Melakukan kerjasama dengan bawahannya, Mendengar kritik, menerima saran/pendapat dari bawahan, Menghargai potensi setiap bawahannya dan Keputusan dibuat bersama.
ANALISIS TIPE KEPEMIMPINAN DEMOKRATIS KEPALA DESA DALAM PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK DI DESA KARANGJALADRI KABUPATEN PANGANDARAN Regi Refian Garis; R. Rindu Garvera; Aan Anwar Sihabudin
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 8, No 2 (2021): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v8i2.5758

Abstract

Gaya kepemimpinan adalah upaya dalam rangka menerapkan seni memimpin seseorang. Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya yang populer digunakan oleh pemimpin masa kini. Ciri ciri dari gaya kepemimpinan ini adalah adanya dua arah komunikasi yaitu dari pemimpin kepada pengikutnya, dengan tujuan agar pemimpin dapat menyerap aspirasi, saran dan masukan dari bergabagi arah untuk kemudian dibuat formulasi kebijakan yang akan diterapkan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan  kunci dalam penelitian ini adalah kepal desa karangjaladri kecamatan parigi kabupaten pangandaran. Hasil penelitian menunjukan bahwa gaya kepemimpinan demokratis telah diterapkan oleh Kepala Desa Karangjaladri dengan optimal, hal tesebut di buktikan dengan terselenggaranya pemerintahan desa yang transparan. Efektif dan efisien dalam mewujudkan pelayanan publik sesuai dengan dimensi-dimensi yaitu; Melakukan kerjasama dengan bawahannya, Mendengar kritik, menerima saran/pendapat dari bawahan, Menghargai potensi setiap bawahannya dan Keputusan dibuat bersama.
ANALISIS TIPE KEPEMIMPINAN DEMOKRATIS KEPALA DESA DALAM PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK DI DESA KARANGJALADRI KABUPATEN PANGANDARAN Regi Refian Garis; R. Rindu Garvera; Aan Anwar Sihabudin
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 8, No 2 (2021): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v8i2.5758

Abstract

Gaya kepemimpinan adalah upaya dalam rangka menerapkan seni memimpin seseorang. Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya yang populer digunakan oleh pemimpin masa kini. Ciri ciri dari gaya kepemimpinan ini adalah adanya dua arah komunikasi yaitu dari pemimpin kepada pengikutnya, dengan tujuan agar pemimpin dapat menyerap aspirasi, saran dan masukan dari bergabagi arah untuk kemudian dibuat formulasi kebijakan yang akan diterapkan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan  kunci dalam penelitian ini adalah kepal desa karangjaladri kecamatan parigi kabupaten pangandaran. Hasil penelitian menunjukan bahwa gaya kepemimpinan demokratis telah diterapkan oleh Kepala Desa Karangjaladri dengan optimal, hal tesebut di buktikan dengan terselenggaranya pemerintahan desa yang transparan. Efektif dan efisien dalam mewujudkan pelayanan publik sesuai dengan dimensi-dimensi yaitu; Melakukan kerjasama dengan bawahannya, Mendengar kritik, menerima saran/pendapat dari bawahan, Menghargai potensi setiap bawahannya dan Keputusan dibuat bersama.